CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Penjelasan Part 2


__ADS_3

Rayen terus berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan model tersebut, dari awal hingga akhir tak ada yang terlewat sedikitpun, Niken juga tak sekali pun mencela ucapan Rayen, karna memang dirinya juga ingin mendengarkan semuanya dari mulut Rayen.


''Jadi begitulah kejadian yang sebenarnya sayang,mas harap kamu tidak salah paham lagi, kamu tau? mas sangat tersiksa jika kamu bersikap seperti ini dengan mas, selama dua hari mas menahan rindu, dan sekarang mas merasa sudah gk sanggup lagi jika harus lebih lama lagi seperti ini.'' jelas Rayen mengiba.


''Niken katakanlah sesuatu, kamu mau kan memaafkan mas,?'' Rayen merasa gelisah karna sejak tadi Niken hanya diam, entah apa yang dipikirkan gadis itu sekarang.


prov Niken


Sudah dua hari aku tidak melihat mas Rayen,jangan kan melihat mendengar suaranya saja aku tidak ada, dan rasa itu benar-benar menyiksaku.jujur saja aku sangat merindukannya, ingin sekali aku menurunkan egoku untuk menghubunginya menghilangkan rasa rindu didalam hati yang kian menggebu, namun saat kembali aku teringat akan hal yang menyakitkan itu aku mengurungkan niatku. Dan sekarang, saat ini laki-laki itu ada dihadapanku, namun aku tidak bisa melakukan apa pun, seperti ada didin pembatas diantara kami, padahal ingin sekali rasanya aku menghambur kepelukannya, namun lagi-lagi bayangan itu kembali berputar dikepalaku, apa yang harus aku lakukan sekarang? haruskah aku memaafkan saja mas Rayen? tapi rasanya hati ini masih sakit bila mengingat itu semua, walaupun dia bilang itu ketidak sengajaan tapi tetap saja aku gk rela ada wanita lain yang menguasai tubuh mas Rayen dia itu milikku, dan aku tidak akan membiarkan wanita lain memiliki nya.'' jiwa labil anak remaja kembali merajai hatinya.


*


''Niken, mas mohon jangan diemin mas seperti ini, mas gk bisa jika kamu diemin terus.'' Rayen mulai frustasi karna Niken masih bersikap dingin dengannya.


''Sekarang aku mau tanya, apa om masih ingin memakai jasa dari model murahan itu?'' Niken menatap Rayen dengan serius.


''I-iya, jawabnya ragu


''Cari model yang lain!" titah Niken


''Apa? cari model lain? tapi waktunya sudah sangat mepet, lagi pula dari kedua belah pihak sudah tanda tangan kontrak, mana mungkin mas akan membatalkannya, jika kita batalkan kerja sama dengan sebelah pihak, bisa-bisa perusahaan akan mengganti kerugian dengan nilai yang tidak sedikit sayang, lagi pula dalam waktu 3hari dimana kita akan mencari model yang se profesional dia.'' secara tidak langsung Rayen memuji kwalitas kinerja model tersebut yang tak diketahui namanya karna authornya sendiri juga lupa😁


''Sialan om Rayen, kenapa dia malah memuji wanita itu, apa karna memang dia tidak ingin menggantinya dengan yang lain, dasar laki-laki semua sama saja.

__ADS_1


''Kalau gitu pulanglah, jangan pernah menemuiku lagi, lupakan aku!'' ucapan yang dilontarkan Niken membuat hati Rayen terasa nyeri,bagai mana bisa Niken mempunyai pikiran seperti itu.


''Niken, kenapa mudah sekali kamu bilang seperti itu? ini hanya salah paham ,masalahnya hanya sepele, kenapa kamu begitu keras kepala, mas juga sudah minta maaf, tapi kamu masih bersikap seperti ini sama mas, tolong bersikaplah dewasa.'' karna merasa kesal Rayen meninggikan suaranya pada Niken membuat gadis itu tersentak kaget.


