CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Membawa Windy Kerumah Sakit


__ADS_3

''Ray abang dengar katanya Viona mengalami kecelakaan saat pemotretan kemarin ya? terus gimana keadaannya sekarang?'' tanya Frans


''Apa pah, Viona kecelakaan kok bisa?'' ucap Lidya sedikit kaget


''Benar seperti itu Ray?'' sambungnya lagi


''Iya mba, kemarin Viona tertimpa lampu, yang ada diruangan tersebut, tapi kondisinya sekarang sudah membaik kok.'' jelas Rayen


Lidya mengangguk tanda mengerti.


''Syukurlah kalau gitu,, oya Ray mba bisa bicara dengan mu sebentar?'' ucap Lidya


''Bisa mba, '' jawab Rayen


''Yasudah kalau gitu kamu ikut sama mba kedepan, pah sebentar ya? mama mau bicara dulu dengan Rayen.'' ucap Lidya


''Heem,,'' hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Frans.


''Bang, saya kedepan dulu ya?'' pamit Rayen sambil berlalu.


''Duduklah Ray!" ucap Lidya sambil mendudukan juga bokongnya disofa tamu


''Ada apa mba?'' tanya Rayen setelah duduk


''Ray, mba mau tanya sama kamu, apa setelah kamu putus dari Viona kalian masih sering bertemu? atau pun berhubungan? ya,, walaupun itu dalam bentuk pekerjaan?'' Lidya bertanya dengan serius.


''Ingat ya Ray, mba itu udah ngasih kesempatan sama kamu, dan kamu harus menggunakannya sebaik mungkin! karna mba gk mau liat Niken nangis gara-gara kamu, gara-gara melihat kamu masih memiliki hubungan dengan Viona, jika itu terjadi mba gk akan maafin kamu Ray.'' ucap tegas Lidya


''Iya mba, saya mengerti maksud mba Lidya, sebisa mungkin saya akan menjaga perasaan Niken, dan mengenai Viona, jujur mba, setelah putus dengan nya saya memang beberapa kali bertemu dengannya, tapi mba tenang saja, saya tidak akan melalukan tindakan yang nantinya akan merugikan diri saya sendiri, karna saya benar-benar serius dengan Niken mba, saya tidak ingin kehilangannya karna saya sangat mencintainya.'' ucap Rayen serius.


''Bagus, saya pegang ucapan kamu ya Ray, namun jika kamu mengingkarinya jangan salahkan mba jika nanti mba akan menjodohkannya dengan pria lain yang pastinya lebih bisa membuat nya bahagia.'' ucap Lidya yakin.


Rayen sempat terkejut dengan kata-kata kakak iparnya tersebut, yang berniat ingin menjodohkan Niken dengan orang lain, namun tentu saja Rayen tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.


Sedangkan didalam gedung sekolah, terlihat Niken dan kedua sahabatnya sedang berada dikantin sekolah untuk mengisi perut, karna memang ketiga nya kebetulan sama-sama tidak sarapan dari rumah.


''Windy,Niken kalian mau pesan apa?biar gue pesanin sekalian.'' ucap Putri


''Gue pesan mie goreng sosis, minumnya jus jeruk.'' ucap Windy.

__ADS_1


''Ok, kalau loe Ken?


''Samain aja Put,'' jawab Niken


''Baiklah ditunggu ya pesanannya ibu-ibu.'' ucap Putri sambil berlalu.


Beberapa saat kemudian..


Pesanan datang...'' Putri meletakan mangkuk berisi pesanan mereka.


''Kok loe yang antar Put, pelayan kantinnya mana?'' tanya Niken


''Lagi sibuk, dan gue gk sabaran,makanya gue yang bawa penasan buat kita.


''Wiih, tumben nih anak, mimpi apa loe hari ini mau lakuin itu?'' sindir Windy yang memang tau jika sahabatnya itu biasanya tak mau repot.


''Sejak gue jadian sama Rangga.'' jawabnya asal


Windy dan Niken saling pandang, setelah itu mereka tersenyum bersama.


''Kayaknya si Rangga membawa nilai positif nih sama teman kita Win,'' ucap Niken


''Loe benar Ken, kenapa gk dari dulu aja ya Rangga nerima cinta loe.'' ucap Windy


''Laah, kok jadi aku sih, lagi pula itukan dulu, dan aku juga gk pernah naggapi dia kan? kamu kan tau sendiri kalau aku cintanya cuma sama om Rayen.'' ucap Niken.


