
Windy masih mencerna ucapan kakaknya, apa dia tidak salah dengar pikirnya.'' Kak, bukankah dulu kak Sesil sendiri yang sudah memutuskan hubungan dengan bang Regan? lalu kenapa sekarang kakak berniat ingin kembali padanya?'' akhirnya Windy memberanikan diri untuk menanyakan hal tersebut pada sang kakak.
Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Sesil menatap tajam pada sang adik.'' Apa kamu benar-benar ingin tau kenapa dulu aku sempat putus dan berselingkuh darinya?'' tanya Sesil sambil pandangannya terus tertuju pada Windy.
Windy mengangguk, sebenarnya ia juga merasa penasaran, kenapa kakaknya itu berselingkuh jika memang masih mencintai Regan, itu yang ada dalam pikirannya, apakah Sesil terpaksa berselingkuh? Ataukah selain Regan ada pria lain yang dicintai oleh kakaknya itu? entahlah ia juga tak tau.
'' Baiklah Windy aku akan cerita, karna sebelumnya kamu juga sudah pernah menikah, aku rasa kamu tidak akan masalah jika aku mengatakan sesuatu yang mengarah kesebuah keintiman bukan?'' Sesil bertanya sambil menatap mata sang adik.
'' Maksud kak Sesil apa??'' Windy semangkin bingung dengan perkataan kakaknya, apa lagi saat Sesil menutup pintu kamar, membuat nya semangkin penasaran
'' Selama kamu dan Regan berhubungan apa penah dia memperlakukanmu selayaknya kekasih?''
Pertanyaan Sesil membuat Windy mengerenyitkan dahi.
'' Aku mau tau selama pacaran apa Regan pernah memintanya sama kamu?'' tanya Sesil serius
'' Meminta? maksud kakak meminta apa?
'' Maksudnya selain berciuman apa Regan pernah meminta kamu untuk melakukan hubungan layaknya suami istri?'' tanya Sesil frontal, mendengar pertanyaan Sesil wajah Windy langsung memerah dan itu dapat terlihat dengan sangat jelas dimata Sesil.
'' Wajahmu memerah, apa itu artinya kau dan Regan sudah melakukannya?'' tanya Sesil yang penuh tuntutan, ada sedikit rasa sesak didadanya mendapati kenyataan itu.
__ADS_1
'' Kak sepertinya ini tidak layak dibahas deh, aku malu membahas itu.'' jawab Windy sambil menundukan pandandannya
'' Kamu tinggal jawab iya atau tidak apa susahnya sih!" ucap Sesil sedikit menaikan nada suaranya, membuat Windy tersentak kaget.
'' Iya, aku dan bang Regan sudah pernah melakukannya.'' ucap Windy yang akhirnya menjawab ucapan kakaknya.
Sesil sedikit terkejut dengan jawaban adiknya itu, ternyata dugaannya benar, padahal yang ia tau mereka baru menjalin hubungan dengan hitungan bulan lalu kenapa bisa Regan melakukannya, sementara dengan dirinya, Regan tak pernah mau saat diajak oleh Sesil makanya wanita itu memilih selingkuh, ya Sesil selingkuh karna Regan tak mau diajaknya melakukan hubungan terlarang itu dengannyanya. Sesil yang lama tinggal diluar negri sudah terbiasa melakukan aktifitas semacam itu, namun saat ia menyukai Regan dan menjalin hubungan dengan nya tak pernah sekalipun Regan mau menyentuhnya lebih dari sekedar ciuman, walau pun ia memancing nya sekalipun dengan memakai pakaian seksi saat berkunjung diapartemennya, namun Regan masih enggan menyentuh dirinya, penah terlintas dalam benak Sesil jika Regan mempunyai kelainan karna ia merasa jika kekasihnya itu sama sekali tidak tertarik dengan tubuhnya, dari situlah ia mulai mencari kesenangan diluar untuk memuaskan kebutuhan biolo*gis nya, karna memang Sesil memiliki naf*su yang kuat dalam hal berhubungan in*ti*m, ia juga mudah terpancing, maka dari itu saat ia tidak bisa mengajak Regan berhubungan Sesil merasa hampa, bahkan pernah ia bertanya apakah kekasihnya itu tidak mencintainya hingga tak mau melakukan hubungan tersebut, karna bagi Sesil melakukan hubungan tersebut sangatlah penting, selain untuk membuktikan tanda cinta, keduanya bisa mendapatkan kepuasan batin. Namun tidak untuk Regan, bagi lelaki tersebut ia harus benar-benar melindungi dan juga menjaga orang yang dicintainya, dan tidak akan merusaknya dalam arti ia tak akan melakukan hal diluar batas dan memanfaatkan situasi, tapi entahlah dengan Windy Regan sama sekali tak bisa mengontrol dirinya hingga terjadi lah hal tersebut.
