CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kebahagiaan Putri


__ADS_3

Hai readers terkasih, jangan lupa selalu dukung karya otor ya! tinggalkan juga jejak setelah membaca😊 otor sangat mengharapkan like dari kalian semua masukan juga ya di list pavorit kalian 😊, kalau berkenan berikan juga otor mawar merahnya,vote nya juga otor harapkan dari kalian readers tercinta🤗😘


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


HAPPY READING...


Saat ini Rangga dan Putri sedang menikmati jagung bakar di diatas gajebo tak jauh dari villa.


''Gimana enak gk?'' Rangga nenatap kearah Putri yang terlihat sangat menikmati jagung bakar miliknya.


''Ini enak banget Ga, apa lagi kalau makannya sama orang yang kita sayangi, iya kan?'' ucapnya sambil tersenyum kearah Rangga.


''Iya kamu benar.'' sambung Rangga sambil kembali menikmati jangung bakar miliknya.


Setelah cukup puas menikmati jagung bakar mereka pun segera kembali masuk kedalam villa karna udara dingin nya pegunungan sudah terasa menusuk sampai ke tulang.


''Rangga kamu sudah ngantuk belum?'' tanya Putri sambil melangkah memasuki villa.


''Belum memang kenapa? Rangga bertanya sambil menatap sekilas pada Putri


''Gimana kalau kita ngobrol dulu, tapi dikamar aja, biar sambil rebahan mau ya?.'' bujuk Putri, lagi-lagi bujukan Putri membuat Rangga pasrah, entah apa yang membuat Rangga tak bisa menolak kemauan pacar barunya tersebut, yang jelas ia merasa senang jika melihat kekasihnya itu tersenyum.

__ADS_1


Kini keduanya sudah berada didepan kamar.


''Jadi mau dikamar siapa? dikamar aku atau kamu?


''Kamar kamu aja lah, yuk!" ajak Putri sambil menarik tangan Rangga untuk menaiki lantai atas dimana letak kamar mereka berada.


Setelah masuk kedalam kamar Rangga Putri langsung melangkah menuju toilet,karna sejak tadi ia sangat ingin pipis.


Sedangkan Rangga memilih duduk disalah satu sofa panjang yang ada dikamar tersebut,tak lama Putri keluar dan langsung melangkah mendekati Rangga yang saat itu sedang memainkan ponsel miliknya.


''Kamu liat apa Ga? serius banget.'' tanya Putri sambil duduk tepat disamping Rangga.


''Aku hanya liat sosmed aja,'' jawabnya tersenyum.


Rangga tersenyum sambil menjawab'' aku juga senang jika melihat kamu bahagia seperti ini.'' ucapnya sambil membalas genggaman tangan Putri.


Entah siapa yang memulai kini bibir mereka sudah menempel satu sama lain, saling melu*mat mengeksplor apa yang ada didalam sana, Putri dengan lihainya memainkan lidahnya didalam sana, sedangkan Rangga mencoba untuk mengimbanginya, tangan nakal Putri mulai mengusap-ngusap dada bidang Rangga, membuat pemuda itu semangkin bersemangat dengan insting kelelakiannya ia mulai menggerayangi tubuh Putri, menciumi leher gadis tersebut hingga membuatnya mengeluarkan suatu *******.


''Aaah, Rangga.'' suara yang ditimbulkan Putri membuat Rangga semangkin tak terkendali, pemuda 16 tahun itu mulai menjilati leher putri dan memberi gigitan kecil disana membuat sang gadis melenguh nikmat.Tiba-tiba Putri membuka kancing depan bajunya membuat Rangga menatap kearahnya.


''Ga, ayo sayang puasin aku!" pinta Putri yang sudah dalam gairah nya, sementara Rangga menelan kasar ludahnya saat melihat gunung kembar milik kekasihnya, yang masih terbungkus b*ra berwarna merah menyala, Rangga yang semangkin bernafsu langsung menempelkan bibirnya ditubuh Putri menciumi gundukan gunung yang masih terbungkus itu, dengan gerakan cepat Rangga langsung menurunkan kain berbentuk kaca mata tersebut hingga terpampanglah payu*dara dengan puti*ng kecil kemerahan, walaupun payuda*ra Putri tidak sebesar milik Niken, namun Rangga sepertinya sangat terpesona melihat keindahan didepan matanya, dengan tidak sabar, Rangga langsung melahap payu*dara itu dengan rakus membuat Putri blingsatan, Rangga memainkan lidahnya di ujung bulatan kecil itu sedangkan tangannya sibuk memilin dada yang disebelahnya.

