
Saat ini terlihat Niken sedang tertidur lelap didalam kamar milik Rayen, karna tak membawa baju ganti, akhirnya gadis itu menggunakan kemeja milik kekasihnya tersebut.
Rayen menatap penuh cinta pada gadisnya itu, tiba-tiba Rayen tersenyum saat kembali mengingat apa yang mereka lakukan beberapa saat yang lalu dikamar mandi.
Rayen melangkah mendekati ranjang dimana saat ini Niken tengah tertidur dengan lelapnya.
''Kamu memang gadis yang penuh dengan kejutan sayang.'' gumam nya,setelah itu ia langsung ikut masuk kedalam selimut yang sama dengan Niken.
Hampir satu jam mereka tertidur diatas tempat tidur yang sama, namun Niken yang memang sudah lebih dulu terlelap perlaham mulai membuka matanya, seketika senyumnya terbit saat matanya melihat sosok orang tercintanya saat ini sedang tertidur sambil memeluknya.
''Mas Rayen, kenapa kamu bisa sesempurna ini, kamu sangat tampan, dengan mata yang indah, dan juga hidung yang mancung, serta bibir yang selalu membuat ku candu.'' gumamnya pelan.
Perlahan Niken mulai memajukan wajahnya mensejajarkan wajah keduanya, tanpa ragu gadis itu langsung menempelkan bibirnya diatas bibir tebal nan seksi milik Rayen.Niken merasa tidak ada reaksi apapun dari Rayen, itu artinya kekasihnya itu sangat pulas tidurnya, Niken semangkin berani ******* bibir prianya itu, namun siapa sangka tiba-tiba mata Rayen terbuka sempurna, membuat Niken juga langsung membelalakan matanya karna terkejut.
Mam*pus aku, duuh bagai mana ini, malu banget rasanya.
Batin Niken merutuki dirinya.
Niken berniat ingin menarik wajahnya, namun tanpa diduga Rayen malah menahannya dengan cara memegang tengkuk Niken agar ciuman mereka semangkin dalam, Niken yang awalnya ingin melepas tautan bibir nya, kini terhayut oleh permainan ciuman yang diberikan Rayen.
''Kamu sangat nakal sayang, benari mencuri ciuman dari mas saat mas tidur.'' ucap Rayen, setelah ciuman mereka terlepas.
Niken bagai pencuri yang tertangkap basah, bahkan wajahnya memerah karna malu.
Rayen terkekeh melihat wajah kekasihnya itu sungguh menggemaskan pikirnya.
''Mas iih,, kok ketawa sih.'' rajuk Niken yang masih merasa malu.
''Ok.ok mas gk akan tertawa lagi, mas hanya gk nyangka aja ternyata gadis kecil mas ini sangat mesum, dan juga begitu agresif.'' ucap Rayen sambil menatap wajah Niken.
__ADS_1
''Mas, udah iih, jangan liatinnya seperti itu, aku malu.'' ucap Niken sambil menundukan wajahnya.
Melihat itu Rayen langsung mengangkat dagu Niken dengan telunjuknya, agar ia dapat melihat wajah kekasihnya itu.
''Malu kenapa hem? bahkan mas sudah melihat semua apa yang ada pada diri kamu, jadi kenapa harus malu?'' ucap Rayen, membuat wajah Niken kembali merona karna malu.
''Udah dong maas,'' rengek Niken karna omnya itu masih saja menggodanya.
''Kalau mas gk mau gimana?'' tanya Rayen sambil menaik turunkan alisnya.
''Ck, yaudah aku keluar aja dari sini." ucapnya yang hendak beranjak dari tempat tidur, namun baru saja hendak memijakan kakinya diatas lantai, tiba-tiba Rayen menarik tangannya membuat Niken langsung kembali terjatuh diatas tempat tidur.
"Mas,'' pekiknya
''Apa sih sayang?'' jawabnya dengan godaan.
''Mas aku pulang saja ya?'' ucapnya yang merasa terancam.
''Pulang? yakin ingin pulang?'' tanya Rayen masih dengan posisi berhadapan dengan Niken.
