CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Menginap Dirumah Putri


__ADS_3

Sudah dua hari Viona dirawat dirumah sakit, dan hari ini rencana nya dia akan pulang keapartemennya, karna memang kondisinya sudah lebih baik, lagi pula ia merasa jika berlama-lama dirumah sakit akan membuatnya jenuh.


''Apa mas Rayen akan datang menjemputku?'' gumamnya berharap Rayen lah yang akan menjemputnya dari rumah sakit,namun kenyataannya tak sesuai harapannya, ia melihat Leo sang asisten yang datang menjemput dirinya padahal Viona sangat berharap bahwa Rayen lah yang akan datang.


''Apa aku memang sudah benar-benar gk ada artinya lagi buat kamu mas? bahkan menjemputku dirumah sakit saja kamu gk sudi.'' gumamnya Lirih, tiba-tiba setitik buliran bening jatuh membasahi pipinya.


Dulu Viona pikir Rayen sangat lah mencintainya, dan merasa sangat yakin tak tak kan pernah berpaling darinya,,jadi dia tak pernah berpikir jika Rayen akan meninggalkan dirinya,dan pikirannya selama ini ternyata salah, terbukti sekarang Rayen telah berpaling darinya.


''Viona kamu sudah siap? berhubung Rayen sedang banyak pekerjaan jadi saya yang akan mengantarkanmu pulang.'' ucap Leo


Viona mengangguk pelan, kemudian turun dari bed dibantu oleh Leo untuk duduk di kursi roda yang telah disediakan. Leo segera mendorong kursi tersebut hingga nanti sampai dihalaman rumah sakit.


''Apakah mas Rayen benar-benar sibuk Le?hingga di tak bisa menyempatkan diri untuk menjemputku?'' tanya Viona lirih


''Apa secinta itu kah kau pada bosku itu? hingga kulihat kau terlalu bergantung padanya?'' ucap Leo balik bertanya, tanpa menghiraukan pertanyaan Viona padanya.


''Aku sangat mencintainya, aku tidak pernah secinta ini pada laki-laki sebelumnya, Le, apa kau tau dengan siapa mas Rayen menjalin hubungan sekarang? karna aku merasa dia ingin putus dariku bukan karna dia tidak mencintaiku lagi, tapi karna dia memiliki wanita baru, aku yakin wanita itu hanya memanfaatkan nya saja.'' tuduh Viona.


''Maaf Viona,mana mungkin aku berkata yang sejujurnya padamu,karna belum saatnya kamu untuk tau.


Batin Leo sambil terus mendorong kursi roda milik Viona.


Sedangkan didalam sebuah kamar saat ini terlihat seorang gadis masih bergelung dengan selimut tebalnya ditempat tidur.Tak lama mata indah itu sedikit demi sedikit terbuka saat merasa kantung kemihnya terasa penuh.


''Ugh,'' lenguhnya sambil merentangkan otot tubuhnya.Gadis tersebut mulai bangkit dari tidurnya dan mulai beranjak turun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian,gadis tersebut keluar dari kamar mandi dengan perasaan sedikit lega,lalu gadis itu kembali melangkah menuju tempat tidur kemudian mengambil benda pipih persegi panjang yang ada diatas nakas.


''Panggilan tak terjawab dari om Rayen,hah sampai delapan kali.'' gumamnya dan kalian sudah pasti bisa menebak siapa gadis tersebut kan guys, yap dia adalah Niken.


Karna bergadang tadi malam akhirnya Niken tidur hingga menjelang pagi, dan itu karna ulah om nya yang tak bisa tidur karna merindukannya, karna tak memungkinkan bagi Rayen untuk datang dijam yang sudah larut, akhirnya Rayen memutuskan untuk menelpon Niken dan akhirnya mereka saling melepas rindu melalui sambungan telpon, sangkin asiknya, hingga keduanya tak menyadari waktu sudah sangat begitu larut, hampir pukul 3 pagi keduanya baru saling menutup sambungan telpon karna mata keduanya sudah tak bisa ditahan lagi.Niken tersenyum mengingat setiap kata-kata Rayen pada nya tadi malam yang selalu membuat darahnya berdesir, apa lagi dengan ucapan manis yang keluar dari bibir om nya tersebut, walau pun sebagian cewek banyak yang mengatakan gombal, tapi Niken sangat senang mendengar setiap gombalan dari om nya tersebut.Saat akan menelpon balik Rayen, tiba-tiba ada notip yang masuk di handphone nya.


