CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Masih Tentang Perasaan Regan


__ADS_3

Sudah dua hari Rayen pergi meninggalkan Niken, saat ini gadis itu terlihat sedang duduk termenung dibalkon kamarnya, menatap taman dan kolam ikan yang berada disamping rumahnya.


''Rasanya gk enak banget gk ada mas Rayen, mas kamu kapan pulang sih? aku kanget banget sama kamu,'' gumamnya lirih.


Tiba-tiba terdengar suara ponselnya berbunyi, Niken yang mendengar langsung melangkah menuju kamarnya untuk mengambil benda pipih tersebut.


Belum lagi Niken menjawab suara disebrang sana sudah memekik, membuat Niken menjauhkan ponselnya dari telinganya.


''Gila loe ya Ken, mau sampai kapan loe nyuruh gue nunggu disini? udah tiga puluh menit nih gue nunggu loe.'' teriak seorang gadis yang berada diujung telpon dan dia adalah Putri.


Niken tersentak, ia lupa jika ada janji dengan Putri saat ini.


''Maaf Put aku lupa, kamu tunggu sebentar ya? aku datang sekarang.'' jawab Niken yang langsung menutup panggilan telponnya.


Sore ini Niken dan Putri memang janjian akan makan disalah satu cafe yang ada dikota tersebut, sebenarnya mereka juga mengajak Windy, namun gadis itu nenolak dengan alasan Leo yang tak mengijinkannya untuk keluar sendirian dari rumah, padahal kan Niken atau pun Putri bisa saja menjempunya dari rumah, namun karna Windy yang memang tak ingin mengecewakan suaminya terpaksa menolak ajakan kedua sahabatnya itu.


Setelah berganti pakaian Niken langsung meluncur menuju cafe yang telah mereka sepakati dengan menggunakan taksi online.


Sedangkan didalam cafe, saat ini Putri sedang bersama dengan kekasihnya Rangga, pemuda itu baru saja sampai setelah tadinya sempat dihubungi oleh Putri.


''Sayang apa gk apa-apa aku ikutan gabung sama kalian? bukannya kamu janjiannya hanya sama Niken?'' ucap Rangga yang merasa tak enak


'' Ya gpp dong sayang, kamu itukan pacar aku, lagian aku yakin Niken pasti gk akan keberatan jika kamu ada disini sekarang.


Saat mereka asik mengobrol mata Putri menangkap sosok yang selalu ia lihat hampir setiap hari dirumah.


''Loh-loh itukan bang Regan? sedang apa dia datang kesini, apa dia mau makan juga disini? gumam Putri


'' Rangga, aku panggil bang Regan untuk gabung disini gpp kan? lagi pula sepertinya meja udah gk ada yang kosong lagi deh.'' ucap Putri sambil memperhatikan ruangan tersebut yang memang sudah penuh oleh pengunjung, cafe tersebut memang selalu ramai jika disore hari, oleh muda-mudi yang bersantai, atau pun yang hanya ingin sekedar mencari hiburan yang memang selalu tersaji di cafe tersebut seperti musik live.


Saat Regan kebingungan mencari meja kosong, tiba-tiba ia mendengar namanya dipanggil seseorang yang ternyata adalah Putri dan dengan seorang pemuda, yang Regan tau bahwa itu adalah teman sekolah adiknya.


''Putri, Rangga,'' gumamnya yang langsung melangkah mendekati kedua remaja tersebut.


'' Kalian disini juga?'' tanya Regan setelah sampai didepan mereka.


''Iya bang, silahkan duduk bang Regan! gabung aja sama kita.'' ucap Rangga


''Iya bang, lagi pula kan semua meja udah penuh.'' sambung Putri.


Regan tampak mengangguk lalu langsung menarik kursi yang ada didepan nya.


''Kalian belum pesan?'' tanya Regan karna belum melihat makanan diatas meja.

__ADS_1


''Belum lagi nunggu teman dulu bang.'' jawab Rangga


''Teman? oh gitu.'' ucap Regan tanpa bertanya lagi.


Saat ketiga nya asik mengobrol tak lama terlihat Niken datang memasuki cafe tersebut.


''Nah itu dia yang ditunggu.'' ucap Putri sambil melambaikan tangannya pada Niken.


Sontak kedua pria tersebut mengikuti arah pandan Putri.


''Niken,'' gumam Regan, melihat kedatangan gadis tersebut, tiba-tiba saja membuat detang jantungnya bejerka dua kali lipat.


Deg-deg-deg


Sangkin kuatnya hingga Regan memeganginya.


Astaga ada apa dengan jantung ini, kok bunyinya kuat sekali, jangan sampai mereka mendengar ini.


Batin Regan yang sedikit gelisah.


''Hai, ternyata ada Rangga dan bang Regan juga? kalian sudah lama nunggu??'' ucap Niken sambil melihat satu-persatu orang yang ada dihadapannya.


''Kebetulan tadi bang Regan datang juga, jadi sekalian aja gue suruh duduk disini, gpp kan?'' ucap Putri


''Udah, bentar lagi juga datang pesanan kita, punya loe juga udah kami pesanin, kayak biasa kan??'' tanya Putri memastikan.