Apa maksud mas Rayen berkata seperti itu, apa ini artinya dia ingin kami melakukannya?
Dalam hati Niken terus bertanya- tanya.
Tanpa ia sadari tangan Rayen mulai meremas jari-jarinya, mengelus lembut lengan Niken berusaha membuat gadisnya itu nyaman dan juga rilex
Keduanya saat ini dalam posisi setengah berbaring, namun keduanya saling berhadapan. Niken membiarkan saja tangan Rayen yang menyusuri setiap bagian tubuhnya, karna jujur saja ia sangat menikmati setiap sentuhan tangan dari kekasihnya itu.
Niken memejamkan mata saat tangan Rayen mengelus lembut punggungnya, kini tangan lelaki itu sudah berada dibalik kemeja yang Niken gunakan.
__ADS_1
''Maas, Rayen...'' pangilnya lirih, saat salah satu aset miliknya diusap dengan lembut oleh kekasihnya.
Kini kemeja miliknya sudah terlepas hingga, Rayen dapat melihat aset milik Niken yang sangat menggoda dimata Rayen, meskipun masih terbungkus oleh selembar kain berwarna hitam, namun Rayen bisa membayangkan benda berwarna merah muda yang tersimpan dibalik kain berbentuk kaca mata tersebut.
''Sayang ini sangat indah, mas tidak akan pernah bosan memandangnya,'' ucap Rayen membuat Niken tersenyum
'' Terimakasih atas pijiannya sayang, ini semua selalu ku jaga dan ku rawat hanya untuk mas Rayen.'' ucap Niken wajahnya tersipu, karna merasa malu saat kekasihnya itu terus menatap kearah asetnya.
Duuh,, kok aku jadi deg-degan gini ya,apa lagi mas Rayen terus menatap ku seperti itu, membuat ku nervous aja.
Batinnya.
Rayen tersenyum lembut, tangan pria itu membelai wajah sang kekasih, sambil tangannya terus mengelus dengan lembur bagian tubuh kekasihnya itu, membuat gadis tersebut terkadang merasa geli saat tangan itu singgah kearea sensitifnya.
''Sayang, semua yang ada padamu benar-benar sangat indah, mas selalu terpesona setiap kali melihatnya.'' pujinya sambil terus memperhatikan setiap jengkal tubuh Niken, membuat gadis itu menutupi asetnya karna merasa malu akan tatapan Rayen padanya.
Rayen tersenyum melihat tingkah malu-malu Niken, merasa belum puas, Rayen kembali menatap tubuh itu, pandangannya kini tertuju pada bagian depan yang entah sejak kapan sudah tak tertutup kain lagi, sungguh membuat Rayen merasa sangat kagum melihatnya dengan warna merah muda, memang ukuran kedua aset Niken cukup besar untuk usianya yang belum genap 17 tahun,setelah puas menatap aset tersebut, kini pandangannya beralih pada wajah cantik kekasihnya itu yang tak pernah bosan saat dipandang.
''Sayang kamu tau? Mata mas ini tak akan pernah bosan menatap wajah cantikmu ini,'' Rayen meraih tangan gadis itu, lalu mengecupnya lembut hingga berulang kali
Mata Rayen terus memindai tubuh Niken, perlahan tangannya mulai melepas sisa kain yang menempel ditubuh Niken, gadis itu membiarkan saja semua yang dilakukan Rayen pada dirinya,
Kini mata Rayen benar-benar bisa melihat dengan jelas keindahan paripurna yang paling beharga semua milik kekasih hatinya tersebut.
Rayen menelan ludahnya berulang kali untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering.Bagi Rayen, milik kekasihnya ini sangatlah indah, tak ada kata yang bisa menggambarkan keindahan tubuh milik gadisnya itu, ingin sekali laki-laki itu menyereng gadis nya itu saat ini juga namun sebisa mungkin ia masih menahannya
Pandangan Rayen kembali tertuju pada wajah Niken yang terlihat semangkin sek*si dimatanya, tanpa aba-aba ia langsung melahap bibir Niken yang sejak tadi selalu membuatnya tak tahan
NEXT
__ADS_1