''Apa om bilang ini masalah sepele? bagi om memang ini sepele tapi bagiku tidak, aku hanya minta om menggati model itu dengan yang lain, kenapa susah sekali bagi om Rayen menurutinya? om malah bentak aku hanya karna dia, aku rasa bukan karna om gk mampu membayar kerugian dari pemutusan kontrak sepihak itukan? apa jangan-jangan om memang menyukai wanita itu? segitu cintanya kah om sama wanita itu hingga om merasa berat untuk melepaskannya?dan sekarang aku mau tanya sama om, apa yang akan om lakukan jika melihatku bermesraan dengan lelaki lain? dan apa yang akan om lakukan jika melihatku dicumbu oleh laki-laki lain? jawab om!!


''Niken HENTIKAAN....!!!


Teriakan Rayen menggema didalam ruangan kamar tersebut, membuat Niken langsung terdiam karna bentakan Rayen padanya.Tiba-tiba air matanya berlinang, turun tiada henti membasahi wajah mulusnya.


Hening beberapa saat...


''Astaga kenapa aku membentaknya, pasti dia ketakutan sekarang.


''Niken maafin mas, mas tidak bermaksud ngebentak kamu, mas hanya tidak tahan mendengar kata-katamu itu, hati mas tidak terima jika kamu mengatakan semua itu,'' ucap Rayen.


Niken yang mendengar ucapan Rayen langsung menatap nya tajam.


''Kenapa om tidak terima? lagi pula itu masih ucapan bukan perbuatan seperti yang kalian lakukan didepan mataku.'' ucapnya dingin.


''Astaga Niken, harus berapa kali mas bilang kalau itu hanya salah paham, kenapa kamu tidak percaya sama om? Rayen mengusap kasar wajahnya, karna Niken masih saja tak mempercayainya.


''Bagai mana bisa aku percaya, jika permintaan ku yang kecil saja km tidak dapat memenuhinya?'' ucapnya geram

__ADS_1


Rayen melangkah mendekati Niken yang saat itu duduk bersandar disandaran tempat tidur,


''Sayang, ini bukan hanya sekedar ganti rugi,namun mas harus bersikap profesional, tidak boleh asal mengganti model hanya karna urusan pribadi, dan hanya karna tidak suka dengannya, tapi kita harus punya alasan yang jelas dan masuk akal, mas hanya tidak ingin citra perusahaan papa kamu jadi buruk hanya karna masalah sepele., tapi demi kamu mas akan melakukannya,mas tidak mau jika sampai kamu menjauhi mas hanya karna ini.'' ucap Rayen.


''Sayang, sekali lagi mas minta maaf ya? mas tau mas salah, jadi kamu mau kan memaafkan mas?'' Rayen mengusap lembut wajah kekasih hatinya membuat gadis itu merasa nyaman.


Niken tidak menjawab, ia hanya menggangguk pelan, yang menandakan jika dirinya mau memaafkan Rayen.Karna sejujurnya Niken juga merasa tidak sanggup lebih lama lagi marah dengan Rayen.


''Makasih sayang karna sudah mau memaafkan mas, mas janji sebisa mungkin akan menjaga persaanmu, mas tidak akan mrnyakitimu.'' ucap Rayen sambil membawa Niken kedalam pelukannya.


Jam sudah menunjukan pukul 7malam, Frans dan Lidya sudah berada diruang makan, makanan juga sudah tersedia diatas meja,hanya tinggal menunggu Rayen dan Niken turun dari lantai atas.


''Kira-kira mereka sudah baikan belum ya mas? ini sudah lumayan lama, pah bukannya tadi papa dari atas ya? emang nya gk dengar sesuatu gitu?'' tanya Lidya merasa penasaran karna sampai sekarang mereka masih belum turun juga.


''Sabar, mungkin sebentar lagi mah.'' jawab Frans, bapak satu anak itu menatap lurus, seperti sedang memikirkan sesuatu.


''Mas, kok diam aja sejak tadi? setiap mama tanya hanya dijawab seadanya, papa kenapa sih? lagi ada masalah?'' tanya Lidya yang melihat suaminya tiba-tiba seperti orang banyak pikiran, padahal tadi baik-baik saja.


''Hanya urusan kantor.'' jawabnya datar.


''Nah pah, itu mereka turun.'' ucap Lidya senang.


Frans yang memang duduk menghadap kearah mereka langsung saja pandangannya tertuju kearah mereka, tatapannya sama sekali tak lepas dari sosok keduanya apa lagi Rayen, matanya menatap pada Rayen dengan penuh arti.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2