
Saat keduanya terlihat masih sibuk dengan seatbelt yang macet, seseorang yang berada didalam mobil lain itu langsung keluar dari mobilnya, dengan rasa amarah yang memuncak, orang tersebut menghampiri mobil Regan.
Tok-tok
''Buka pintu mobilnya!! teriak orang tersebut membuat Niken dan Regan yang berada didalam mobil langsung tersentak kaget.
''Mas Rayen, ucap Niken kaget sekaligus senang karna orang yang selalu dirindukannya sekarang sudah berada dihadapannya saat ini.
Karna seatbelt nya juga sudah terlepas, Niken pun langsung keluar dari mobil tersebut.
''Mas Rayen.'' ucapnya senang, namun sebaliknya laki-laki itu menatap Niken dengan sangat tajam.
''Apa yang kau lakukan dengan dia ??'' tanya Rayen sambil menunjuk kearah Regan yang berdiri dipintu kemudi.
''Maksud mas Rayen apa? aku gk ngerti mas bicara apa?'' ucap Niken bingung.
'' Gk ngerti apa pura-pura be*go hah? jelas-jelas tadi aku lihat kalian dengan berciuman didalam mobil, masih mau ngelak juga?'' tanya Rayen yang masih diliputi perasaan cemburu.
''Apa? ciuman? siapa yang berciuman mas? aku dan bang Regan tidak melakukan apa-apa?'' jelas Niken
''Jangan bohong kamu! baru dua hari mas tinggalin kamu, tapi kamu udah berani jalan sama laki-laki lain, iya? ''suara Rayen yang penuh dengan tekanan, memang tidak kuat namun sangat menusuk kehati Niken.
Tuduhan demi tuduhan terus terlontar dari mulut Rayen, pria itu sudah dibutakan dengan rasa cemburunya, hingga tak bisa berpikir lagi dengan akal sehatnya.
''Mas kamu salah paham, aku dan bang Regan gk melakukan apapun.'' jawab Niken
''Iya benar Ray, saya dan Niken tidak melakukan apa-apa, tadi seatbelt miliknya tersangkut, saya hanya membantunya melepaskan itu saja.'' jelas Regan, yang kini mulai mendekati mereka.
''Kau pikir saya percaya dengan ucapan anda? dan satu lagi jangan ikut campur urasan pribadi saya!'' ucap Rayen penuh dengan tekanan, matanya tajam menatap Regan.
''Bagai mana mungkin saya tidak ikut campur, sementara anda memperlakukan gadis itu dengan kasar didepan saya.'' jawab Regan.
''Kauu--'' Rayen hampir saja maju untuk membuat perhitungan dengan Regan, namun Niken dengan cepat menghalanginya.
''Mas, jangan! ini hanya salah paham aja mas, aku bisa jelasin!
__ADS_1
''Jelasin kamu bilang? jelasin apa lagi? disaat aku pergi kerja, kamu malah enak-enakan pergi bersama laki-laki lain, maksud kamu apa?? lagi pula aku gk mau dengar penjelasan yang tidak masuk akal karna sudah sangat jelas mas melihat kamu berduaan bersama laki-laki itu.'' tuduhnya lagi.
''Mas kamu salah paham, aku gk kayak gitu sama dia mas, tolong dengarkan aku!" matanya sudah berair, hidung gadis itu juga sudah mulai memerah karna menahan tangisnya, Regan merasa tidak tega melihatnya, entah kenapa hatinya terasa sakit melhat Niken diperlakukan seperti itu oleh Rayen.
''Rayen kamu sangat salah karna sudah menuduh gadis itu berselingkuh, karna jelas kami tidak melakukan apapun.'' Regan kembali menyerukan pembelaannya, karna memang tidak terjadi apapun saat mereka didalam mobil.
'' Bang tolong jangan ikut campur, aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri jadi ku mohon pergilah dari sini!" pinta Niken memelas.
''Tapi--''
''Bang pliss,'' mohonnya lagi
Akhirnya mau tak mau Regan terpaksa menuruti keinginan Niken, walau berat baginya, ia takut jika Rayen akan menyakiti gadis tersebut.
