
Beberapa bulan telah berlalu, setelah melalui waktu yang cukup panjang, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Windy dan keluarganya, karna hari ini adalah ketentuan dari status barunya yang mungkin sebentar lagi akan menyandang sebagai seorang janda.
'' Gue udah pasrah Ray, mediasi yang kami lakukan pun selalu gagal, mungkin loe benar, jika kami tidak berjodoh, lagi pula kalau jodoh gk akan kemana, namun jika Windy memang ditakdirkan menjadi milik gue, pasti akan selalu ada jalan buat kami bersatu kembali.'' ucap Leo, sambil menyemangati dirinya sendiri, kemudian menatap wajah wanita yang selama ini selalu ada dihatinya dari jarak yang lumayan jauh. Saat ini mereka sudah berada didalam ruang pengadilan agama, untuk mendengarkan keputusan hakim.
Windy, aku baru sadar betapa bodohnya diriku karna sudah menyia-nyiakan istri sebaik dan setulus dirimu, aku harap kedepannya kita masih bisa berjodoh.
Batin Leo penuh harap.
Setelah beberapa saat, pak hakim sudah membacakan keputusannya dan ia juga telah mengabulkan permohonan perceraian yang diajukan oleh pihak wanita setelah mendengar berbagai alasan dan juga beberapa saksi dan juga bukti-bukti sebelumnya. Kini akhirnya ia telah resmi bercerai dengan Leo
Akhirnya aku sudah resmi berpisah dengan kak Leo, mulai sekarang aku harus menata kembali hidupku, ku harap dengan status ku ini tidak akan menghalangi karir ku kelak.
Batin Windy
''Windy, panggil suara seseorang yang sangat ia kenal.
'' Kak Leo,'' ucapnya pelan
'' Selamat ya? sekarang kita sudah menjadi dua orang yang asing? ini kan yang kamu mau? sekarang kamu sudah bebas dari ku, tapi ku harap kamu tidak membenciku, dan kita masih bisa berteman.'' ucap Leo
'' Iya kak, kalau gitu aku kesana dulu ya?.'' ucap Windy, sambil meninggalkan lelaki itu begitu saja, Windy tak ingin berlama-lama dengan lelaki itu, sebab hanya akan membuat nya merasa sedih, entahlah namun ia sama sekali tak menyesali semua keputusan yang sudah diambilnya.
Sedangkan Leo hanya bisa menatap nanar pada sosok Windy yang kini sudah menjadi mantan istrinya itu.
Ditempat lain..
'' Oya Niken, kalau gk salah hari ini kan keputusan sidang perceraiannya Windy, benarkan?'' tanya Putri
'' Iya sih, dan ku rasa sidangnya juga udah selesai, gimana nanti kita kerumahnya sepulang sekolah?'' ucap Niken
'' Iya boleh.'' jawab Putri
Tak terasa kini waktunya jam pulang sekolah telah tiba terlihat Niken dan Putri sedang berjalan menuju parkiran, disaat yang bersamaan Rangga dan Niko datang.
'' Kalian mau kemana? buru-buru sekali?'' tanya Rangga yang kini menatap kearah kekasihnya untuk meminta jawaban.
'' Eh sayang, kami rencananya mau kerumah Windy,'' jawab Putri
__ADS_1
'' Kok kamu gk kasih tau aku sih?
'' Rencananya sih mau bilang tapi lewat telpon, cuma belum sempat aja sih, yaudah ya kami pergi dulu dah sayang..'' ucap Putri sambil menarik tangan Niken untuk masuk kedalam mobil miliknya.
'' Kami duluan ya Ga, Niko.'' ucap Niken sambil mengikuti langkah sahabatnya.
Niko menatap Niken hingga masuk kedalam mobil, ia merasa selama beberapa bulan ini Niken terus menghindar dari dirinya seperti menjaga jarak.
'' Rangga, apa om yang sering menjemput Niken itu sudah menikah?'' tanya Niko
Dahi Rangga berkerut karna mendapat pertanyaan yang menurutnya sedikit aneh.
'' Memang kenapa? loe suka sama omnya?'' tanya Rangga sambil terkekeh
'' Sialan loe, gue hanya heran aja kok sepertinya si Niken nurut banget sama omnya itu, dan jika gue perhatikan sepertinya om nya itu sangat posesif terhadapnya.'' ucap Niko
'' Ya kau benar, sudahlah sebaiknya kau cari perempuan lain saja, Niken bukanlah gadis yang mudah ditaklukan, lagi pula dia itu sudah memiliki kekasih, jadi percuma jika loe terus mengharapkannya.'' ucap Rangga memberi saran
'' Tapi kok selama ini gue gk pernah melihat pacarnya, emang loe sendiri pernah lihat?'' tanya Niko yang penasaran dengan sosok kekasih Niken.
