
Jam sudah menunjukan pukul satu siang, karna hari ini hari jum'at murid-murid Nusa Bangsa pulang lebih awal, saat ini terlihat Niken dan kedua sahabatnya sedang berada diparkiran.
'' Hari ini loe gk dijemput Ken?'' tanya Windy
'' Mas Rayen bilang gk sempat, banyak kerjaan katanya.'' jawab Niken
'' Yaudah pulang bareng gue aja.'' tawar Windy
'' Gk usah Win, lagi pula aku udah pesan taksi online kok, aku juga mau mampir kerumah mama udah lama soalnya gk main kesana.'' jelasnya
'' Oh yasudah,'' jawab Windy kini tatapannya beralih pada Putri yang saat itu terlihat sibuk dengan ponsel miliknya.
'' Kamu itu kenapa sih Put? kok sejak tadi handpone mulu yang di lihatin, ada apa sih? tanya Windy penasaran.
'' Rangga, gue telponin dari tadi gk diangkat chat gue juga gk dibalas, bingung gue.'' ucap Putri.
'' Oya tadi gue juga sempat ketemu Niko sih, dia bilang Rangga juga gk masuk saat gue tanya dia bilang si Rangga lagi ada urusan katanya.
Putri yang mendengar hanya diam, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.
Akhir-akhir ini Rangga kenapa ya sibuk banget, kira-kira ada urusan apa hingga sampai gk masuk sekolah?
Batin Putri bertanya-tanya
Putri yang merasa sangat penasaran akhirnya memutuskan untuk menemui Rangga dirumahnya.
Setelah berpisah dari teman-temannya, Putri langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Rangga, setelah mengendarai mobil selama dua puluh menit akhirnya Putri pun sampai dikediaman keluarga Haikal. Putri keluar dari mobilnya sambil menatap sekitar yang terlihat sepi.
'' Kok sepi ya? apa gk ada orang? sebaiknya aku coba tanya dulu deh.'' gumamnya sambil melangkah menuju pintu utama.
Ting-tong
__ADS_1
Putri mencoba memencet bel rumah, dan tak lama pintu dibukakan oleh salah satu Art.
'' Bik apa Rangganya ada?'' tanya Putri
'' Oh ada non lagi ada ditaman belakang.'' jawab Art tersebut.
'' Boleh saya masuk?
'' Oh iya, non silahkan.'' jawabnya sambil memberi jalan pada Putri.
Putri yang memang pernah beberapa kali datang kerumah Rangga langsung saja menuju halaman belakang. Sesampainya disana samar-samar ia mendengar suara orang tertawa disana, tepatnya di sebuah gazebo yamg ada ditaman belakang tersebut. Jantung Putri tiba-tiba berdetak dengan kencang saat telinganya dengan jelas mendengar suara Rangga sedang tertawa bersama seorang perempuan walaupun ia belum melihat sosok tersebut namun ia tau jika itu adalah suara perempuan. Dengan perasaan yang mulai berkecamuk perlahan Putri melangkah mendekati gazebo tersebut, hingga matanya dapat melihat Rangga sedang duduk bersama dengan seorang gadis cantik, mereka juga terlihat sangat akrab, walau belum tau pasti mengenai hubungan keduanya, namun melihat itu entah kenapa membuat hati nya terasa sesak.
Siapa gadis itu? kenapa mereka bisa sedekat itu? apa Rangga telah berselingkuh dengannya?
Batin Putri menerka-nerka, tak ingin bertambah penasaran Putri pun melangkahkan kakinya untuk lebih dekat, ia juga berniat akan mempertanyakan semuanya kepada Rangga.
'' Rangga!!'' panggil Putri dengan sedikit berteriak, membuat kedua orang tersebut langsung menoleh keasal sumber suara
'' Jelasin siapa dia Rangga!" ucap Putri sambil menatap tajam pada pada Rangga dan gadis tersebut secara bergantian.
Rangga turun dari gazebo lalu melangkah mendekati Putri.
'' Putri, kenapa kamu gk ngabarin aku jika mau datang kesini hem??'' Rangga kembali bertanya.
''Jawab aku Ga! siap perempuan itu?!" tunjuk Putri pada gadis tersebut, yang saat ini sudah berdiri dan juga menatap kearahnya.