''Iihh,, kalian ini kok jadi berantem sih udah dong, yuk kita makan, ntar kembang loh.'' ucap Windy melerai kedua sahabatnya itu yang sedang berdebat.


Dan akhirnya ketiga gadis cantik tersebut akhirnya menikmati makanan yang sudah ada diatas meja tersebut.


Niken memperhatikan Windy yang menuangkan saos cabe kedalam makanan nya dengan sangat banyak membuat gadis itu merasa heran, sedangkan yang ia tau bahwa sahabatnya yang satu ini tidak begitu menyukai pedas, berbeda sekali dengan Putri dan dirinya yang sangat menyukai pedas.


''Ini baru mantap.'' ucap Windy dengan mata berbinar menatap mie goreng dengan tambahan sambal cabe diatasnya.


''Windy kamu gk salah mau makan cabe dengan porsi sebanyak itu?'' tanya Niken membuat Putri juga ikut menoleh kearah Windy.


''Pengen aja guys, kayaknya enak kalau pakai sambal.'' jawabnya dan langsung melahap makanannya.


''Aneh banget kamu Win,biasanya paling anti sama yang namanya sambal, jangan-jangan loe ngidam kali ya?'' ucap Putri asal, namun berhasil membuat Windy tersedak.

__ADS_1


''Uhuk-uhuk..


''Loh Win, kamu kenapa? ini cepat minum!" ucap Niken sambil memberikan air mineral pada Windy.


''Makasih Ken.''ucapnya sambil mengambil air tersebut dan langsung meminumnya.


''Loe kenapa kaget gitu sih Win sama perkataan gue tadi? jangan-jangan yang gue bilang tadi benar lagi?'' selidik Putri.


Mendapat todongan dari Putri membuat wajah Windy memucat seketika, ia belum siap jika teman-temannya tau jika sekarang ini dirinya sedang mengandung,apa lagi kalau sampai Putri tau, pasti sahabatnya yang bermulut lemes itu akan mencercanya dengan berbagai macam pertanyaan yang pasti akan membuatnya sakit kepala.


Niken melihat Windy seperti orang yang kebingungan merasa sedikit heran.


Windy kenapa ya, kok kelihatan gugup gitu?apa jangan-jangan--,, aah mikir apa sih aku ini.


Batin Niken menerka-nerka.


''Kenapa diam aja Win? jawab dong!" ucap Putri kembali mendesak.


''Put, kamu apaan sih, mana mungkin dia hamil, gk usah ngarang deh, udah yuk makan lagi gk usah kebanyakan ngomong!" ucap Niken sambil menyuap kembali makanan miliknya.


Windy melirik pada Niken, setelah itu ia pun langsung kembali memakan mie goreng miliknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam sudah menunjukan pukul dua siang, terlihat siswa-siswi Nusa Bangsa sudah mulai keluar dari kelas masing-masing.


''Guys aku balik duluan ya? Rangga udah nungguin didepan.'' ucap Putri


Sedangkan Niken terlihat masih menyusun buku miliknya dan memasukannya kedalam tas.


''Ayo Win, pulang!" ajak Niken namun tak dihiraukan oleh Windy, saat ini gadis itu terlihat sedang menelungkupkan wajahnya diatas meja dengan tangan yang sambil memegangi perutnya.


''Win, kamu kenapa? kamu sakit?'' tanya Niken sambil menggoyang tubuh sahabatnya itu.


''Ken, tolongin gue, perut gue sakit banget rasanya.'' ucap Windy sambil meringus menahankan rasa sakit dibagian perutnya.


''Asataga Windy, wajah kamu pucat sekali, tubuh kamu kenapa juga keringetan kayak gini, ayo sebaiknya kita kerumah sakit sekarang.'' ajak Niken sambil membantu tubuh Windy untuk berdiri.


Saat ini Niken sedang mengendarai mobil milik Windy, rencananya ia akan membawa sahabatnya itu kerumah sakit, Niken terus menatap cemas pada Windy dari kaca spion depan mobil, yang saat itu berada dikursi penumpang sangat terlihat Windy sedang menahan sakit dibagian perutnya itu.

__ADS_1


''Win, kamu bertahan ya? sebentar lagi kita sampai.'' ucap Niken yang terlihat sangat kawatir dan sekaligus iba melihat kondisi sahabatnya itu.


NEXT


__ADS_2