CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Janji Rayen


__ADS_3

Rayen membelai rambut hitam milik sang istri, lalu membelai wajah nya, membuat Niken mengeliat.


Duuh, mas Rayen masih belum keluar juga, kalau gini terus mana bisa tahan aku, apa lagi udah sejak kemarin kami belum melakukannya, ini aja bagian inti milikku udah mulai basah.


Batin Niken yang masih betah menutup matanya.


''Sayang, apa kamu mendengar mas?'' ucap Rayen sambil membelai lembut wajah sang istri. Namun sepertinya Niken keukeh pada pendiriannya, ia masih tak ingin membuka mata nya saat ini.


Sedangkan Rayen yang merasa sang istri tak merespon ucapannya langsung ikut berbaring disamping Niken, ia mengangkat sedikit kepala sang istri, lalu meletakan tangannya dibawah kepala Niken, untuk menjadikan tangannya sebagai bantalan kepala sang istri.


Rayen yang sebenarnya juga merasa lelah akhirnya tertidur disamping istrinya sambil memeluknya dari depan. Niken membuka matanya setelah mendengar hembusan nafas suaminya yang teratur, menandakan jika suaminya itu sudah tertidur. Niken mengamati wajah Rayen, sebenarnya ada rasa tidak tega karna telah bersikap cuek pada suaminya, tapi mau bagai mana lagi hanya cara ini yang bisa ia lakukan untuk membuat suaminya jera dan menyesal.


Niken mengangkat tangannya, untuk membelai wajah suaminya,


''Mas, maaf, karna sudah menghindarimu, tapi aku hanya mau kamu itu tau, jika aku benar-benar tak suka melihat mas bersama dengan wanita itu.'' gumam nya, tangannya terus membelai wajah suaminya terus turun keleher, namun tiba-tiba tangannya ditahan membuat Niken terkejut.


''Mas Rayen, bukannya tadi mas tidur ya?'' tanya Niken, saat ini ia bagai maling yang tertangkap basah.


''Tadinya sih iya, tapi tangan nakal seseorang membuat mas kembali terbangun.'' jelas Rayen membuat Niken tersenyum malu.


''Mas, a-aku mau kekamar mandi dulu.'' ucap Niken yang sebenarnya hanya alasan saja, ia ingin menghindar dari suaminya yang mulai mesum.


''Jangan bohongi mas sayang, mas tau kamu hanya beralasan, iya kan??


''Siapa juga yang beralasan mas, udah ah, aku mau turun dulu.'' ucapnya sambil menarik tangannya dari genggaman Rayen.

__ADS_1


''Maas aakkhh,, pekiknya kaget saat Rayen tiba-tiba menarik tubuhnya dan menjatuhkannya diatas kasur.


''M-mas kamu mau apa?'' Niken menelan ludahnya kasar saat suaminya itu kini sudah mengukung tubuhnya.


''Sayang apa kamu masih marah sama mas? mas menyesal sayang, mas mohon maafin mas ya?'' Rayen menatap wajah Niken dalam, membuat Niken menatap kearahnya, sungguh ia merasa kurang nyaman dalam posisi ini, karna posisi ini sangat membuat Niken lemah.


''Sayang, apa kamu mendengar kan kata-kataku?''


Niken memalingkan wajahnya, menghindari tatapan suaminya, Rayen yang melihat itu tersenyum tipis, sungguh istri kecilnya ini sangat menggemaskan dimatanya saat ini.


''Sayang lihat mas sayang! mas benar-benar minta maaf mas janji jika kali ini mas melakukannya lagi kamu boleh minta kita untuk tidur dikamar terpisah.'' ucap Rayen


Astaga, kenapa mulutku mudah sekali mengatakan itu, bagai mana bisa aku akan tidur tanpa adanya istri disampingku, tapi ini adalah cara satu-satunya agar Niken mau memaafkan ku, lagi pula aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama, aku tidak mau sampai nantinya mba Lidya mewujutkan ancamannya padaku mana bisa aku hidup tanpa Niken.


Batin Rayen.


''Tentu saja sayang, lagi pula memangnya kamu mau aku melakukannya lagi apa? enggak kan? mas gk akan melakukan kesalahan yang sama Niken, mas janji!" ucap Rayen, sambil menatap dalam mata istrinya.


