CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Belajar Kelompok


__ADS_3

Saat ini Niken dan kedua sahabatnya sedang berada dikantin, mereka memesan tiga mangkuk bakso.


'' Terus-terus apa yang ingin kamu sampai kan sama kami?'' tanya Putri dengan rasa tak sabar.


'' Kemarin sepulang sekolah aku dan mas Rayen kerumah sakit dan kalian tau siapa orang yang kami kunjungi itu?


'' Siapa memangnya??'' tanya Putri semangkin penasaran.


'' Dia adalah tante Viona,'' ucap Niken.


'' HAH?? SI PELAKOR?? kok bisa???'' ucap Putri dan Windy bersamaan.


'' Memangnya dia sakit apa?? kena HIV ya??'' tanya Putri asal, gadis itu terlihat sangat antusias mendengar kabar Viona yang masuk rumah sakit. Putri berpikir jika Tuhan sudah mulai memperlihatkan keadilannya.


'' Senang banget kayaknya??'' sindir Niken


'' Yaialah, tapi dia sakit apa emangnya?


'' Sakit jiwa.'' jawab Niken, membuat Windy yang saat itu sedang makan bakso miliknya tersedak seketika.


Uhuk-uhuk


'' Ya ampun Windy pelan-pelan dong! ini cepat minum dulu!" ucap Niken.


'' Loe serius Niken??'' tanya Windy setelah minum air mineral.


'' Maksud ku, saat ini tante Viona sedang mengalami depresi hebat, dan dia juga tidak mengenaliku dan juga mas Rayen.


''Kok bisa Ken? memangnya apa yang sebenarnya terjadi padanya? kenapa bisa sampai seperti itu? tanya Windy yang masih penasaran


'' Dokter menyimpulkan, jika tante Viona telah diperkosa lebih dari satu orang, dan remaja yang menemukan nya saat itu dalam keadaan mengenaskan dengan tubuh polos disertai lebam dibagian tubuhnya.


'' Benarkah?? waahh,,,akhirnya, azab Tuhan datang dengan cepat untuk perempuan pelakor itu.'' ucap Putri tersenyum sinis, rasanya ia merasa sangat puas mendengar berita yang disampaikan oleh Niken.


'' Dan kalian tau? luka cakaran yang ada ditanganku ini semua karna perbuatan tante Viona yang telah menyerangku secara tiba-tiba.'' sambung Niken lagi.


'' Waahh, memang keterlaluan banget ya tuh sitante pirang, udah gila pun masih sempat-sempatnya nyakitin orang, keterlaluan banget.'' sambung Putri

__ADS_1


'' Oya gimana nanti sepulang sekolah kita lihat dia? gue gk puas rasanya jika gk liat secara langsung si pelakor itu, oya Win, loe merasa puas gk dengan nasip pelakor itu sekarang? kalau gue rasa sih itu udah setimpal dengan perbuatannya, bukankah dia sering membuka selangkangannya untuk suami orang, sekarang dia rasakan karma atas perbuatannya, gue yakin tuh yang perkosa dia pasti orangnya tua, dan menyeramkan makanya dia sampai stres kayak gitu.'' ucap Putri lagi.


'' Kalian mau lihat keadaannya? tapi kan kita ada tugas kelompok,'' ucap Niken mengingatkan.


'' Oiya gue lupa,'' sambung Putri menyayangkan.


'' Memangnya dirumah sakit mana dia dirawat?'' tanya Windy tiba-tiba


'' Rumah sakit Insani.'' jawab Niken, dan Windy hanya menganggukan kepala tanda mengerti.


Setelah pulang sekolah mereka langsung menuju rumah kediaman putri untuk mengerjakan tugas.


'' Putri gue pinjam kamar mandi kamu ya? kebelet soalnya.'' ucap Niken tanpa mendengar jawaban sahabatnya, ia langsung berlari kelantai dua untuk buang air kecil.


''Aduuh rasanya udah gk tahan.'' gumamnya sambil memegangi intinya sambil terus menaiki anak tangga, sebenarnya dibawah juga ada kamar mandi, hanya saja, saat itu tak terpikirkan oleh Niken sama sekali.


Setelah membuka pintu kamar, Niken langsung berlari menuju kamar mandi, ia membuka pintunya begitu saja dan langsung menutupnya, namun saat menoleh tiba-tiba..


''Aaaaaaaa....''' teriak Niken sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.


Apaan itu tadi? astaga mataku ternodai, kenapa aku harus melihat benda itu sih.


''Oh shiittt.'' umpat seseorang yang berada didalam kamar mandi tersebut, sambil menutupi senjata pamungkasnya.


