
Malam semangkin larut, jam sudah menunjukan pukul satu dini hari.Tiba-tiba Niken terjaga dari tidurnya karna ia merasa kantung kemihnya terasa penuh.Perlahan Niken membuka matanya dan mendapati kekasihnya yang sedang tertidur pulas pada posisi berhadapan dengannya, tepatnya wajah Rayen menempel dibagian depan Niken dengan mulut yang masih menempel di puti*ng payu*da*ra miliknya.Niken tersenyum, ia teringat kembali saat sebelum mereka tertidur, Rayen kembali merengek ingin menyu*su padanya hingga akhirnya keduanya tertidur.
Niken menarik da*da nya dari wajah Rayen dan langsung memasukan asetnya kembali setelai itu ia segera beranjak karna memang sudah tidak tangan dengan air se*ni yang terasa akan keluar.
Beberapa saat kemudian Niken keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang lega karna sudah berhasil mengeluarkan apa yang sejak tadi ditahannya.
''Sayang kamu dari mana?'' tanya Rayen yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.
''Oh, mas kenapa bangun? tadi aku habis dari toilet.'' jawabnya sambil melanglah menuju tempat tidur.
''Sini sayang, mas mau tidur lagi, tapi sambil peluk kamu,'' ucap Rayen yang langsung meraih tangan Niken agar segera naik keatas tempat tidur.
Niken menyambut uluran tangan kekasihnya dan langsung naik keatas tempat tidur.Dalam hati Niken merasa geli sendiri, ia merasa sudah seperti seorang istri saja.
*
*
*
''Aaahhh,,ssshhhh...'' didalam sebuah kamar terdengar suara seorang pemuda mende*sah kenikmatan, ia berpikir jika dirinya sedang bermimpi, namun kenapa terasa begitu nyata, dalam setengah sadar samar-samar ia mendengar suara yang terdengar sangat aneh ditelinganya, dan yang lebih membuatnya terkejut saat ia merasakan ada yang sedang memainkan pistol airnya dibawah sana.Seketika sontak pemuda itu melebarkan matanya dan langsung menarik diri dari orang tersebut, membuat pistol airnya seketika terlepas dari genggaman nya.
''Aakkhh,,'' pekiknya merasa sakit saat miliknya terkena gigi orang yang ada didepannya.
''Sayang kok kamu kaget sih.'' ucap nya seakan tak merasa bersalah.
''Putri ada apa dengan mu? kenapa melakukan ini? kamu membuatku kaget.'' protesnya,siapa lagi kalau bukan Rangga.
Rangga melihat Putri masih fokus menatap pada intinya yang masih setengah menegang itu, tak ingin terjadi sesuatu yang diluar kendali dengan cepat Rangga langsung memasukan miliknya kembali dalam sangkarnya, membuat Putri menatap dengan kecewa.
__ADS_1
''Ga, kok disimpen sih, aku mau mainin itu kamu,'' rengek Putri
''Put, jangan dong, aku takut nanti aku gk bisa mengendalikan diri, aku tak ingin merusakmu.'' jelas Rangga yang sebenarnya merasa sedikit gelisah.
''Rangga, ayolah sayang,'' ucapnya sensual
Sungguh ini godaan yang sangat menyiksa bagi Rangga, mimpi apa dia kemarin kenapa bisa mendapatkan pacar semesum dan seagresif ini,sebenarnya Rangga bukannya tidak suka dengan sifat dan keagresipan kekasihnya,namun Rangga hanya masih ingin menjaga kehormatan Putri, ia tak ingin merusak masa depan gadis itu, ia jika nanti mereka berjodoh, kalau tidak, maka bisa dipastikan Putri sendirilah yang rugi jika mereka melakukan hubungan terlarang itu, namun jika terus-terusan digoda seperti ini Rangga yakin ia tak akan sanggup menahannya lebih lama lagi, bisa jadi Putri akan habis dilahapnya.
Putri merangkak mendekati Rangga yang saat itu masih menatap kearahnya.
