CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Rencana Jalan-Jalan


__ADS_3

Saat ini Rayen sedang membicarakan tentang apa yang terjadi pada Viona pada kedua orangtua Niken, mereka sempat terkejut saat mendengar perkataan dari Rayen yang mengatakan jika mantan kekasih dari menantu mereka itu sedang mengalami depresi.


'' Kasihan sekali dia, pasti dia terpukul sekali dengan kejadian yang menimpanya hingga membuatnya sampai depresi seperti itu, tapi itu juga hukuman untuk nya karna selama ini sudah mengganggu hubungan orang lain, mama rasa itu adalah balasan yang setimpal atas perbuatan yang selama ini dia lakukan pada Windy.'' ucap Lidya


'' Oya Ray, apa Niken sudah tau tentang hal ini?'' tanya Lidya lagi


'' Belum mba, tapi nanti saya akan memberitahukannya juga pada Niken, karna saya tak ingin ada yang ditutup-tutupin darinya.'' jelas Rayen


'' Bagus, mba juga berharap kamu memberitahukannya pada Niken walaupun Viona hanya mantanmu, tapi kau juga baru saja mengunjunginya kan? jadi sebagai istrimu Niken berhak tau.'' ucap Lidya, Rayen mengangguk paham.


Setelah berpamitan Rayen langsung menuju sekolahan sang istri, hari ini ia bermaksud ingin mengajak istrinya itu jalan-jalan berhubung hari ini hari sabtu jadi Rayen ingin menghabiskan waktu wekeend bersama istri tercinta.


Saat ini Rayen sudah berada didepan pintu gerbang sekolah, karna belum waktunya pulang, Rayen tidak bisa masuk kedalam gerbang sekolah seperti biasa, ia hanya bisa menunggu luar gerbang.


Setelah menunggu kurang lebih lima belas menit lamanya, akhirnya terlihat siswa-siswi Nusa Bangsa keluar satu persatu dari kelas mereka. Namun sepertinya Rayen belum melihat ada tanda-tanda istrinya akan keluar dari dalam kelasnya.


Setelah cukup lama menunggu dan Rayen masih belum melihat Niken dan juga kedua sahabatnya keluar dari kelas, murid-muris pun sudah mulai terlihat sepi, karna bosan menunggu akhirnya Rayen memutuskan untuk masuk kedalam sekolahan tersebut untuk mencari istrinya.


Sedangkan didalam kelas saat ini Niken dan kedua sahabatnya sedang membahas kerja kelompok yang akan mereka putuskan akan dilakukan dirumah Putri, kebetulan mereka dapat tugas satu kelompok. Tanpa ketiganya mereka sadari Rayen sudah berada didepan pintu kelas mereka.


'' Loh om Rayen, sejak kapan disitu?'' tanya Putri, spontan Windy dan juga Niken langsung melihat kearah pandang Putri.


'' Mas Rayen, kok bisa ada disini?'' ucap Niken sambil melangkah menuju suaminya yang berada didepan pintu sambil menyandarkan tubuhnya disana dengan tangan terlipat didada.


'' Mas lihat kamu lama sekali keluar makanya mas susul kedalam kelas, kalian ngapain masih belum pulang bukannya sudah waktunya pulang sekolah?


'' Oh kami lagi diskusiin tugas kelompok, dan kami sepakat akan mengerjakannya nanti dirumah Putri jelas Niken.


'' Tapi bukan hari ini mas, kami akan mengerjakannya mulai hari senin, kalau sekarang waktunya kita pulang.'' sambungnya lagi sambil menarik tangan suaminya keluar dari kelas.


'' Guys aku balik duluan ya? bye...''


'' Iya hati-hati!" jawab kedua sahabatnya.


'' Yuk kita pulang juga! kebetulan hari ini gue juga ada janji sama Rangga mau nonton.'' ucap Putri, Windy hanya mengangguk, setelah itu mereka langsung keluar dari dalam kelas.

__ADS_1


Saat ini keduanya sudah berada diparkiran, sebelum masuk kedalam mobil Rayen tiba-tiba ia menghentikan langkahnya.


'' Ada apa mas?


'' Rencananya mau mau ajak kamu jalan-jalan hari ini.''


'' Benarkah? kemana?'' tanya Niken antusias


'' Ketaman hiburan, bukannya kemarin kamu ngajak mas ketempat itu?


'' Gimana kalau kuti nonton aja?'' pinta nya


Rayen mengerenyit saat istrinya menolak diajak ketaman hiburan, karna sejak beberapa waktu lalu Niken selalu merengek padanya untuk membawanya kesana, namun saat Rayen ingin mengajaknya istrinya itu malah tak ingin diajak.


'' Tumben banget? kenapa tiba-tiba berubah pikiran?'' tanya Rayen.


'' Gpp mas, lagi males aja, lagi pula saat ini aku mau nonton yang romantis-romantis gitu yasudah yuk ah.'' ajak Niken sambil membuka pintu mobil kemudian masuk kedalam. Membuat Rayen mau tak mau juga harus ikut masuk.


