CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Nyicil Kawin


__ADS_3

Warning area dewasa, jadi yang belum cukup umur diskip aja ya, author gk tanggung jawab jika ada sesuatu yang terjadi dibawah sana ๐Ÿ˜๐Ÿคญ.


โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก


HAPPY READING..


Saat ini Niken dan Rayen sedang duduk diatas tempat tidur namun dengan jarak yang lumayan jauh, setelah mendengar penjelasan yang Rayen ucapkan tentang maksud dari perbedaan kata kawin dan juga nikah, Niken langsung sedikit menjaga jarak dengan om nya tersebut.


''Loh sayang kenapa kamu duduknya jadi jauhan jitu?'' tanya Rayen heran


''Mana ada om, perasaan om aja kali.'' jawabnya berkilah.


Rayen tersenyum melihat kegugupan gadis kecilnya itu.


''Oya sayang,bukanksh tadi kamu bilang sangat penasaran dengan yang namanya kawin, bagai mana kalau kita mencobanya sekarang?'' goda Rayen membuat Niken waspada.


''A-apaan sih om, kita kan belum boleh melakukannya dan itu, aku---'' Niken menjeda ucapannya karna bingung harus berkata apa.


''Kalau nyicil boleh gk?'' ucap Rayen yang belum berhenti menggoda Niken


''Nyicil, emang bisa??'' tanya Niken polos


''Bisa dong sayang, kemarilah om akan tunjukan bagai mana caranya nyicil kawin.'' ucapnya tersenyum


Antara takut dan penasaran akhirnya Niken mendekat pada Rayen, dan Rayen langsung menarik tubuh Niken tanpa ada jarak diantara mereka.Rayen menggenggam tangan Niken sambil menatap matanya dalam membuat hadis belia itu salah tingkah


''Apaan sih om Rayen natap aku sampai segitunya aku kan jadi malu.


Batinnya


Niken menundukan pandangannya,karna merasa tak sanggup membalas tatapan mata om nya tersebut, ia begitu malu

__ADS_1


''Sayang, liat om dong!" ucap Rayen sambil menyentuh,dan mengangkat dagu Niken dengan tunjuknya agar kembali menatap kearahnya.


''Om mulai nyicil boleh gk sayang?'' tanya Rayen sekali lagi sambik menatap wajah Niken, wajah yang selalu membuatnya merindu


Niken mengangguk pelan,karna memang ia juga merasa penasaran dengan rasanya.Melihat Niken mengangguk Rayen tersenyum senang sedetik kemudian Rayen langsung menyambar bibir yang sejak tadi ingin ia rasakan.


Saat bibir keduanya saling menempel Niken hanya diam karna bingung harus melakukan apa, karna yang ia tau cium*an bibir hanya sebatas saling menempelkan bibir saja, namun saat merasakan lidah Rayen memasuki rongga mulut Niken, gadis itu sedikit kaget, ia juga merasakan suatu perasaan aneh, lama kelamaan Niken terbuai dengan perlakuan Rayen padanya, pria dewasa itu dengan lihai nya mengabsen setiap inci mulut Niken, membuat gadis itu secara replek membalas luma*tan omnya itu walau sedikit kaku.Rayen tersenyum disela-sela ciuman mereka, namun ia segera melepaskan pangutan bibir diantara keduanya saat melihat Niken mulai kehabisan oksigen.


Niken meraup udara sebanyak-banyaknya saat bibir mereka sudah terlepas.


Rayen tersenyum sambil tangannya mengelap sudut bibir keponakannya yang basah akibat ulahnya.


''Bibir kamu sangat manis sayang om suka rasanya.'' ucap Rayen membuat Niken tersipu dengan wajah yang sudah memerah.


''Om boleh gk nyicil yang lain nya?


Niken langsung mengiyakan permintaan om nya tersebut karna Niken juga menginginkannya lagi, ciuman itu ternyata sudah mulai membuatnya candu.


''Om,'' rengek Niken sambil berusaha menahan tangan yang hendak membuka kancing bajunya.


''Om mohon jangan menolak ya? om janji gk akan lebih dari ini.'' pinta Rayen dengan suara berat.


