CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Aku Hanya Malu


__ADS_3

Saat ini Windy sedang berada dimobil Regan, gadis itu sedang memperhatikan kekasihnya yang sedang mengemudikan kendaraannya, saat ini Regan masih lengkap menggunakan pakaian kantornya dengan jas yang masih terlihat rapi ditubuhnya membuatnya terlihat semangkin tampan dimata Windy.


'' Apa yang kamu lihat hem?'' tanya Regan namun pandangannya masih lurus kedepan.


'' Bang Regan tampan banget hari ini dengan pakaian kantor itu.'' jawab Windy jujur gadis itu benar-benar terpesona melihat lelaki yang berada disampingnya itu. Tiba-tiba saja Regan menepikan mobilnya membuat Windy kebingungan.


'' Kenapa berhenti bang? Apa yang terjadi?'' Windy masih belum mengerti kenapa Regan mendadak menghentikan mobilnya ditepi jalan. Regan melepas seatbelt yang ia gunakan kemudian mendekat kearah kekasihnya kemudian..


Cuupp


Regan menempelkan bibirnya diatas bibir Windy, membuat gadis itu membelalakan matanya, awalnya Regan hanya menempelkannya saja, namun saat melihat tidak ada reaksi dari Windy ia pun langsung m*e*l*u*m*at nya lembut, hingga membuat Windy akhirnya membalas ci*um*an tersebut, cukup lama mereka melakukan nya hingga Windy menarik wajahnya karna sudah merasa kehabisan oksigen. Regan menahan tengguk Windy saat gadis itu hendak menjauh dari nya, setelah merasa cukup untuk meraup oksigen, Regan kembali men*ci*um bibir Windy yang selalu memabukan untuknya. Kini ci*um*an nya turun keleher jenjang Windy mengecupi seluruh permukaan kulit mulus sang kekasih, aroma tubuh Windy membuatnya semangkin terlena, kini tangannya bergerak menuju seragam gadis remaja itu dan langsung membuka satu persatu kancing bajunya hingga kini semua kancing itu terlepas, setelah sebelumnya Regan sudah membuka seatbelt yang digunakan Windy.


'' Bang Regan aah,'' Windy men*de*sa*h saat da*da nya diremas dengan lembut oleh Regan.


'' Isepin bang p*u*t*i*ng*nya.'' pinta Windy dengan wajah yang memerah karna malu, namun iya juga tidak tahan pingin dinikmati oleh kekasih hatinya itu, Regan yang mendengar pernintaan kekasihnya itu, dengan senang hati mengabulkan permintaan Windy, laki-laki itu mengeluarkan kedua aset milik Windy dan langsung melahapnya dengan rakus.

__ADS_1


'' Oh bang Regan isepin yang kencang, ini nik*mat banget aahhh..'' Windy meracau sambil terus menekan kepala Regan agar lebih dalam lagi, rasanya inti bawah miliknya sudah basah, untung saja mereka berhenti dijalanan yang sepi dan jarang dilewati oleh kendaraan lain, jadi tidak akan ada yang mendengar suara d*e*s*ah*an mereka disana. Tiba-tiba saja Regan menarik diri membuat Windy menatap bingung.


'' Windy maafkan aku tidak seharusnya aku melakuan semua ini sama kamu.'' ucap Regan penuh sesal, walau hasrat dalam dirinya masih membuncah, namun Regan sadar tak seharusnya ia selalu melakukan ini pada wanita yang dicintainya, sebelum terlalu jauh ada baiknya jika dirinya menghentikan semua ini, walau sesungguhnya ada sesuatu yang tertahan hingga membuat kepalanya berdenyut.


Mendengar ucapan Regan seketika membuat Windy merasa malu, bukankah dirinyalah tadi yang meminta dengan tidak tahu malunya pada Regan untuk menikmati p*a*y*u*d*a*r*a nya, ia merasa sudah seperti ja*la*ng yang meminta dipuaskan. Walau jujur saja ia merasa kecewa dan kehilangan saat setelah Regan menghentikan kegiatan panas mereka, tapi rasa malu dihatinya lebih mendominasi.


