
Niken melangkah mendekati kompor, kemudian langsung menuangkan nasi goreng yang dimasak oleh Regan tadi kedalam piring.
''Ini bang makanlah!" ucap Niken sambil menetakkan sepiring nasi goreng dengan telur ceplok didepan Regan,
''Yang ini buat aku ya?.'' ucap Niken sambil duduk didepan Regan.
''Kok pas banget ya? bang Regan masak untuk dua porsi, seolah tau jika abang tidak makan sendiri malam ini.'' ucap Niken, namun sama sekali tak ditanggapi oleh Regan.
Akhirnya keduanya makan dalam diam, Regan sesekali mencuri pandang kearah Niken, jujur saja gadis yang ada didepannya saat ini membuat dirinya gugup dan juga tidak fokus, dengan hanya menggunakan pakain seperti itu tentu saja membuat pikirannya berkelana kemana-mana, walau bagai mana pun Regan adalah laki-laki normal, yang pastinya tidak akan tahan jika disugukan oleh pemandangan seperti itu.
''Ekhm,'' Regan berdehem untuk menghilangkan rasa canggungnya, berduaan seperti ini dengan gadis cantik dan sek*si membuat sekitarnya terasa panas.
Niken melirik kearah Regan dahinya berkerut saat melihat cucuran keringat dikening abang dari sahabatnya itu.
'' Bang Regan kok berkeringat gitu sih? sepertinya udaranya malam ini gk panas deh.'' ucap Niken merasa bingung.
Dasar gadis be*go, tentu saja saya berkeringat seperti ini karna ulahmu, karna penampilanmu seperti itu membuat adik kecil saya terasa sesak.
Batin Regan berdecak kesal.
Memang pakaian yang digunakan oleh Niken saat ini mempunyai dada yang cukup rendah, hingga Regan bisa melihat sesuatu yang sedikit menyembul dari balik tanktop yang digunakan oleh Niken.
''Hhuufff,'' Regan mendesah gelisah.
''Abang kenapa? apa masih perih lukanya?'' tanya Niken sambil menatap wajah Regan yang ada dihadapannya.
''Tidak apa-apa, sebaiknya kamu habiskan saja makanan mu itu, habis itu langsung tidur!" ucap Regan yang tak ingin berlama-lama dengan Niken, karna akan membahayakan matanya yang mungkin akan bintitan jika terus memandang bongkahan milik gadis yang ada dihadapannya ini.
__ADS_1
''Hhmm, ternyata nasi goreng buatan bang Regan enak juga ya?'' pujinya sambil kembali melahap nasi goreng buatan Regan.
Regan kembali mencuri pandang pada Niken disela-sela makannya, rasanya ia ingin sekali kembali memastikan apa yang ia dengar tadi saat dirinya melewati kamar yang ditempati oleh Niken. Tapi ia takut Niken tersinggung, padahal tadi gadis itu sudah memberikan jawaban padanya dan juga Putri, namun tetap saja ia merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Niken.
''Oya bang, bang Regan sama om Rayen rekan bisnis ya?'' tanya Niken tiba-tiba, membuat Regan menghentikan aktivitas makannya.
''Iya, memangnya kenapa?
''Itu yang kemarin waktu kita ketemu direstoran sama om Rayen, dengan seorang perempuan bernama Mika, apa abang mengenalnya juga? maksudku apa perusahaan bang Regan juga menjalin kerja sama dengannya?'' tanya Niken, sambil menyudahi makannya.
'' Saya hanya mengenal nya lawat teman saya.'' jawabnya singkat.
''Benarkah? apa dia sudah menikah? oh tidak, maksudku apa dia memiliki kekasih??''
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Niken membuat Regan mengerenyitkan dahi.
''Maksud kamu ini apa sih? mana saya tau jika dia sudah memiliki suami atau kekasih? emang saya bapaknya.'' celetuknya karna merasa jengkel dengan pertanyaan Niken
''Apa? merasa kesaing sama dia? ya enggak lah, sebagai seorang wanita aku merasa fisikku sempurna, aku cantik, seksi, dan juga menarik, dan aku juga yakin jika sebagai lelaki bang Regan pasti juga tertarik kan sama aku??'' ucap Niken dengan PD nya.
