CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Memanjakan Junior


__ADS_3

Didalam sebuah kamar terlihat seorang wanita muda sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, wanita itu baru saja selesai mandi. Dengan handuk yang masih melilit ditubuhnya ia melangkah menuju pintu sesaat setelah mendengar suara bel apartemen berbunyi, sebelum membukakan pintu ia lebih dulu mengintip siapa yang ada dibalik pintu tersebut.


'' Mas Rayen.'' gumam wanita muda tersebut sambil tersenyum, lalu membuka kunci pintu rumahnya dan siapa lagi kalau bukan Niken.


'' Mas, panggilnya setelah pintu terbuka.


'' Sayang kamu baru selesai mandi ya?


'' Iya mas,'' jawabnya sambil menutup kembali pintu apartemen mereka, saat melewati ruang tamu tak sengaja Rayen melihat banyak barang perlengkapan bayi diatas meja.


'' Sayang ini apa?'' tanya Regan bingung.


'' Itu perlengkapan bayi mas, masa gitu aja kamu gk tau sih?


'' Iya mas tau ini perlengkapan bayi, maksudnya mas itu, ini siapa yang beli? Apa kamu tadi keluar dan membeli semua barang-barang ini?'' tanya Rayen lagi sambil memeriksa barang tersebut, ada perlengkapan mandi bayi, baju bayi dan juga satu set tilam bayi beserta bantal gulingnya, ada juga beberapa barang lainnya yang masih terbungkus rapi.


'' Itu tadi mama yang kasih mas, tadi mama datang kesini terus bawain itu semua, kata mama supaya nanti aku gk terlalu banyak beli lagi.'' jawabnya sambil melangkah menuju kamar untuk memakai pakaiannya.


'' Oya mas besok lusa kan acara empat bulanan kehamilan aku, mama juga udah siapin semuanya jadi kita tingga hadir aja, kamu jangan lupa undang beberapa orang yang bekerja dikantor, aku juga mau undang teman-teman dekat aja.'' jelas Niken


'' Oh jadi mba Lidya sudah mengurus semuanya?'' tanya Rayen terdengar ada nada kekecewaan didalamnya, dan Niken tau itu, mungkin Niken berpikir suaminya itu juga ingin terlibat didalam persiapan acara tersebut.


'' Kamu kenapa mas? bukankah kita sudah membicarakan ini sebelumnya? kalau mama yang menyiapkan semuanya, mas kan gk perlu repot-repot lagi, lagiankan mas sibuk dikantor, sudahlah sayang jangan terlalu dipikirin.'' ucap Niken sambil memeluk suaminya dari belakang, wanita muda itu sudah memakai baju seksi seperti biasa.

__ADS_1


Rayen melepaskan pelukan Niken ditubuhnya, membuat wanita itu mau tak mau melepas lingkaran tangannya diperut sang suami.'' Mas mau mandi dulu, kamu istirahatlah.'' setelah mengatakan itu Rayen langsung melangkah menuju kamar mandi.


Sedangkan didalam kamar mandi Rayen mengguyur tubuhnya dengan air shower detelah sebelumnya melepas semua pakaian miliknya.


Setelah lima belas menit berlalu Niken melihat pintu kamar mandi terbuka bersaman suaminya keluar dari kamar mandi.


Rayen melirik pda istrinya, setelah itu melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian yang akan ia gunakan sebuah kaos dan juga boxer berwarna hitam. Niken melirik suaminya yang terlihat tak acuh padanya.


'' Mas, apa kamu marah karna tidak ikut terlibat dalam persiapan acara itu? Atau kamu marah karna mamaku membelikan semua barang itu? Jika ia maka aku akan mengembalikan semuanya pada mama besok.' ucap Niken sambil membenarkan posisi duduknya.


'' Apa kamu mau mama kamu berpikiran buruk tentang mas? bukankah kamu sangat senang saat menerimanya tadi? lalu kenapa kamu mengembalikannya? pasti mama akan mengira jika mas yang menyuruhmu mengembalikan semuanya.'' ucap Rayen, kini lelaki itu sudah selesai menggunakan pakaian nya.


'' Mas bukan begitu maksudku, hanya saja jika mas tidak suka maka aku tidak akan nyaman menerimanya.'' ucap Niken lirih


Rayen menghela nafas panjang,'' Mas bukan tidak menyukainya, hanya saja bayi kita kan masih dalam kandungan, dan semua ini juga belum bisa di gunakan, lalu akan ditaruh dimana semua barang-barang ini nanti? jika menyimpan barang sebanyak ini didalam rumah, maka rumah kita akan kelihatan penuh


'' Tidak usah melakukan semua itu, mas gk mau kamu kecapean, nanti biar mas suruh orang saja yang membereskannya,'' setelah mengatakan itu Rayen melangkah menuju pintu kamar.


