CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kedatangan Viona


__ADS_3

Hari ini seperti biasa, Niken dan anak-anak SMA Nusa Bangsa sudah kembali memulai aktivitas belajar seperti biasa, Liburan yang berlangsung satu minggu itu cukup memuaskan bagi murid-murid untuk hanya sekedar liburan keluar kota dan sebagainya..


'' Woy, loe kok lesu amat?'' tanya Putri yang entah sejak kapan sudah berdiri didepan Niken.


'' Aku hanya masih kepikiran Windy kasian banget nasipnya, aku gk nyangka kak Leo sejahat itu sama Windy, bagai mana jika mereka benar-benar pisah, apa Windy siap jadi seorang janda diusia yang sangat muda, aku gk bisa bayangin itu semua Putri.'' ucap Niken sendu, sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.


'' Ya mau bagai mana lagi Ken, mungkin itu udah nasip rumah tangganya, kita doakan saja semoga Windy bisa kuat menerima semuanya.'' ucap Putri, yang diangguki oleh Niken.


DITEMPAT LAIN..


''Ray, gimana? apa loe udah bicara dengan Niken?'' tanya Leo saat ini keduanya baru saja keluar dari ruang meeting.


'' Saya rasa urusan rumah tangga kamu nanti saja kita bicarakan Leo, kerjaan saya masih numpuk sekali ini,dan kamu juga harus mikirin itu! lagi pula saya belum bicara dengan Niken, waktu pulang kemarin wajahnya murung terus, mana mungkin saya membahas masalah kamu, bisa ngamuk entar dia.'' jelas Rayen


'' Bagai mana gue bisa konsentrasi kerja Ray, sementara nasip rumah tangga gue diujung tanduk, tolong lah Ray, bantuin gue.'' pinta Leo memelas


'' Nanti deh sepulang kerja saya akan coba bicara dengan nya, tapi saya gk bisa janjikan apa-apa sama kamu Le, kamu kan tau jika Niken itu sahabatnya Windy, jika saya tetap keukeh maksa dia, yang ada malah kami lagi yang nantinya bertengkar.'' jelas Rayen.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul dua belas siang, seperti biasa Niken dan sahabatnya sedang berada dikantin sekolah untuk mengisi perut.


'' Ini dia makanannya udah datang.'' ucap Rangga sambil membawa tiga mangkuk mie ayam diatas nampan, lalu meletakannya diatas meja.


'' Makasih yang Ga,'' ucap Niken


' Iya sayang makasih ya?'' sambung Putri


'' Iya sama-sama, ayo dimakan!" ucap Rangga sambil menambahkan saos dimakanan miliknya.

__ADS_1


'' Oya nanti sepulang sekolah apa kalian berniat jenguk Windy lagi?'' tanya Rangga disela-sela makannya.


'' Kalau aku sih iya,'' jawab Niken, sambil menikmati mie ayam miliknya.


'' Ken kalau gue hari ini gk bisa maaf ya? gue lupa kalau ada janji sama Rangga, yakan Ga?'' ucap Putri pada sang kekasih.


'' Sebenarnya kalau memang kamu mau jenguk Windy sih gk masalah juga Put, kita bisa lain kali perginya.'' ucap Rangga pengertian.


'' Gk bisa gitu juga dong sayang, kita kan udah jauh hari janjiannya.'' jawab Putri.


'' Maaf banget ya Ken, tolong bilang sama Windy jika hari ini gue gk bisa datang kerumahnya, mungkin besok gue usahain ya?'' ucap Putri.


'' Iya-iya nanti aku sampaikan sama Windy.'' jawab Niken.


Dan akhirnya setelah pulang sekolah Niken memutuskan langsung pergi kerumah Windy, namun sebelum itu tak lupa ia memberi kabar pada suaminya.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya taksi yang dipesan oleh Niken tiba.


Sepanjang perjalanan Niken hanya melamun, sungguh semua masalah yang menimpa sahabatnya tersebut membuat Niken sedikit merasa cemas, bagai mana tidak, karna bisa saja kejadian yang menimpa sahabatnyaWindy, juga terjadi pada dirinya, apa lagi Rayen suaminya laki-laki yang menurutnya sangat sempurna, sudah tampan, sukses pula, lagi pula siapa yang akan menjamin jika itu tak terjadi padanya juga, apa lagi dia tau banyak wanita yang mengincar suaminya diluaran sana, sedangkan Leo saja yang ia pikir laki-laku baik, bisa selingkuh, apa lagi suaminya yang terkadang tidak bisa tahan dengan godaan, sungguh memikirkan ini saja membuat kepalanya berdenyut, Niken hanya bisa berharap semoga suaminya itu bisa setia dalam menjalankan kehidupan rumah tangga bersamanya.


