CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Merasa Terganggu


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul lima sore, Niken dan Rayen memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar menikmati pemandangan yang ada disana. Kini keduanya sedang duduk di bibir pantai, dengan posisi Niken yang menyandarkan kepalanya dibahu sang suami, melihat beberapa anak kecil yang berlarian sambil bermain pasir dan juga air pantai, mungkin mereka adalah anak dari para nelayan yang tinggal disekitaran sana.


'' Mas, aku sangat bahagia saat ini, aku masih gk menyangka akhirnya mas bisa jadi milikku, kukira mungkin aku hanya bisa berkhayal saja tentang kamu, tanpa bisa kumiliki sama sekali.'' jelas Niken.


'' Mas juga gk pernah nyangka jika mas bisa menikahi keponakan mas sendiri, tapi mas sangat bahagia dan bersyukur karna telah mendapatkan kamu sebagai pendamping hidup mas sayang.'' ucap Rayen, saat ini keduanya saling menatap menyelami perasaan masing-masing, keduanya dapat melihat dari pasangan masing-masing jika dimata keduanya ada cinta yang sangat besar untuk pasangannya.


'' Balik kehotel yuk sayang? mas mau melakukan misi tujuan kita datang kesini, mas akan membuatmu merasakan nikmat yang tiada tara.'' ucap Rayen sambil tersenyum mesum.


''Yuk mas, aku juga sudah tidak sabar ingin menikmati setiap sentuhan mas Rayen di tubuhku ini.'' jawab Niken tak kalah mesum, kemudian keduanya langsung berdiri dari duduk.


Kini keduanya sudah berada didepan pintu kamar hotel, baru saja Niken masuk, Rayen langsung menghimpit tubuhnya ditembok dan langsung menciumi bibirnya dengan penuh minat. Niken yang mendapat serangan mendadak sedikit kewalahan mengimbangi permainan suaminya.


'' Maass aahhh,,'' satu ******* lolos begitu saja dari bibir Niken saat Rayen mulai meremas dua gundukan kenyak miliknya.


Sambil terus berciuman, Rayen mulai membuka kancing baju istrinya satu persatu, hingga terlihatlah br*a berwarna hitam dengan tali yang diikat dibelakang leher, Rayen menelan salivanya sungguh ia tak akan pernah bosan melihat pemandangan ini, Rayen kembali menyerang istrinya kali ini dibagian dada, terlihat ia mengeluarkan kedua isi br*a tersebut secara bergantian dari samping, hingga terlihatlah dua gumpalan daging segar padat dan berisi, tanpa basa-basi laki-laki itu langsung melahap habis salah satu gumpalan daging tersebut, ssdangkan yang satu lagi diremas olehnya, membuat sang empu menggelinjang ditempatnya. Dengan masih mulut yang menempel didada istrinya, Rayen menggiring tubuh Niken menuju tempat tidur, agar lebih memudahkan mereka untuk melakukan hal yang lebih. Perlahan Rayen membaringkan tubuh istrinya, Rayen tersenyum menatap wajah Niken yang mulai memerah menahan hasratnya, tak ingin membuang waktu ia langsung menurunkan rok sang istri yang memang memakai bahan karet diarea pinggangnya, hingga memudahkan nya untuk langsung memplorotinya kebawah. Kini Rayen dapat melihat tubuh istrinya walaupun masih dibalut dengan pakaian da*lam namun mampu membuat pria itu terpesona dengan tubuh istrinya.


Rayen melihat kain pembungkus yang berbentuk segitiga milik sang istri, menurutnya bentuk tersebut sangat menggemaskan membuat nya semangkin bergairah, saat ini Niken menggunakan dalaman yang hanya menutupi area intinya saja, sedangkan bagian bokongnya tidak tertutupi apapun, hanya ada tali kecil yang saling terhubung untuk menutupi bagian inti miliknya. Rayen nembalikan tubuh Niken menjadi tengkurap, kemudian ia menarik tali kecil yang terdapat diantara belahan bo*ko*ng sang istri, sedikit menariknya tarik ulur hingga menimbulkan suatu gesekan disana, membuat Niken mendesah lirih.


Rayen menyuruh istrinya sedikit menung*ging hingga kini ia dapat melihat gundukan gaging merah didepan matanya dari bawah.


