CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Pulang Bersama Regan


__ADS_3

Saat ini ketida remaja itu sedang berada digajebo belakang rumah Putri, mereka memilih mengerjakan tugas disana karna suasananya sangat sejuk, selain ada air mancur buatan, kolam ikan, dan pepohonannya juga sangat rindang, dan itu sangat membuat ketiganya merasa nyaman belajar disana.


Tanpa mereka sadari Regan memperhatikan ketiga remaja itu sejak tadi, khusus nya Niken, entah kenapa ia selalu merasa tertarik dengan gadis itu, saat lelaki itu masih memandangi mereka tak sengaja Windy melihatnya.


'' Bang Regan.'' gumamnya, tiba-tiba saja wajahnya kembali memerah, ia teringat beberapa waktu yang lalu saat matanya melihat abang dari sahabatnya itu sedang bertelanjang dada didepannya, jujur Windy merasa malu melihatnya, karna selain Leo, ia sama sekali belum pernah melihat tubuh laki-laki lain, bahkan milik ayahnya saja hanya beberapa kali, itupun sudah lama sekali. Windy merasakan intinya berkedut saat membayangkan tubuh Regan.


Ada apa denganku? kenapa perasaanku jadi aneh begini, dan aku merasa intiku juga basah sekarang hanya karna membayang tubuh bang Regan, oh astaga lama-lama aku bisa gila.


Batin Windy frustasi


'' Kamu kenapa Win? kok gelisah gitu?'' Niken memperhatikan wajah sahabatnya itu yang tiba-tiba tak tenang.


'' Oh gue gpp kok, gue hanya butuh ketoilet saja, bentar ya guys.'' ucapnya yang langsung melangkah menuju rumah putri.


Sesampainya didalam rumah, Windy celingak-celinguk seperti mencari seseorang.


'' Kamu mencari siapa?'' tanya Regan tiba-tiba membuat Windy terkejut.


'' Oh, i-itu bang, aku lagi cari toilet, iya toilet.'' jawabnya gugup.


Mendengar jawaban Windy membuat dahi Regan mengerenyit bingung.


'' Apa ini pertama kalinya kamu datang kerumah ini? hingga tidak tau dimana letak toiletnya?'' tanya Regan datar.


'' Oh iya disana, aku baru ingat, kalau gitu aku kesana dulu.'' setelah mengatakan itu Windu langsung melangkah dengan cepat menuju toilet yang berada disamping dapur.


'' Gadis yang aneh.'' gumamnya, setelah itu ia kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang keluarga.


Sedangkan didalam kamar mandi terlihat Windy sedang menyandarkan tubuhnya dibalik pintu kamar mandi.


'' Astaga ada apa denganku? kenapa jantungku berdetak kencang sekali? dan kenapa aku merasa grogi didepan bang Regan? padahal sebelumnya biasa saja, tidak mungkin kan aku tiba-tiba menyukai bang Regan abang dari sahabat aku sendiri.'' monolognya.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, jam sudah menunjukan pukul empat sore.

__ADS_1


'' Bang Regan, abang mau kemana?'' tanya Putri, saat ini ia dan kedua sahabatnya baru saja selesai mengerjakan tugas kelompok, dan kedua sahabatnya itu juga akan segera pulang.


'' Ada urusan, memangnya ada apa?'' kini Regan sedang menatap ketida gadis itu, ia melirik pada Niken sekilas, kemudian menatap pada adiknya Putri.


'' Gimana jika kedua sahabatku ikut dengan abang? maksudnya abang antar mereka satu persatu kerumahnya, karna mereka gk bawa kendaraan kesini.'' jelas Putri.


'' Eh, gk perlu Put, nanti aku naik taksi aja.'' ucap Niken merasa tak enak


'' Gue juga gk usah, kita barengan aja Ken.'' tolaknya halus.


'' Kalian ini kenapa? gk usah ke GR an, lagi pula siapa juga yang mau mengantar kalian pulang.'' ucap Regan ketus, sedangkan kedua gadis itu langsung terdiam.


'' Ck, kok bang Regan gitu sih ngmongnya? mereka kan sahabat aku, masa abang tega? yayaya mau ya bang?'' rengek Putri, tanpa menghiraukan sikutan dari kedua sahabatnya.


'' Udah Put gk usah, kami bisa pulang sendiri, bisik Niken ditelinga sahabatnya itu.


