CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Masih Marah


__ADS_3

Niken mengalihkan pandangannya saat Rayen menatap nya dengan intens


''Apaan sih om Rayen, kenapa natap aku sampai kayak gitu, haduuhh, nih jantung kenapa lagi harus berdetak sekencang ini, mudahan om gk dengerin detak jantung aku.


Batinnya sambil terus mengalihkan pandandannya.


Rayen meraih tangan Niken lalu menggenggamnya.


''Sayang,om benar-benar minta maaf, om sama sekali gk ada niat sedikitpun untuk membohongi kamu, om hanya penasaran dengan tunangan Leo, makanya om--''


''Berbohong denganku begitu? apa sebelumnya om tau, kalau ternyata calon istrinya kak Leo itu adalah sahabat ku Windy? dan teman-teman yang mau kak Leo kenalin sama kamu itu adalah kami? dan om sangat tau apa yang membuatku marah kan? selain karna telah dibohongi aku juga merasa kalau om ada niat bermain hati dengan gadis lain selain aku, benarkan om?'' tiba-tiba saja ingatan Niken kembali saat Rayen mengacak rambut Putri dan itu semangkin terngiang dikepala Niken, membuat gadis itu merasa sesak di dadanya.


''Niken kenapa kamu bisa punya pikiran seperti itu terhadap om? kamu tau, om sama sekali tak pernah terlintas dipikiran om untuk mencari wanita lain, karna om hanya mencintai kamu, hanya kamu yang om sayangi ,bagai mana bisa kamu berpikir kalau om akan mencari yang lain, itu gk akan terjadi.'' Rayen terus meyakinkan Niken tentang perasaannya.


Walaupun Rayen sudah menjelaskan, tetap saja Niken masih belum yakin, masih ada sedikit keraguan dihatinya.


''Sebaiknya aku kembali kedalam, Fahmi pasti menungguku.'' ucapnya sambil membuka pintu mobil, namun dengan cepat Rayen segera menghentikannya.


''Kamu masih ragu sama om Niken? apa menurutmu om ini suka mempermainkan hati seseorang? atau jangan-jangan kamu yang ada hati dengan pemuda itu?.'' entah kenapa Rayen tidak bisa mengontrol rasa cemburunya, masalah kecil ini sepertinya akan melebar jika salah satu dari mereka tidak ada yang mengalah.


''Apa om bilang? aku ada hati dengan Fahmi? aku gk nyangka om akan mengambing hitamkan aku untuk menutipi kesalahan yang om lakukan'' ucap Niken yang tak habis pikir dengan omnya tersebut, bisa-bisanya dia berpikiran sejelek itu tentang Niken.


''Bu-bukan begitu maksud om sayang, om hanya--''


''Sudahlah om, sebaiknya om pulang saja, aku mau kedalam.'' ucap Niken sambil keluar dari mobil Rayen, namun sebelum pergi Rayen kembali bersuara.


''Baiklah tapi om akan menunggu kamu disini, sampai kamu selesai dengan pemuda itu, dan om tidak akan pergi dari sini.'' ucap Rayen keukeh.


Karna malas berdebat, akhirnya Niken hanya pasrah,dan kembali melangkah menuju dimana Fahmi berada.


Kurang lebih hampir satu jam Rayen menunggu didalam mobil, merasa lelah akhirnya ia keluar dan bermaksud menunggu diluar.Namun baru saja turun dari mobil tiba-tiba ia melihat Niken keluar bersama dengan pemuda tadi yang ia lihat duduk bersama Niken.


''Terimakasih ya Niken sudah mau bantuin aku.'' ucap pemuda yang bernama Fahmi tersebut.


''Iya, sama-sama, tapi nanti kalau aku juga gk ngerti kamu bantuin juga ya?'' pinta Niken sambung tersenyum.

__ADS_1


''Beres, yaudah aku pulang ya? kamu beneran gk mau aku anterin?'' tawar Fahmi untuk yang kesekian kalinya.


''Enggak usah, aku sudah ada yang jemput kok.'' ucapnya sambil melirik kearah Rayen.


Saat ini lelaki dewasa itu terlihat sangat cool dimata Niken, dengan posisi tubuh yang bersandar dipintu mobil dengan kedua tangannya bersidepap di dada benar-benar keren pikir Niken, nanun tidak mungkin ia mengungkapkannya karna sekarang ia masih dalam mode marah, bahkan masih sangat sebal dengan omnya tersebut.


Setelah kepergian Fahmi Niken langsung melangkah kan kakinya dengan malas menuju dimana saat ini omnya berada.