''Sayang segitiga mu ini gk bisa nenutupi seluruh inti milik kamu ini sayang, kerang mu ini sangat tembem hingga kain ini tak dapat menutupi seluruh permukaannya, tapi mas sangat suka ini, karna membuat mas semangkin bernaf*su." ucapnya sambil mengecup kerang kupas istrinya itu sekilas.


Wajah Rayen masih berada didepan pan*ta*t Niken yang masih dalam posisi menungging, tangannya mulai menyingkirkan tali kecil yang menyelinap diantara belahan tersebut, lalu menggesernya kesamping.


''Ooh, sayang ini sangat indah, jauh melebihi pemandangan yang ada disini.'' ucapnya kemudian Rayen langsung membenamkan wajahnya di bagian belakang istrinya, menghirup aroma khas yang selalu memabukannya. Rayen menarik kain tersebut hingga tsrlepas dari tubuh istrinya, hingga terpampanglah keindahan yang begitu nyata didepan matanya, baru saja Rayen akan melakuk aksinya kembali tiba-tiba terdengar suara ponsel Niken berbunyi, namun keduanya tak menghiraukan, sepasang suami istri tersebut masih asik pada kegiatan mereka, tapi sepertinya ponsel tersebut tak membiarkan keduanya tenang, sebab kembali berbunyi dan mengganggu kesenangan keduanya.

__ADS_1


'' Mas aku angkat aja dulu ya? mungkin penting.'' ucap Niken yang kini sudah duduk, namun nafasnya masih terdengar naik turun.


'' Baiklah.'' ucapnya, Rayen terpaksa mengalah, walaupun hasratnya sudah menggebu.


'' Windy, ada apa ya?'' gumamnya, Niken langsung menggeser tombol berwarna hijau.


Niken:'' Ya Windy ada apa?


Windy:'' Niken kamu sibuk gk? ada yang mau aku omongin sama kamu?


Niken:'' Oh itu aku, Niken bingung harus menjawab apa pada sahabatnya itu.


Rayen yang tau jika telpon itu hanya dari temannya langsung melanjutkan aksinya menggesekan tangannya dibagian kerang kupas istrinya membuat Niken merem melek merasakan kenikmatan dari gesekan tersebut.


Niken:'' Aah i-iya Win, sssshhh,'' Niken menggigit bibirnya agar tak mengeluarkan suara *******, karna ulah suaminya itu


Windy yang berada diujung telpon mengerenyit bingung saat mendengar suara-suara yang menurutnya sangat aneh.


Ngapai sih nih anak, kok suaranya aneh gitu, kayak orang kepedasan aja.


Batin Windy


Windy terus mendengar suara-suara aneh dari ujung telpon membuat gadis yang sudah tak berstatus sebagai seorang istri itu bertanya-tanya dalam hati.


Windy:'' Hallo ken, loe ngapain sih disana?

__ADS_1


Niken:'' Oya kamu mau bicara apa Win?'' tanya Niken, tanpa ingin menjawab pertanyaan sahabatnya itu.


Windy:'' Gue mau cerita sesuatu sama loe Ken, itupun kalau loe gk sibuk.


Namun saat Niken hendak menjawab, tiba-tiba Rayen mengambil ponsel miliknya dan langsung berbicara pada pada Windy


Rayen:'' Hallo Windy, sebelumnya saya minta maaf, tapi bisa gk, kamu nanti saja telponnya? soalnya Niken sedang sibuk saat ini.


Windy:" Oh iya, maaf om saya gk tau.


Rayen:'' Tidak apa-apa, kalau gitu saya tutup dulu.''


Klik


Panggilan telah terputus


'' Mas kenapa dimatikan?'' ucap Niken sedikit protes, ia merasa tidak enak pada Windy karna tidak bisa mendengar keluhannya.


'' Sayang kita kan kesini untuk bulan madu, mas tidak ingin sampai ada yang mengganggu kita selama disini, bisakah kamu mengesampingkan dulu urusan yang lain?'' tanya Rayen


Niken mengangguk, yang dikatakan suaminya itu ada benarnya, untuk kali ini saja, Niken akan memberikan semua waktunya hanya untuk Rayen suaminya.


Melihat istrinya mengangguk, Rayen tersenyum, ia pun kembali melanjutkan aksinya yang sempat tertunda untuk kembali membangunkan hasrat istrinya tersebut.


Next

__ADS_1


__ADS_2