'' Namanya Celsi, dia teman ku, Putri ku harap kamu tidak salah paham.'' ucap Rangga
'' Teman? kalau hanya teman kenapa terlihat sangat akrab? dan ku perhatikan kamu juga sangat bahagia saat bersamanya?'' ucap Putri kini suaranya mulai melemah, saat ini Putri sangat takut, takut kalau yang ia pikirkan saat ini adalah hal yang sebenarnya, Putri sangat takut kehilangan Rangga, gadis itu terlalu mencintai pemuda yang ada dihadapannya saat ini.
'' Ayo ikut denganku!" ucap Rangga sambil menarik tangan Putri menjauh dari tempat tersebut, namun diluar dugaan karna tiba-tiba saja Putri menarik tangannya hingga terlepas dari Rangga.
__ADS_1
'' Jika kamu ingin menjelaskan sesuatu, jelaskan sekarang!" ucap Putri
'' Baiklah, aku akan menjelaskannya sama kamu, tapi kuharap kamu tenang jangan emosi.'' ucap Rangga
Rangga berjalan menjauh dari Putri dan melangkah mendekat kearah gadis yang bernama Celsi tersebut. Melihat itu membuat jantung Putri semangkin berdetak kencang, perasaannya mulai tak karuan, apa lagi saat melihat Rangga memegang tangan gadis tersebut dan melangkah menuju kearahnya, tiba-tiba saja kaki Putri terasa lemas, dan kepalanya terasa berkunang-kunang lalu tiba-tiba..
Bruukk! Putri jatuh pingsan
*
*
*
Saat ini Niken sedang berada dirumah kedua orangtuanya, ia dan Lidya saat ini sedang menikmati bronis yang baru saja dibuat oleh sang mama.
'' Ini enak banget mah, nanti aku mau bawa pulang juga ya mah, untuk mas Rayen.'' ucapnya sambil kembali memasukan potongan kue tersebut kedalam mulutnya.
'' Iya, mama juga udah siapain kok, oya gimana? selama kamu tinggal diapartemen apa kamu kesulitan sayang?
'' Awalnya sih iya mah, kan biasanya setiap pagi aku selalu langsung menikmati sarapan aku, kalau sekarang aku harus memasak dulu untuk sarapan kami, sedikit repot sih, tapi aku menikmatinya kok mah.'' jelas Niken yang tak ingin membuat orangtuanya khawatir.
'' Kamu tau? mama juga sempat mikirnya kamu pasti kerepotan makanya mama ingin kamu dan suamimu untuk mempekerjakan pembantu untuk bersih-bersih dan juga memasak disana, agar kamu gk kecapean sayang, karna mama gk mau melihat anak mama mengerjakan semua itu, selama kamu tinggal bersama papa dan papa kamu itu gk pernah kami biarkan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, masa iya setelah menikah Rayen malah membiarkanmu mengerjakan semua itu mama gk rela.'' ucap Lidya.
'' Mama gk perlu khawatir, mas Rayen bukan suami yang seperti itu, lagi pula aku bisa kok mengerjakannya sendiri,'' ucapnya meyakinkan
'' Gk sayang, mama gk mau ngelihat kamu mengerjakan semuanya, mungkin kalau masak ok lah, tapi kalau mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga mama gk setuju dan mama mau kamu dan Rayen secepatnya mencari pembatu, setidaknya untuk mengerjakan pekerjaan rumah dia bisa datang setelah kalian pergi, dan pulang disore hari, kamu mengertikan maksud mama? mama hanya gk ingin anak mama tidak merasa terbebani, karna mama juga gk pernah melakukan pekerjaan itu tentu saja mama mau anak mama yang satu-satunya ini juga jangan sampai melakukan pekerjaan tersebut, maksud mama tidak untuk setiap harinya sayang, kebutuhan suami itu memang nomor satu, kamu boleh menjadi pelayan untuk suamimu dalam arti melayani semua kebutuhannya dari menyiapkan pakaian kerjanya, menyiapkan makanannya, tapi bukan melakukan semua pekerjaan rumah, mrngertikan? karna mama takut kamu sakit nantinya.
'' Iya mah, aku mengerti, nanti akan ku bicarakn dengan mas Rayen.'' jawab Niken
Bersambung
__ADS_1