
Saat ini kedua gadis itu sudah berada didalam ruangan Regan.'' Ada apa kalian datang kesini? dan penampilan apa ini? tidak bisakah kalian datang kekantor ku dengan pakaian yang lebih sopan?'' Regan menatap tajam satu persatu wajah gadis remaja itu.
'' Memangnya apa nya yang salah dengan penampilan kami? bukannya kami juga sering memakai pakaian seperti ini dirumah.'' ucap Putri tanpa rasa bersalah, sedangkan Windy hanya diam.
'' Dasar anak ini.'' gumam Regan merasa geram.
'' Bang jangan marah, kalau bang Regan tidak suka dengan penampilan kami maka kami berdua akan pulang, ayo Put kita pulang saja dari sini.'' ucap Windy yang tiba-tiba membuka suaranya.
'' Eeeh Win kenapa pulang? bukannya tadi kita kesini mau membatalkan rencana bang Regan?'' ucap Putri pelan yang lebih terdengar seperti sebuah bisikan.
Sedangkan Regan tiba-tiba merasa tak tenang saat mendengar ucapan Windy, ia merasa jika kekasihnya itu sedang marah dengannya, namun ia tak ingin memperlihatkan itu, karna saat ini posisinya dialah yang sedang marah.
'' Heii mau kemana kalian? siapa yang suruh kalian untuk pulang? kalian berdua akan abang hukum karna sudah membuat ricuh kantor abang.'' suara Regan menghentikan langkah Windy yang memaksa Putri untuk pergi dari kantor tersebut
Regan masih menatap tajam keduanya lalu berkata,'' Kalian tidak boleh pulang sebelum abang menghukum kalian berdua.'' ucap Regan lagi
'' Hah? dihukum, kenapa kami dihukum bang? memangnya kesalahan kita berdua apa?'' tanya Putri
'' Memangnya kalian tidak sadar ya? dengan kalian berpenampilan seperti ini dan datang kekantor abang, kalian itu sudah membuat seisi kantin menjadi heboh tau gk? Kamu juga Windy kenapa berpenampilan seperti itu? aku gk suka liat kamu berpenampilan seperti itu jika diluar, huuh kalian berdua ini bikin abang pusing saja.
''Ya ampun bang gitu aja kok pusing,'' ucap Putri
'' Kamu ini ya dibilangi malah ngeyel.'' sambung Regan,saat Putri hendak menjawab, tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada pesan yang masuk, membuat Putri tak lagi mengatakan sesuatu.
'' Windy sepertinya gue harus pergi, loe disini saja ya sama abang gue, soalnya gue ada urusan mendesak,bang titip Windy ya, jangan lupa diantar pulang!" setelah mengatakan itu Putri langsung keluar dengan cepat dari ruangan Regan, ini adalah salah satu siasat juga untuk menghindar dari hukuman yang akan abangnya itu berikan padanya, dan kini hanya tersisa mereka saja berdua diruangan itu.
'' Waah, coba lihat sahabatmu itu kabur begitu saja,dasar bocah nakal, dia pikir dengan kabur dari sini dia bisa menghindar apa dari hukumanku.'' gerutunya kesal, kini tatapan tajam itu langsung tertuju pada Windy seorang, membuat wanita muda itu berkali-kali membasahi tenggorokannya dengan ludahnya
__ADS_1
Putri gimana sih, main kabur aja, katanya mau menggagalkan rencana nya kak Sesil, masa main pergi gitu aja, malahan aku ditinggal sendiri lagi, bisa mampus aku, kira-kira apa yang akan dilakukan bang Regan padaku? Tatapannya sungguh mengerikan seperti ingin mengulitiku hidup-hidup, tapi mana tega dia melakuknnya, atau jangan-jangan dia akan menyuruhku membersihkan ruangan kantornya? atau dia menyuruhku untuk membersihkan toilet?
Gerutunya dalam hati.
'' Kamu kenapa diam? gk ikut kabur juga sama sahabat kamu itu?'' sindir Regan, tanpa Windy sadari kini lelaki itu sudah berada dibelakang Windy, bahkan sangat dekat hingga ia dapat merasakan hembusan hangat nafas lelaki itu.
'' B-baiklah kalau gitu aku akan langsung pulang.'' ucap nya dengan sedikit terbata.
'' Eeiitt, enak saja main kabur, kamu perlu dihukum dulu sayang.'' ucap Regan dengan tatapan mesumnya membuat Windy bergidik, Regan menatap jam nya yang baru pukul tiga sore, masih ada waktu untuk memberi hukuman pada kekasihnya ini pikirnya.
'' Ayo ikut!" ucap Regan sambil menarik tangan Windy menuju ruang pribadinya.
