CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Triple Date?


__ADS_3

Niken terus berlari sampai dikolam renang, membuat kedua sahabatnya menatap dengan dahi berkerut.


'' Kenapa loe lari-larian begitu? habis dikejar setan loe?'' tanya Putri yang baru saja naik, gadis itu menuju meja untuk mengambil jus jeruk miliknya.


'' Iya, setannya bang Regan.'' jawab Niken asal, membuat Putri langsung menyemburkan jus jeruk miliknya.


'' Maksud loe apa sih Ken? kenapa bawa-bawa abang gue? abang gue kan lagi diluar kota.'' sungut Putri tak terima


'' Abang kamu ada dirumah Put, aku baru saja ketemu sama dia didapur.'' jawab Niken sambil memakai jubah mandinya.


'' Hah? seriusan loe? gue kok gk tau ya?''


'' Ngapain aku bohong coba? kamu ini gimana sih masa gk tau? aku malu banget tadi, waktu dia lihat aku pakai baju kayak gini.


'' Ya maaf, gue kan emang gk tau kalau ternyata bang Regan gk jadi keluar kota nya, tapi tadi malam dia benaram udah pergi loh,gue yang antar sampai depan rumah.'' sambung Putri.


'' Ya buktinya sekarang aku ketemu, tau aah, pokoknya aku malu banget hari ini.


'' Yaudah ini kan insiden tak disengaja Ken, Putri bahkan juga gk tau kalau bang Regan ada dirumah.'' sambung Windy menengahi.


'' Aku pulang ajalah, udah gk mood.Win kamu pulang juga gk? atau masih mau disini?'' tanya Niken yang masih terlihat bette.


'' Yaudah gue temenin loe balik.'' jawab Windy.


'' Eh eh, jangan pada balik dong guys, masa gue ditinggal sendiri sih.'' protes Putri.


'' Siapa bilang kamu sendirian Put? kan masih ada bang Regan yang nemenin kamu.'' sambung Niken.


'' Ck, Niken udah dong pliss, kamu kok terus mojokin gue sih? kan gue udah bilang kalau gue gk tau, gini deh, gimana sebagai permintaan maaf dari gue, kita pergi nongkrong aja diluar? di cafe yang banyak cowoknya?'' tanya Putri sambil menaik turunkan alisnya.


Mendengar ucapan Putri Niken langsung mendelikkan matanya.


'' Haha,, becanda lagi,, maksud gue cafe yang sedang viral, gimana mau ya pliis.'' pintanya dengan tatapan memohon.

__ADS_1


Niken melirik kearah Windy, mengerti dengan maksud lirikan Niken Windy pun langsung memberi respon dengan menganggukan kepalanya.


'' Ok, aku mau.'' jawab Niken dengan wajah yang masih dibuat bette, padahal sebenarnya rasa kesalnya hanya sebentar saja, lagi pula Windy memang benar, Putri kan memang tidak tau jika abangnya itu ada dirumah, lalu kenapa Niken harus marah padanya? tidak ada alasan buat Niken marah bukan? Niken hanya merasa kesal dan malu, karna Regan sempat melihat nya berpakaian seperti itu.


Setelah berganti pakaian ketiga gadis cantik yang berbeda status itu langsung meninggalkan kediaman Putri menuju tempat yang akan mereka datangi.


'' Masih belum diangkat juga?'' tanya Windy, ia melirik sahabatnya dari kaca spion, karna Niken duduk dikursi bagian belakang, sedangkan disamping nya ada Putri yang terlihat sibuk dengan ponsel miliknya.


Saat ini Niken berusaha menghubungi Rayen suaminya, namun masih tidak dianggat oleh suaminya tersebut.


'' Yaudahlah Ken, emangnya harus banget ya setiap mau pergi kemana pun laporan dulu sama suami loe? udah kayak tahanan luar aja harus lapor setiap jam sekali.'' sindirnya, siapa lagi kalau bukan Putri yang bicara dangan mulut pedasnya.


Niken yang mendengar hanya diam, ia tak ingin moodnya bertambah hancur hari ini. Sedangkan Windy yang berada dibalik kemudi hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan sahabat yang satu itu. Untung Niken sabar, kalau tidak sudah dipastikan akan terjadi perang mulut didalam mobilnya saat ini.


Setelah lima belas menit mereka pun akhirnya sampai dicafe yang dimaksud.


