
Viona terus menatap dengan memelas pada Rayen, agar lelaki itu merubah pikirannya untuk membatalkan rencana pertunangan mereka, setelah sebelumnya tadi Viona sempat marah dan ngamuk-ngamuk pada Rayen, namun lelaki itu tetap pada pendiriannya yang ingin membatalkan pertunangan mereka.
''Mas apa rasa cinta kamu sama aku sama sekali sudah tidak ada lagi? kenapa sih kamu bisa tiba-tiba berubah secepat ini sama aku? apa jangan-jangan kamu sudah memiliki wanita lain, benar seperti itu mas?'' tuduh Viona
''Ada atau tidak ada nya wanita lain itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan keputusan yang ku ambil ini,, dan aku harap kamu mengerti tentang keputusanku ini Vio, lagi pula aku yakin diluar sana masih banyak lelaki baik yang bersedia jadi kekasihmu aku janji setelah ini kita masih bisa berteman.'' ucap Rayen memberi pengertian
''Gk mas, aku gk mau dengan mereka, aku maunya hanya sama kamu,jadi kumohon jangan pergi dari hidupku mas jangan tinggalkan aku, aku gk akan bisa hidup tanpa kamu mas, hiks-hiks..'' Viona terus menangis dengan suara lirih.
Rayen menatap iba pada Viona, sebenarnya ia sangat tidak tega melukai perasaan Viona walau bagai mana pun Viona pernah mengisi hari-hari bahagia nya, namun disisi lain ia juga harus tetap tega karna percuma jika terus dilanjutkan karna memang sudah tak ada rasa cinta lagi bagi Rayen untuk Viona
''Katakan mas, siapa wanita itu? cepat katakan aku mau tau siapa pelakor itu?!" teriaknya hingga membuat beberapa pengunjung cafe menatap kearah mereka.
''Viona ku mohon jangan seperti ini, aku sudah mengurus semua pembatalan acara pertunangan kita, sekali lagi aku minta maaf Vio, aku pergi dulu.'' ucap Rayen setelah itu ia langsung meninggalkan Viona yang masih menangis sesegukan disana.
''Kurang ajar kamu mas, kurang apa selama ini aku sama kamu,selama ini aku udah kasih semua buat kamu bahkan hati dan raga ini sudah ku serahkan untukmu, tapi kenapa kamu setega ini sama aku, aku benar-benar gk terima mas, aku harus dapatkan kamu lagi bagai mana pun caranya.
Batin Viona dengan mata yang memerah.
Setelah keluar dari cafe,Rayen langsung menuju besmant dimana saat ini mobilnya terparkir.
Keesokan harinya
Saat ini Putri Windy dan Niken sedang dalam perjalan menuju rumah sakit, karna mereka akan menjenguk Regan yang habis kecelakaan mobil kemarin.
''Mama dan papa kamu gk pulang Put,setelah mendengar kabar kecelakaan abang kamu?'' ucap Windy
''Entahlah Win, papa dan mama kemarin hanya bilang agar aku merawat bang Regan dengan baik selama mereka belum tiba dinegara ini.'' jelas Putri dan kedua temannya mengangguk paham.
Kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dirumah sakit, setelah memarkirkan mobil, ketiga gadis remaja tersebut langsung keluar dari mobil dan segera melangkah menuju ruangan dimana saat ini Regan dirawat.
__ADS_1
''Ini dia ruangan dimana bang Regan dirawat.'' ucap Putri sambil membuka pelan ruangan tersebut.
''Bang,'' sapa Putri setelah masuk kedalam ruangan Regan.
''Melihat adiknya datang Regan tersenyum, lalu pandangannya beralih pada Windy dan juga Niken yang berada disamping Putri.
''Ini teman-temanku ingin jenguk abang.'' jelas Putri saat melihat abangnya sepertinya kurang suka melihat keberadaan kedua sahabatnya
'' Iya bang, gimana keadaan abang sekarang?'' tanya Niken mencoba mencairkan suasana.
''Saya sudah jauh lebih baik, ucapnya datar
''Iih, dingin banget sih abang nya Putri, untung cakep.
