
Karna pintu mobilnya terus diketuk, Windy terpaksa membuka pintu mobil miliknya.
''Oh,ternyata seorang bocah,pantas saja nabrak, dengar ya dek! kalau gk bisa bawa mobil sebaiknya jangan sok-sok'an, akhirnya nabrak mobil saya kan sekarang.'' ucap pemuda tersebut.
''Eh dengar ya mas! pertama,,saya ini bukan bocah, dan kedua saya bukan adek kamu, jadi gk usah panggil saya seperti itu!" dengusnya
''Kok jadi dia yang marah, seharusnya aku kan?cantik-cantik galak,, siapa yang mau.
Batin pemuda tersebut yang ternyata adalah Leo asisten sekaligus sahabat Rayen.
''Terserah kamu, tapi yang jelas kamu harus ganti kerusakan mobil saya akibat ulahmu itu!" ucap Leo
''Enak aja, lagi pula ini bukan kesalahan saya sepenuhnya, kamu aja yang tiba-tiba berhenti ditengah jalan, jadi ya jangan semua kesalahan dilimpahkan pada saya dong.'' sungut nya tak terima
''Nih cewek, kok jadi galakan dia sih,
''Dengar ya nona, pokoknya saya tidak mau tau kamu harus ganti kerusakan mobil saya kalau tidak--,
''Kalau tidak apa hah?'' potong Windy sambil membusungkan dada nya menantang pada Leo.
''Gila nih cewek, bar-bar banget ya ternyata.
Batin Leo sambil terus memperhatikan Windy
''Napa nih cowok liatin gue kayak gitu, naksir kali ya sama gue.
''Eh mas, kenapa liatin gue kayak gitu? gue tau gue cantik jadi biasa aja dong liatinnya,,jangan-jangan naksir loe ya sama gue? udah ngaku aja!" ucap Windy dengan PD nya.
''Lah, ngomong apaan sih gue,, kenapa gue jadi narsis gini ya, astaga Windy mau ditarus dimana muka loe.
Batinnya sambil merutuki kebodohannya sendiri.
''Ternyata kamu orangnya pede sekali ya?'' ucap Leo, ia tak menyangka bisa dipertemukan dengan sosok gadis seunik ini.
__ADS_1
''Tapi tetap saja kamu harus mengganti kerusakan mobil saya.'' keukeh Leo membuat Windy mendengus sebal.
''Baiklah, tapi saya hanya akan ganti setengah nya saja, karna ini juga bukan kesalahan saya sepenuhnya,'' ucap Windy
''Ok, saya juga tidak akan meminta mu untuk menanggung sepenuhnya, bisa saya minta nomor telepon anda nona? agar saya bisa menghubungi anda jika nanti saya membutuhkan anda?'' ucap Leo.
Akhirnya mau tak mau Windy pun memberikan nomor ponselnya pada Leo
''Apes banget gue hari ini ketemu sama orang ini.'' gerutu Windy pelan, namun masih bisa didengar oleh Leo.
''Kamu pikir saya gk apes apa ketemu sama cewek bar-bar kayak kamu, lihat nih mobil saya jadi korban karna bocah bar-bar seperti kamu.'' ucap Leo sinis
''Udah deh males ngeladeni orang kayak loe, mending gue pergi.'' ucap Windy sambil kembali melangkah menuju mobilnya.
''Heii nona, nanti saya akan menghubungi kamu, jadi kapanpun itu, kamu harus datang!" ucap Leo
''Loe tenang aja, gue pasti tanggung jawab kok, takut banget.'' ucapnya ketus, setelah itu Windy langsung masuk kedalam mobilnya.
DITEMPAT LAIN..
''Mau kemana anak itu udah stand by aja, apa dia janjian sama mas Rayen? aah,, mikir apa sih aku, mana mungkin mas Rayen pergi dengan nya.