'' Tau nih Putri, lagi pula bang Regan juga gk mau kan antarin kami, jadi gk usah deh maksa dia segala.'' sambung Windy.


'' Udah kalian tenang aja gue akan bujuk abang gue yang satu ini.''


'' Heeii apa yang sedang kalian bisikan itu?'' tanya Regan merasa jengah, yang membuat ketiganya langsung menatap kearahnya.


'' Mereka sudah putuskan akan ikut bersama abang, jadi abang harus mau mengantarkan mereka! benarkan kan guys?'' ucap Putri memaksa, namun saat kedua sahabatnya itu ingin protes Putri mendorong tubuh keduanya didepan Regan.


Akhirnya mau tak mau Regan menuruti perintah adiknya itu, jika kalau tidak bisa dipastikan dirinya tak akan di ajak bicara sampai berhari-hari.


Windy masuk lebih dulu dikursi penumpang, namun saat Niken hendak ikut masuk dibelakang tiba-tiba suara Regan menghentikannya.


'' Kalian pikir saya supir? kamu, duduk didepan! dan saya tak menerima penolakan.'' ucapnya.


Niken hanya pasrah, dan akhirnya mengikuti permintaan abang dari sahabatnya yang berwajah datar itu.


'' Sebenarnya malas banget, kalau bukan karna Putri yang maksa.'' gerutunya pelan, Niken membuka pintu depan dan masuk kedalam.

__ADS_1


'' Pakai seatbelt mu! jangan sampai saya ditilang polisi karna kamu.'' ucap Regan lagi, membuat Niken hanya mendengus, namun gadis itu tetap menuruti perintah Regan untuk memasang seatbeltnya.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, Niken merasa suasananya sangat tidak nyaman sesekali ia menoleh kearah belakang dimana sahabatnya Windy berada.


'' Kenapa kamu selalu menoleh kebelakang? memangnya kamu takut jika teman kamu itu hilang?'' tanya Regan membuat Niken menatapnya dengan kesal.


'' Bang Regan kenapa sih? kok ketus banget dari tadi? memangnya salahku apa?'' tanya Niken dengan tatapan kesal.


Regan tak menjawab namun ia hanya melirik sekilas pada Niken, setelah itu tatapannya kembali lurus kedepan. Sedangkan Windy sejak tadi hanya jadi pendengar kedua manusia yang ada didepannya saat ini tanpa mau terlibat bercakapan keduanya yang lebih bisa dikatakan perdebatan.


Karna rumah Windy lebih dekat, akhirnya Regan mengantarkan nya terlebih dahulu.


'' Makasih ya bang sudah mau mengantarkan aku pulang?'' ucap Windy.


Namun Regan bukannya menjawab, dia hanya menganggukan kepalanya saja.


'' Sebaiknya kalau punya mulut itu digunakan,'' sindir Niken.


'' Udah Niken gue gpp kok, yaudah gue masuk dulu ya? kalian hati-hati, bang tolong antar teman saya dengan selamat ya?'' ucapnya sambil bercanda, namun lagi-lagi Regan hanya menganggukan kepala sebagai jawaban, benar-benar memhuat Niken merasa geram.


Niken tak lagi ingin bicara pada Regan, namun karna sepertinya lelaki itu melajukan mobilnya ke arah jalan yang berbeda membuat Niken terpaksa harus bersuara lagi.


'' Bang aku bukan pulang kerumah mama dan papa.'' jelas Niken membuat Regan seketika menoleh kearahnya,


'' Maksud kamu?'' tanya Regan yang masih bingung.


'' Sekarang aku tinggal diapartemen, bukan lagi dirumah orangtuaku.'' jelasnya lagi membuat Regan semangkin penasaran.


'' Kenapa kamu harus tinggal terpisah dengan orangtuamu? apa mereka mengijinkan? lagi pula bahaya buat anak gadis tinggal sendirian diapartemen.'' ucap Regan, entah kenapa ia merasa harus menasehati Niken untuk itu, jujur saja, Regan merasa tidak suka jika sahabat dari adiknya tersebuta tinggal diapartemen.


'' Kenapa? abang mencemaskan ku?'' selidik Niken


'' Bukan nya cemas, hanya terlalu bahaya jika tinggal diapartemen bagi seorang gadis apa lagi kamu masih dibawah umur.'' jelas Regan mana mungkin ia mengakui jika dirinya memang mencemaskan keadaan Niken jika dia memang benar tinggal sendiri diapartemen tersebut.

__ADS_1


Next


__ADS_2