Tak terasa taksi yang ditumpanginya telah sampai didepan halaman kediaman Windy.


'' Ini pak ongkosnya.'' ucap Niken sambil menyerahkan uang pecahan berwarna biru pada supir taksi tersebur.


'' Terimakasih neng.'' jawab sopir tersebut setelah itu sang sopir langsung pergi dari kediaman tersebut.


Saat hendak melangkah menuju teras, tak sengaja ia mendengar suara gaduh didalam rumah, tiba-tiba saja perasaan Niken menjadi tak enak, dengan langkah cepat ia langsung buru-buru melanglah kedalam rumah. Semangkin dekat terdengar ada suara wanita yang sedang memaki seseorang, dan tak lama terdengar juga sahutan melawan ucapan wanita tersebut yang Niken tau jika itu adalah suara sahabatnya Windy.

__ADS_1


'' Itukan suara Windy, dia bertengkar dengan siapa?'' gumam Niken khawatir, kini Niken sudah berada didepan pintu yang memang sudah terbuka dengan lebar.


'' Windy, apa yang terjadi??'' tanya Niken sambil melangkah masuk kedalam rumah, ia melihat sahabatnya sedang berhadapan dengan seorang wanita yang ia juga kenal.


Mendengar suara Niken replek kedua wanita tersebut menoleh keasal suara.


'' Tante Viona? sedang apa tante disini? Windy,kamu diapain sama dia? kamu gk apa-apa kan?'' ucap Niken khawatir, ia menatap wajah sahabatnya yang terlihat menahan amarah


'' Gue gpp, Niken sebaiknya loe usir wanita murahan ini dari sini, gue jijik melihat tampang pelakornya, bilangnya cantik dan berpendidikan tapi nyata nya, cuma bisa merebut suami orang.'' ucap Windy dengan penuh emosi.


'' Tante, kamu dengarkan kata sahabat saya? sebaiknya tante pergi dari sini sekarang juga, jangan sampai saya usir dengan cara kekerasan.'' ucap Niken yang memang merasa tidak suka melihat Viona disana.


'' Udah deh Niken, sebaiknya kamu jangan ikut campur urusan saya, atau memang kamu juga ingin bernasip sama dengan temanmu ini?'' ucap Viona sambil menatap sinis pada Niken.


'' Maksud tante apa??'' tanya Niken yang mulai tersulut emosi.


'' Sepertinya kamu tau maksud saya, apa lagi kalian belum ada ikatan kan? mudah sekali jika ingin merebut Rayen kembali.'' ucap Viona tersenyum sinis, namun itu hanya sebuah ancaman saja untuk Niken, sedangkan kenyataannya adalah Rayen memang tidak bisa lagi ia rayu. Viona juga belum mengetahui jika Rayen dan Niken sudah menikah.


'' Tante ini emang gk punya malu ya? emangnya udah gk laku ya?hingga suami orang pun diembat, dasar pelakor murahan, sebaiknya tante pergi sekarang! atau saya teriak dan semua orang datang kesini untuk menyeret tante keluar.'' ucapnya dengan geram, wajahnya kini sudah memerah menahan amarah.


'' Baiklah saya akan pergi, tapi kamu, ingatlah ucapan saya!'' ucap Viona sambil menunjuk wajah Windy, namun dengan cepat gadis itu langsung menurunkan tangan Viona yang menunjuk wajahnya.


'' Ingatlah, saya akan membuat Leo tetap berada dalam pelukan saya, karna saya tau tubuh saya lebih menggairahkan dari pada kamu, dan asal kamu tau, itu lah yang selalu dibutuhkan oleh laki-laki manapun termasuk Leo, pasti kamu tidak menyangka bukan? jika suamimu yang selalu terlihat alim itu ternyata bisa bermain serong dibelakang istrinya, ya itu karna servis yang kamu kasih buat dia tidak bisa membuatnya puas.'' ucapan yang terlontar dari mulut Viona membuat darah Windy benar-benar mendidih, ia merasa direndahkan oleh wanita tersebut dan ia sudah tidak tahan lagi mendengarnya.


'' Dasar ****** sialaaann....!!!"


Windy berteriak sambil menyerang Viona, mencakar dan menarik rambutnya hingga membuat wanita itu tersungkur dilantai sangkin tidak siapnya.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2