''Sudah selesai?'' tanya Rayen.


Namun Niken tak menjawab, ia kangsung membuka pintu mobil dan duduk dikursi penumpang.


Sepanjang perjalanan Niken hanya diam, bahkan swoanjang perjalanan ia hanya melihat kearah jendela, membuat Rayen menghembuskan nafas berat.


''Sayang, apa kamu masih marah sama om?'' Raywn sangat berharap jika gadis kecilnya ini tidak mendiaminnya terus karna itu sangat menyiksa dirinya.


''Buat apa aku marah emang aku siapa nya om Rayen? bukannya om gk penah meminta aku buat jadi kekasihnya om Rayen iya kan?'' pertanyaan menohok yang dilontarkan Niken membuat Rayen terdiam sesaat.


''Sayang kenapa kamu berkata seperti itu? kamu itu sangat berharga buat om, lagi pula apa semua itu perlu? bukankah selama ini perlakuan om kekamu itu sudah membuktikan semuanya.'' ucap Rayen, ia tak menyadari perbedaan dari segi umur keduanya sangat lah jauh, mungkin bagi Rayen perasaannya cukup dibuktikan dengan perlakuan dan perhatian saja, namun tidak bagi Niken yang memang memiliki gejolak remaja, baginya jika menjalin sebuah hubungan itu harus ada sebuah ungkapan kata cinta, atau meminta pasangannya menjadi kekasihnya, begitulah kira-kira maksud Niken.


Jam sudah menunjukan pukul 7 malam, kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan rumah keluarga Mahendra.


''Terimakasih.'' ucap Niken dan langsung membuka pintu mobil tersebut, namun sebelum Niken sempat turun Rayen langsung menarik tangan Niken membuat gadis itu langsung menatap kearah Rayen.


''Bisakah kita bicara sebentar?'' pinta Rayen memelas.


''Maaf om aku capek, lain kali aja.'' jawab Niken yang langsung menepis genggaman tangan Rayen dari lengannya.Setelah itu ia langsung keluar dari mobil, sedangkan Rayen hanya menatap punggung Niken yang kian menghilang dibalik pintu rumah.


*


*


*


Pagi ini terlihat Putri lebih awal datang kesekolah karna memang ada tugas piket, ia melewati lorong kelas yang masih terlihat sepi, namun saat melewati kelas berikutnya matanya secara tak sengaja menangkap sosok yang selama ini selalu mengisi relung hatinya.

__ADS_1


''Rangga, sedang apa dia sudah datang sepagi ini, apa dia juga ada tugas piket.'' monolognya.


Merasa penasaran Putri pun akhirnya masuk kedalam kelas tersebut untuk menyapa pemuda tersebut.


''Rangga,'' panggil Putri membuat pemuda itu langsung menoleh kearahnya.


''Putri ada apa sepagi ini kamu sudah datang kesekolah?'' tanya Rangga


''Oh itu, karna aku mendapatkan tugas piket hari ini.'' jelas Putri.


''Sama aku juga,'' jawabnya sambil tersenyum membuat jantung gadis itu berdebar.


''Oh Rangga senyummu itu membuat hatiku meleleh.''


Batin Putri


"Put.putri!" panggi Rangga karna melihat nya melamun.


"Eh iya Ga? ada apa?"


"Kamu kenapa melamun?oya kamu ada piketkan?sebaiknya cepat kamu selesaikan karna sebentar lagi anak-anak akan datang." seru Rangga.


"I-iya yaudah kalau gitu aku kekelas dulu ya?" ucapnya dan langsung melangkah meninggalkan ruang kelas dimana Rangga berada, namun tiba-tiba gadis itu berbalik dan langsung masuk kembali keruangan kelas milik Rangga.


"Rangga," panggil Putri membuat Rangga kembali menoleh pada gadis itu.


" Ada apa put?" ucapnya sambil mekangkah nendekati gadis tersebut.


"Eemm,, nanti sore kamu ada acara gk? i-tu maksudku aku mau aja kamu jalan." ucap Putri yang akhirnya bisa mengungkapkan keinginannya, walau ada sedikit keraguan dihatinya.


"Nanti sore ya?kayaknya gk ada, baiklah kalau gitu aku akan menjemput kamu jam 4 sore nanti." ucap Rangga.


"Iya aku tunggu ya Ga, kalau gitu aku kekekas dulu." ucap Putri dengan cepat melangkah menuju kelas miliknya, rasa grogi bercampur senang karna akhirnya Rangga mau menerima ajakannya.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2