Regan yang tadinya sedang minum langsung tersedak mendengar ucapan gadis yang ada dihadapannya saat ini.
Uhuk-uhuk
Regan langsung mengambil tisu yang ada diatas meja tersebut untuk mengelap bibirnya yang basah karna ulah Niken.
''Waah, gadis ini benar-benar PD mengatakannya.'' gumamnya pelan, namun masih bisa terdengar oleh Niken
__ADS_1
'' Ya harus PD dong bang, lagi pula yang ku katakan itu gk salah? sebagai laki-laki normal pasti bang Regan juga tertarik kan sama aku? kecuali abang emang gk suka sama yang namanya perempuan.'' ucapnya mencibir.
Wah, ni cewek benar-benar menyebalkan, bisa-bisa nya dia bilang kalau saya tidak suka wanita, saya terkam juga nih cewek lama-lama, emangnya dia gk tau apa, kalau sejak tadi saya selalu menahan sesuatu.
Batinnya menggeram akan ucapan Niken.
'' Saya tau kamu menarik, tapi tidak semua laki-laki akan tertarik sama kamu, apa lagi saya, saya tidak suka dengan gadis cengeng dan yang masih labil seperti kamu.'' ucap Regan, membuat Niken yang mendengar mendengus kesal.
Sombong banget nih abangnya si Putri, awas aja, bakal aku kerjain dia.
Batinnya tersenyum miring.
Regan yang tadi sibuk dengan ponsel miliknya seketika terkejut saat Niken sudah berada dihadapannya, wajah mereka begitu dekat, hingga nafas wangi gadis itu bisa ia rasakan menampar wajahnya, wajah yang benar-benar sempurna dimata Regan, pipi yang putih mulus tanpa noda, dan bibir tipis yang begitu menggoda, di mata Regan, ingin sekali dia melahap habis bibir tersebut.
''Katakan! apa kamu masih tidak tertarik denganku?'' tanya Niken tepat diwajah Regan, membuat nya memejamkan matanya saat nafas tersebut kembali menerpa wajah nya.
Kenapa nih orang malah tutup mata apa dia ngantuk kali ya?
Batin Niken merasa kesal sendiri, ia berpikir jika Regan sama sekali memang tidak tertarik padanya, padahal nyatanya saat ini laki-laki tersebut sedang mati-matian menahan gejolak dalam hatinya, jantungnya berdetak dua kali lipat saat berada dekat dengan gadis itu tubuhnya terasa panas dingin.
''Sepertinya bang Regan memang benar-benar tidak suka perempuan ya? buktinya aku goda seperti ini gk berpengaruh apapun, malah nutup mata.'' ucapnya yang tak mengerti, Regan memang pandai menyembunyikan perasaannya saat ini, didepan Niken sebisa mungkin ia terlihat biasa dan santai, padahal dalam hatinya tidak karuan resah dan juga gelisah.
Ya Tuhan ada apa denganku? kenapa aku menjadi grogi seperti ini, dan jantungku, kenapa detak jantungku bisa secepat ini, apa itu artinya aku memang tertarik pada gadis ini, gadis kecil yang sangat nakal, gadis yang berani mende*sah didepan pasangannya? oh tidak, lama-lama aku bisa gila kalau begini terus.
Tiba-tiba Regan berdiri dari duduknya, tanpa berkata apapun, ia langsung melangkah meninggalkan Niken yang masih bengong melihat kepergiannya, namun tiba-tiba langkahnya terhenti dan kembali menoleh pada gadis yang saat itu masih berada dimeja makan.
''Sebaiknya kamu kembali kekamarmu! ini sudah sangat larut, tidak baik bagi seorang gadis jika tidur terlalu malam.'' setelah mengatakan itu Regan kembali melangkahkan kakinya kelantai atas.
__ADS_1
''Apa? dia bilang aku gadis?? gk tau aja dia kalau aku sekarang adalah seorang gadis yang sudah bersuami.''
NEXT