
Prov Rayen
Aku yang awalnya hanya ingin berniat menggodanya malah merasa tertantang saat mendapat persetujuan dari Niken, aku tersenyum senang saat Niken tak menolakku, dengan semangat aku mulai mencumbuinya walau dalam hati kecil ku menolak, dan mengatakan bahwa ini tidaklah benar, namun insting kelelakianku terus mendorongku untuk melakukannya, bahkan aku meminta lebih dari itu, dengan tidak tau malunya aku merayu dan meminta agar Niken mau membuka bajunya, sungguh aku benar-benar sudah gila,aku merasa seperti pedofil saja,,namun karna sudah dipengaruhi bisikan setan, Rayen sudah tak bisa berpikir jernih lagi, apa lagi saat melihat Niken menganggukan kepalanya, tentu saja itu membuatku semangkin senang, setelah melihatnya melepaskan pakaiannya, dan melihat payu*dara yang sangat menggoda iman itu, aku semangkin bergairah, dan lagi-lagi aku meminta lebih dari ini, kulihat Niken sedikit ragu untuk memenuhi permintaan ku namun aku terus merayunya hingga akhirnya Niken kembali memenuhi permintaanku itu, begitu kain penutup itu terlepas aku langsung melahap buah da*da milik keponakanku itu, ku lihat Niken sangat menikmati apa yang aku lakukan padanya bahkan ia sampai menekan kepalaku hingga terbenam dikedua gunung kembarnya, aku seperti orang yang kesetanan, bak seorang bayi besar yang terus menyusu pada ibunya, aku yang sudah sangat bergairah rasanya ingin sekali menelanja*ngi gadis kecilku itu, dan menikmati setiap inci tubuhnya, namun sebisa mungkin aku menahannya agar tidak melangkah lebih jauh, karna tidak mungkin bagiku untuk merusak nya.
Saat ini posisi Niken sedang berada dibawah kukunganku, aku terus melakukan kegiatanku,sambil sesekali aku melihat wajahnya yang semangkin memerah karna menahan sesuatu, hingga akhirnya aku mendengar kata-katanya yang mengatakan jika dirinya ingin pipis, saat itu juga aku tau kalau Niken ingin melakulan pelepasannya, hingga ku dengar suara lenguhan panjang yang keluar dari bibir nya tersebut yang menandakan bahwa ia sudah kli*maks
Prov Niken
Saat aku mendengar om Rayen mengatakan dan menceritakan antara perbedaan kawin dan nikah, jujur aku sedikit terkejut, sungguh aku benar-benar tidak tau kalau yang namanya kawin itu adalah dua orang yang sedang bercumbu atau memadu kasih dengan cara menyatukan diri antara keduanya dan om Rayen juga mengatakan kalau itu harus dilakukan setelah menikah.
Namun saat om Rayen memintaku untuk menyicilnya aku sedikit terkejut, sebenarnya aku juga tau kalau dia sengaja menggodaku saat itu, namun karna rasa penasaranku aku langsung mengiyakan ajakannya,membuat laki-laki dewasa itu sedikit terkejut, mungkin ia tak menyangka kalau aku akan mengabulkan permintaannya.
Ku lihat om Rayen tersenyum pada ku sambil menyuruhku untuk duduk lebih dekat dengannya, setelah itu ia langsung menyambar bibir ku membuatku kaget,beberapa saat aku hanya diam karna memang tidak tau cara berciuman,maklum masih pemula, namun setelah nya tiba-tiba aku merasa lidah om Rayen menerobos masuk kedalam rongga mulutku dan langsung membelit lidahku membuat aku merasakan sensasi aneh, dan akhirnya aku ikut terhanyut dan membalas setiap sesapan yang dilakukan om ku itu, tiba-tiba aku merasa om Rayen menyentuh bagian dadaku tentu saja replek aku henghentikan tangannya, namun om Rayen memohon dan memelas padaku saat mengatakan bahwa dirinya ingin melihatnya saja, dan aku pun kembali mengabulkannya walaupun malu aku tetap membuka pakaian bagian atas dan nampaklah b*ra ku yang berwarna hitam, aku melihat om Rayen begitu terpesona dengan gunung kembar milikku bahkan aku melihat jakunnya naik turun, namun lagi-lagi ia kembali merayuku dan memintaku untuk membuka menutup gunung kembarku dan entah kenapa aku menurut saja dengan perintahnya itu, walau aku tau ini salah, dan tidak dibenarkan, namun aku tetap melakukannya.Wajahku memerah menahan malu saat om Rayen memandangi aset milikku apa lagi matanya terus menatap ke arah puti*ng milikku yang berwarna merah muda itu, dan lagi-lagi ia kembali memintaku untuk menurutinya, namun aku mengerutkan dahi saat mendengar ia meminta ijin untuk menyu*su pada payu *dara ku, aku merasa sedikit heran pasalnya aku kan belum punya anak bagai mana bisa ada air didalamnya, namun lagi-lagi aku tetap menurutinya.