Batin Viona sedikit risau
''Vio kamu kenapa melamun?'' ucap Lidya saat melihat Viona hanya diam
''Oh, gpp kok mba, si Niken udah siapa aja mau kemana dia mba?'' tanya Viona langsung karna memang dirinya sangat merasa penasaran
''Oh, katanya mau kerumah temannya, dan sekarang lagi nunggu jemputan dari sahabatnya.'' jelas Lidya, membuat Viona membulatkan mulutnya membentuk huruf o
''Kamu kenapa liatin Niken terus, apa ada masalah?'' tanya Lidya karna melihat Viona sejak tadi menatap kearah putrinya
''Bu-bukan mba, kami gk ada masalah kok, aku hanya kagum aja, padahal dia kan masih SMP ya, tapi ukuran tubuhnya sudah seperti gadis remaja pada umumnya.'' ucap Viona membuat Lidya tersenyum.
__ADS_1
''Kamu benar Vio, bahkan teman-teman saya juga banyak yang mengira jika Niken sudah kuliah, karna melihat tubuhnya yang seperti itu,,padahal kan sebenarnya masih sangat bocah.'' jelas Lidya sambil terkekeh pelan.
''Iya tubuh nya sangat ideal mba, pasti banyak pemuda yang menyukai nya.'' ucap Viona sambil melirik kearah Lidya untuk melihat reaksi ibu muda tersebut.
''Kamu benar Vio, bahkan ada beberapa teman saya yang ingin menjodohkan putra mereka dengan Niken, karna memang mereka tidak tau kalau Niken itu masih bocah, setelah saya jelaskan mereka baru paham, namun ada juga yang tidak percaya kalau memang usia Niken masih 16 tahun,karna beda sekali dengan tubuhnya yang tinggi.'' ucapnya.
''Apa kalau Niken menyukai seseorang mba Lidya akan menyutujuinya?'' tanya Viona hati-hati
''Maksudmu??'' ucap Lidya sambil menatap kearah wanita yang ada didepannya saat ini
''Maksudku, Niken kan sudah remaja, sebagai seorang gadis, pasti ada sosok yang disukainya disekolah atau di lingkungan sekitarnya.'' ucap Viona
''Saya sih tidak tau pasti, disekolah atau dilingkungan rumah dia menyukai sosok seorang pemuda,, tapi kamu tau tidak? dia itu selalu bilang kalau dia hanya akan menikah nanti dengan Rayen, pamannya sendiri, ada-ada saja anak itu.'' ucap Lidya sambil kembali terkekeh, saat mengingat kembali ucapan putri kecilnya
''Whatt, bocah itu sampai bilang seperti itu sama mamanya, kayaknya dia niat banget deh ingin merebut mas Rayen dari ku,andai saja mba Lidya tau kalau sebenarnya ucapan putrinya itu bukan hanya sekedar lelucon.
''Benarkah mba? sepertinya dia sangat menyayangi mas Rayen ya mba?'' ucap Viona sambil tersenyum.
''Iya, mereka juga sangat dekat,'' sambung Lidya.
Tak lama terdengar seseorang mengucapkan salam, tak lama terlihat Windy melangkah masuk dan langsung menuju ruang tamu, yang dimana saat ini Niken berada.
''Hai Ken, maaf ya lama.'' ucap Windy sambil mendaratkan bokongnya di atas sofa.
''Tumben kamu gk on time.'' sindir Niken yang sudah terlihat bette karna menunggu lama.
''Napa? loe udah jamuran ya nungguin gue? tadi tuh waktu gue mau kesini gk sengaja gue nabrak mobil orang dijalan.'' jelas nya membuat Niken menatap serius pada Windy.
''Kok bisa Win? tapi kamu gpp kan?'' tanya Niken cemas sambil membolak-balik tubuh sahabatnya itu untuk memeriksa keadaannya.
''Untungnya gue gpp, tapi mobil yang gue tabrak lumayan parah juga, sebenarnya bukan salah gue sepenuhnya sih, dianya aja yang tiba-tiba berhenti mendadak, ya karna gk sempat ngerem, akhirnya ya nabrak deh.
''Yang penting kamunya gk apa-apa,, kalau mobil mah biarin aja.'' sahut Niken santai membuat Windy mendengus sebal.
__ADS_1
''Tapi masalahnya uang gue gk kan cukup buat benerin tuh mobil,, gue juga gk mungkin bilang sama kedua orang tua , bisa-bisa gue kayak loe lagi, gk dibolehin lagi naik kendaraan sendiri kesekolah.
NEXT