Aku merasa pertengkaran ini kenapa tidak biasa ya? kenapa seperti lebih mirip pertengkaran suami istri dari pada sepasang kekasih.
Batin Regan merasa ada yang janggal.
...****************...
Sedangkan didalam kamar mandi Rayn masih betah mengguyur tubuhnya dengan air dingin dari pancuran shower, untuk meredamkan emosi dihatinya, Rayen benar-benar dibakar rasa cemburu dengan kedekatan istrinya dengan rekan bisnisnya tersebut.
Kenapa mereka bisa sedekat itu, dan kenapa selama ini aku tidak tau apapun, aku bisa melihat ada rasa ketertarikan dimata laki-laki itu pada istriku, dan aku tak akan perna biarkan ada yang bisa masuk dalam kehidupan rumah tanggaku.
Batinnya yang masih berada dalam guyuran air dingin.
DITEMPAT LAIN..
Saat ini Putri dan Rangga sedang berada diruang keluarga, keduanya sedang bermain game bareng, sangkin asiknya kedua pasangan tersebut tidak menyadari kedatangan Regan yang tiba-tiba sudah ada dibelakang mereka.
''Loh, bang Regan, sejak kapan abang ada disitu? bukannya tadi sedang mengantar kan Niken pulang ya bang? emangnya udah?'' tanya Putri
''Hhemm,'' ucapnya tanpa menjawab.
Putri dan Rangga saling pandang, ia melihat ada yang tak biasa pada abangnya itu.
__ADS_1
''Abang kenapa sih yang? pulang-pulang kok mukanya bette gitu?'' bisik Putri pada Rangga.
''Ya mana aku tau Put, kan sejak tadi aku sama kamu, coba kamu tanya sama dia?'' bisik balik Rangga.
''Baiklah.'' jawab Putri sambil mendekati abang nya yang saat itu duduk tak jauh dari mereka.
''Abang kenapa sih? pulang-pulang mukanya bette gitu?'' tanya Putri sambil menjatuhkan bokongnya disamping Regan.
''Tadi sewaktu abang mengantarkan teman kamu itu pulang, ternyata ada pacarnya disana.''
''Tunggu-tunggu! abang bilang pacar? siapa bang? setau aku Niken gk punya pacar deh.'' jawab Putri
''Hah? gk punya? kamu yakin?'' tanya Regan tak percaya
'Yakinlah bang, dia mana ada pacar, orang Niken itu kan sudah meni---''
Hah, ya ampun hampir saja gue keceplosan bilang kalau Niken udah nikah sama om Rayen.
Batin Putri sambil merutuki kebodohannya sendiri.
''Ada apa putri? tadi kamu mau bilang apa?'' tanya Regan penasaran dengan ucapan Putri yang tiba-tiba tak ia lanjutkan.
'' Itu-- maksud ku sebenarnya kemarin Niken pernah meninggalkan pacarnya, yang aku tau gitu bang.'' jawab Putri beralasan, ia tak tau abang nya itu akan percaya atau tidak dengan alasan konyolnya itu, namun ia berharap Regan tak menaruh curiga padanya.
''Sebenarnya ada apa sih bang? kenapa abang bertanya seperti itu?'' Putri tiba-tiba sangat penasaran karna pertanyaan abangnya itu.
''Tadi sewaktu abang mengantarnya ada seorang pria yang marah karna temanmu itu diantarkan pulang oleh abang.'' jelas Regan.
''Hah? maksud abang laki-laki itu om Rayen kah?'' tebak Putri, membuat Regan langsung menatap pada adiknya, sedangkan Rangga sejak tadi hanya jadi pendengar yang baik, tanpa ingin ikut berkomentar.
'' Kamu tau tentang hubungan mereka??'' Regan kembali memastikan.
'' Iya bang, sebenarnya aku tau kalau Niken sedang menjalin hubungan dengan om nya itu,'' ucap nya
'' Bahkan aku tau jika sekarang ini mereka sudah sah menjadi suami istri,'' sambungnya dan tentu saja itu hanya ia ucapkan didalam hatinya.
__ADS_1
Next