'' Mau kemana bang?'' ucap Windy yang langsung panik, namun tak bisa melawan karna tenaga Regan yang mendominasi, Regan menggiring kekasihnya masuk kedalam ruangan itu, lalu Regan mengunci pintu setelah keduanya masuk kedalam ruangan tersebut dan langsung mendorong Windy diatas tempat tidur.
'' Aaww,'' pekik gadis itu saat Regan sedikit membantingnya diatas kasur.
'' Apa? kamu mau protes? suruh siapa kamu pakai pakaian seperti itu saat datang kekantorku? apa kamu berniat mau menggoda karyawan-karyawanku iya?'' tanya Regan marah, ia semangkin melangkah mendekat kearah gadisnya, Windy yang panik langsung beringsut mundur kebelakang, wanita itu sedikit takut saat melibat kekasihnya menatap nya seperti itu.
'' Bang Regan mau apa?'' tanya Windy lirih, kini lelaki itu sudah berada dihadapannya.
'' Aku akan memberikan hukuman untukmu.'' setelah mengatakan itu Regan langsung mengcium bibir gadis itu dengan sedikit kasar membuat Windy melepas secara paksa ciuman itu.
'' Bang Regan kenapa kasar sekali?'' ucap Windy kesal
'' Oh jadi kamu mau aku melakukannya dengan lembut? begitukah?'' Regan bertanya sambil menggoda gadis itu.
'' Bu-bukan begitu maksudnya aku ha--,'' ucapan Windy langsung terhenti kala Regan langsung melahap bibir ranum itu dengan lembut dan perlahan membuat Windy langsung terbuai oleh permaianannya, Regan mulai melancarkan aksinya hukumannya, tangan pria itu terus berg*eri*lya keseluruh tubuh gadis itu, bahkan kini kaos luar gadis itu sudah terlempar jauh dan hanya menyisakan tanktop nya saja, Regan melihat benjolan kecil dari balik tanktop itu,sepertinya gadisnya itu tidak menggunakan b*r*a membuat Regan semangkin mudah melakukan nya.
__ADS_1
Lelaki itu terus me*ra*ba-ra*ba tubuh sang kekasih, sesekali tangannya juga me*re*ma*s pada gundukan kenyal pavoritnya.
Oh jika tau hukumannya senik*mat ini ingin rasanya aku selalu melakukan kesalahan agar bang Regan selalu menghukumku seperti ini.
Batin Windy sambil menikmati hi*sa*pan yang Regan lakukan di gunung kembar miliknya itu, kini tanpa ia sadari celana bagian bawahnya juga sudah terlepas, bahkan da*la*ma*n nya sudah turun kebagian kaki jenjangnya.
'' Ouhg bang Regan,'' Windy mengerang saat laki-laki itu menyedot kuat daging kerang miliknya, Regan melihat kearah kekasihnya yang terlihat sangat menikmati perlakuan yang ia berikan.
Sebenyat lagi kamu akan merasakan hukuman dariku sayang.
Batinnya sambil tersenyum miring sambil terus melakukan kegiatannya.
'' Oh bang ini enak sekali sayang, aku mau jika bang Regan menghukumku seperti ini setiap hari.'' racaunya dengan tidak tau malunya, ia tidak perduli lagi tentang apa yang akan Regan pikirkan tentang dirinya, yang pasti saat ini Windy ingin mengejar pe*lepa*san nya.
Windy yang memang penah merasakan nik*mat nya bercinta membuat dirinya selalu merasa ketagihan, namun tentunya ia juga hanya ingin melakukannya dengan orang yang benar-benar ia cintai saja dan orang itu adalah Regan
'' Gimana enak kan hukuman yang aku berikan untukmu?'' Windy tidak menjawab gadis itu hanya menggangguk pasrah.
'' Bang sedikit lagi bang! masukin lebih dalam li*da*h nya sayang.'' namun saat detik-detik Windy akan meledakkan laharnya laki-laki itu malah menarik wajahnya dari inti kekasihnya itu membuat has*rat yang tadinya ingin meledak tiba-tiba kembali redup, membuat gadis itu mendesah prustasi.
'' Bang Regan!" Windy menatap sang kekasih dengan tatapan kesal, membuat Regan tersenyum tanpa dosa.
'' Itu adalah hukuman yang sebenarnya sayang.'' ucap pria itu membuat ia mendapat tatapan horor dari Windy
''Ayo aku bantu pakai bajunya.'' terlibat laki-laki itu memunguti pakaian milik Windy yang tadi sempat ia buang kesembarang arah, Regan menyadari jika kekasihnya itu masih menatap kearahnya, namun sepertinya laki-laki itu berpura tidak tau, sebenarnya dalam dirinya ia dengan susah payah menahan gejolak dalam dirinya, ingin sekali ia langsung memasuki Windy, namun ia bertahan karna memang ia ingin membuat gadisnya itu tidak akan mrngulangi lagi perbuatan yang tidak ia sukai itu.
Next
__ADS_1