
Mika masih menatap pada Niken, membuat gadis itu sedikit risih, mungkin ia masih tidak yakin jika Niken adalah keponakan Rayen, karna ia melihat jika pandangan gadis itu sangat berbeda pada Rayen
Sedangkan Regan yang mendengar pengakuan Rayen sempat terkejut, pasalnya jika mereka om dan keponakan bagai mana mungkin mereka bisa menjalin hubungan seperti sepasang kekasih, tidak masuk akal pikirnya.
''Oh, ternyata dia keponakan kamu ya?'' ucap Mika, terlihat ada wajah lega yang terpancar disana.
Sedangkan Niken merasa benar-benar marah pada Rayen, karna tak ingin mengakui dirinya sebagai calon istrinya.
Baiklah mas Rayen jika itu kemauanmu, maka akan aku ikuti.
Batin Niken geram.
''Iya tante saya memang keponakan om Rayen,'' jawabnya sambil tersenyum paksa, matanya sempat melirik pada Rayen yang saat itu juga melihat kearahnya dengan perasaan bersalah.
''Mm, bang Regan udah selesaikan?'' tanya Niken sambil menatap kearah Regan
''Iya.'' jawabnya singkat
''Yasudah yuk bang, aku mau pulang, abang mau kan antarin aku pulang?'' tanya Niken sambil tersenyum pada Regan, sejenak Regan terpana melihat senyum Niken namun segera ia menggeleng dengan cepat.
Rayen yang mendengar bahwa Niken ingin pulang bersama dengan Regan langsung mencegahnya.
''Gk Niken, sebaiknya kamu pulang bersama om saja, lagi pula om juga ingin segera pulang.'' ucap Rayen yang tak ingin Niken pulang bersama dengan laki-laki lain.
''Loh, bukannya saat aku chat tadi om bilang masih ada urusan, sebaiknya selesaikan saja dulu urusan om itu.'' ucap Niken sambil melirik kearah Mika.
''Ya tapi--''
''Sudahlah om, sebaiknya om urusin dulu urusan om itu, aku mau pulang sama bang Regan sekarang, bang Re mau kan anterin aku pulang?'' rengek Niken manja, membuat Regan langsung mengiyakan permintaan nya, rasanya ia seperti terhipnotis dengan kata-kata yang keluar dari mulut Niken apa lagi nada bicaranya terdengar sangat manja, dan Regan suka itu.
''Ayo bang,'' ulang Niken sambil menarik tangan Regan untuk keluar dari restoran tersebut.
Sedangkan Rayen tak bisa berkata lagi, ia hanya bisa menatap punggung Niken yang kian menjauh dengan tangan yang terkepal kuat.
__ADS_1
Sial, kenapa Niken malah pulang dengan nya, apa Niken dan Regan hubungannya memang sedekat itu? atau Niken memang sengaja ingin membuatku marah.
Batin Rayen kesal.
Saat ini Niken dan Regan sudah berada diluar restoran, namun rupanya Niken masih belum sadar jika ia masih memegang tangan laki-laki itu.
''Sepertinya kamu sangat menyukai tangan saya ini.'' ucap Regan sambil mengangkat tangannya yang masih digenggam oleh Niken.Niken yang baru menyadarinya langsung melepaskannya.
''Maaf bang.'' ucapnya sedikit canggung.
''Tidak apa-apa.'' jawab Regan.
''Oya bang, sebelumnya saya mau minta maaf sama bang Regan karna sudah melibatkan abang dalam urusan saya, kalau gitu saya pulang dulu, sekali lagi saya minta maaf.'' ucap Niken sambil berlalu, namun baru beberapa langkah Regan langsung memanggil nya, membuat gadis itu menoleh kearahnya
''Tadi kamu bilang ingin saya yang mengantarkan kamu? karna saya sedang berbaik hati maka saya bersedia untuk mengantar kamu pulang.'' ucap Regan, ia tau jika gadis yang saat ini berdiri tak jauh darinya sedang merasa sedih, karna tak ingin terjadi sesuatu yang buruk akhirnya Regan memutuskan untuk mengantar Niken pulang.Awalnya Niken menolak, namun Regan memaksanya dan akhirnya ia pun mau ikut bersama Regan, karna memang tubuhnya saat ini sangat lelah dan merasa tak sanggup walaupun hanya untuk sekedar beradu mulut.
