CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Hari Yang Bahagia


__ADS_3

Putri mengangkat kepalanya saat mendengar ucapan dari kekasihnya itu, matanya yang memerah menatap sayu pada Rangga, mendapat tatapan seperti itu membuat pemuda itu langsung mendekati tubuh Putri, lalu memeluknya erat.


'' Maafkan aku Putri, maaf karna sudah menyakitimu,'' ucapnya sambil mengecup kening kekasihnya tersebut, Rangga merasakan tubuh Putri yang masih bergetar, sepertinya gadis itu kembali menangis.


'' Putri kenapa menangis? apa aku terlalu melukai perasaanmu?'' Rangga melerai pelukannya, tangannya berada dibahu gadis itu.


Putri menggeleng pelan, ia menghapus air matanya, sambil membalas tatapan mata Rangga padanya.


'' Kenapa kamu berubah pikiran? kenapa tiba-tiba kamu ingin menikahiku?'' tanya Putri serius


'' Karna aku sangat mencintaimu, dan aku tidak ingin kehilanganmu, karna aku tau begitu banyak laki-laki yang menginginkanmu diluaran sana, dan bisa saja kapanpun bagimu meninggalkan aku, dan aku sadar aku gk bisa melihatmu bersama dengan laki-laki lain, aku sangat cemburu.'' ucap jujur Rangga, matanya menatap lekat pada manik hitam gadis itu.


Putri tak menjawab apapun, ia lebih memilih untuk memeluk tubuh kekasihnya itu, untuk sebagai ungkapan atas semua rasa bahagianya.


KEESOKAN HARINYA


Didalam kamar Putri, terlihat gadis itu baru saja selesai mandi, ia kaget saat melihat Regan sedang tiduran ditempat tidurnya.


'' Bang Regan, abang ngapain masuk kekamarku? untung aja aku udah pakai baju'' ucapnya, membuat Regan yang saat itu sedang memainkan ponsel menoleh kearah nya.


'' Wiidiihh,, kamu pikir abang tergiur apa sama tubuhmu itu, abang udah muak lihatnya, udah tau juga kan bentuknya kayak mana.'' ucapnya membuat Putri langsung memukul abang nya tersebut dengan bantal.


'' Bang Regan kok nyebelin banget sih, lagian ya itu kan udah lama, dan bentuk badan aku juga udah banyak berubah, Windy mah lewaat.'' ucapnya membalas ejekan sang abang


'' Yayaya terserah kamu aja, abang datang kesini mau meminta bantuan kamu.''


'' Bantuan? bantuan apa? tumben banget.''


'' Rencananya abang mau melamar ulang Windy, tapi ditempat yang romantis, kamu bantuin abang ya?


'' Memangnya mau melamar dimana? kalau direstoran pasti dari pihak mereka akan membantu, jadi buat apa lagi abang minta bantuanku?


'' Iya sih, maksud abang itu persiapannya apa saja?


'' Emangnya abang mau melamar pakai apa? cincin apa kalung?'' goda sang adik


'' Satu set perhiasan?'' jawab nya asal

__ADS_1


'' Wiidiih gaya banget abang gue, sekalian aja toko perhiasannya dibawa sekalian.'' ucap Putri sambil terbahak


'' Dek abang serius ini.


'' Iya ok, jadi kapan rencana lamarannya?'' tanya Putri memastikan


'' Besok malam, dicafe Rangga aja abang udah booking ruangan di cafe miliknya, gak usah terlalu mewah juga gk apa-apa, yang penting suasananya romantis.'' ucap Regan


'' Baiklah? tapi kok Rangga gk bilang sama aku?'' rajuknya


'' Abang juga baru telpon dia barusan, lagian ini juga kan abang udah bilang, apa beda nya coba? yasudah abang mau pergi dulu, oya abang udah transfer uang kerekening kamu untuk keperluan, jangan lupa pilihkan gaun yang cantik untuk kekasih abang.'' ucap Regan sebelum akhirnya keluar dari kamar Putri.


'' Asiaap abang ku tersayang,'' ucapnya bersamaan saat Regan keluar dari kamarnya.


***


Saat ini Putri sedang berada dicafe Rangga bersama Windy, gadis itu sedang menutup mata sahabatnya dengan kain.'' Putri kenapa pakai acara ditutup segala sih mata gue?'' protesnya


'' Udah loe diam dan tenang aja, yuk pegang tangan gue, biar gue bawa loe kesuatu tempat, dan gue yakin setelah ini loe bakalan terimakasih sama gue.'' ucap Putri, mau tak mau Windy pun mengikuti apa yang di katakan Putri padanya. Kini mereka sudah berada ditempat yang Putri dan Rangga sulap menjadi tempat diner romantis bagi Regan dan sahabatnya itu.


'' Taraaa,,'' kain penutupnya telah terlepas, Windy terlihat memperhatikan sekeliling tempat tersebut, sangat cantik, walaupun tidak terlalu mewah tapi ini sangat indah dan mampu membuatnya sangat terkesan.



Begini ya guys kita-kira tempatnya, sederhana namun mampu membuat Windy sangat terkesan.


'' Gimana, loe suka kan?'' ucap Putri dan diangguki dengan cepat oleh Windy, disana sudah ada Regan yang menatap kearahnya. Sedangkan Rangga langsung menarik tangan Putri untuk pergi dari sana.


'' Kok pergi sih Ga? aku kan pengen lihat keromantisan mereka,'' ucap gadis itu.


