
Saat ini didalam sebuah apartemen seorang wanita sedang mengurung dirinya, bahkan kamar tersebut terlihat sangat berantakan,,wanita itu sedang meratapi nasip pertunangannya yang gagal total karna dibatalkan secara sepihak oleh kekasihnya tanpa alasan yang jelas menurutnya.
''Seharusnya malam ini adalah malam pertunangan kita mas,malam bahagia untuk kita, tapi hanya karna satu alasan yang gk bisa ku mengerti kamu tega begitu saja membatalkan pertunangan ini.''Wanita itu terus bergumam sambil sesekali menangisi nasipnya.
Semenjak Rayen membatalkan acara pertunangan mereka kemarin, Viona terus mengurung dirinya, bahkan saat orang kantor mengatakan ada pemotretan lewat sambungan telpon Viona sama sekali mengabaikannya.
''Ray loe tau gk? semenjak acara pertunangan kalian gagal, Viona sama sekali belum ada datang kekantor, bahkan tadi saat dihubungi mereka bilang Viona sama sekali tidak merespon,padahal pemotretan ini sangat penting untuk mempromosikan produk kita loh Ray.'' jelas Leo
''Terus mau gimana lagi? apa kamu mau aku pergi keapartemennya untuk membujuknya agar mau pemotretan gitu?'' ucap Rayen malas
''Nah loe tau, dah gih sana!'' ucap Leo yang langsung mendapat tendangan dikakinya.
''Gk lah,kamu aja yang datang kesana, kalau aku takutnya nanti dia mengira jika aku mau balikan sama dia.'' seru Rayen menolak
''Ya masa gue Ray, kan gara-gara loe dia jadi stres, jadi ya loe lah yang harus tanggung jawab buat bujuk dia agar mau datang kekantor.'' jawab Leo.
''Emang gk bisa ya Le, kalau modelnya diganti saja sama yang lain? mesti kali gitu harus dia?'' ucap Rayen memastikan
''Iya mesti.Sebenarnya tadi gue juga udah sempat nyarani kayak gitu, hanya kata mereka tidak bisa diganti lagi, karna memang dari awal yang mempromosokan produknya menggunakan wajah Viona, dan jika diganti mereka takut pemasarannya menurun.'' jelas Leo.
''Masa sampai segitunya? benar-benar alasan yang tidak masuk akal,'' pikir Rayen.
''Ya begitulah ada nya Ray, mereka bilang wajah Viona itu bisa menarik pembeli, tentunya juga karna memang produk kita bagus.'' sambung Leo.
Sejenak Rayen terdiam memikirkan kata-kata Leo
''Apa aku harus menemui Viona untuk membujuknya agar mau datang kekantor.
Batin Rayen
Siang harinya dijam istirahat,Rayen memutuskan untuk menemui Viona di apartemennya, untuk membujuk wanita itu agar mau datang krkantor untuk pemotretan.
Sementara ditempat lain, tepatnya disekolah tempat Niken menimba ilmu saat in ketiga gadis remaja itu sedang duduk dikantin untuk mengisi tenaga yang sudah terkuras dimeja belajar tadi.
''Akhirnya ujian UN nya selesai juga.'' ucap Windy merasa lega.
__ADS_1
''Iya, mudah-mudahan hasilnya memuaskan ya guys.'' sambung Putri
''Oya apa rencanamu setelah lulus dari sini Ken?'' tanya Windy
''Kawin mungkin.'' jawabnya asal hingga mendapat toyoran dikepalanya oleh Windy
''Aww,, kok ditoyor sih Win? sakit tau.'' protes Niken sambil mengelus kepalanya.
''Ya habisnya ditanya baik-baik malah jawabnya kek gitu.'' kesal Windy
''Kamu sih, pertanyaan yang sudah ku jawab kemarin masih aja lagi ditanyain,apa kamu berubah pikiran untuk tidak sekolah ditempat yang sama denganku?'' ucap Niken memastikan
''Hehe, ya enggak lah, aku gk mau pisah dari kalian berdua, kamu juga gk berubah pikiran kan Put?'' tanya Windy pada Putri yang tadi hanya diam.
''Iya, '' jawabnya singkat,namun entah kenapa nada bicaranya terdengar tak bersemangat.
