CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kembalinya Rayen


__ADS_3

Selama dua jam Niken tertidur didalam kamar kekasihnya, saat ini gadis itu masih berbaring diatas tempat tidur tersebut sambil menghirup dalam aroma tubuh Rayen yang masih tertinggal disana.


''Mas aku kangen sama kamu, kamu dimana? tolong kembalilah mas, jangan tinggalin aku sendiri disini, aku gk bisa hidup tanpamu.'' gumamnya lirih, air mata nya kembali berlinang tanpa bisa dicegah, mengalir membasahai bantal dan juga selimut yang ia gunakan.


Dikediaman keluarga Mahendra.


Jam sudah menunjukan pukul 7 malam,terlihat Lidya sedang mondar-mandir didepan pintu rumah menunggu kedatangan suaminya Frans.


Tak lama terdengar suara mobil berhenti digarasi mobil, dengan cepat Lidya langsung keluar untuk menemui orang tersebut yang dia yakini adalah Frans suaminya.


''Pah,'' panggil Lidya sambil memeluk suaminya yang saat itu.


''Sebenarnya apa yang terjadi mah?''


''Niken pah, Niken belum pulang sampai sekarang, handphone nya juga gk aktif, tadi mama juga sudah tanya sama teman-temannya, mereka bilang Niken tidak bersama dengan mereka, tadi siang katanya Niken pamit ingin pergi keapartemen Rayen, apa jangan-jangan anak itu masih berada disana pah? mama sangat khawatir sama putri kita pah.'' ucap Lidya tiada henti mulutnya terus berucap sejak tadi membuat Frans juga menjadi bingung.


''Yasudah mah, kalau gitu kita cari Niken sekarang diapartemen Rayen.'' ucap Frans yang kembali masuk kedalam mobilnya disusul oleh sang istri.


30 menit kemudian sepasang suami istri tersebut sampai disebuah gedung yang menjulang tinggi, yang mereka yakini itu adalah apartemen milik Rayen.


''Beneran yang ini pah apartemennya?'' tanya Lidya setelah mereka sampai didepan pintu sebuah apartemen mewah.


''Iya, papa pernah beberapa kali datang kesini kok.'' jelas Frans.


''Yasudah pah, kalau gitu langsung saja pencet belnya.'' ucap Lidya yang langsung mengarahkan tangannya pada bel apartemen tersebut.


Ting-tong


Ting-tong


''Beberapa kali Lidya membunyikan bel, namun seprrtinya tak ada tanda-tanda pintu akan dibukakan oleh sang pemilik apartemen.


''Mungkin gk ada orangnya kali mah didalam, kalau tidak pasti dibuka mah.'' ucap Frans.


''Tapi kemana lagi kita akan cari Niken pah? mama takut terjadi sesuatu sama anak kita.'' Lidya terlihat sangat mencemaskan putri semata wayangnya itu.

__ADS_1


''Gimana kalau kita suruh dia pulang aja, pasti dia tau dimana keberadaan putri kita sekarang.'' ucap Frans.


''Apa? menyuruh dia kembali papa bilang? itu sama saja artinya mama meminta dia untuk menikahi putri mama dong pah? gk mama gk mau sampai dia pulang.'' ucap Lidya keukeh.


''Jadi kita mesti cari dimana lagi mah? bukannya semua temannya juga gk tau keberadaan Niken, mau lapor polisi juga percuma belum 24 jam, dan itu tidak akan diproses oleh mereka jika belum memenuhi syarat.'' jelas Frans


Lidya mendengus kesal mendengar penjelasan suaminya,'' kenapa sih harus pakai syarat segala hanya untuk mencari anak hilang.'' gerutunya


Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Lidya dan Frans terus berkeliling dengan mobil mereka satu persatu teman Niken yang mereka kenal di singgahi, bahkan rumah kedua sahabat nya pun kembali mereka datangi hanya untuk sekedar memastikan.


Sedangkan didalam sebuah apartemen seorang gadis terlihat menggigil, dan ia terus memanggil-manggil nama seseorang, dan dia adalah Niken.Gadis belia itu masih berada didalam kamar milik Rayen, terlihat wajah nya begitu pucat, tubuhnya juga bergetar karna menggigil,,mulutnya terus saja bergumam memanggil nama Rayen.