__ADS_1


''Oh sayang ini sungguh nikmat,'' Putri tak henti-hentinya meracau, ia semangkin membenamkan wajah Rangga didada nya, agar pemuda itu menghisapnya lebih dalam lagi.


Kini dres yang Putri kenakan sudah tersingkap keatas, ia sengaja untuk mengalihkan pandangan Rangga agar melihat kearah ****** miliknya yang masih terbungkus kain tipis dengan warna merah.


''Rangga jilat sayang!" pinta Putri dengan suara sensual,dengan senang hati Rangga langsung melakukannya awalnya ia mengecup bagian perut rata milik Putri, ciuman itu semangkin turun kebawah hingga hidungnya menempel diatas kue apem yang masih terbungkus itu, Rangga menghirup aroma khas yang keluar dari me*ki milik Putri, dengan sekali tarikan kain tipis itu sudah terlepas dari tubuh kekasihnya.


''Sayang ini sangat indah, bulunya juga belum terlalu banyak,'' Rangga terus memperhatikan inti milik kekasihnya dari segi bentuk,warna semuanya tak luput dari pandangannya, Putri mendongakkan wajahnya menatap kearah Rangga.


''Sayang kok diangguri sih, mainin dong pakek jari kamu, tapi aku lebih suka lidah kamu yang bermain disana.'' ucapan yang dilontarkan Putri entah kenapa sangat berpengaruh pada tubuh Rangga, pemuda itu merasa ada suatu gejolak dalam dirinya agar melakukan sesuatu yang diinginkan pasangannya yang sebenarnya ia juga ingin merasakan semua itu.


Rangga mulai melebarkan kaki Putri hingga terlihat belahan kue apem berwarna merah tersebut.Kemudian ia mengelus lembut dan sedikit menyibaknya dengan kedua jarinya hingga terlihatlah lubang kecil tempat keluarnya air seni, kini tatapannya beralih pada tonjolan sebesar kacang, tanpa aba-aba Rangga langsung membenamkan wajah nya disana menjilati lubang kecil tersebut,dan sedikit menekan-nekannya dengan lidah, ia juga menjilati benjolan kecil itu dengan sangat lembut.


''Ooh, Rangga ini sungguh nikmat sayang, lakukan terus Ga, ini enaak seka-li.'' racau Putri dengan suara tersendat menahan kenikmatan yang diberikan kekasih tercintanya.Putri sangat bahagia akhirnya mimpi bercinta dengan Rangga bisa menjadi kenyataan.


prov Rangga


Putri ingin kami berada dalam satu kamar malam ini, dan aku menurutinya saja, asal dia bahagia aku juga ikut merasa bahagia. Aku bingung apa yang harus ku lakukan jika berduaan dengannya hanya dikamar, setelah masuk dia langsung menuju kamar mandi sedangkan aku memilih untuk duduk di sofa panjang yang ada didalam kamarku.


Kulihat Putri keluar dari kamar mandi dan dia langsung melangkah kearahku.Kini Putri duduk tepat disampingku, bisa kurasakan dadanya menempel dilenganku,membuat darahku seketika berdesir, jantungku berpacu seperti kuda yang sedang berlari.


Ia berterimakasih padaku dan mengatakan jika dirinya sangat bahagia saat ini bisa bersama denganku,tangannya pun mulai menggenggam jari-jariku, lalu mengecupnya sekilas, aku tersenyum lalu membalas genggaman tangannya, walau dengan hati yang berdebar, namun sebisa mungkin aku mengendalikannya.

__ADS_1


Entah siapa yang memulai kini bibir kami sudah saling menempel, Putri begitu lihai memainkan bibirnya, lidahnya pun sudah menerobos masuk kedalam rongga mulutku mengabsen setiap inci yang ada didalamnya


NEXT


__ADS_2