
Niken dan Rayen baru saja keluar dari rumah orangtuanya, rencananya siang ini mereka akan segera kembali keapartemen.
'' Mah, pah kami pulang dulu ya?
'' Kalian hati-hati, Rayen kamu jaga Niken baik-baik ya! mba gk mau dengar jika anak mba nangis karna ulah kamu.'' ucap Lidya
'' Mama kalau bicara itu yang baik-baik dong.'' sambung Frans
'' Ya mama kan hanya ngingetin aja pah,'' jawab nya tak mau kalah.
'' Gpp kok bang, mba Lidya benar, walau bagai mana pun saya sebagai suami harus bisa menjaga dan melindungi istri saya, dan mba jangan khawatir, saya akan menjaga Niken dengan baik dan sebisa mungkin saya akan menjaga perasaan nya.'' jelas Rayen.
'' Kalau itu mah, mama tenang saja, mas Rayen akan menjaga aku dengan baik.'' sambung Niken yakin.
'' Hm, yasudah kalian hati-hati dijalan.''
'' Iya mah, kami pulang dulu.'' ucap Niken yang langsung salim pada kedua orangtuanya secara bergantian, begitu pula dengan Rayen.
Setelah kepergian Rayen dan Niken sepasang paruh baya itu langsung masuk kedalam rumah.
'' Mah papa mau bicara sama mama sebentar, kita bicara diruang tamu saja.'' ucap Frans sambil melangkah kearah sofa yang tak jauh dari mereka.
__ADS_1
'' Mau bicara apa sih pah? kok sepertinya serius banget?'' tanya Lidya, saat ini keduanya sudah duduk diruang tamu. Frans menarik nafas dalam lalu membuangnya perlahan, ia ingin bicara pelan-pelan pada istrinya agar wanita nya itu tidak tersinggung dengan apa yang akan ia sampaikan nanti.
'' Begini mah, kita sebagai orangtua sebisa mungkin harus mencontohkan perbuatan yang baik kepada anak-anak kita, ada kalanya kita tidak harus mencampuri kehidupan anak-anak kita, setiap mereka ada masalah.''
Lidya mengerutkan dahi, merasa bingung dengan ucapan suaminya.'' Maksud papa apa? Kalau bicara itu yang jelas dong!'' protes sang istri
'' Maksud papa, mama itu jangan terlalu masuk kedalam urusan rumah tangga anak-anak kita, boleh mama menasehati jika memang itu perlu, tapi untuk ikut campur kedalam urusan rumah tangga mereka papa rasa itu tidak perlu.'' jelas Frans.
'' Loh pah, siapa yang ikut campur, tadi itu mama hanya menasehati saja kok, kalau membicarakan masalah kecelakaan itu kan memang kenyataannya, Rayen yang salah karna tidak menceritakannya pada Niken, mama hanya menyampaikan saja, tidak ada maksud untuk ikut campur masalah rumah tangga mereka, lagian Niken itu kan anak kita, sebenarnya ya wajar-wajar saja kalau misalkan kita ikut campur juga.'' jawab Lidya, ia menyampaikan hal yang menurutnya benar dengan versinya.
Frans menhela nafas panjang mendengar jawaban istrinya itu.'' Papa perhatikan semenjak Rayen menikahi Niken mama sedikit berubah ya?'' ucap Frans yang akhirnya mempertanyakan apa yang sudah sejak lama ingin ia sampaikan. Karna setau nya saat sebelum Rayen menikah dengan Niken, Lidya selalu bersikap manis dan juga baik pada adik iparnya itu, terkadang Frans juga melihat istrinya selalu menasehati dengan lembut jika Rayen ada masalah dengan pacarnya dulu, karna saat masih berpacaran dengan Viona gadis itu selalu mengadu pada Lidya jika kekasihnya itu berbuat salah, dan Lidya selalu menjadi penengah diantara mereka. Namun sekarang, setelah Rayen menikah dengan Niken, setiap laki-laki itu melakukan kesalahan Lidya selalu menyudutkannya, dan juga ikut menyalahkan adik ipar yang kini sudah berstatus sebagai menantu nya itu.
