
Saat ini didalam sebuah kamar terlihat sepasang kekasih sedang berpelukan memberikan kehangatan satu sama lain, terdengar nafas mereka yang masih memburu keduanya bahkan terlihat sangat lelah akibat aktivitas yang baru beberapa menit yang lalu mereka lakukan.
''Sayang terimakasih ya,karna kamu mau menyerahkan harta yang paling berharga ini untukku, aku sangat mencintai mu,dan aku janji setelah ini aku akan bertanggung jawab atas semua yang aku lakukan sama kamu, dan aku akan bilang sama kedua orang tuaku agar secepatnya kita dinikahkan.'' jelas Leo memberi keyakinan pada kekasihnya, Leo memang benar-benar mencintai Windy, dan alasan kuat Leo meminta ini pada kekasihnya itu, agar Windy tak bisa kemana-mana lagi dan akan tergantung dengannya karna dialah orang pertama yang mengambil miliknya paling berharga Leo yakin setelah ini Windy tak kan mungkin punya pikiran untuk lepas darinya apa lagi mencari laki-laki lain seperti yang selalu ditakutkan oleh Leo.
Windy sama sekali tak menjawab kata-kata Leo, ia terlalu lelah, rasanya seluruh tubuhnya juga remuk karna perbuatan Leo yang tak henti-hentinya menggempur dirinya diatas ranjang.Ia juga merasakan ngilu diarea inti miliknya karna gesekan-gesekan antara kela*min yang beradu dari keduanya.
''Kak aku capek banget, aku juga ngantuk,'' jelas Windy
''Sini mendekatlah, sekarang tidur ya.'' ucap Leo sambil menjadikan lengan miliknya sebagai bantalan untuk Windy, tidak membutuhkan waktu lama, akhir nya Windy pun langsung terlelap dipelukan Leo.
''Tidurlah yang nyenyak sayang, aku janji aku akan bertanggung jawab atas semua yang aku lakukan sama kamu.'' monolog Leo.
KEESOKAN HARINYA..
Pagi ini Rayen sedang bersiap untuk pergi kekantor, namun sebelum itu ia menyempatkan untuk memberi kabar pada Niken, namun sayang mereka tidak bisa mengobrol lama, karna bel masuk kelas sudah berbunyi maka dengan berat hati akhirnya Niken mematikan sambungan telpon nya.
''Pagi-pagi udah cemberut aja.'' ucap seseorang yang baru saja memasuki kelas.
''Biasa Put, lagi galau karna rindu si doi.'' sambung temannya lagi. dan mereka adalah Windy dan Putri, mereka sengaja menggoda sahabat nya itu.Sedangkan Niken hanya mendengus saat melihat kedua temannya itu mengejek nya.
''Loe napa sih? pagi-pagi muka udah ditekuk aja? diputusin loe sama om loe yang hot itu?'' ucap Putri asal
''Ih Putri apaan sih kamu, kalau ngomong suka ngasal.'' ucap Niken kesal.
''Salah loe sendiri liatin muka jelek gitu depan kita ya gk Win.'' ucap Putri sambil terkikik
__ADS_1
''Iya bener tuh apa kata Putri,'' sambung Windy
''Win, kamu tumben ikut-ikutan Putri ngeledek aku, bukannya ngebelain kayak biasa.'' ucap Niken sambil mengerucutkan bibirnya.
''Iya sorry-sorry, habis kamu pagi gini udah loyo gitu, kenapa sih?'' tanya Windi penasaran.
''Aku kangen sam om Rayen Win, gk tau kenapa aku tuh gk bisa jauh dari dia walupun sebentar aja.'' jawabnya jujur.
''Wah-wah, kayaknya sahabat kita yang satu ini udah bucin akut Win,'' sambung Putri yang masih saja meledek nya, namun tak dihiraukan sama sekali oleh Niken.
Tak lama terlihat wali kelas mereka datang, membuat ketiganya langsung menghentikan obrolan tak berfaedah tersebut.
Sementara dikantor Rayen baru saja sampai, saat memasuki ruangan miliknya ia melihat Leo sudah duduk rapi didepan laptop miliknya.