Gerutu batin Niken
''Gadis ini sepertinya saya pernah melihatnya tapi dimana ya? wajahnya sangat tidak asing.
''Kok abang nya Putri liatin aku terus ya Win,'' bisik Niken.
''Mungkin dia naksir kali Ken sama loe.'' jawab Windy asal
''Apaan sih kamu.'' sewot Niken
Sedangkan dirumah kediaman Mahendra saat ini Lidya,Frans, dan juga Rayen sedang duduk di ruang tamu.
Sepasang suami istri itu sedang mengintrogasi om dari Niken tersebut
''Sekarang jelaskan sama kami Ray! kenapa bisa-bisa nya kamu membatalkan secara sepihak pertunangan kalian? apa kamu tau? tadi pagi Viona datang kesini sambil nangis-nangis dia bilang kemarim malam kamu sudah membatalkan rencana pertunangan kalian dan juga memutuskan hubungan dengan Viona tanpa alasan yang jelas, kenapa bisa seperti itu Ray?'' ucap Lidya yang tak habis pikir dengan adik iparnya tersebut.
__ADS_1
''Mba Lidya, bang Frans, sebelumnya aku benar-benar minta maaf pada kalian juga, tapi aku memutuskan hubungan kami bukan tanpa alasan mba, aku merasa hubungan kami memang tak bisa dilanjutkan lagi, karna aku sudah tidak mencintainya lagi.'' jelas Rayen
''Benarkah? apa bukan karna kamu sudah memiliki wanita idaman lain?'' sarkas Lidya membuat Rayen terdiam, walau pun semua tuduhan itu benar,,tidak mungkin juga baginya sekarang mengatakan kalau saat ini ia memang memiliki wanita lain dan itu adalah putri mereka sendiri yaitu Niken.
''Sayang sudah lah, Rayen itu bukan anak kecil lagi dia sudah dewasa, kita tidak berhak ikut campur harus dengan siapa dia menjalin hubungan, itu urusan dia, dan kau Rayen, abang tidak mau dengar Viona terus merengek pada istriku untuk membantunya agar kembali padamu,karna aku tak ingin melihat istriku stres, apa kau mengerti!" ucap Frans dengan tegas
''Iya, maaf karna membuat mba merasa tidak nyaman, nanti aku akan memberinya pengertian lagi pada nya.'' sambung Rayen.
''Sebenarnya sih mba gk masalah kalau Viona berbagi kesedihannya sama mba, tapi kamu tau kan? kalau mba ini gk bisa lihat orang nangis-nangis sampai kayak gitu, rasanya mba gk tega Ray, mba merasa kasihan sama dia, sepertinya dia itu masih berharap hubungan kalian bisa seperti dulu, apa kamu gk bisa mempertimbangkan kembali?'' ucap Lidya lagi
''Gk bisa mba, jika pun aku memilih kembali karna kasian itu sama saja, dan mungkin nantinya dia akan lebih terluka lagi dari sekarang.'' jelas Rayen,membuat Lidya tak bisa berkata lagi.
''Baiklah kalau memang ini adalah keputusan kamu, mba dan mas Frans hanya berharap kamu bahagia dengan siapa pun nanti yang menjadi pilihan kamu, dan mba juga berharap keputusan yang kamu ambil ini tidak akan membuat mu menyesal dikemudian hari.
''Aku tidak akan pernah menyesalinya mba.'' ucapnya mantap.
*
*
*
''Kamu gk mampir dulu Win?'' tawar Niken begitu mobil yang mereka tumpangi sampai dihalaman kediaman Mahendra
''Gk lah Ken lain kali aja, rasanya gue lelah banget ingin cepat-cepat istirahat.'' jawabnya
''Yasudah kamu hati-hati ya dijalan!" ucap pesan Niken yang diangguki oleh sahabatnya itu.
Setelah kepergian Windy, Niken pun langsung masuk kedalam rumah, karna ingin istirahat ia pun langsung menuju lantai atas tanpa melirik kemanapun.
__ADS_1
''Kenapa jam segini baru pulang sayang???
NEXT