''Duuh, gimana ini sepertinya Putri tidak mau mendengarkan ku, apa yang harus kulakukan? aku takut tak bisa mengontrol diriku jika sampai ia kembali melakukannya.
Rangga membatin, matanya terus menatap kearah kekasihnya yang tersenyum manis didepannya.
''Rangga aku---''
''Ya kalau gitu kita pulangnya sore aja Ga, nanti tidur dulu sampai puas dan sorenya langsung pulang.'' Putri mencoba memberi solusi.
''Sore pasti macet, ayolah sayang, kita tidur aja ya?'' mendengar ucapan Rangga yang memanggilnya dengan sebutan sayang seketika membuat hati Putri berbunga-bunga.
''Baiklah, kalau kamu memang masih ngantuk, tapi aku mau kamu meluk aku ya saat kita tidur?
''Cobaan apa lagi ini ya Tuhan, bagai mana bisa aku tidur sambil memeluknya yang ada nanti malah si joni yang bangun.
Rangga merasa serba salah, namun akhirnya ia mengiyakan permintaan Putri dari pada nanti ia minta yang lebih dari ini kan bisa bahaya pikirnya.
KEESOKAN HARINYA..
''Mas, papa dan mama sudah pulang dari luar kota, tadi mereka menelpon aku saat mas mandi.'' ucap Niken saat Rayen baru saja keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian lengkap, pagi ini rencananya mereka akan pulang karna jika sore takut terkena macet.
__ADS_1
''Terus kamu bilang apa??'' tanya Rayen sambil duduk disamping kekasihnya itu.
''Aku bilang jika aku sedang liburan di villa bersama Windy dan Putri, aku juga sudah menghubungi mereka agar mau sedikit berbohong jika sewaktu-waktu mama menghubungi mereka untuk menanyakan kebenarannya.'' jelas Niken.
''Kenapa musti bohong? kenapa kamu gk bilang aja kalau kamu sedang liburan bersama mas sekarang?
''Belum saat nya mas, aku belum siap jika mama dan papa tau tentang hubungan kita, aku takut mereka menentangnya, gimana kalau setelah tau mereka tidak setuju, atau lebih buruknya mereka mengirimku sekolah keluar negri untuk memisahkan kita kayak yang didrama yang sering kulihat.'' ucap Niken memberitahu ketakutannya.
''Ketakutan kamu itu terlalu berlebihan sayang, makanya kamu itu jangan kebanyakan lihat film jadi gk berpikir sampai berlebihan seperti itu.'' ucapnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
''Mas sampai sini aja, anterinnya!" pinta Niken setelah mereka sampai digerbang rumah milik keluarga Mahendra.
''Kamu ini kenapa sih, segitu takutnya kalau sampai ketahuan sama orang tua kamu, lagi pula mana mungkin mas turunin kamu didepan gerbang seperti ini, mas masih waras Niken, bagai mana nanti kalau kamu diculik?'' ucap Rayen dengan candaan yang garing menurut Niken.
''Udah kamu tenang aja, nanti kalau mama dan papa kamu tanya biar mas yang bicara kamu cukup diam!" ucap Rayen sambil menjalankan mobilnya sampai didepan halaman rumah.
Lidya yang kebetulan saat itu sedang berada diteras rumah menatap kearah mobil Rayen yang baru masuk kehalaman tersebut,Namun dahinya berkerut saat melihat Niken yang keluar dari dalam mobil adik iparnya itu.
''Loh sayang, bukannya kamu pergi sama teman-teman kamu ya? kok bisa sama om Rayen?'' tanya Lidya bingung
''I-itu --''
''Kebetulan tadi aku melihat Niken sedang berdiri menunggu taksi dijalan mba, karna Niken bilang kalau mobil temannya mogok ditengah jalan dan akhirnya masing-masing dari mereka menyetop taksi.'' jelas Rayen sambil melirik pada Niken.
''Benar begitu Niken? tapi kenapa gk barengan aja naik taksinya? kenapa harus berpisah ditengah jalan?'' tanya Lidya menyelidik
NEXT
__ADS_1