''Widih tumben semangat pagi ini?'' tanya Rayen melihat Leo yang pagi ini lebih semangat dari biasanya.
''Apa telah terjadi sesuatu Le? apa yang kau lakukan?'' cerca Rayen yang merasa penasaran, membuat Leo seketika menghentikan aktivitasnya.
''Tebak.'' ucap Leo
''Jangan bilang kalau kau sudah memera*wani anak orang.'' tuduhnya langsung, membuat Leo terkekeh pelan.
''Ternyata anda langsung tau ya pak bos.''ucap Leo membuat Rayen mendengus.
''Gk usah berbelit-belit Leo katakan apa yang ingin kau katakan pada saya!" ucap Rayen sambil mendudukan bokongnya diatas sofa.
__ADS_1
''Iya, tebakanmu benar, gue dan Windy sudah melakukan penyatuan.'' ucap Leo jujur membuat Rayen membelalakan matanya.
''Serius kamu? kok dia mau ya sampai merelakan kegadisannya demi laki-laki seperti mu ini.'' ucap Rayen seolah mengejek.
''Widiih,, maksud loe gue laki-laki seperti apa bos? asal loe tau ya Ray, gue melakukan ini agar dia gk lari dari gue, gue itu udah mentok banget sama Windy, gue takut aja kalau nanti dia malah berpaling dari gue setelah menemukan lelaki yang menurutnya lebih cocok dengannya.'' jelas Leo yang memang menyimpan ketakutan tersendiri jika sampai Windy gadis yang dicintainya itu meninggalkan nya demi laki-laki yang mungkin jauh lebih baik darinya, dan Leo tak mau itu terjadi, dan akhirnya ia memilih cara ini untuk mengikat Windu agar tidak kemana-mana lagi darinya.
Leo memang orang yang sangat terbuka apa lagi pada sahabatnya Rayen, tidak ada yang mereka tutup-tutupi jika itu menyangkut masalah kehidupan asmara, begitupun sebaliknya, mereka sudah terbiasa blak-blakan meski bicara vulgar sekalipun.
Sejenak Rayen berpikir, sebenarnya nasip mereka tak jauh beda, sama-sama mencintai gadis dibawah umur, hanya saja yang membedakan adalah nasip Leo lebih beruntung darinya, ia dan Windy hubungan mereka disetujui oleh kedua keluarga, sedangkan dirinya dan Niken menjalani hubungan dengan sembunyi-sembunyi. Ia jadi kepikiran apakah dirinya harus melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Leo pada kekasihnya, namun bukan dengan tujuan membuat Niken agar tak meninggalkannya, karna ia tau tanpa melakukan hal tersebutpun Niken tak akan pernah pergi dari sisinya, justru yang ia takutkan adalah jika kedua orangtua nya tak menyetujui hubungan mereka, ia sama sekali belum memikirkan apa yang harus ia lakukan jika benar-benar semua itu terjadi.
''Pak bos,kenapa melamun?
''Hah??
''Itu ada telpon yang masuk di ponsel pak bos.'' ucap Leo.
Tanpa berkata lagi Rayen langsung merogoh saku celana miliknya untuk merai benda pipih tersebut.
Jam sudah menunjukan pukul dua belas siang, terlihat anak-anak SMA Nusa Bangsa sedang mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka setelah sempat lelah berpikir karna harus menjawab soal-soal yang diberikan guru mereka beberapa saat yang lalu.Ada yang pergi hanya sekedar untuk bersantai, ada juga yang mengisi tenaga mereka dengan pergi kekantin sekolah, seperti yang dilakukan ketiga gadis cantik itu, saat ini mereka sedang menikmati semangkuk bakso beranak yang memang menjadi menu andalan dikantin tersebut, ketiganya terlihat melahap dengan nikmat.
''Ken seriusan loe mau ketempat kerja om loe setelah pulang sekolah nanti? tanya Putri disela-sela makannya.
''Iya Put, aku kangen banget rasanya dengan om Rayen.'' jelas Niken.
Next
__ADS_1
Jangan lupa selalu tinggalkan jejak kalian ya guys🤗😘