CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kepergok


__ADS_3

Niken, Leo dan Windy masih berdiri didepan ruangan Rayen.terlihat Leo masih berusaha membujuk Niken agar mau ikut bersama mereka.


''Kalian pergi aja, aku mau menemui om Rayen dulu,aku gpp jika harus menunggu sebentar sampai ia selesai dengan tamunya.'' ucap Niken.


Akhirnya mau tak mau Leo mengajak Windy kebawah.


''Kak, sebenarnya kak Leo kenapa sih kok kayaknya gelisah banget? tadi juga kenapa ngotot banget ngajakin Niken buat ikut bersama kita?.'' ucap Windy penasaran.


Terdengar helaan nafas dari mulut Leo.


''Kamu tau? sebenar yang berada didalam ruangan Rayen adalah seorang model yang rencananya akan kami kontrak untuk beberapa waktu yang sudah ditentukan karna Viona saja tidak bisa menghandle semuanya, kami membutuhkan beberapa model yang harus mempromosikan produk yang akan kami luncurkan.'' jelas Leo.


''Ya terus masalahnya dimana kak? tanya Windy bingung


''Masalahnya model itu sangat agresif aku takut Rayen malah kepergok oleh Niken dengan posisi kejepit, tadi aku sengaja keluar agar Rayen bisa berusaha membujuknya untuk mau bekerja sama dengan perusahaan kami, karna memang wanita itu sebelumnya sangat jual mahal, dan awalnya menolak untuk bekerja sama dengan perusahaan ini, dan akhirnya karna memang waktunya sangat mepet jadi kami berpikir untuk membujuknya lagi agar mau menerima kerja sama itu, karna memang model ini sangat bisa untuk diandalkan dalam mempromosikan produk diperusahaan ini.'' jelas Leo panjang kali lebar.


''Ya semoga saja Niken gk nekat menerobos masuk. kedalam ruangan itu.'' sambung Windy.


Sudah hampir 15 menit Niken menunggu diluar, padahal Leo bilang tadi bahwa pertemuannya akan selesai sebentar lagi,namun sampai saat ini kenapa mereka belum keluar juga pikirnya.Merasa penasaran Niken memberanikan diri untuk menguping pembicaraan keduanya dari balik pintu, namun ia tak bisa mendengar apapun, karna semangkin penasaran akhirnya Niken menekan handle pintu, dan secara perlahan ia mendorong pelan pintu tersebut, bersamaan dengan kepala yang ikut masuk berniat untuk mengintip. Namun seketika matanya melebar dengan apa yang dilihatnya didalam sana, ia melihat lelaki yang dicintainya sedang duduk dengan posisi yang sangat intim bersama seorang wanita,,nafasnya seketika memburu dengar bahu yang naik turun, dada nya bergemuruh,,suaranya terasa tercekat tak mampu berkata apapun, ingin sekali rasanya ia menjerit, namun sebisa mungkin ia menahan semuanya.


Dengan sekali dorongan Niken membuka lebar pintu ruangan tersebut hingga menimbulkan suara bunyi yang cukup keras, membuat dua orang manusia berbeda kelamin tersebut menatap dengan terkejut pada Niken.Terlebih Rayen ia cepat-cepat berdiri dari duduknya membuat wanita yang berada diatas pangkuannya langsung terjerembat diatas lantai.


Ya, saat ini Niken menyaksikan dengan kepala matanya sendiri jika Rayen dan wanita yang sama sekali tak ia kenal sedang duduk dengan saling memangku.


''Niken.'' ucapnya pelan, wajah Rayen terlihat sudah memucat, jantungnya berdebar karna takut dengan reaksi buruk dari kekasihnya itu.


Niken memperhatikan wanita yang terduduk dilantai tersebut, yang masih mengelus boko*ng nya yang terasa sakit.

__ADS_1


''Pak Rayen kenapa menjatuhkan aku?.'' protes wanita tersebut.


Wanita itu mengikuti arah pandang lelaki yang baru saja menjatuhkannya dilantai.


''Kamu siapa? kenapa masuk tidak ketuk pintu dulu? gk sopan banget sih.'' ucap wanita itu menatap tak suka pada Niken.