Setelah keduanya merapikan pakaian masih-masing, mereka pun langsung melanjutkan perjalanan menuju tempat yang mereka tuju. Regan melirik kearah Windy yang sejak tadi hanya diam, ia juga sempat melihat gadisnya itu meremas ujung rok yang ia gunakan. Kini mobil yang mereka tumpangi sudah berada diparkiran cafe, rencananya tadi sebelum pulang Regan ingin Windy menemaninya makan terlebih dahulu, saat mesin mobil sudah mati Windy melepas seatbelt miliknya lalu bergegas turun dari mobil, namun sebelum ia benar-benar turun tiba-tiba sebuah tangan menarik lengannya membuar gadis yang nasih memakai seragam itu langsung menatap kearah Regan.


'' Jangan turun dulu, ada yang ingin aku pastikan terlebih dahulu.'' ucap Regan membuat Windy menatap serius kearahnya


'' Apa kamu marah sama aku? apa kamu marah karna aku sudah melakukan itu sama kamu? Jika ia aku benar-benar minta maaf, tidak seharusnya aku melakukan itu semua sama kamu. Maaf jika aku tidak bisa mengontrol diriku, aku juga tidak tau kenapa setiap berdekatan dengan mu hasrat dalam diriku bangkit begitu saja, aku benar-benar minta maaf.'' ucap Regan bersungguh-sungguh.


'' Windy kenapa kamu diam saja? Apa kamu ma---,,'' belum sempat Regan menyelesaikan kalimatnya Windy sudah menyelanya terlebih dahulu.


'' Aku gk marah bang, aku- aku hanya malu,'' jawabnya sambil menundukan pandangannya.

__ADS_1


Regan mengangkat dagu Windy dengan telunjuknya membuat wajah gadisnya itu ikut terangkat, kini mata mereka saling tatap.'' Malu kenapa?'' tanya Regan yang kini menggenggam kedua tangan kekasihnya.


'' Aku merasa malu pada diriku sendiri, aku merasa takut bang Regan menilaiku buruk, dan men cap ku wanita murahan karna sudah bersikap terlalu agresif seperti tadi '' jelas Windy


'' Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? Aku tidak pernah punya pikiran seperti itu padamu, aku juga gk akan menilaimu buruk hanya karna kamu yang agresif seperti ini, justru aku malah suka kamu gk munafik seperti wanita diluaran sana dan aku juga yakin kamu bukan lah wanita murahan, jadi ku mohon jangan berkata seperti itu lagi ok? Yasudah kita turun yuk rasanya cacing diperutku sudah pada ngedemo semua.'' ucapnya membuat Windy tergelak mendengarnya.


Saat ini keduanya sudah berada didalam cafe, Regan juga sudah memesan makanan untuk keduanya. Sambil menunggu makanan datang, mereka terlihat asik mengobrol hingga tidak sadar disalah satu meja dibagian pojok ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan keduanya.


'' Itu bukannya Windy, dia lagi sama siapa disana?'' ucap seorang wanita dan dia adalah Sesil, saat ininia sedang berada di cafe yang sama dengan sang adik, Sedil sangat penasaran dengan sosok laki-laki yang bersama adiknya itu, karna posisi duduknya memang membelakangi Sesil, hingga ia tak dapat melihat wajah dari lelaki yang saat ini sedang bersama adiknya.


'' Kok kayaknya pamiliyar ya? Jadi penasaran, kesana gk ya? Dari pada penasaran sebaiknya aku kesana aja deh.'' gumamnya, sambil berdiri, kemudian mengambil tas miliknya lalu melangkah menuju meja dimana saat ini adiknya itu berada. Dari jauh Windy melihat sang kakak melangkah kearah mejanya sambil tersenyum, Windy yang memang kebetulan duduknya menghadap kearah Sesil jadi dapat melihat kedatangan kakaknya itu.


'' Kak Sesil.'' panggil Windy, membuat yang dipanggil tersenyum kearahnya, namun berbeda dengan halnya lelaki yang ada dihadapannya, mendengar nama seseorang dari masa lalunya disebut tentu saja membuat Regan sedikit terkejut namun ia tak tau apakah itu Sesil yang ia kanal atau tidak, karna nama seseorang kan banyak yang sama pikirnya.


'' Hai dek, kamu sama siapa?'' tanya Sesil begitu sampai dimeja Windy, namun posisinya masih berada dibelakang Regan hingga tak dapat melihat wajah lelaki yang ada dihadapan sang adik. Sementara itu Regan yang mendengar suara yang sangat dikenalnya seketika membeku.

__ADS_1


Next


__ADS_2