'' Bang Regan ngapain bu*gil kayak gitu?? cepat pakai bajunya!" ucap Niken dengan nada tinggi, kemudian ia membalikan badannya, tak terasa sesuatu sudah mengalir dibawah sana.


Astaga apa ini yang mengalir? sepertinya aku ngompol.


Batinya.


Regan sudah memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya. Perlahan ia melangkah menuju pintu kamar mandi.


'' Lain kali kalau mau masuk itu ketok pintu dulu jangan asal masuk aja,'' ucap Regan datar, ia terlihat sudah sedikit santai, Regan melihat Niken yang masih menutup matanya, tak sengaja mata Regan melirik bagian bawah Niken yang ternyata sudah basah, membuatnya tersenyum miring.


'' Kamu basah ya?'' goda Regan membuat Niken yang tadi menutup wajahnya dengan tangan kini ia turunkan, dan Niken langsung melotot pada Regan karna ucapan laki-laki itu.


'' Udah cepetan abang keluarr!!" teriak Niken, membua laki-laki itu terkekeh pelan.

__ADS_1


Sial ternyata dia melihatnya juga.


Batin Niken merasa malu, kini wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus, dan itu sangat menggemaskan bagi Regan.Tanpa bicara lagi Regan langsung keluar dari kamar tersebut dengan handuk yang masih melilit dipinggangnya.


Saat Regan baru keluar dari kamar adiknya, bertepatan itu Windy dan Putri baru saja naik kelantai dua, karna sempat mendengar jeritan Niken dari atas.


'' Loh bang Regan, abang ngapain keluar dari kamar aku? bukannya didalam ada Niken ya? atau jangan-jangan abang udah....''


'' Jangan mikir sembarangan kamu! tadi kamar mandi abang keran nya mati, makanya abang gunakan kamar mandi kamu, eh ternyata teman kamu itu main masuk aja, bilangin sama dia lain kali kalau masuk itu ketuk pintu dulu!" ucap Regan setelah itu dia langsung melangkah menuju kamarnya yang terdapat diruangan yang sama.


'' Ayo Win, kita lihat Niken, Windy ayo! kamu kenapa melamun begitu? terus kenapa juga muka nya merah gitu? kamu sakit?'' tanya Putri.


'' Hah? oh gk kok, yasudah yuk kita lihat keadaan Niken.'' ucap Windy sambil menarik tangan Putri masuk kedalam kamarnya.


''Niken loe dimana? loe dikamar mandi ya?'' teriak Putri saat tak mendapati sahabatnya didalam kamar.


'' Iya Put, aku didalam,'' tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, Niken mengeluarkan kepalanya dengan tubuh yang masih berada didalam kamar mandi.


'' Put, tolong pinjemin aku pakaian dong, baju ku basah karna terpeleset, sekalian ********** juga ya? tapi yang baru adakan?, nanti aku ganti deh.'' ucap Niken


'' Iya bentar.'' jawab Putri sambil melangkah menuju lemari miliknya kemudian mengambil satu set pakian untuk Niken kenakan beserta **********.


'' Loe kenapa tadi teriak?'' tanya Putri yang mengagetkan Niken.


'' Astaga, kaget aku.'' ucap Niken sambil memegangi dadanya.


Ternyata kedua sahabatnya itu masih berada didalam kamar untuk menunggu Niken keluar dari kamar mandi, karna penasara dengan apa yang terjadi.


'' Kalian masih disini?'' tanya Niken sambil melangkah mendekati temannya yang saat itu sedang menatap kearahnya.


'' Kami hanya penasaran tadi kenapa loe teriak, dan oya apa bang Regan tadi ada dikamar gue? ngapain dia?'' tanya Putri penuh tuntutan.


'' Eh, tadi itu sebenarnya aku main masuk aja kekamar kamu bersamaan itu bang Regan keluar dari kamar mandi, yaudah aku kaget jadi nya aku teriak deh,.'' ucap Niken sedikit gugup, tak mungkin jika Niken mengatakan jika dirinya telah melihat Regan dengan keadaan polos bisa digoda terus dia sama kedua sahabatnya itu.


'' Kamu yakin hanya itu??'' Putri menatap sahabatnya sambil menyipitkan matanya.


'' Ih kamu apa-apaan sih liatinnya sampai seperti itu?'' protesnya merasa risih.

__ADS_1


'' Ya tapi kok rasanya gue kurang yakin ya? loe merasa juga gk Win, jika sahabat kita ini sedang menutupi sesuati?'' sambung Putri meminta pendapat Windy. Namun Windy hanya mengangkat bahunya pertanda ia juga tak tau.


NEXT


__ADS_2