'' Iya.'' jawabnya.


''Bang Regan kok diam aja sejak tadi, kenapa bang?'' tanya Niken sambil menoleh kearah Regan yang berada disampingnya.


Saat ini jarak keduanya hanya setengah meter,


'' Saya bukan tipe laki-laki yang terlalu banyak bicara, apa lagi membahas masalah yang tidak penting, karna itu akan hanya membuang waktu saja.'' jawabnya datar.


''Iiss jadi cowok kaku banget, mana ada yang mau kakau gitu.'' gumam Niken yang masih terdengar oleh Regan.


''Apa kamu bilang? saya kaku?? eh dengar ya sa--''


''Bang, tolong dong jangan ribut, kita disini kan untuk makan, bukannya berantem gini.'' potong Putri, yang tak mau abangnya dan Niken berselisih.


Regan tak lagi berbicara, sebenarnya ia hanya menutupi rasa canggungnya saja, ia tidak ingin terlihat aneh ataupun tak nyaman saat bersama mereka, namun sudah terlambat, karna sejak tadi Rangga terus memperhatikan gelagat aneh tersebut dalam dirinya, sebagai seorang laki-laki, tentu Rangga paham bagai mana jika seseorang merasa tertarik pada lawan jenisnya, apa lagi dirinya juga pernah sempat menyukai Niken, dan menurutnya saat itu dirinya sama persis dengan Regan, yang merasa kurang nyaman, bukan karna tidak suka berdekatan, tapi kelebih gelisah karna berdekatan dengan orang yang disuka. Rangga sangat tau itu, dan ia menyimpulkan jika saat ini Regan juga merasakan hal yang sama dengannya dulu, namun bedanya saat itu Rangga terkesan selalu mengalah memilih diam, jika Niken menggodanya atau apalah itu..


Tak lama makanan yang mereka pesan datang, sambil menikmati makanannya ketiga terlihat sambil asik mengobrol terkecuali Regan yang hanya sesekali saja menanggapi obrolan mereka, ia lebih banyak mencuri pandang pada gadis yang ada disampingnya, tanpa ia sadari bibirnya ikut tersenyum saat melihat Niken tertawa dalam obrolan mereka.

__ADS_1


*


*


*


''Ken tadi loe kesini naik taksikan? gimana kalau bang Regan saja yang antar loe pulang? gk apa-apa kan bang Re? kan sekalian lewat.'' ucap Putri


Niken sempat melirik pada Regan, menunggu reaksi atas jawabannya, sebenarnya Niken tidak masalah jika Regan mengantarnya pulang.


''Iya, baiklah.'' jawab laki-laki tersebut.


''Nah gitu dong, kalau gitu kami pulang duluan ya? ayo Ga!" ajak Putri pada Rangga.


Setelah keduanya pergi, Regan dan Niken langsung menuju mobil Regan yang berada diparkiran.


Skip..


Kini mobil yang ditumpangi keduanya sudah berada didepan pintu gerbang rumah keluarga Mahendra.


''Makasih ya bang udah mengantarkan aku pulang.'' ucap Niken


''Iya, sama-sama.'' jawab Regan


''Kalau gitu aku turun dulu.'' ucap nya sambil membuka seatbelt yang ada dikursinya, namun entah kenapa tiba-tiba seatbelt tersebut tidak bisa dibuka.


''Ada apa?'' tanya Regan saat meluhat Niken kesulitan membuka seatbeltnya.


''Ini bang, sepertinya seatbeltnya macet, karna susah sekali dibuka.'' jelas nya sambil terus berusaha membuka sabuk pengaman tersebut.


''Sini, biar saya bantu.'' ucapnya sambil mendekat kearah Niken.


Keduanya terlihat sangat dekat, bahkan hembusan nafas Regan bisa Niken rasakan, namun karna Niken tidak memiliki persaan pada Regan, jadi terlihat biasa saja ya walaupun ia merasa sedikit canggung karna berada terlalu dekat dengan abang sahabatnya itu, berbeda sekali dengan halnya Regan, laki-laki itu terlihat sangat gugup berada sedekat itu dengan Niken, membuat jantungnya kembali berdetak gencang.


Jantung ku kumat lagi mudah-mudahan saja Niken tidak mendengarnya.


Batin Regan.


''Bang Re, kenapa jantung abang kuat sekali bunyinya?'' tanya Niken, membuat laki'laki itu langsung menatap wajah gadis yang ada didepannya, saat ini wajah keduanya benar-benar sangat dekat, jika dilihat dari luar, keduanya persis seperti seorang yang sedang berciuman.


Regan masih betah pada posisinya, ia sangat betah menikmati indahnya wajah gadis itu, pandangannya beralih pada bibir Niken yang selalu menggoda nya, ingin sekali Regan melahapnya saat ini. Tanpa keduanya sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan kegiatan mereka dari dalam mobil lain, terlihat tangannya terkepal kuat saambil memegangi gagang stir mobil miliknya.


Next

__ADS_1


__ADS_2