Om Rayen terlihat begitu senang saat aku menyetujui keinginannya, dan tanpa membuang waktu ia langsung melahap puti*ng payu*dara ku membuatku kegelian, ia terus mengedot nya hingga membuatku kembali merasakan sesuatu yang tak bisa ku ungkapkan, entah kenapa aku sangat menyukai hal gila ini.
Aku merasa sesuatu terus berkedut dibawah sana, dibagian kerangku, ooh ini benar-benar nikmat tanpa kusadari aku menekan kepala om Rayen agar menghisap lebih dalam lagi, hingga aku merasa ada sesuatu yang akan meledak dalam diriku dan saat itu juga aku merasa ada sesuatu yang mengalir dibagian V milik ku, aku mengatakan pada om Rayen kalau aku mau pipis namun ia sama sekali tak perduli dan terus melakukan kegiatannya, aku yang merasa ada yang ingin keluar akhirnya melepaskannya dicelana tanpa pergi kekamar mandi karna memang sudah tidak sanggup menahannya, tapi anehnya kenapa rasa nya beda, baru kali ini aku merasakan pipis seenak ini.
Prov author
Saat ini keduanya sedang berbaring diatas kasur dengan posisi telentang dan dengan kaki yang menjuntai kelantai.
__ADS_1
Terdengar deru nafas keduanya masih memburu.
''Sayang apa yang kamu rasakan saat ini?'' tanya Rayen sambil memiringkan wajahnya menghadap Niken.
''Lemas om, aku gk tau kenapa bisa lemas, padahal gk melakukan apa-apa.'' jawabnya bingung.
''Yang tadi enak gk sayang?'' sambung Rayen lagi tanpa memperdulikan jawaban Niken.
''Waktu yang om hisap puti\*ng kamu itu?? ucap Rayen vulgar.
''Iih, om apaan sih mesum banget.'' protes Niken dengan wajah yang sudah kembali memerah menahan malu.
''Sayang, om pinjam kamar mandi kamu dulu ya, ada sesuatu yang harus om tuntaskan.'' ucap Rayen yang langsung bangkit dan menuju kamar mandi
__ADS_1
''Om Rayen mau ngapain sih tergesa-gesa banget.'' gumamnya, Niken kembali merebahkan tubuhnya ia kembali mengingat kejadian yang baru dialaminya bersama Rayen beberapa menit yang lalu.
''Kenapa aku bisa melakukan hal memalukan itu sih, pasti om Rayen berpikir aku cewek gampangan, tapi kenapa ya, saat itu aku juga gk bisa menolaknya dan dengan bodohnya aku malah menikmati setiap sentuhan tangannya ditubuhku,'' monolognya tanpa sadar Niken meraba dada nya sendiri sambil memejamkan matanya.
Sedangkan didalam kamar mandi, Rayen terus melakukan aktivitasnya dengan membayangkan aset milik gadis kecilnya.
''Oh, Niken sayang kamu begitu nikmat baby.'' racaunya, tak lama terdengar lenguhan panjang dari mulutnya.
''Akhirnya...''gumam Rayen, sambil membersihkan tangannya.
Didalam kamar samar-samar Niken mendengar Rayen berteriak sambil memanggil namanya membuat gadis itu merasa heran.
''Om Rayen kenapa ya? kenapa dia memanggil namaku? apa jangan-jangan terjadi sesuatu dikamar mandi.'' gumamnya cemas lalu ia pun segera bangkit dan langsung melangkah menuju pintu kamar mandi.
BERSAMBUNG..
__ADS_1