
Saat ini Rangga dan Putri sedang dalam perjalanan menuju kediaman Putri, sepanjang perjalan gadis cantik itu terus bergumam berharap semoga saja abangnya itu sudah tidur dikamarnya.
'' Sudah jangan cemas, nanti biar aku yang jelasin sama bang Regan.'' ucap Rangga sambil menggenggam tangan kekasihnya untuk menenangkan nya. Putri menatap kearah Rangga ia tersenyum tipis, namun tak dipungkiri jika diwajahnya masih terlihat kegelisahan disana. Setelah mengendarai mobil selama dua puluh lima menit mereka akhirnya sampai dikediaman Putri.
Putri menghela nafas kemudian langsung turun dari mobil Rangga, disusul oleh pemuda tersebut.
'' Sudah jangan tegang, jika bang Rangga marah biar aku yang menghadapi ok? jadi kamu jangan panik gitu.
'' Iya tapi tetap saja aku takut Ga, kamu gk tau aja bang Regan itu seperti apa kalau udah marah, pasti dia akan ngasih hukuman sama aku.'' jelasnya, Rangga hanya tersenyum mendengar celotehan kekasihnya tersebut.
Putri membuka pintu rumah, karna memang ia membawa untuk jaga-jaga, gadis itu membuka pintu sedikit lebar untuk melihat apakah Regan ada didalam atau tidak, Putri melihat lampu di ruangan tersebut mati, itu artinya abangnya itu pasti sudah naik kekamarnya, Putri pun langsung bisa bernafas dengan lega.
'' Rangga sepertinya bang Regan sudah tidur, sebaiknya kamu pulang saja, besok kalau dia tanya biar aku cari alasan, pokoknya kamu jangan khawatir ok? Sudah sana pulang!''
'' Kamu ngusir aku?'' tanya Rangga sedikit tidak senang.
'' Bukan ngusir sayang, tapi kan ini sudah malam, bosok kan kita masih bisa ketemu lagi disekolah.'' ucap Putri
'' Yasudah aku pulang ya?
'' Iya kamu hati-hati, nanti jangan lupa kasih kabar jika sudah sampai rumah!" ucap Putri yang diangguki oleh Rangga, sebelum pulang pemuda itu mengecup kening kekasihnya.
'' Aku pulang.'' ucapnya sambil melangkah menuju mobil miliknya.
'' Hati-hati Ga!
Setelah kepergian Rangga Putri pun langsung masuk kedalam rumah, setelah sebelumnya ia menutup dan mengunci pintu tersebut. Gadis itu berjalan mengendap-endap seperti maling, jaga-jaga kalau ternyata abangnya itu belum tidur. Baru beberapa langkah Putri berjalan tiba-tiba lampu diruang tengah tiba-tiba menyala, membuat gadis itu langsung terkejut.
Mam*pus gue, tamatlah riwayat loe Putri..
Rutuknya dalam hati. Putri melirik abang nya yang saat itu berdiri tak jauh darinya dengan melipat tangan didada, pandangannya tajam kearah sang adik.
'' Eh abang, belum tidur bang?'' ucapnya, basa-basi
'' Baru pulang kamu? tidak kamu lihat sudah jam berapa ini? bukannya abang sudah peringatkan sama kamu, tidak boleh pulang diatas jam sepuluh, tapi ini apa? kenapa tidak sekalian saja kamu tidur disana?'' kalimat demi kalimat yang diucapkan Regan membuat kepala Putri terasa berdenyut.
__ADS_1
'' Iya maaf bang, aku janji lain kali gk akan mengulanginya lagi.
'' Kamu pikir dengan minta maaf semua selesai? tidak semudah itu Putri, kamu harus abang hukum.'' ucap Regan
'' Hah? Jangan dong bang masa dihukum sih?
'' Abang mau dalam seminggu ini sepulang sekolah kamu gk boleh main kemanapun, pulang sekolah harus langsung pulang kerumah,'' ucap Rangga
'' Loh bang kok gitu sih? jangan dong bang.''
'' Itu hukuman udah paling enak Putri, apa mau kamu abang tambah lagi hukumannya hah? Oya satu lagi selama kamu dihukum abang gk mau lihat ada teman kamu yang datang kerumah, terutama Rangga, karna pemuda itulah yang sudah buat kamu pulang sampai larut seperti ini.'' ucap Regan sambil menatap tajam adiknya.