'' Udah nanti aku bikin yang lebih romantis dari ini, ayo kita gk usah ganggu mereka.'' Rangga kembali menarik tangan kekasihnya untuk pergi dari tempat tersebut.


'' Bang apa semua ini?


'' Kamu suka?


'' Iya aku sangat suka.'' jawabnya

__ADS_1


'' Sebenarnya sih aku minta bantuan sama gadis kecil itu, kamu kan tau kalau aku bukan orang yang romantis tapi aku mau mencoba menjadi pria yang romantis buat kamu.'' ucap Regan. Sambil menggiring kekasihnya itu menuju meja yang sudah disiapkan.


'' Tidak perlu jadi pria yang romantis, aku menerima bang Regan apa adanya, jadi jangan jadi orang lain untuk menyenangkan pasanganmu, jadilah diri sendiri.'' ucap Windy membuat Regan tersenyum.


Regan menggenggam tangan Windy,'' Makasih karna mau menerimaku apa adanya.'' ucap Regan tulus


'' Aku yang berterimakasih bang, dengan statusku yang seperti ini abang dan keluarga kalian mau menerimaku, aku sangat bahagia.'' ungkap Windy, tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipi mulusnya.


'' Kamu menagis sayang?'' Regan mengelap sudut mata nya yang basah


'' Ini adalah tangisan bahagia bang, aku sangat bahagia''' ucapnya, Regan tersenyum, lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya sebuah kotak kecil yang dibungkus dengan pita diatasnya, lalu Regan bangkit dan langsung berjongkok dihadapan Windy, membuat gadis itu menatapnya, perlahan Regan membukanya dan memperlihatkannya kepada Windy.


'' Windy mau kah kamu menikah dengan ku??'' tanya Regan sambil memberikan sebuah cincin permata putih pada gadis itu, Windy tersenyum dengan lebar dan sedetik kemudian ia langsung menganggukan kepalanya.


'' Iya aku mau menikah dengan bang Regan.'' jawabnya, membuat Regan tersenyum dan langsung mengambil cincin tersebut dari kotaknya lalu menyematkan nya dijari manis Windy.


Ditempat lain Rangga dan Putri sedang berada diruangan pemuda itu,'' Rangga kira-kira mama sama papa aku setuju gk ya kalau kita menikah muda, aku sama sekali belum bilang apapun sama mereka, sama bang Regan aja aku takut, apa lagi sama mereka.'' ucap Putri sedikit khawatir


'' Sudah jangan terlalu dipikirin, nanti biar aku yang pikirin semua itu, ok.


Putri mengangguk, walau pun jujur saja dalam hatinya masih ada rasa takut, takut kalau semua keluarga menentang rencana pernikahan mereka.


Seminggu sudah berlalu, acara lamaran Regan dengan Windy juga sudah terlaksana, dan rencananya mereka akan menikah minggu depan karna memang Regan tak ingin terlalu lama, sedangkan keluarga Putri dan Rangga juga sudah merestui keinginan anak-anak mereka yang hendak menikah muda, walaupun penuh dengan drama, sebelum akhirnya mereka mendapatkan restu, belum lagi Regan yang menentang dengan alasan usia yang masih muda dan juga pikiran yang masih labil, namun Rangga tetap mencoba dan berusaha untuk meyakinkan keluarga dari kedua belah pihak, jika pernikahan mereka akan baik-baik saja, Rangga juga berjanji akan bertanggung jawab atas semua yang terjadi dikehidupan rumah tangga mereka nanti, Rangga juga meyakinkan kepada kedua orangtua Putri bahwa dirinya bisa membahagiakan putri, anak kesangan mereka walaupun dengan usia yang mungkin masih belum dewasa. Walaupun dengan sedikit keraguan akhirnya mereka mau merestui hubhngan tersebut, apa lagi Putri yang terus merengek dan juga penuh drama yang membuat keluarganya tak bisa melakukan penolakan.


***


Kini hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, saat ini Regan dan Windy sedang duduk didepan pak penghulu, karna sebentar lagi mereka akn melakukan ijab kobul. Terlihat para tamu undangan juga sudah berdatangan ada Niken bersama Rayen suaminya, Lidya dan Frans serta kerabat dekat lainnya, setelah ijab kobul selesai mereka akan melangsungkan resepsi disebuat gedung mewah dikotanya, tentang mengenai kelangsungan pendidikan sekolahnya Windy, pihak yayasan tetap memperbolehkan Windy untuk menempuh pendidikan nya, karna selain kedua orangtua Regan adalah donatur terbesar disana, kebetulan ketua yayasannya adalah saudara dekat dari pak cecep, papanya Windy.


Tak lama terdengar kata sah dari para saksi dan tamu undangan yang hadir, semuanya mengucap syukur, dan dilanjutkan dengan doa bagi kedua mempelai. Disudut ruangan terlihat Rangga dan Putri sedang duduk saling berdampingan.


'' Akhirnya mereka sah juga ya sayang?'' ucap Putri


'' Iya, dan sebentar lagi giliran kita.'' jawab Rangga sambil tersenyum


THE END


Author sengaja bikin tamat ceritanya, karna otor akan bikin season 2 nya nanti, dengan judul yang berbeda, dan pemeran utamanya digantikan oleh Rangga dan juga Putri, ikuti terus ya kisahnya...

__ADS_1


__ADS_2