Niken mengangguk ragu, sedangkan Rayen yang mendapat ijin langsung menyerang kembali bibir gadis tersebut dengan tangan kiri yang berada dibelakan tengkuk Niken, sedangkan tangan kanannya mulai membuka kancing pakaian yang Niken gunakan.


Rayen menatap tubuh bagian atas gadis kecilnya dengan kancing yang sudah terlepas seluruhnya hingga memperlihatkan kaca mata berwarna hitam dengan renda disekelilingnya.


Rayen menelan salivanya susah payah, ini benar-benar indah dimatanya.Walau pun masih sangat belia, namun Niken memiliki dada yang ukurannya bisa dikatakan besar.


''Om jangan diliatin terus, aku malu.'' protes Niken membuat Rayen terkekeh pelan.


''Habisnya ini sangat indah sayang, rasanya om ingin selalu menatapnya.'' jawab Rayen membuat Niken tersipu.

__ADS_1


''Om boleh liat isinya gk? om penasaran banget dengan kacang yang ada didalamnya.


''Tapi aku malu om,'' rengeknya manja membuat Rayen semangkin gemas.


''Kok malu sama omnya sendiri, kan cuma lihat, tapi kalau boleh lebih juga gpp kok.'' sambungnya membuat Niken memukul mesra tangan Rayen.


Akhirnya Niken menuruti kemauan Rayen, ia pun langsung membuka baju yang memang sudah terlepas kancingnya, setelah itu, perlahan ia mulai membuka pengait b*ra miliknya, meskipun sudah terbuka, tapi Niken masih menahan kaca mata itu agar tidak terlepas dari tempatnya.


''Kok ditahan sayang? lepas dong, om pengen lihat.'' ucap Rayen yang mulai bergairah


Niken menurunkan kaca mata dadanya perlahan membuat mata Rayen langsung membulat saat melihat pemandangan yang ada didepannya, puti*ng milik Niken menjadi sasaran utama matanya, karna memang selalu terbayang dikepala Rayen


''Sayang dada kamu sangat indah, ukurannya sangat pas dengan tubuh kamu, padat dan pastinya kenyal, ini apakan om boleh mencicipinya?'' rayunya sungguh Rayen benar-benar ingin sekali merasakan benda berwarna merah muda tersebut berada didalam mulutnya, menyesapnya, memainkannya dengan lidah bahkan ingin sekali menggigitnya manja sangkin gemasnya.


Walaupun merasa aneh dengan permintaan omnya tersebut, namun lagi-lagi ia menganggukan kepalanya, membuat Rayen langsung tersenyum senang.


''Terimakasih sayang.'' ucapnya sambil mengecup kening Niken, setelah itu wajahnya langsung mengarah pada dada gadis itu dan langsung melahap bulatan kecil yang terdapat disana.


Niken yang merasa puti* ngnya dihisap langsung mengeliat menahan geli.Niken juga merasakan darahnya tiba-tiba berdesir hebat, seperti seperti terkena sengatan listrik tegangan tinggi.


''Astaga perasaan apa ini, kenapa tiba-tiba tubuhku bereaksi seperti ini, oh ya ampun kenapa ini sangat enak, geli bercampur nikmat, kenapa om Rayen bisa membuatku seperni ini.


Batin Niken


Tanpa sadar Niken menekan kepala Rayen agar om nya itu menghisapnya lebih dalam lagi.


''Om,ssshhtt ini enak sekali om.'' ucapnya sambil terus berdesis.


Rayen yang mendengar bertambah semangat, saat ini ia berkeinginan membuat gadisnya itu mengeluarkan cairan cintanya.


Rayen kembali mencium bibir Niken dengan rakus, sambil tangannya terus memilin ujung daging kenyal milik Niken, ciumannya kini turun keleher jenjang sang kekasih, menjilat dan juga nengecupnya lembut, membuat Niken kembali merasakan sensasi aneh ditubuhnya.Tak ada bagian tubuh Niken yang terlewatkan dari cumbuannya membuat gadis belia itu semangkin menggelinjang hebat.Niken menarik kepala Rayen dan langsung menyambar bibir kekasihnya itu setelah ciuman keduanya terlepas, Niken kembali mengarah kan wajah Rayen kedada miliknya, Rayen yang mengerti maksud dari permintaan Niken, langsung membenamkan wajahnya disana, kembali mengulum dan bermain disana.

__ADS_1


Next


__ADS_2