''Ingat! jangan sampai lupa datang kerumah gue loe, awas aja sampai lupa.''


Begitulah pesan yang tertis di ponsel milik Niken, yang ternyata dari Putri sahabatnya


Niken melirik jam didinding kamarnya yang sudah menunjukan pukul 11 siang.


''Sebaiknya aku mandi saja dulu,'' gumamnya sambil meletakkan ponselnya diatas nakas tanpa menghubungi balik Rayen.


DITEMPAT LAIN..


''Ck, kemana sih bocah ini,kenapa belum menghubungiku juga, apa dia masih tidur.'' gumamnya sambil mulut nya sesekali mengomel tak jelas, siapa lagi kalau bukan Rayen, entah kenapa dari kemarin ia sangat merindukan mekasih kecilnya itu, ingin sekali rasanya dia datang kesana, namun waktunya belum memungkinkan baginya untuk datang kerumah kekasihnya itu,karna memang kerjaan yang sangat menumpuk.Rayen menghela nafas panjang, kemudian ia kembali meletakkan ponsel milik nya diatas meja kerja, dan kembali melakukan rutinitasnya, jam makan siang nanti ia berniat ingin mengunjungi Niken, karna rasa rindu yang sudah tak bisa dibendung lagi.


Setelah selesai membersihkan diri, Niken langsung turun kebawah untuk mengisi perutnya yang memang sudah terasa keroncongan.


''Loh sayang kamu baru bangun ya?'' ucap Lidya yang saat itu berada didapur sedang membuat jus sawi hijau, yang memang baik untuk pencernaan dan juga bisa menurunkan kolesterol pada tubuh.


''Iya mah, jawab Niken sambil mengambil potongan roti yang ada diatas meja lalu mengolesnya dengan selai stroberi kesukaannya.


''Kamu mau sayang?'' ucap Lidya sambil meletakan jus sawi tersebut diatas meja.

__ADS_1


''Gk mah, rasanya aneh.'' tolak Niken yang memang pernah mencoba karna penasaran dengan rasanya, ternyata tak seenak yang ia bayangkan.


''Tapi ini baik loh sayang untuk kesehatan.'' sambung Lidya, namun Niken dengan cepat menggelengkan kepalanya.


''Mmm...,,oya mah, gimana keadaan tante Viona?'' ucap Niken, sambil memasukan roti kedalam mulutnya.


''Waktu kemarin mama jenguk sih keadaannya udah jauh lebih baik, dan dokter juga bilang, kemungkinan hari ini tante Viona sudah bisa pulang.'' jawab sang mama membuat Niken mengangguk paham.


''Syukurlah kalau gitu.''


"Jika hari ini tante Viona pulang dari rumah sakit, apakah om Rayen yang akan menjemputnya?


Batin Niken bertanya-tanya


''Kamu kenapa sayang,kok bengong?''


''Gk kok mah, oya mah hari ini aku mau nginap dirumah Putri boleh ya mah, karna kemarinkan sudah dirumahnya Windy, dan sekarang giliran dirumah Putri.'' rengek Niken agar mama nya memberi ijin.


''Iya boleh kok sayang, tapi ingat jangan kelayapan ya sayang? dan ingat, harus menghormati tuan rumah!" pesan Lidya.


''Siap mamaku sayang, nanti tolong bilangin sama papa ya mah,? yaudah aku berangkat sekarang ya?'' ucap nya sambil bangkit dari duduknya, namun sebelum melangkah Lidya menghentikan langkahnya.


''Kamu naik apa sayang? soalnya mang Diman sedang berada dikantor papa sekarang.'' jelas Lidya


''Gampang lah mah, nanti aku pesan taksi online aja.'' ucapnya setelah itu langsung naik kekamarnya untuk mengambil beberapa barang nya yang akan dibawa kerumah Putri.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2