Sesil duduk ditepi ranjang sambil menyandarkan tubuhnya disandaran tempat tidur.'' Oh begitu ya, gk nyangka ternyata dia gercep juga, dasar cowok munafik sama gue aja berlagak alim, tapi sama adek gue maen sosor aja.'' cibir nya
'' Maksud kak Sesil apa?
Mendengar ucapan Sesil membuat hati Windy terasa nyeri.
'' Jadi maksud kakak, bang Regan mengambil kesempatan dariku karna aku janda, begitukah?''
'' Ya mungkin saja kan, buktinya selama dua tahun kami pacaran Regan sama sekali tidak pernah menyentuhku lebih dari sekedar ciu*man, sedangkan sama kamu dia sangat berani, aku yakin itu pasti karna statusmu yang seorang janda.'' ucap Sesil, membuat hati Windy semangkin terasa sakit mendengarnya.
'' Tapi bang Regan bukan laki-laki seperti itu kak. Windy masih mencoba berpikiran positif, karna meamng dialah yang juga menginginkannya.
'' Oya? terserah kamu lah, mau belain dia seperti apa, dia kan pacar kamu, sudah sana kamu keluar dari kamar ku, aku ingin istrirahat!
__ADS_1
Apa benar yang dikatakan kak Sesil? Bang Regan hanya ingin bersenang-senang saja denganku?
Batin Windy, saat ini Windy sudah berada dikamar miliknya, ucapan Sesil masih membekas di pikirannya, apa benar Regan hanya memanfaatkannya saja, tapi Windy tak melihat itu semua, karna ia merasakan ketulusan cinta dari Regan, atau kakak nya lah yang sudah berbohong dengan mengarang semua cerita ini, pikirnya.
...***********...
Saat ini dikediaman keluarga Mahendra sudah terlihat ramai tamu yang berdatangan, terlihat ibu-ibu komplek dan juga para kerabat dekan.
'' Niken mana suami kamu kok masih belum sampai juga? papa saja sudah sampai sejak tadi, itu lihat orang kantor juga sudah datang, masa yang punya acara masih belum terlihat batang hidungnya.'' ucap seorang wanita paruh baya, siapa lagi kalau bukan Lidya, entah kenapa semenjak Rayen menikahi Niken wanita ini menjadi sinis kepada Rayen, mungkin karna ia masih belum bisa terima kalau anaknya menikah diusia dini, padahal sebagai orangtua Lidya ingin putri semata wayangnya itu menjadi orang yang sukses, tapi sekarang kenyataannya diusia yang masih sangat muda, bahkan masih sekolah, Niken harus menjadi seorang istri, itu pun dengan lelaki yang sudah dianggapnya sebagai seorang paman, bahkan Lidya sempat berpikir jika Rayenlah yang ingin mereka segera menikah karna usia sang adik ipar itu sudah waktunya berumah tangga, jadi ia mendesak Niken agar segera menikah dengan nya, begitulah pikirnya, padahal kenyataannya Niken lah yang ingin menikah muda.
'' Tadi aku udah hubungi mas Rayen mah, dia bilang ban mobilnya bocor dan dia lagi nunggu orang bengkel datang, tunggulah sebentar lagi akh yakin sebentar lagi mas Rayen datang.'' jelas Niken mencoba tenang, padahal ia juga merasa gelisah karna memang semua tamu sudah hadir, bahkan pak ustazd yang akan memimpin do'a juga sudah datang.
'' Maaf bu bisa kita mulai acaranya?'' tanya seorang ustazd karna waktunya memang sudah tiba.
'' Maaf pak, bisa kah kita tunggu sepuluh menit lagi? Karna suami saya belum datang.'' ucap Niken.
'' Baik kalau begitu.'' jawab sang ustazd, setelah itu ia kembali bergabung bersama para bapak-bapak komplek yang hadir
'' Kamu telpon lagi deh suami kamu itu, jangan buat mama dan papa malu.'' ucap Lidya
Next
__ADS_1