
Prov Rayen
Hari ini saya datang kerumah keluarga Mahendra untuk mengatakan semua tentang hubungan kami kepada kedua orangtua nya, sejujurnya dalam hati saya sangat takut menghadapi kenyataannya, takut jika kedua orangtua Niken tidak mau menerima hubungan kami, walaupun abang angkat saya Frans, selalu bersikap baik dengan saya, tapi itu bukan jaminan dia akan merestui hubungan kami, apa lagi mba Lidya, dia pasti menolak jika anaknya berhubungan dengan orang yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri, tapi mau bagai mana lagi, saya juga tidak pernah menginginkan takdir harus membuat saya jatuh cinta pada keponakan saya sendiri, tetapi Tuhanlah yang memberikan rasa cinta itu.
Setelah saya mengungkapkan semuanya pada bang Frans dan mba Lidya seperti dugaan saya,respon mereka tidak bersahabat, apa lagi mba Lidya, dia marah dan langsung menentang hubungan kami, dia bilang hubungan kami ini tidak pantas, disitu saya lihat Niken terus menangis dan memohon pada ibunya agar mau merestui hubungan kami, namun sepertinya mba Lidya keukeh pada ucapannya yang tidak mau merestui hubungan kami.
Saat itu saya melirik pada bang Frans yang kebetulan juga saat itu menatap kearahku, wajahnya terlihat biasa tidak ada kemarahan atau pun emosi disana saya sempat berpikir apakah dia sudah tau sebelumnya tentang hubungan saya dan Niken, entahlah, pikiran saya sangat kacau saat itu.
Mba Lidya terus berbicara, bahkan tak jarang ucapan yang terlontar dari mulutnya membuat hati saya sakit, namun saya mencoba menguatkan hati saya agar Niken tidak semangkin bersedih, walaupun mungkin kenyataannya tak bisa merubah apapun.
Saat itu bang Frans yang awalnya hanya diam tiba-tiba meminta saya mengikutinya keruang kerja, dan tanpa banyak tanya saya langsung ikut dengannya.
Diruangan kerjanya dia bertanya sejak kapan saya dan Niken berhubungan dan sejak kapan saya mencintai putrinya, saya pun akhirnya menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat, ia sempat terkejut saat saya katakan jika Niken sudah sering menyatakan cinta pada saya, namun sedetik kemudian wajahnya sudah terlihat biasa.Waktu itu bang Frans mengatakan sesuatu yang membuat saya sedikit terkejut, seperti dugaan saya,ternyata dia memang sebelumnya sudah mengetahui tentang hubungan kami berdua, tapi yang membuat saya merasa heran kenapa dia harus menyembunyikannya? kenapa saat itu bang Frans tidak langsung memergoki kami saat berada di dalam kamar waktu itu? apa itu artinya bang Frans merestui hubungan kami? entahlah...
Saat itu dia hanya mengatakan pada saya jika untuk sementara saya harus menghilang dari kota itu, dan dia juga menyuruhku untuk mengurus anak perusahaan yang ada diluar kota, kota dimana dulu sering saya kunjungi, awalnya saya menolak, karna saya ingin mencoba mempertahankan hubungan saya dan Niken, namun saat bang Frans mengatakan jika dirinya akan merestui hubungan kami, saya sangat senang, namun bang Frans mengatakan jika ia masih butuh waktu untuk meyakinkan sang istri, sungguh saat itu hati saya merasa sangat lega mendengar jika bang Frans mau berbesar hati merestui hubungan kami, dan tanpa pikir panjang, dan juga tanpa memberitahukan semuanya pada Niken akhirnya saya pun menuruti keinginan bang Frans, malam itu juga saya pergi dari kota tersebut.Tapi siapa sangka kepergian saya justru membuat keadaan semangkin kacau, dan membuat Niken pergi dari rumah.
*
*
__ADS_1
*
''Bang saya akan keapartemen dulu, setelah itu saya langsung akan mencari keberadaan Niken.'' jelas Rayen
'' Baiklah Ray, sebaiknya kamu istirahat saja dulu,nanti setelah itu baru kamu lanjut mencari Niken, saya tau kamu pasti lelah,, pulang dan istirahatlah!'' ucap Frans.
Sepanjang perjalanan Rayen terus memikirkan keberadaan Niken, bahkan ia merasa sangat khawatir, namun ia harus tetap pulang sebentar mungkin hanya sekedar makan dan membersihkan diri.
