CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kamu Gak Jijik Makan Bekas Aku?


__ADS_3

Setelah sampai dikediaman keluarga Mahendra, keduanya pun langsung masuk kedalam rumah, yang ternyata kedatangan keduanya sudah disambut oleh Frans dan Lidya.


'' Gimana perjalanannya Ray?'' tanya Frans


'' Baik bang,'' jawabnya


'' Sayang bawa suamimu kekamar saja dulu untuk istirahat, sepertinya dia lelah sekali, satu jam lagi mama akan panggil kalian untuk makan malam.'' ucap Lidya yang diangguki oleh Niken.


Sesampainya didalam kanar Rayen langsung memeluk istrinya dari belakang, menghirup dalam aroma tubuh yang beberapa hari ini sangat ia rindukan.


'' Mas,'' ucap Niken sambil membalikan tubuhnya pada suaminya.


'' Mas kangen banget sama kamu sayang, apa lagi sama anak kita ini, Rayen menatap wajah cantik istrinya, kemudian beralih keperut buncit sang istri.


'' Aku dan juga bayi kita juga kangen sama mas Rayen.'' jawabnya yang langsung mengalungkan tangannya dileher Rayen lalu mengucup singkat bibir seksi suaminya itu, yang tentunya dibalas dengan senang hati oleh sang suami. Keduanya berciuman penuh cinta, untuk meluapkan rasa rindu yang beberapa hari tak bertemu.


'' Sayang mas mau jenguk dedek bayi, mas kangen udah lama gk liat dia, boleh ya?'' Rayen merengek pada sang istri, membuat Niken terkekeh pelan.


'' Iih modus aja nih mas Rayen, alasannya kangen anak, gk tau nya mas nya kan yang pengen, ngaku deh...


'' Hehe, iya sayang mas kangen kerang legit mu ini.'' jawabnya kini tangan nakalnya sudah meraba area sensitif sang istri. Niken membiarkannya saja karna ia juga rindu belaian suaminya tersebut yang sudah tiga hari ini tidak menyentuhnya.


***


Pagi ini Regan dan kedua orangtuanya sedang sarapan bersama, tak lama terlihat Putri menuruni anak tangga dan menuju kearah mereka.'' Pagi pah, mah, pagi juga bang Regan tersayang.'' sapa nya lalu mendaratkan bo*ko*ng nya diatas kursi tepat di samping Regan.


'' Pagi juga sayang.'' jawab Ambar, dan Johan, sedangkan Regan hanya melirik pada dang adik setelah itu kembali melanjutkan makannya.


'' Pulang jam berapa kamu tadi malam?'' tanya Regan, tanpa melihat Putri, karna masih asik menikmati sarapannya, begitupun kedua orangtua mereka yang tak terlalu menanggapi pertanyaan Regan, karna bagi mereka itu hal biasa sebagai suatu bentuk keperdulian abang terhadap adiknya.


'' Jam sebelas bang,'' jawabnya sambil mengoleskan selai strobeti diatas rotinya, sedangkan Regan tak lagi bertanya, karna memang ia dan kedua orangtuanya tadi malam pulang pukul dua belas malam, namun jika merekalah yang lebih dulu pulang dari pada Putri, maka sudah dipastikan jika adiknya itu akan dapat hukuman darinya pagi ini. Setelah selesai sarapan, Putri langsung berpamitan pada kedua orangtuanya, dan juga Regan untuk berangkat kesekolah.

__ADS_1


Saat ini Putri sedang mengendarai mobil miliknya, saat dijalan raya tak sengaja matanya melihat seseorang yang tak asing baginya.'' Loh itukan Sila adiknya Alex ya? sedang apa dia disana?'' Putri yang merasa penasaran menepikan mobilnya dan langsung keluar untuk mencaritahunya.


'' Hai kamu Sila kan?'' tanya Putri setelah berdiri dihadapan gadis itu.


'' Loh kak Putri, kebetulan kakak datang, kak Putri bisa tolongin aku gk?'' pinta Sila


'' Apa? sebenarnya kamu ngapain disini?'' tanya Putri


'' Tadi aku mau kesekolah, tapi taksiku mengalami bocor ban, jadi terpaksa aku nunggu taksi yang lewat, eh sampai sekarang yang ada yang lewat, malah ini hari pertama aku pindah sekolah lagi.'' jelasnya.


'' Memang loe sekolah dimana?''


'' Diujung sana kak, kalau gk salah nama sekolahnya Nusa Bangsa.'' ucapnya membuat Putri sedikit terkejut.