Niken melirik pada Rayen, ia berharap om nya itu akan mengatakan jika dirinya adalah orang yang dicintai nya, namun sepertinya harapannya itu hanyalah harapan semu, karna om nya itu sama sekali tak berminat menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita tersebut kepada Niken.


''Aku bukan siapa-siapa, hanya keponakan om Rayen , maaf masuk disaat yang tidak tepat.Tapi kalau boleh tau anda itu siapa ya? sepertinya anda cukup spesial buat om saya hingga ia membiarkan anda duduk dipangkuannya.'' kata-kata Niken sangat menohok, membuat Rayen tak bisa membela diri.


''Kamu masih kecil jadi sepertinya tidak perlu tau urusan orang dewasa,'' ucapnya sinis


Niken menggeram, apa karna ia datang dengan memakai seragam sekolah makanya wanita ini bicara seenaknya pada dirinya.


''Niken mas---''


''Baiklah tante saya tidak akan mengganggu kesenangan kalian berdua, maaf karna sudah mengganggu.'' setelah mengatakan itu Niken langsung keluar dari ruangan tersebut.


Rayen melihat reaksi Niken seperti itu semangkin takut, takut kalau kekasihnya itu berbuat yang akan membahayakan dirinya, Rayen lebih baik menerima kemarahan yang meledak-ledak dari Niken, dari pada ia harus melihat Niken bersikap seperti itu, Rayen sangat tau jika saat ini perasaan Niken sangat hancur, Rayen berharap secepatnya dirinya bisa menyelesaikan masalahnya dengan Niken, agar tidak berlarut-larut.


Niken terus berlari menjauh,ingin sekali rasanya ia bersembunyi disuatu tempat, yang tak diketahui orang lain, hanya untuk melampiaskan kesedihannya


Karna perasaannya benar-benar sakit saat ini.


''Kenapa kamu tega melakukan ini semua sama aku om, apa jika aku saja tidak cukup bagimu, kenapa kamu harus menduakan aku, kamu benar-benar jahat sekali sama aku mas.


Batin Niken

__ADS_1


Sedangkan Rayen terus berlari untuk mengejar gadis itu, bahkan hanya sekali tarikan kini Niken sudah berada dipelukannya. Namun dengan sekuat tenaga Niken melepaskan diri dari Rayen, dengan cara menginjak kaki nya membuat Rayen terpekik, dan akhirnya terpaksa melepaskan pelukannya.


''Niken sayang, tolong dengar dulu penjelasan mas, kamu salah paham, ini tidak seperti yang kamu lihat.'' ucap Rayen berusaha menjelaskan, ia kembali ingin meraih tangan Niken,namun dengan cepat Niken langsung menepisnya.


''Tolong dengar dulu penjelasan mas sayang, mas mohon.


Niken memalingkan wajahnya, tak ingin menatap wajah Rayen, rasanya hatinya masih sangat sakit, bahkan bayangan Rayen yang memangku wanita itu terus terngiang-ngiang dikepalanya.


''Aku butuh waktu, jadi kumohon untuk sementara om jangan ganggu aku.'' setelah mengatakan itu Niken langsung meninggalkan Rayen yang hanya bisa menatap punggungnya yang kian menjauh dari pandangannya.


*


*


Saat ini disudut ruangan terlihat Niken sedang menagis sesegukan, bahkan sesekali terdengar ia mengumpat disela-sela tangisnya.


''Kenapa kamu jahat sekali mas, kenapa kamu setega ini sama aku, apa salah aku sama kamu hiks..hiks'' Niken terus menangis, hingga tangisannya membuat salah satu seseorang yang tak sengaja lewat melihatnya.


''Niken,'' panggilnya, membuat Niken yang tadinya menunduk mengangkat wajahnya karna penasaran dengan suara tersebut.


''Kak Imam,'' ucapnya pelan sambil menatap Imam dengan mata yang masih memerah karna baru menangis.


''Niken kamu kenapa? apa yang terjadi sama kamu?'' tanya Imam sedikit cemas.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA SELALU TINGGALKAN JEJAK KALIAN DISETIAP EPISODENYA YA

__ADS_1


__ADS_2