
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, suasana diacara ulang tahun Putri mulai ramai, namun hanya dihadiri oleh teman-teman sekolah saja. Terlihat Niken dan Rayen baru saja turun dari mobil mereka.
'' Ayo mas,'' ajak Niken sambil menggandeng tangan suaminya masuk kedalam cafe.
Suasana didalam terlihat romantis Niken dan rayen melangkah masuk sambil melihat suasana didalam cafe tersebut.
'' Waah, ternyata Rangga romantis juga ya?'' ucapan Niken sontak membuat Rayen mengerenyit bingung.
'' Maksud kamu apa sayang? kenapa muji lelaki lain didepan mas?'' ucap Rayen tak suka.
'' Astaga mas Rayen, maksud aku tuh ya, ini cafe kan milik Rangga dan yang membuat suasana nya seperti ini ya pasti dia juga kan? secara kan yang ulang tahun pacarnya, udah lah mas gk usah cemburu yang gk beralasan gitu, coba lihat, itu mereka, ayo kita kesana.'' ajaknya pada Rayen. Dengan malas Rayen mengikuti langkah sang istri.
'' Putri selamat ulang tahun yang ketujuh belas ya? semoga sehat selalu dan semoga hubunganmu dan juga Rangga semangkin langgeng.'' ucap Niken sambil melirik kearah Rangga.
'' Selamat ulang tahun ya Putri,'' sambung Rayen.
'' Makasih ya om Rayen, Niken, ayo ngumpul sebentar lagi kita potong kue.'' ucapnya
Tak jauh dari mereka ada Regan yang sejak tadi terus memperhatikan Niken dari awal mereka datang, dan itu tak luput dari perhatian Windy.
Apa benar yang dikatakan Putri kemarin, sejak tadi bang Regan terus memperhatikan Niken,.
Batinya
Ucapan selamat dan doa terus Putri terima, dari teman-temannya, dan juga sahabatnya, beberapa tumpukan bungkus kado juga terlihat ada diatas meja.
Beberapa saat kemudian..
Acara tiup lilin dan potong kue baru saja selesai, kini semua nya sedang menikmati musik live dicafe tersebut.
'' Boleh aku duduk disini bang?'' ucap Windy, membuat Regan yang saat itu sedang memainkan ponselnya langsung nenoleh kearah sumber suara.
'' Duduklah.'' jawab Regan sambil menggeser duduknya, agar Windy bisa duduk disebelahnya.
'' Bang Regan sendirian aja?
'' Memangnya yang kamu lihat saya duduk sama siapa?'' tanya Regan dengan dahi berkerut.
'' Maksud nya apa pacar bang Regan belum pulang dari luar negri ya?''
Astaga apaan sih gue, lancang amat nih mulut, ngapain juga tanyain itu segala, dasar loe Windy payah banget sih, gimana kalau bang Regan marah.
__ADS_1
Ucap batinnya sambil memukul pelan mulutnya.
'' Kamu sedang apa? ngapain mukul mulut sendiri?
'' Enggak kok bang, maaf tadi aku sudah lancang karna bertanya seperti itu sama bang Regan.'' ucapnya merasa tak enak hati
'' Kamu siapa yang bilang kalau pacar saya ada diluar negri?
'' Putri, kemarin saat aku tanya, dia bilang kalau pacarnya bang Regan sedang kuliah diluar negri.'' jawabnya polos
'' Memangnya kalau boleh saya tau untuk apa kamu bertanya sama Putri apakah saya sudah memiliki pacar atau belum.
Astaga kenapa jadi panjang gini ya urusannya, perasaan kemarin Putri deh yang bilang itu bukan gue.
Batinya menjerit
Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Windy tentunya langsung gelagapan, jujur ia bingung harus menjawab apa.
'' I-tu sebenarnya kemarin itu kami hanya main tebak-tebakan bang, iya main tebak-tebakan sama Putri dan Niken.'' jawanya beralasan, Windy tersenyum kikuk saat Regan terus menatapnya
'' Benarkah?? Regan tersenyum miring
'' Beneran kok bang.'' jawabnya lagi
Melihat itu, Regan langsung meralat kembali ucapannya.
'' Sudahlah gk usah kamu jawab, maaf tadi saya hanya asal bicara saja.'' ucap Regan
'' Aku belum memiliki kekasih lagi kok bang, belum ada yang cocok juga, lagi pula akukan seorang janda, jadi mungkin orang akan berpikir dua kali untuk menjalin suatu hubungan sama aku.'' jelas Windy dengan suara lirih. Entah kenapa Windy menjelaskan itu semua pada Regan, yang pasti itulah yang ia rasakan saat ini.