'' Pah, papa kan tau sejak awal mama tidak setuju Niken menikah dengan Rayen, bukan karna Rayen tidak baik atau tidak pantas, tapi kan mama pernah bilang sama papa, kalau mama itu mau Niken menjadi orang yang hebat dan sukses suatu saat nanti, papa kan tau Niken anak kita satu-satunya, dan mama pastinya mau anak mama itu sukses lah seperti anak-anak teman arisan mama yang lain, yang kebanyakan dari mereka ada yang sudah menjadi dokter,ada yang menjadi CEO bahkan ada juga yang jadi pilot, tapi harapan mama pupus saat mendengar permintaan putri kita itu yang mengatakan ingin menikah dengan pamannya sendiri, papa tidak lupa kan jika Niken pernah mengancam bila kita tidak merestui pernikahan mereka, dia akan nekat kabur bersama Rayen, ya tentu saja mama tidak mau jika itu sampai terjadi, akhirnya dengan sangat terpaksa mama menyetujui pernikahan mereka, kan saat itu yang ingin mereka menikah hanya papa, lagian ya, saat itu mama juga kesal karna pernikahan mereka yang tiba-tiba hingga membuat gosip menyebar dikomplek ini yang mengatakan jika anak kita menikah karna hamil diluar nikah padahal kan tidak, kalau mengingat itu semua ya pah mama tuh merasa kesel dan juga marah pah.'' jelasnya panjang kali lebar, tiba-tiba saja rasa kesal itu datang lagi saat kembali mengingat kejadian beberapa bulan lalu.
'' Hem, entahlah pah, mungkin yang papa katakan ada benarnya juga, walau bagai mana pun Rayen adalah menantu kita, suami dari Niken, yang pasti mama akan sedih jika Niken ada masalah dalam rumah tangganya, mungkin juga selama ini mama sudah sangat egois dan tidak mau menerima kenyataan, padahal kenyataannya Niken sangat bahagia hidup bersama Rayen, tapi mama malah mencoba mencari-cari kesalahan Rayen,'' ucapnya yang sedikit mulai menyesali perbuatannya
Frans tersenyum, karna sepertunya istrinya itu sudah mulai menerima semuanya.'' Masih banyak waktu untuk memperbaikinya,'' ucap Frans yang kini sudah memeluk sang istri dari samping, Lidya tersenyum sambil membalas pelukan suaminya dengan erat.
*
*
__ADS_1
*
'' Regan yang merasa penasaran akhirnya mencari asal keributan tersebut, matanya membulat saat melihat dua orang gadis remaja yang sedang berdiri tak jauh dari nya, saat ini kedua gadis cantik itu sedang berbicara dengan karyawan kantornya yang ia ketahui bernama Lisa.
'' Mereka ngapain disini?'' gumam Regan
'' Ada apa Re?'' tanya seseorang yang sejak tadi duduk satu meja dengannya.
'' Oh tidak apa-apa, oya fan gue tinggal sebentar gpp kan? soalnya ada yang ingin gue urus.'' ucap Regan
'' Ok gk masalah, gue masih pengen sebentar lagi disini.'' jawab orang tersebut, Regan tersenyum tipis setelah itu ia langsung melangkah pergi meninggalkan meja tersebut dan langsung menuju kedua gadis remaja itu.
'' Sedang apa kalian disini?'' suara bariton seseorang membuat ketiga wanita yang sedang asik berbicara itu langsung menoleh keasal suara tersebut.
'' Pak Regan,'' ucap Lisa karyawan yang bekerja disana.
'' Bang Regan, abang disini? memangnya sudah selesai ?'' tanya Putri membuat Regan menautkan alisnya.
'' Maksud kamu selesai apanya?
'' Ya urusannya sama teman abang.'' sambung Putri, saat kedua gadis itu hendak menyusul Regan dikantin, tiba-tiba mereka menurungkan niatnya karna melihat Regan yang sepertinya sedang serius berbicara dengan tamunya, mereka yang tak ingin mengganggu akhirnya memutuskan untuk mencari tempat duduk dikantin tersebut, saat itu Putri melihat Lisa karyawan yang ia kenal makanya ia langsung mengajak wanita itu untuk duduk bergabung bersama mereka, Regan melirik kearah Windy yang sejak tadi hanya diam, lelaki itu memperhatikan penampilan wanitanya itu dari atas hingga kebawah, Regan menggeram rendah melihat itu, apa lagi ia sempat memperhatikan ada beberapa karyawan laki-laki yang menatap kearah kedua wanita kesayangannya itu dengan tatapan lapar, tentu saja membuat darahnya semangkin mendidih, ingin rasanya Regan memaki mereka, tapi ia merasa semua ini adalah kesalahan dari kedua wanita kesayangannya itu karna berpenampilan seperti itu, sepertinya ia harus menghukum keduanya.
__ADS_1
Bersambung