Saat ini mobil Rayen sedang berhenti dilampu merah, Rayen menatap angka dilampu tersebut yang ternyata masih harus menunggu sekitar hampir dua menit lagi.


'' Sayang,'' panggil Rayen sambil mendekatkan wajahnya pada sang istri lalu...


Rayen mencium bibir ranum milik Niken, **********, dan sedikit menyesap disana, mendapat serangan mendadak seperti itu membuat Niken tak meolaknya sama sekali, bahkan ia membalas setiap sesapan suaminya itu, dan merasakan sensasi berbeda saat melakukannya ditempat menantang seperti itu, sebab mobil mereka bisa saja diketuk dari luar karna melakukan perbuatan itu ditengah jalan, untung kaca mobilnya gelap, kalau tidak mungkin akan banyak yang melihat perbuatan mereka.


'' Mas selalu bergairah saat bersama kamu sayang, kamu seperti magnet bagi mas.'' ucap Rayen setelah menarik bibirnya dari bibir Niken, lalu mengelap sudut bibir istrinya yang basah karna perbuatannya.


'' Aku juga mas, kamu selalu memberikannya sebelum aku memintanya.'' jawab Niken yang kembali menyerang bibir suaminya, namun baru beberapa detik merekan melakukannya, suara bunyi klakson mobil yang bersahutan menghentika aktivitas mereka.


Keduanya tertawa bersama, saat menyadari kelakuan mereka yang tidak tau tempat, lalu dengan cepat Rayen langsung menjalankan mobilnya.


...****************...


''Lepaskan aku! tolong...tolong...pergi kalian!! jangan sentuh aku!!!


''Huhuhu....jangan ganggu aku!!!

__ADS_1


Terdengar suara teriakan dibarengi tangisan disalah satu kamar yang berada didalam rumah sakit.


'' Suster tolong pegang tubuhnya, saya akan memberikan suntikan tntuk menenangkannya.'' ucap dokter


'' Baik dok,'' jawanya sambil memegangi tubuh wanita itu agar tak memberontak saat akan disuntik.


''Aakkhh,'' terdengar suara teriakan kecil dari bibir wanita itu karna tetkejut oleh suntikan yang diberikan dokter untuknya, setelah itu terlihat wanita tersebut kembali tenang dan kalian pasti sudah bisa menebak siapa wanita itu, ya dia adalah Viona, semenjak kejadian pemerkosaan yang dialaminya Viona sering sekali berteriak bahkan nyaris melukai tubuhnya sendiri.


''Suster sebaiknya kamu segera kabari keluarganya, sepertinya kita harus mengambil tindakan untuk pasien ini.'' jelas dokter.


'' Baik dok, saya akan segera mengabari keluarganya sekarang.


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Niken dan suaminya sudah berada diparkiran mobil disuatu pusat perbelanjaan, rencananya mereka akan nonton sambil jalan mengelilingi toko, Rayen juga bermaksud ingin membelikan Niken pakaian yang akan digunakan saat dirumah, kalian tentu taukan pakaian apa yang akan dibelikan Rayen untuk istrinya? yap, itu adalah pakaian-pakaian seksi yang wajib digunakan sang istri hanya didalam apartemen mereka saja dan melihat sang istri yang selalu menggunakan pakaian seperti itu menjadi penyemangat tersendiri bagi Rayen.


Saat mereka hendak keluar dari dalam mobil tiba-tiba ponsel milik Rayen berdering, ia merogoh ponsel didalam saku celananya kemudian menatap layar benda pipih tersebut. keningnya berkerut saat melihat siapa yang telah menghubunginya.


Ini kan nomor rumah sakit ada apa mereka menghubungiku? apa ada hubungannya dengan Viona?tapi kenaoa tidak menghubungi asisten nya saja?


Batin Rayen, yang masih menatap layar ponselnya.


'' Mas kok gk dijawab sih sambungan telponnya? memangnya siapa yang menghubungi mas Rayen?'' tanya Niken penasaran.


'' Ini dari rumah sakit, sebentar ya biar mas angkat dulu.' jawabnya sambil menggeser tombol berwarna hijau dilayar ponselnya.


Beberapa saat kemudian..


Setelah menutup telpon Rayen menatap wajah istrinya yang sepertinya sudah menunggu penjelasan dari dirinya dengan tidak sabar.


''Sayang sebenarnya mas mau mengatkan sesuatu padamu.'' ucapnya sambil menatap wajah sang istri.


'' Yaudah, apa? sejak tadi juga aku udah nungguin penjelasan dari mas Rayen.'' jawab Niken membalas tatapan suaminya.


'' Sayang sebenarnya saat ini Viona sedang dirawat dirumah sakit,'' ucap Rayen sambil menjeda ucapannya.

__ADS_1


'' Terus??' Niken kembali bertanya, Rayen dapat melihat ketidak sukaan istrinya itu saat dirinya membahas masalah Viona, dan ia juga dapat melihat sepertinya istrinya tersebut tidak tertarik membicarakan soal mantan kekasihnya itu, terbukti Niken sama sekali tidak bertanya kenapa Viona bisa masuk kerumah sakit.


Next


__ADS_2