Tiba-tiba Niken mendorong tubuh suaminya, membuat Rayen tersentak kaget atas perlakuan istrinya itu.


''Sayang, kok kamu dorong mas sih?'' tanya Rayen bingung.


''Maaf mas, aku udah kenyang sama semua janji manis kamu, dengar kan aku baik-baik mas Rayen! sekarang kita sudah menikah, kamu dan juga aku bukan lagi single seperti dulu, sekarang kita punya hati yang harus dijaga satu sama lain, aku tau kehidupan mas dikantor pasti dikelilingi oleh banyak perempuan, tapi apa bisa kamu itu kerja secara profesional? maksudku jika ada perempuan yang menurut mas sudah bersikap secara berlebihan sama mas Rayen, sebaiknya mas langsung menjaga jarak dengannya, mas mengertikan maksudku?? aku gk mau ya mas jika sampai milikku disentuh perempuan lain.'' ucapnya panjang lebar dan tegas


''Iya sayang mas ngerti, mas janji bakal ingat pesan kamu.'' jawabnya cepat.

__ADS_1


''Yasudah, sebaiknya mas mandi dulu, aku akan siapkan makanan untuk mas Rayen.'' ucapnya yang ingin beranjak namun sebelum itu terjadi, Rayen kembali menarik tubuh Niken, hingga wanita itu kembali terjatuh diatas tempat tidur.


''Sayang mas maunya makan kamu sekarang.'' ucap Rayen dengan suara yang mulai serak karna menahan sesuatu.


Tanpa banyak bicara lagi, Rayen mulai menjelajahi tubuh Niken, memberikan pijatan-pijatan lembut disana, membuat sang istri merasa nyaman dan juga rileks, kini tangan Rayen berada dibagian paha atas sang istri dan mengusap lembut disana, membuat Niken mengeliat karana geli. Semangkin lama tangan Rayen mulai merambat naik menuju kerang kupas milik Niken.


''Sayang ini udah basah.'' ucapnya lirih, tangannya mengusap-usap disana dengan gerakan naik turun.


Niken men*de*sah tertahan, tidak seperti biasa, saat ini Niken merasa malu mengakui jika saat ini dirinya memang sedang hor*ny.


Rayen menarik lembut kain berbentuk segitiga tersebut hingga terlepas, kini kain tipis itu sudah berada ditangannya, ia mendekatkan kain tersebut kewajahnya lalu menghirupnya dengan rakus aroma khas inti milik Niken, membuat sang istri semangkin terbakar gai*rah atas kelakuan suaminya itu.


''Sayang aroma inti mu ini sangat memabukan mas sayang, sangat wangi.'' ucapnya sambil menghirup aromanya sekali lagi.


Puas dengan apa yang ia lakukan, kini tangannya mulai menyingkap gaun tidur tesebut keatas, hingga terpampanglah gundukan anak gunung sang istri yang ditumbuhi oleh bu*lu-bu*lu tipis yang halus, dengan rasa tidak sabar Rayen mulai membelai belahan kerang milik sang istri lalu menekan se titik daging kecil yang ada ditengah-tengah kerang milik Niken, membuat wanita itu menggelinjang nikmat.


''Mas,sshhhh aahhh,, Niken mendedis merasakan sensasi nikmat karna gesekan tangan suaminya pada setitik daging tersebut.


Rayen yang merasa tidak tahan langsung membenamkan wajahnya diliang surga milik istrinya yang selalu membuatnya ketagihan dan juga candu, Rayen kembali mengendus aroma yang sama yang selalu membuatnya melayang,setelahnya Rayen langsung menjulurkan li*dah nya menikmati hidangan yang selalu membuatnya ketagihan.


''Oh mas Rayen, ge-li masss.'' racau Niken ia sangat menikmati jila*tan suaminya yang di lakukan diinti miliknya.


Rayen menekan lebih dalam lidahnya agar masuk seluruhnya dialam lubang tersebut sambil tangan satunya memainkan dua gumpalan daging kembar yang ada dibagian atas istrinya


next

__ADS_1


Sebelumnya kan otor udah pernah mengingatkan pada readers, kalau novel ini banyak mengandung adegan nganunya, jadi jangan ada yang protes ya, jika otor selalu menampilkan adegan tersebut hampir disetiap babnya😁


__ADS_2