CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kecurigaan Putri


__ADS_3

Saat ini Rayen sedang mengendarai mobilnya menuju apartemen milik Leo, rencananya ia hendak meminjam pakaian milik asistennya tersebut, karna sejak keluar dari apartemen miliknya tadi Rayen sama sekali tak menggunakan pakaian apapun, seperti saat ini ia hanya menggunakan celana panjang saja, tanpa menggunakan baju dibagian atas, itupun celana yang sudah basah akibat terkena air, sebenarnya bisa saja ia mengganti pakaiannya sebelum ia keluar dari apartemen, namun Rayen tak ingin mengambil resiko karna bisa saja Viona kembali menyerangnya lagi, untung tadi Rayen sempat mengambil dokumen nya.


''Untung saja imanku ku kuat, coba kalau tidak, bisa habis Viona aku terkam tadi, lagi pula bagai mana bisa dia ada didalam apartemenku, bukannya kartu aksesnya sudah ku ganti, dan selain aku, hanya Niken yang memilikinya, jadi bagai mana mungkin Viona juga bisa memilikinya? apa jangan-jangan waktu dompetku hilang dirumah sakit kemarin dia mengambilnya? karna waktu itu hanya kartu akses apartemen saja yang hilang.'' monolognya, sepanjang jalan Rayen terus memikirkan masalah tersebut.


DITEMPAT LAIN


''Oya Ken si Windy gk masuk sekolah ya hari ini?'' tanya Putri


''Iya, minggu kan dia mau nikah, masa iya masih sekolah.'' jawab Niken sambil menggeleng kan kepalanya pelan.


''Oya Ken, apa menurut loe belakangan ini si Windy sangat aneh gk? karna gue merasa si Windy beberapa hari ini aneh loh .''


''Aneh kenapa sih maksud kamu?


'' Loe tau gk, waktu itu gue pernah lihat dia beli makanan yang ada dipinggir jalan, dan loe tau apa yang dia beli? dia beli rujak uleg, padahal kita kan tau kalau dia paling anti sama yang namanya rujak uleg, tapi kok bisa-bisanya dia beli itu, dan kemarin juga disekolah, dia itu makan manisan mangga muda bisa sampai tiga buah, gue aja gilu liat nya,,gue heran deh sama dia, gue merasa banyak banget rahasia Windy sekarang, gue perhatiin kemarin itu dia makan tuh rujak malah lahap banget lagi ditempatnya, sayang gue waktu itu gue lagi sama Rangga, kalau gk pasti udah gue samperin tu sikunyuk, gue curiga sama Windy, apa jangan-jangan dia hamil ya? soalnya waktu itu gue pernah lihat dia muntah-muntah dikamar mandi, waktu gue tanya, dia bilang cuma masuk angin aja menurut loe gimana Ken? loe merasa gitu gk??.'' tanya Putri, dirinya sangat penasaran dengan perubahan sahabatnya yang satu itu.


Sepertinya Putri mulai curiga kalau Windy itu hamil, duuh gimana nih, mendingan pura-pura gk tau aja deh.


Batin Niken


''Entahlah Put, soalnya aku juga kurang memperhatiin sih.'' jawab Niken


''Masa sih? kok gue gk yakin ya?'' ucap Putri sambil menyipitkan matanya pada Niken.


''Apaan sih Put? liatin akunya smpai kayak gitu.'' ucap Niken merasa tersudut.


''Ya soalnya loe lebih sering sama Windy ketimbang gue, masa loe gk tau sih? gk yakin gue, kalian gk sedang nyembunyiin sesuatu kan dari gue??'' Putri kembali menyudutkan sahabatnya itu.


''Iihh,, apaan sih Put udah deh, tuh lihat pacar kamu datang.'' ucap Niken yang memang melihat Rangga berjalan kearah mereka.


Huuh,, selamat-selamat. untung Rangga datang.


Batin Niken.

__ADS_1


''Hai sayang,'' sapa Rangga sambil membelai rambut Putri


''Kalian sedang bicarain apa sih? kok kayaknya serius banget?'' tanya Rangga


''Gk ada kok Ga, cuma bahas masalah cewek aja, yakan Put?'' ucap Niken


''Iya Ga, ini hanya masalah cewek kok,'' sambung Putri. Rangga mengangguk paham.