'' Jika kau tau pasti kau akan merasa kaget mendengarnya, dan tak akan percaya.'' ucap Rangga membuat Niko semangkin dibuat penasaran.
'' Sudahlah langsung aja katakan, jangan berbelit-belit.'' ucap Niko tak sabar
'' Sebenarnya ya om nya itu adalah kekasihnya Niken.'' ucap Rangga, membuat mata Niko langsung melotot sempurna.
'' Jangan becanda loe Ga,'' ucap Niko merasa tak percaya.
'' Kalau gk percaya yasudah, lagian ya om Rayen itu bukan om nya kandung, jadi tidak akan masalah jika mereka menjalin hubungan, asal kau tau, dulu gue juga pernah menyukai Niken, tapi akhirnya gue menyerah, karna tau dia tidak menyukai gue dan saat itu gue juga dengar dari Putri jika dia sudah memiliki kekasih, akhirnya gue menyerah.'' jelas Rangga
'' Lalu hubungan loe dengan Putri??
''Awalnya bukan karna cinta, tapi kama usahanya yang terus mendekati gue dengan pantang menyerah membuat gue kelamaan akhirnya jatuh cinta sama dia.'' sambung Rangga
Niko menggangguk paham, lalu ia terdiam beberapa saat seperti sedang memikirkan sesuatu.
Apa gue harus bersaing dengan pria dewasa itu, tapi bagai mana bisa bersaing, jika Niken tak pernah sekalipun memberi gue luang untuk mendekatinya.
__ADS_1
Batin Niko
...----------------...
Saat ini Leo sudah berada didepan pintu apartemennya, setelah membuka pintu tersebut ia langsung masuk tanpa menutup pintu tersebut dengan rapat. Tanpa ia sadari ada seseorang yang ikut masuk kedalam apartemen tersebut.
Leo menyadari jika ada orang lain diapartemennya selain dirinya.Leo pun langsung menghentikan langkahnya, dan langsung berbalik untuk melihat siapa yang sudah dengan lancang masuk kedalam apartemen nya itu tanpa permisi.
'' Viona kau??'' ucap Leo dengan mata melotot
'' Hai sayang, apa kabar? sudah lama tidak bertemu, aku kangen banget sama kamu sayang, kamu pasti juga kangen kan sama aku?'' ucap wanita itu, ia langsung melangkah mendekati Leo yang masih berdiam diri ditempatnya.
Saat Viona akan memeluknya Leo langsung mendorong wanita itu hingga langsung tersungkur dilantai.
''Aaww,'' pekik Viona, ia meringis, sambil mengelus bo*kongnya yang terasa sakit karna berciu*man dengan lantai.
'' Leo, kamu kok dorong aku sih? jahat banget.'' ucapnya nya yang masih terduduk dilantai
Leo berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Viona setelah itu ia langsung menjempit dagu Viona dengan kuat, membuat wanita itu kembali meringis kesakitan.
Viona memukul-mukul tangan Leo agar melepaskan cengkramannya dari wajahnya, karna merasa sakit akibat terus dijepit dengan kuat.
Sesaat kemudian Leo langsung melepaskan cengkramannya dengan sedikit mendorong nya membuat Viona kembali meringis akibat ulahnya.
''Aaww sakit Leo!! ucapnya sedikit berteriak saat Leo sudah melepaskan tangannya dari wajah Viona
'' Leo kamu apa-apaan sih? kok kasar sekali sama aku?'' protesnya marah.
'' Kau pantas mendapatkannya, bahkan lebih dari ini akan kuberikan untuk wanita ja*lang sepertimu, karna gara-gara kau, aku kehilangan Windy, gara-gara kau, dia menceraikan ku, kau tau ini semua karna ulahmu wanita sialaa*an....'' maki Leo sambil berteriak
Viona bangkit dari duduknya dilantai, kemudian melangkah menuju sofa ruang tamu, sambil memegangi wajahnya yang masih terasa sedikit sakit karna perbuatan lelaki yang ada didepannya saat ini.
Dengan gaya yang masih terlihat anggun Viona menatap lekat wajah lelaki yang ada didepannya itu, tak lama senyumnya terbit, namun bukan senyuman tulus yang ia perlihatkan, melainkan senyum yang penuh dengan ejekan.
'' Kenapa kamu menyalahkan aku Leo? ini bukan sepenuhnya salahku, lagi pula waktu itu kau juga sangat menikmati tubuhku ini bukan??
Next
__ADS_1