Sedangkan didalam restoran Rayen terlihat masih memikirkan Niken, dalam benaknya Rayen bertanya-tanya mengapa Niken melakukan itu padanya, meninggalkannya sendiri direstoran dan msmilih pulang bersama laki-laki lain.
''Ray, kamu gpp kan? kok melamun sih?'' ucap Mika
''Tapikan makanan punya aku belum habis Ray, sayang loh makanan dibuang-buang.'' ucap Mika beralasan, sebenarnya ia hanya masih ingin berlama-lama dengan Rayen.
''Ayolah Ray, biar aku habis kan dulu makananku sebentar, lagi pula aku masih sangat lapar.'' ucap Mika.
''Baiklah.'' jawab nya pasrah
Sedangkan Niken dan Regan saat ini dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Mahendra, Regan melirik pada Niken yang berada disampingnya, terlihat gadis itu melamun sambil terus menatap kearah luar jendela.
''Jadi kamu putri tunggal dari tuan Frans Mahendra?'' tanya Regan memecah suasana agar tidak terlalu canggung
Mendapat pertanyaan dari Regan membuat pandangan Niken langsung tertuju kearahnya.
''Iya.'' jawabnya singkat setelah itu ia kembali menatap pada samping jendela mobil yang ada disebelahnya.
__ADS_1
Aku memang pernah mendengar jika tuan Frans memiliki seorang putri yang masih bersekolah, tapi tidak pernah menyangka jika ternyata putrinya adalah gadis yang berada disebelahku saat ini, jadi perkiraan ku selama ini salah, aku mengira jika dia adalah wanita matre yang hanya mengincar uang pada lelaki yang lebih dewasa darinya, tapi ternyata dugaanku salah.
Batinnya bermonolog.
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di rumah keluarga Mahendra.
''Makasih ya bang udah mau repot-repot anterin aku, kalau gitu aku masuk dulu.'' ucap Niken berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban Regan.
''Dasar gadis labil.'' gumamnya setelah itu langsung kembali menjalankan mobilnya keluar dari gerbang rumah keluarga Mahendra.
Setelah masuk Niken langsung menuju lantai atas kamarnya, pikirannya saat ini sedang tidak baik, ucapan Rayen direstoran tadi yang mengatakan jika dirinya hanyalah keponakan saja bagi Rayen masih saja melekat dalam ingatannya.
''Om Rayen jahat banget, buat apa coba dia bilang begitu? apa dia mau nunjukin pada tante itu jika dirinya bukan milik siapa-siapa?'' Niken terus menggerutu didalam kamarnya, bahkan ia juga berjanji pada dirinya sendiri jika nanti Rayen datang padanya dia tidak akan menghiraukannya.
Saat ini Rayen sudah berada didepan gedung, dimana kantor milik patner kerjanya Mika berada.
''Makasih ya Ray.'' ucap Mika
''Iya sama-sama, kalau gitu saya pergi dulu.''
Rayen kembali melajukan mobilnya menuju rumah keluarga Mahendra, sebenarnya sejak tadi perasaannya sangat tidak tenang, Rayen tau saat ini Niken sedang marah padanya, karna tadi ia sempat tidak mengakui hubungan mereka, namun Rayen juga tidak ada pilihan lain.
Setelah mengendarai mobil selama dua puluh menit akhirnya mobil Rayen sampai didepan gerbang kediaman keluarga Mahendra.
''Bik apa Niken sudah pulang?'' tanya Rayen pada Art
''Sudah den, sekarang non Niken masih dikamarnya.'' jelas nya.
''Kalau mba Lidya ada dirumah gk?'' tanya Rayen lagi.
''Nyonya sedang berada diluar den, katanya mungkin nanti sore dia akan pulang.''
''Baiklah makasih ya bik.'' setelah itu Rayen langsung melangkah menuju lantai atas dimana kamarnya dan kamar Niken berada.
__ADS_1
NEXT