'' Mas mau kemana?'' tanya Niken membuat Rayen menghentikan langkahnya.


'' Mas mau ambil air minum sebentar.'' jawabnya sambil melanjutkan kembali langkahnya.


***

__ADS_1


Dalam tidurnya Rayen merasa ada yang menggelitik dibagian perutnya, ia juga merasakan ada yang sedang memainkan belalai miliknya, dengan mata yang masih berat, akhirnya Rayen mencoba membuka matanya, tiba-tiba mata yang tadinya terasa berat kini melotot sempurna, saat melihat istrinya Niken sedang memainkan miliknya dengan li*dah nya, ya saat ini Rayen sedang melihat istrinya itu sedang memanjakan junior miliknya, boxer yang tadi ia gunakan juga sudah merosot dikakinya.


Niken yang menyadari suaminya terbangun langsung menatap dengan tatapan genit, wanita itu masih melanjutkan aksinya yang terus memainkan adik kecil suaminya. Rayen yang juga sudah mulai te*ra*ng*sa*ng tak mau tinggal diam, lelaki tersebut mengambil posisi setengah duduk, ia juga mulai membelai lembut wajah Niken, mencoba menyingkirkan rambut yang menghalanginya untuk melibat apa yang dilakukan oleh dang istri dengan miliknya itu.


'' Oh yeah, enak sekali sayang, terus hisap sampai dalam!" Rayen mulai meracau menikmati mulut hangat istrinya yang memanjakan adik kecilnya didalam sana. Hampir lima belas menit Niken memanjakan junior milik Rayen, dan dengan sangat belalainya, li*dah wanita muda itu terus menari-nari dibagian batangan kekar itu membuat Rayen hampir meledak.


'' Oh Niken mas mau keluar sayang...,'' ucap Rayen, namun Niken tak perduli, ia seakan tuli, malahan ia semangkin cepat melakukan ko*co*ka*n mulutnya hingga akhirnya terdengar lenguhan panjang dari mulut suaminya menandakan jika Rayen sudah mencapai puncaknya, terlihat suatu cairan berwarna putih ke*n*ta*l keluar dari sudut bibirnya, karna memang saat Rayen menyemburkan laharnya mulut Niken masih berada didalam batangan perkasa itu, Niken mengeluarkan mulutnya dari batangan tersebut setelah menelan habis ca*ir*an cinta milik suaminya, ia bahkan men*ji*la*ti sisa-sisa ca*ir*an tersebut dengan lidahnya hingga bersih, setelahnya ia menatap sang suani dengan pandangan yang masih berkabut ga*ir*ah, Rayen yang mengerti langsung tersenyum, lalu merubah posisi Niken yang berada dibawah sekarang.


DITEMPAT LAIN


Windy terbangun dari tidurnya saat mendengar suara mobil didepan rumah, ia tahu itu pasti kakaknya Sesil, Windy pun segera bangkit dari tempat tidur untuk melihatnya.


Windy keluar dari kamarnya, ia melihat Sesil sudah masuk kedalam rumah, karna memang Yuna memberikan kunci cadangan pada anak sulungnya itu, jika sewaktu-waktu ia ingin pulang kerumah.


'' Kak Sesil?'' panggil nya membuat yang dipanggil langsung menoleh kearahnya.


'' Ini sudah malam, kenapa kamu belum tidur? tidurlah sana, aku juga mau istirahat.'' ucapnya datar, setelah itu ia langsung melangkah menuju kamar miliknya, dan ternyata tanpa Sesil sadari Windy juga ikut masuk kedalam kamarnya.


'' Kak?'' Windy kembali memanggil sang kakak membuat wanita itu mendengus sebal karna terus diikuti.


'' Ada apa? Ini sudah malam, jika ingin bicara sebaiknya besok saja!'' ucap Sesil malas


'' Tapi kak, aku ingin bicara sebentar, ini tentang hubunganku dan bang Regan.

__ADS_1


'' Bicara apa? bukan kah sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan? tadi siang aku sudah mendengarnya dengan sangat jelas, atau kamu ingin mengatakan jika kamu ingin menyerahkan Regan untuk ku, jika iya maka akan dengan senang hati aku menerimanya.''


Next


__ADS_2