CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kecelakaan


__ADS_3

Didalam sebuah kamar terlihat seorang wanita cantik sedang menatap sebuah poto, ia mengelus perut seseorang yang ada didalam poto tersebut, dan dia adalah Windy, saat ini gadis itu sedang melihat poto dirinya sendiri yang saat itu sedang mengandung dua bulan.


'' Andai saja kamu masih berada diperut mama nak, pasti sebentar lagi kamu akan keluar kedunia ini.'' gumamnya tak terasa air matanya mengalir begitu saja tanpa bisa dicegah, semenjak tau Niken hamil, entah kenapa tiba-tiba ia juga teringat pada calon bayi nya yang sudah tiada.


Sedangkan diapartemen Niken dan Rayen sedang berada diatas tempat tidur.


'' Sayang sejak tadi mas perhatiin kamu terus tersenyum mandang layar ponsel, emang apa yang kamu lihat?'' saat ini Rayen sudah bsrada diatas tempat tidur, memeluk mesra istrinya.


'' Biasa mas, teman-teman aku gokil.'' jawabnya Niken menyandararkan kepalanya di bahu Rayen, sambil jari tangannya ia tautkan dengan jari tangan Rayen.


'' Mas, jika misalkan kita punya anak mas gimana?'' tanya Niken tiba-tiba membuat Rayen mengerutkan kening.


'' Ya tentu saja mas akan senang, bukannya mas selalu keluar didalam ya? lagian apa kamu sudang ingin punya anak hem?'' Rayen mendorong pelan bahu istrinya kemudian sedikit memutarnya menghadap dirinya, hingga saat ini mereka saling tatap.


'' Mas sebenarnya ada yang ingin aku katakan sama mas Rayen,


'' Apa sayang? Kok wajah kamu serius banget?


'' Sebenarnya aku ha---,'' belum sempat Niken menyelesaikan ucapannya tiba-tiba suara bunyi ponsel Rayen membuat Niken menghentikan ucapannya.


'' Kamu kenapa sayang? apa ada masalah?''


'' Sebaiknya mas angkat saja dulu, terlslu berisik itu suaranya.


''Yaudah bentar ya!" setelah mengatakan itu Rayen pun akhirnya mengangkat telpon tersebut yang ternyata dari Leo asistennya.


Ngapain nih anak nelpon jam segini?


Akhirnya Rayen pun langsung menggeser tombol berwarna hijau untuk menerima panggilan dari Leo. Meskipun Niken tak bisa mendengar suara Leo, namun gadis itu berkesimpulan jika saat ini suaminya hendak pergi meninggalkannya.


Setelah sambungan telpon terputus Rayen langsung menatap pada istrinya.


'' Sayang mas keluar sebentar ya? ada urusan mendesak.''


'' Urusan pekerjaan?'' tanya Niken memastikan


'' Iya, sebentar aja kok.'' jawan nya


'' Mas, ini kan udah diluar jam kantor, lagian udah malam juga, apa gk bisa besok aja? emangnya pekerjaan apa sih yang mau diurus?'' Niken menatap tak suka pada suaminya itu

__ADS_1


'' Sayang, mas janji ini hanya sebentar ok? tolong mengertilah.'' Rayen masih berusaha membujuk istrinya.


'' Tapi mas?'' entah kenapa rasanya kali ini Niken begitu berat melepas kepergian Rayen, perasaannya tidak enak.


'' Mas janji hanya sebentar,


Terdengar helaan nafas dari mulut Niken, setelahnya ia mengangguk lemah. Rayen tersenyum melihat istri memperbolehkannya pergi.


''Makasih ya sayang? Yaudah mas pergi dulu.'' ucap Rayen sambil beranjak dari tempat tidur, tak lupa ia mengganti celana nya lalu mengambil jaket didalam lemari, karna udara malam ini begitu dingin.


Niken menatap punggung suaminya yang kian menghilang dibalik pintu kamar.


'' Padahal aku mau ngasih kejutan ini tadi sama kamu mas.'' gumamnya sambil menatap test pack yang ada ditangannya.


''Anak mama yang sabar ya? nanti kalau papa pulang kita kedokter sama-sama, mama ingin tau perkembanganmu didalam sana sayang, mama harap kamu sehat ya nak.'' Niken mengusap lembut perutnya yang masih sangat rata, berharap anak yang ada diperutnya mendengar ucapannya.


Saat ini Rayen sedang dalam perjalanan menuju kediaman Leo, rencananya mereka akan menuju suatu tempat untuk masalah kerjaan.


Ditempat lain terlihat Regan sedang mengendarai mobilnya, laki-laki tampan tersebut baru saja pulang dari sebuah restoran bersama adiknya Putri. Terlihat Regan menguap beberapa kali.