''Kamu kenapa put? kok sepertinya lemas gitu?'' tanya Niken
''Gk ada Ken, gue hanya kangen sama orangtua gue.'' jawabnya sendu
''Sabar ya Put,mungkin mereka masih sibuk, oya gimana keadaan bang Regan apa sudah sembuh total?'' sambungnya
''Eh guys, ujiannya kan sudah selesai nih, gimana kalau sepulang sekolah nanti kita main di mall?'' ucap Windy mengusulkan
''Sorry Win, tapi aku gk bisa soalnya aku ada urusan.'' jawab Niken membuat kedua temannya menatap kearahnya.
''Urusan?emangnya urusan loe sepenting apa sih Ken? emangnya gk bisa ditunda?'' ucap Putri
''Maaf ya? besok deh aku janji main kerumah kalian satu-satu kalau perlu nginap.'' jawabnya mencoba membujuk kedua sahabatnya.
''Bener ya Ken? gue tunggu loh, awas kalau bohong.'' ancam Windy
''Iya aku janji.'' ucapnya yakin.
Niken kembali menatap ponsel miliknya yang masih belum berbunyi.
__ADS_1
''Om Rayen kemana sih?kenapa sampai sekarang belum hubungi aku,bukannya ini sudah jam istirahat, apa sebaiknya aku saja yang telpon? jangan deh,lebih baik aku langsung datang keapartemennya untuk memberi kejutan sama dia.
Batin Niken.
Sedangkan Rayen daat ini laki-laki itu sedang dalam perjalanan menuju apartemen Viona, ia memutuskan untuk menemui wanita itu dan berbicara dengannya.Setelah memarkirkan mobil Rayen langsung menuju lantai dimana Viona tinggal.
Ting-tong
Rayen memencet bel berukang kali namun tak ada jawaban.
''Apa dia gk ada didalam? kenapa tiba-tiba perasaanku gk enak ya.'' gumamnya pelan, karna penasaran dan takut terjadi sesuatu akhirnya Rayen masuk kedalam apartemen tersebut.
Rayen memperhatikan seisi ruangan, matanya terus memindai setiap sudut apartemen mantan kekasihnya itu, dengan sedikit ragu Rayen melangkah mendekati pintu kamar, dan langsung membuka kamar tersebut.Alangkah terkejutnya Rayen saat melihat kamar itu berantakan dengan pecahan beling dimana-mana, ia lebih terkejut saat melihat Viona yang sudah bersimbah darah dibawah tempat tidurnya.
''Viona.'' pekik Rayen sambil berlari mendekati wanita itu, dan langsing mengangkat tubuhnya untuk dibawa kerumah sakit.
Sedangkan Niken saat ini baru saja sampai di depan pintu apartemen Rayen, ia mengeluarkan kartu akses untuk membuka pintu tersebut, memang semenjak putus dari Viona Rayen sudah mengganti kartu akses apartemen miliknya ia juga memberi satu kartu tersebut pada Niken.
Setelah masuk, Niken langsung mendaratkan bokongnya diatas sofa ruang tamu.
''Pasti om Rayen kaget melihatku ada disini nanti.'' gumamnya
Sedangkan ditempat lain, saat ini Rayen sudah berada dirumah sakit, ia sedang duduk diruang tunggu ditemani oleh asistennya Leo.
''Kenapa bisa sampai seperti ini? sepertinya dia terlalu patah hati denganmu makanya dia nekat untuk melakukan bunuh diri.'' ucap Leo
''Entahlah Le, aku juga bingung.
Tak lama dokter keluar dari ruangan tersebut.
''Bagai mana keadaannya dok?'' tanya Rayen.
''Syukurlah dia sudah melewati masa kritisnya, namun kondisi pasien masih sangat lemah,,untung saja kalian cepat membawanya kalau telat sedikit saja mungkin nyawanya tidak bisa tertolong lagi.Kalau gitu saya permisi dulu, nanti suster akan memindahkannya keruangan ICU jika ingin menjenguk juga harus bergantian.'' jelas dokter.
''Iya dok terimakasih.'' jawab Rayen.
__ADS_1
''Ray gue balik dulu, ada kerjaan yang mesti gue urus.'' ucap Leo setelah itu ia langsung pergi meninggalkan bos sekaligus sahabatnya itu.
NEXT