'' Kenapa berkata seperti itu? janda bukan suatu yang memalukan kok, apa lagi janda terhormat seperti kamu.'' ucap Regan
'' Janda terhormat??'' ulang Windy
'' Iya, kamu berpisah karna suami mu berselingkuh, bukan karna kamu yang membuat ulah, iya kan? dan dimataku itu sangat terhormat, dari pada kamu harus mempertahankan pernikahan yang sudah tidak sehat itu, dan mengambil keputusan untuk berpisah, itu adalah jalan satu-satunya menurut saya.
'' Iya bang, aku juga memang sudah tidak ingin hidup bersamanya, walaupun kemarin dia bolak-balik memohon pada ku tapi aku tetap pada pendirianku untuk pisah.'' jelasnya lagi.
'' Apa kamu masih mencintainya?'' pertanyaan Regan kembalu membuat Windy terkejut, ia tak menyangka Regan akan memberi kejutan terus dengan pertanyaannya, padahal kan yang ulang tahun Putri, tapi kenapa dia yang selalu diberi kejutan. pikirnya
Windy menatap Regan yang kebetulan saat itu juga masih menatap kearahnya
__ADS_1
Deg-deg-deg
Seketika jantungnya kembali berdegup kencang, saat ditatap intens oleh laki-laki tersebut.
Astaga jantungku kenapa harus kuat banget sih bunyinya, pasti bang Regan dapat mendengarnya dengan jelas.
Batin Windy
'' Jantung kamu kuat banget bunyinya Windy apa itu karna kamu merasakan sesuatu jika berdekatan dengan saya?
Tenggorokan Windy terasa tercekat, sungguh ucapan Regan membuatnya sangat malu, bagai mana dia harus menjawabnya sekarang.
Ternyata gadis ini manis juga kalau sedang kebingungan seperti ini bikin semangkin bertambah gemas aja.
Batin Regan, tanpa sadar sudut bibirnya tertarik keatas membentuk sebuah senyuman.
'' Itu- aku-,''
Duuh bagai mana ini, apa yang harus aku katakan, bang Regan kan lebih berpengalaman dariku, apa yang harus ku katakan sekarang?
Batin nya bingung
'' Kamu sangat manis jika kebingungan seperti itu, saya suka, karna wajah kamu semangkin menggemaskan.''
Bluusss
Mendengar kata-kata Regan seketika membuat wajahnya memanas, Windy menepuk pelan wajahnya yang terasa memanas itu, pasti sekarang wajahnya terlihat merona dimata Regan.
'' Apa yang terjadi pada kalian? terus kenapa wajah loe merah gitu Win??'' tanya seseorang tiba-tiba, dan dia adalah Putri, dari kejauhan Putri sempat melihat kedekatan abangnya bersama Windy, membuatnya harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.
'' Abang hanya bilang Windy menggemaskan,itu aja kok.'' jawab Regan
'' Hah? maksud abang apa bicara seperti itu? apa nya yang menggemaskan?'' Putri menatap intens pada sahabatnya itu membuat Windy salah tingkah
'' Apaan sih Put, liatin gue sampai kayak gitu, yaudah deh kalau gitu gue kesana dulu ya gabung sama anak-anak yang lain.'' ucap Windy yang langsung pergi meninggalkan abang dan adik tersebut, yang masih memandangi kepergiannya.
' Jangan bilang kalau abang menyukai Windy ya?.'' ucap Putri, yang kini menatap tajam pada abangnya.
'' Memangnya kenapa? apa tidak boleh kalau abang suka sama dia?'' tanya balik Regan membuat gadis itu semangkin kesal melihatnya
'' Tapi dia janda bang, masa abang sama janda sih? ya walaupun dia sahabat ku tapi kan--
__ADS_1
'' Kenapa jika dia janda? abang rasa tidak akan masalah, lagi pula dia janda terhormat dan kamu tau itu.'' jelas Regan, sebenarnya Regan hanya ingin membuat adik perempuannya itu tau jika status janda bukanlah sesuatu yang buruk seperti yang sering dibicarakan orang kebanyakan pada umumnya, karna tidak semua janda seperti itu, dan Regan ingin Putri tau itu.
Next