Tak terasa dua puluh lima menit ia mengendarai mobilnya, kini Rayen pun sudah sampai diapartemen miliknya, setelah memarkirkan mobil, Rayen langsung menuju lantai dimana selama ini ia tinggal.Rayen mulai mengeluarkan kartu akses dari dalam dompetnya kemudian langsung menempelkannya pada reader yang ada dibagian pintu dan otomatis akan membuka pintu tersebut.
Rayen mengerutkan dahi saat melihat lampu ruangan apartemennya menyala, padahal seingatnya saat Rayen tinggalkan lampu sudah ia matikan.
''Kok lampunya hidup ya, perasaan kemarin saya sudah mematikannya.'' gumamnya, namun Rayen tak ingin ambil pusing, ia pun kembali melangkahkan kakinya menuju kamar tidur miliknya, namun saat hendak melewati ruang tamu tak sengaja matanya menangkap sesuatu diatas sofa,membuat matanya semangkin melebar.
''Iya benar, ini miliknya, apa itu artinya Niken ada disini.'' gumamnya lagi dengan jantung yang tiba-tiba berdebar.
''Niken, apa kamu ada disini? sayang ini mas apa kamu ada didalam?'' Rayen mulai membuka satu persatu ruangan yang tertutup, dari kamar mandi,kamar tamu, dan terakhir ia melangkah menuju kamar pribadi miliknya.Saat membuka pintu kamar pandangan Rayen langsung tertuju pada seorang gadis yang terbaring diatas tempat tidur, melihat itu Rayen nenghela nafas lega, ia pun melangkah kan kakinya menuju tempat tidur untuk melihat lebih dekat gadis yang selama beberapa hari ini selalu ia rindukan.
''Niken sayang ternyata kamu disini, mas dan orangtuamu sangat khawatir dengan keadaanmu, kamu malah tidur nyenyak disini.'' gumamnya pelan.
__ADS_1
Rayen terus menatap wajah Niken dari dekat, namun dahinya tiba-tiba berkerut saat melihat wajah Niken yang pucat.
''Niken, sayang kenapa wajahmu sangat pucat?'' Rayen bergumam tangannya langsung ia tempelkan pada dahi Niken.
''Astaga tubuhnya panas sekali, Niken sayang bangun! ya Tuhan apa yang terjadi?.'' Rayen segera mengangkat tubuh Niken dan langsung membawanya kebawah untuk dibawa kerumah sakit.
Sepanjang perjalanan Rayen terus merapalkan doa semoga kekasihnya itu baik-baik saja, bahkan sesekali terlihat Rayen menggenggam tangan Niken yang mulai dingin.
''Oh, astaga kenapa tangannya menjadi dingin begini, sayang bertahanlah sebentar lagi kita sampai dirumah sakit, tolong jangan tinggalkan mas sayang, maafkan mas karna sudah meninggalkanmu, maafkan mas karna sudah ingkar janji.'' Rayen terus merutuki kebodohannya sendiri atas apa yang menimpa kekasihnya, mungkin jika terjadi sesuatu pada Niken maka Rayen tak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
Saat ini terlihat Rayen sedang mondar-mandir diruangan tempat dimana Niken sedang ditangani oleh dokter.Terlihat sekali raut wajah cemas disana, bahkan sesekali terlihat Rayen meraup kasar wajahnya
''Rayen dimana Niken? bagai mana keadaannya?'' tanya Frans yang baru saja datang bersama istrinya Lidya.
''Dia masih didalam bang, sedang ditangani dokter.'' ucap Rayen.
''Niken putri ku, kenapa ini bisa terjadi? Rayen dimana kamu menemukan Niken? kenapa bisa sampai masuk rumah sakit begini?'' tanya Lidya cemas
''Saya menemukan Niken berada didalam apartemen saya mba, dan dalam keadaan wajah yang pucat dan demamnya sangat tinggi waktu itu, makanya saya langsung membawanya kerumah sakit.'' jelas Rayen
__ADS_1
''Apa ?? kamu menemukan Niken ada didalam apartemen? pah jadi ternyata Niken ada didalam sana, ya ampun Niken.'' Lidya menggeleng pelan Lidya terduduk lemas dikursi tunggu rumah sakit.
NEXT