''Oya gimana kalau kita sarapan dikantin? soalnya aku belum makan dari rumah nih, laper.'' ucap Rangga sambil mengelus perutnya.


''Kamu laper ya sayang? yasudah yuk kita kekantin sekarang.'' ajak Putri


''Kalian aja, aku udah sarapan tadi dirumah.'' jawab Niken.


''Yasudah kalau gitu kami kekantin dulu ya Ken?'' ucap Rangga dan Putri berbarengan.


''Ok.'' jawab Niken singkat.


Ting..


''Mas Rayen menyuruhku kekantornya sepulang sekolah nanti, ada apa ya?'' gumam Niken setelah membaca pesan dari Rayen.


''Sebaiknya aku iyakan saja lah, kebetulan aku juga kangen banget sama dia, padahal baru tadi pagi ketemu udah kangen lagi.'' monolognya sambil tersenyum sendiri.


Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa jam sudah menunjukan pukul dua siang, saat ini Niken sudah berdiri didepan gerbang sekolah untuk menunggu taksi online yang sudah dipesan olehnya.Selang beberapa saat akhirnya taksi yang ia pesan datang.


Sedangkan didalam kantor terlihat Rayen sedang berbincang bersama dengan Frans diruangannya.


''Jadi gimana berkas yang kemarin Ray, apa sudah ditandatangani oleh nona Mika? soalnya Leo bilang sama saya jika nona Mika tak ingin tanda tangan jika bukan kamu yang datang, kenapa bisa sampai terjadi seperti itu Ray? apa bisa kamu jelaskan semuanya?'' tanya Frans.


''Saya juga tidak mengerti dengan pikiran nona Mika, sepertinya dia mencampur adukan masalah pribadi dengan pekerjaan.'' jelas Rayen.


'' Jangan bilang jika wanita itu menyukai kamu?'' ucap Frans menerka

__ADS_1


''Entahlah bang, jujur saja sekarang saya juga mulai kurang nyaman bekerja dengannya.'' ucap Rayen


''Begini Ray, saya mau kamu mendapatkan dulu tanda tangan kontrak baru dengan perusahaannya tersebut, jika kamu sudah berhasil mendapatkanya, selebihnya biar Leo nanti yang saya suruh menghadle nya.'' jelas Frans, ia tau jika adiknya itu merasa kurang nyaman bekerja dengan Mika.


''Baik bang, saya akan coba usahakan.'' jawab Rayen.


Tak lama terdengar notif dari ponsel miliknya.


Ting


(Mas aku udah nyampe kantor nih, sekarang lagi dilobby, apa kamu bisa datang kesini)


(Iya, tunggu disana ya! sebentar lagi mas turun)


Serelah membalas pesan dari Niken, Rayen langsung berpamitan pada Frans untuk menemui Niken yang berada di lobby.


''Bang, Niken ada dibawah, saya akan turun dulu untuk menemuinya.'' ucap Rayen


''Oh, Niken sedang ada dibawah, ngapain kamu yang kebawah, suruh saja dia naik keatas.'' ucap Frans


''Tapi dia mau saya turun bang, gimana biar saya jemput dulu dia dibawah, nanti akan saya ajak dia kesini.'' jelas Rayen.


''Kalian ini, yasudah terserah kamu aja Ray,'' jawab Frans.


Sedangkan dilobby saat ini terlihat Niken sedang mengobrol dengan seorang pria, mereka terlihat cukup akrab, hingga membuat siapa saja yang melihat kedekatan mereka pasti berpikiran mereka ada hubungan, karna jujur saja Niken memang sangat mudah dekat dengan seseorang, dan juga ia pandai membuat orang nyaman saat bersama dengannya.


Terlihat Rayen baru saja turun dari lift dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya, lelaki tersebut merasa sudah tak sabar ingin bertemu dengan pujaan hatinya, namun tiba-tiba senyum dibibirnya sirna begitu saja saat melihat keakraban kekasihnya dengan seorang lelaki, yang tentu saja membuatnya seketika menjadi cemburu.


Apa-apaan mereka, dan kenapa Niken bisa begitu akrab dengan dia?


Batin Rayen, wajahnya kini sudah mulai terlihat bette saat melihat kedekatan bawahannya dengan sang kekasih.


''Sedang apa kalian???

__ADS_1


Next


__ADS_2