'' Abang sepertinya lelah sekali?'' ucap Putri yang melihat Regan terlihat menguap.


'' Ya sudah bagai mana jika aku aja yang nyetir?'' tawar Putri yang merasa tidak tega,


'' Udah abang masih bisa melek kok, lagian sebentar lagi sampai.


'' Masih jauh bang, perempatan jalan aja belum sampai, udah sini biar aku yang nyetir.


'' Udah kamu diam saja, biar abang mau fokus nyetirnya.''


Mendengar abangnya bicara seperti itu Putri tak lagi bicara, ia lebih memilih untuk melihat kearah jendela luar.


Hooaammm..


Kenapa rasanya aku ngantuk banget ya? Putri benar, sebaiknya dia saja yang menyetir, sebenarnya aku sangat lelah dan juga mengantuk, aku takut ini akan sangat berbahaya bagi keselamatan kami.


Putri sempat melirik Regan saat abangnya tersebut kembali menguap, namun ia hanya diam, ia takut jika dirinya kembali berbicara abang nya itu akan marah lagi padanya.


Saat Regan hendak menepikan mobilnya tiba-tiba....

__ADS_1


'' Bang awaaasssss....!!!!


Dari arah berlawanan Putri melihat mobil melaju dan menuju kearah mereka dengan kecepatan tinggi.


Aaaaaaa....


Regan yang panik langsung membanting stir, namun karna mobil didepan sudah sangat dekat hingga kecelakaan tak bisa terhindari lagi dan...


BRAAAAKKKKKK !!!!


Terjadi kecelakan yang tak bisa terelakan lagi, dua mobil saling bertabrakan. Namun hanya satu mobil yang terlihat hancur karna menabrak pembatas jalan, sedangkan mobil yang ditumpangi Regan dan Putri mengalami rusak dibagian belakang, Regan pingsan dengan wajah diatas kemudi, sedangkan Putri terlihat luka dibagian kepala dengan keadaan setengah sadar.


'' Uuhhh, sshhhh,'' Putri meringis menahan sakit, pandangannya terasa kabur, ia menoleh kesamping.


'' Bang, bang Regan!" Putri memanggil Regan yang saat itu sudah tak sadarkan diri.


'' Bang Regan bangun bang!'' panggilnya sekali lagi dengan suara lirih hampir tak terdengar. Tiba-tiba Putri kembali memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing, rasanya ia tak sanggup lagi menahan, Putri sempat melihat banyak warga yang mulai berlarian kearah mobil mereka dan juga mobil yang berada tak jauh dari mobil mereka, walau tak begitu jelas tapi ia dapat mendengar suara-suara gaduh diluaran sana karna rasa sakit yang tak tertahankan akhirnya Putri pingsan.


......................


'' Pah ayo cepetan, kita harus kerumah sakut sekarang!!" ucap Lidya, sepuluh menit yang lalu mereka baru saja mendapat kabar dari pihak rumah sakit, mereka mengatakan jika ada korban yang mengalami kecelakaan atas nama Rayendra Pramuja.


Saat ini sepasang paruh baya tersebut sedang dalam perjalanan nenuju rumah sakit.


'' Niken kok gk bisa dihubungi ya pah? tersambung tapi gk diangkat, kemana sih dia, disaat genting gini gk bisa dihubungi.'' gerutu Lidya yang masih mencoba menghubungi putrinya.


'' Sudah tenang dulu mah, ini kan sudah malam, mungkin dia sudah tidur.


'' Ini masih jam delapan pah, masa iya dia udah tidur.


Diapartemen, tepatnya didalam sebuah kamar terlihat Niken sedang tertidur dengan keringat yang mengucur deras membasahi keningnya, sepertinya saat ini gadis itu sedang bermimpi buruk.


'' Mas Rayen jangan tinggalkan aku mas! Mas Rayeeenn !!! Jeritnya


''Hah hah hah...'' Niken bangun dari mimpinya dengan nafas ngos-ngosan, ia bermimpi dan mimpinya sangat buruk


'' Mas Rayen, apa yang terjadi? Kenapa aku bermimpi seperti ini?'' gumamnya


Niken mengambil ponsel miliknya bermaksud ingin menghubungi suaminya, namun ia melihat beberapa panggilan tak terjawab dari mama Lidya, seketika hatinya merasa gelisah dada nya berdebar, ia merasa telah terjadi sesuatu, dengan perasaan was-was Niken pun langsung menghubungi Lidya, baru saja beberapa detik ia menempelkan ponselnya ditelinga, tiba-tiba Niken menjatuhkan ponsel nya yang masih terhubung, bersamaan air mata yang juga jatuh membasahi pipinya.

__ADS_1


Next


__ADS_2