''Windy kamu benar gk tau dimana Niken berada? sampai sekarang dia belum pulang loh, tante merasa sangat khawatir dan takut terjadi sesuatu sama Niken.'' jelas Lidya.


''Benar tan, saya juga gk tau dimana Niken saat ini berada, tadi sepulang sekolah memang saya menawarkan diri untuk mengantarkannya keapartemen om Rayen, dia bilang kekita mau kesana, tapi dia menolak saya om, tante, Niken bilang dia sudah pesan taksi online makanya saya gk jadi antar dia.'' jelas Windy.


''Dia bilang mau keapartemen Rayen ya Windy? tapi tadi om dan tante habis dari sana, dan sepertinya Niken tidak ada disana.'' sambung Frans.


''Iya om, Niken bilangnya mau keapartemen om Rayen tadi siang sama kami.'' ulang Windy.


''Iya tan, yang dikatakan om Frans benar, mungkin Niken sudah pulang sekarang, sebaiknya tante dan om pulang saja dulu, saya akan coba bantu cari dan saya juga akan tanya sama teman-teman dari grup, nanti jika ada yang tau keberadaan Niken saya akan kabari om dan tante.'' ucap Windy.


'' Baiklah kalau begitu, Windy tante minta tolong ya sama kamu, dan tolong kabari tante secepatnya jika ada kabar tentang Niken.'' ucap Lidya


''Iya tan, pasti saya kabari.'' jawab Windy


*


*


*


''Huhuhu,, Niken kamu dimana sayang, mama kangen sama kamu,'' Lidya terus menangis karna Niken masih belum tau keberadaannya hingga menjelang pagi, Windy juga memberi kabar kalau teman-temannya belum ada yang tau tentang keberadaan Niken.


''Pah, cepat hubungi dia,pokoknya mama mau Niken ditemukan, suruh dia pulang dan suruh cari keberadaan putri kita, kalau dia gk bisa menemukannya jangan harap mama akn merestui hubungan mereka.'' dalam tangisnya Lidya masih sempat mengomel.

__ADS_1


''Mama yakin gk mau berubah pikiran lagi?'' Frans kembali memastikan perkataan istrinya.


''Iya pah, mama gk akan berubah pikiran lagi, mama lebih sayang sama Niken, dan mama ingin melihatnya bahagia.'' ucap Lidya yang masih tersedengar sesegukan.


''Baiklah, papa akan menghubunginya sekarang dan akan menyuruhnya pulang besok.'' jelas Frans


''Kenapa besok pah, mama maunya sekarang! ini semua kan salah dia karna sudah membuat Niken jadi seperti ini jadi dia harus bertanggung jawab, dan mama mau papa menyuruhnya untuk pulang malam ini juga.'' ucap Lidya


''Iya baiklah papa akan menyuruhnya pulang sekarang.'' ucap Frans sambil keluar dari kamar untuk menghubungi orang yang mereka maksud.


Beberapa jam kemudian..


Ting-tong


Terdengar suara bel berbunyi,dibarengi dengan suara salam dari depan.


''Mah itu sepertinya dia yang datang.'' ucap Frans sambil melangkah keluar dari kamar.


''Ray,'' panggil Frans


''Bang,'' sapa balik Lelaki tersebut yang tak lain adalah Rayen.Karna orang yang sejak kemarin mereka bicarakan adalah Rayen.


''Sebenarnya apa yang terjadi bang?'' tanya Rayen merasa penasaran.


''Niken hilang Ray,'' ucap Frans


''Hah?? Niken hilang?maksudnya bagai mana bang? kok bisa hilang?'' tanya Rayen beruntun


''Sebenarnya,sejak pulang sekolah kemarin sampai sekarang dia belum pulang kerumah,saya dan Lidya sudah mencarinya kemana-mana bahkan sudah bertanya kesemua temannya namun tidak ada yang tau tentang keberadaan Niken, Lidya juga terus menangis saya merasa tidak tega makanya saya menelponmu agar kamu bantu kami mencari keberadaannya, mungkin kamu tau dimana Niken berada? maksud saya tempat yang sering kalian kunjungi?'' ucap Frans


''Saya juga kurang yakin bang, tapi saya


akan coba untuk mencari ketempat yang sering dikunjungi oleh Niken.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2