'' Itukan sekolahan gue, loe kelas berapa emang?


'' Kelas 3 SMP kak, kebetulan sekali, jadi aku bisa ikut kakak dong.'' ucapnya senang


'' Yasudah yuk.'' ajak Putri menuju mobilnya, sepanjang jalan gadis itu terus berbicara membuat Putri terkadang pusing sendiri mendengarnya. Lima menit kemudian mereka pun sampai disekolahan.


'' Makasih ya kak, kalau gitu aku kesana dulu.'' ucapnya yang diangguki oleh Putri


'' Siapa tuh bocil?'' tiba-tiba Windy datang dan bertanya pada sahabatnya dengan pandangan yang masih tertuju pada Sila.


'' Itu, adiknya Alex yang gue ceritain waktu itu, ternyata dia sekolah disini juga.'' jelas Putri, Windy hanya menjawab dengan ber oh ria saja.


'' Loe tadi dicariin Rangga.'' ucap Windy


'' Benarkah? dimana dia sekarang?'' tanya Putri, saat ini keduanya berjalan menuju kelas.


'' Kayaknya dikantin deh, soalnya tadi gue denger dia mau sarapan dulu.'' jawab nya.

__ADS_1


'' Oh yaudah kalau gitu gue susulin dia dulu ya Win, nih titip tas gue sekalian, makasih ya sebelumnya, bye-bye Windy..'' ucap Putri sambil meninggalkan sahabatnya itu yang masih terbegong melihat kepergian nya itu


'' Dasar gadis bucin, tau gitu gk gue bilang tadi, hadeeuuh, kan jadi gue korbannya nih,, yasudah lah apa boleh buat, sekali-kali nyenengi calon adik ipar.'' gumamnya tersenyum setelah itu langsung menuju kelas sambil membawa tas milik sahabatnya itu.


***


Dikantin, Rangga sedang menikmati sarapan paginya, pemuda tampan tersebut sedang menikmati semangkuk bubur ayam dengan segelas teh manis hangat. Tiba-tiba saja ia merasa terkejut saat kedua matanya ditutup oleh seseorang.


'' Sayang jangan jahil deh, aku kan lagi makan.'' ucap Rangga yang sangat tau siapa pemilik tangan lembut itu.


'' Kok tau kamu tau Ga? aku kan gk bersuara.'' ucap Putri yang kini sudah melepas tangannya, saat ini gadis itu sudah duduk disamping Rangga.


'' Tentu aku tau, gimana mungkin aku bisa melupakan aroma tubuh mu yang selalau memabukan ku.'' jawab Rangga, membuat Putri langsung membekap mulut lemes pemuda itu.


'' Rangga iih, kamu apaan sih kan malu kalau didengar orang.'' protes Putri, Rangga menurunkan tangan Putri yang menutupi mulutnya, lalu mengecupnya lembut.


'' Gk ada yang dengar kok, lagian kan kenyataannya begitu, dan aku sangat menyukai aroma nya, sangat memabukan.'' ucap Rangga yang sengaja menggoda kekasihnya, sedangkan Putri mengalihkan pandangannya kesembarang arah karna merasa malu dengan ucapan Rangga.


'' Kamu sudah sarapan?'' tanya Rangga membuat gadis itu langsung menatap kearah Rangga.


'' Sudah.''


'' Pasti hanya sarapan roti sajakan tadi?'' tebak Rangga, yang memang tau setiap harinya gadis itu hanya sarapan roti jika dirumah. Sedangkan Putri hanya tersenyum menanggapi ucapan Rangga


'' Kamu mau bubur ayam?


'' Gk, tapi kalau punya kamu itu aku mau,'' Putri meminta bubur yang sedang disantap kembali oleh Rangga. Pemuda itu menghentikan kegiatannya lalu menatap lekat wajah kekasihnya itu.


'' Ini udah bekas aku, memang kamu mau?'' tanya Rangga, dan gadis itu mengangguk pasti


'' Kamu gk jijik makan bekas aku?'' Rangga kembali memastikan

__ADS_1


'' Kenapa harus jijik, kan bekas pacar aku sendiri, lagi pula bukannya kita sudah sering bertukar air liur, jadi bagai mana mungkin aku jijik hanya karna makan bubur bekas kamu ini.'' ucap Putri enteng, namun mampu membuat Rangga tercengang karna kata-kata gadis itu.


Bersambung


__ADS_2