'' Tapi bang gk semua salah Rangga kok, aku juga salah, bang masa teman-temanku gk boleh datang sih bang, Niken dan Windy loh yang datang masa abang gk ijinin.'' Putri mencoba bernegosiasi
'' Abang bilang gk boleh ya enggak, kamu masih belum paham juga?'' Regan melotot menatap sang adik membuat Putri bergidik ngeri, Regan kalau sudah marah sangat menakutkan baginya, bukan Regan tak ingin kedua sahabat adiknya datang, namun Regan hanya ingin memberi pelajaran Putri agar adiknya itu tak lagi mengulangi kesalahanya.
'' Sebaiknga kamu cepat masuk kedalam kamar, atau abang tambahi lagi hukuman kamu, mau??
'' J-jangan bang, ia baiklah aku naik sekarang.'' jawabnya sambil melangkah dengan cepat menuju anak tangga.
Saat ini Putri sedang duduk dikantin bersama dengan Rangga.
'' Sudah jangan bette gitu mukanya, kalau menurut aku itu hukumannya gk menyusahkan kok.'' ucap Rangga yang memang sudah mengetahuinya dari Putri.
'' Iih apaan sih Ga, gk asik banget, masa iya selama seminggu aku gk bisa pergi sama kamu, sahabat aku juga gk boleh pada datang, bang Regan memang resek banget deh.'' gerutunya
Cuup
Tiba-tiba Rangga mencium pipinya membuat Putri kaget, saat itu dikantin lumayan ramai namun entah kenapa tidak ada yang menangkap aksi yang dilakukan Rangga saat itu. Sempat ada yang melihat pasti mereka akan langsung disorakin
'' Hem udah berani ya kamu secara terang-terangan cium aku?
'' Ya habisnya kamu berisik sekali sih, aku kan jadi gemas,'' ucap Rangga
DITEMPAT LAIN..
__ADS_1
Terlihat di dalam sebuah ruangan seseorang sedang bergelut dengan pekerjaannya, padahal jam sudah menunjukan pukul dua belas siang, waktu istirahat dari pekerjaan untuk makan siang, namun tidak bagi orang tersebut, yang masih terlihat sibuk dengan pekerjaannya.
Tok-tok-tok
'' Masuk,'' jawab nya saat pintu ruangannya diketuk dari luar.
'' Pak ada yang ingin bertemu dengan bapak.'' ucap sang sekertaris.
'' Siapa?'' tanya orang yang dipanggil bapak oleh sekertarisnya tersebut.
'' Gk tau pak, dia seorang perempuan, maaf tadi saya lupa tanya namanya.''
'' Yasudah suruh dia masuk.'' ucap nya yang diangguki oleh sekertarisnya.
Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu, setelah dipersilahkan masuk orang tersebut langsung membuka pintu dan menutupnya kembali setelah masuk.
'' Sudah waktunya makan siang, kenapa masih bekerja, nanti kamu bisa sakit loh.'' terdengar suara lembut seseorang yang ia kenali, membuat yang dinasehati langsung mengalih kan pandangannya dari laptop ke arah wanita tersebut.
'' Sesil.'' gumamnya pelan, sambil memperhatikan wanita yang ada dihadapannya saat ini.
'' Hai, Regan apa kabar? Lama tidak bertemu.'' ucap wanita tersebut kepada Regan, ya laki-laki itu adalah Regan.
Saat ini Regan dan wanita yang dipanggil Sesil oleh Regan tadi sedang berada dikantin kantor.
'' Katakan untuk apa kamu datang kesini?'' tanya Regan langsung yang merasa tak perlu berbasa-basi
'' Kok ketus banget sih bicaranya? Kamu masih marah banget ya sama aku karna gk pamit saat pergi kemarin? Maaf waktu itu aku buru-buru Regan, jadi gk sempat buat kasih kabar ke kamu.'' jelas nya membuat Regan menatap sinis pada wanita tersebut.
'' Terus apa maksud kedatanganmu kesini? Bukankah kita sudah tak memiliki hubungan lagi?
'' Regan apa kamu masih belum bisa memaafkan kejadian waktu itu? Saat itu aku benar-benar terburu-buru.'' jelasnya lagi
'' Kamu tau bukan itu maksud dari ucapanku Sesil, aku gk mempermasalahkan kamu pergi yang tanpa pamit sama aku, karna saat itu hubhngan kita juga memang sudah berakhirkan? Yang aku mau tanyakan untuk apa kamu datang kesini lagi? apa tujuanmu??
Next
__ADS_1