'' Wiih, padahal baru jam segini udah ramai gila.'' ucap Putri sambil memperhatikan kedalam ruangan tersebut


'' Kamu benar, ayo cari tempat duduk nanti gk kebagian loh.'' ucap Niken sambil menarik kedua temannya, kini gadis itu terlihat sudah tidak bette lagi, apa lagi saat mendengar lagu kesukaannya sedang dinyanyikan oleh penyanyi cafe tersebut.


'' Ngak nyangka tempatnya nyaman juga.'' ucap Windy, yang diangguki keduanya sahabatnya.


'' Gue minta Rangga kesini gpp kan guys?'' ucap Putri.


'' Sendiri??'' tanya Niken


'' Kenapa? loe mau gue suruh Rangga bawa Niko gitu??'' goda Putri


'' Bukan gitu juga, kasian Windy kalau Rangga cuma datang sendiri, soalnya aku juga minta mas Rayen buat datang.'' ucap Niken.


'' Yaah, kalian gk asik banget sih, pakai acara bawa pasangan masing-masing segala.'' protes Windy.


'' Kenapa? loe mau bang Regan juga gue suruh datang kesini buat gabung?'' ucapan yang dilontarkan Putri membuat Niken bertanya-tanya maksud dari ucapan nya tersebut.

__ADS_1


'' Maksud kalian apa sih?'' tanya Niken sambil nemandang sahabatnya satu persatu.


'' Enggak tau tuh Putri ngomongnya ngelantur.'' sanggah Windy, namun terlihat salah tingkah dan itu tak luput dari penglihatan Putri.


'' Gk gue cuma becanda kok.'' sambung Putri lagi.


Dua puluh menit kemudian terlihat Rangga datang bersama Niko, disusul oleh Rayen dibelakang mereka tanpa keduanya sadari.


Niken tersenyum lebar saat melihat suaminya melangkah kearahnya, namun ternyata salah diartikan oleh Niko, ia yang tak tau jika Rayen berada dibelakangnya berpikir jika gadis itu tersenyum padanya.


Apa aku tidak salah lihat, Niken tersenyum kepadaku, senyumnya sangat manis.


Batin Niko sambil membalas senyuman Niken tak kalah manis.


'' Mas, ucap Niken setelah melihat suaminya berada dekat dengannya, sedangkan Niko hanya tersenyum kecut saat baru menyadari ternyata bukan dirinya yang diberikan senyuman tadi.


'' Rangga, sini sayang!" ucap Putri sambil menepuk kursi yang ada disebelahnya.Dan Rangga pun langsung melangkah dan duduk disamping kekasihnya, sedangkan Niko lebih memilih duduk disamping Windy.


'' Wiihh,, kita udah bisa dikatakan triple date deh kayaknya.'' ucap Putri antusias.


'' Triple date? kalian bukan kita,'' ralat Windy dan Niko secara bersamaan, membuat mereka semua tertawa.


'' Mas tadi kok aku hubungi gk diangkat sih?


'' Oh tadi lagi dikamar mandi sayang, oya kalian mau pesan apa? biar saya pesan sekalian.'' ucap Rayen


Dan akhirnya mereka memesan apa yang mereka inginkan sambil menikmati suasana cafe tersebut ditambah live musik yang disuguhkan membuat mereka semangkin terhanyut didalamnya.


Niken dan Rayen terlihat sangat menikmati alunan musik dan lagu yang ditampilkan oleh penyanyi cafe tersebut. Bahkan terlihat Niken menyandarkan tubuhnya dibahu Rayen sambil menikmati bait demi bait lagu yang disuguhkan oleh penyani cafe untuk menghibur para penonton yang ada disana.Tanpa mereka sadari sejak tadi Niko terus memperhatikan keduanya.


'' Udah gk usah diliati terus, mereka itu pasangan, karna om Rayen bukan om kandungnya Niken, mereka itu tidak ada hubungan darah.'' jelas Windy tiba-tiba, ia tau sejak tadi Niko selalu memperhatikan Niken dan juga Rayen, karna tak ingin Niko berpikir yang macam-macam pada sahabatnya karna terus menempel dengan omnya sendiri, akhirnya Windy menjelaskan tentang hubungan mereka, tanpa mengatakan jika mereka adalah sepasang suami istri.


Awalnya Niko sempat kaget mendengar penjelasan Windy, namun beberapa saat kemudian ia mencoba mengerti, walau dalam hatinya merasakan kekecewaan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2