CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Awas Ya Kalian, Jangan Macam-Macam Di Dalam!


__ADS_3

Saat ini Putri dan Rangga baru saja sampai didepan rumah Putri.


'' Sayang mampir dulu yuk dirumahku, kan udah lama kamu gk main kerumah aku?'' rengek Putri pada kekasihnya.


'' Boleh, tapi aku gk bisa lama ya, soalnya aku mau mampir kecafe milik papa lagi, karna ada beberapa berkas yang papa suruh aku untuk mengambilnya disana.'' jelas Rangga


'' Iya deh, yang penting mampir.'' jawab Putri


Dan akhirnya mereka pun langsung masuk kedalam rumah, saat melewati ruang tamu Putri melihat Regan sedang memangku laptopnya diruangan tersebut membuat gadis itu langsung menghentikan langkahnya, tentu saja ia ingin protes pada abang nya itu, karna Regan,, Niken sempat ngambek padanya, untung hanya sebentar.


'' Bang Regan!" panggil Putri dengan suara sedikit kuat, membuat Regan langsung menatap kearahnya dengan tatapan tajam.


'' Kamu itu gk bisa pelan apa kalau manggil orang, abang belum tuli, gk usah pakai teriak segala.'' tegur Regan.


Namun Putri tak mengidahkan, justru ia langsung menoleh kearah kekasihnya Rangga.


'' Sayang tunggu ya aku kesana dulu sebentar.'' ucap Putri pelan pada kekasihnya.


Rangga hanya menganggukan kepalanya.


Putri melangkah mendekati Regan, sambil menatap kearahnya.


'' Ada apa sih? kok liatin abang seperti itu? emangnya abang punya salah sama kamu?


'' Iya, abang tuh punya salah sama aku tau gk!" jawabnya ketus.


'' Apa? perasaan gk ada deh.'' Regan sambil berpikir keras, tapi kenyataan nya ia memang tak merasa memiliki masalah sebelumnya.


'' Iiss,, abang tau gk? gara-gara abang gk jadi keluar kota Niken jadi ngambek sama aku.'' keluhnya


Regan yang mendengar ucapan adiknya langsung menutup laptop dan menatap kearah Putri


'' Maksud kamu apa sih? kalau ngomong itu yang jelas! kenapa Niken marah jika abang gk jadi keluar kota? apa hubungannya?'' Regan merasa bingung.


'' Sebenarnya saat abang pergi aku langsung hubungi mereka dan ngajakin mereka berenang, kan bebas tuh gk ada laki-laki jadi kami putuskan pakai pakaian renang yang seksi, eh gk taunya si Niken malah ketemu sama abang didapur saat memakai pakaian renang pula, kan dia jadi malu katanya, akhirnya yaudah dia ngambek deh sama aku,'' ungkap Putri panjang kali lebas.


'' Lah terus, emangnya salah abang dimana? ini kan rumah abang masa iya abang gk boleh pulang kerumah sendiri.'' protesnya.


'' Ya jelaslah abang salah, kenapa abang pulang gk bilang sama aku coba? seharusnya kan bilang, jadi kami bisa antisipasi.'' jawab Putri, membuat Regan memutar bola matanya malas

__ADS_1


'' Antisipasi, emang nya abang maling, pakai acara mau diantisipasiin segala.


'' Hehe, gk juga sih bang, yaudah ah, pokoknya aku hari ini lagi sebel sama abang, pokoknya jangan bicara sama aku ya! awas loh.'' ancamnya kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Regan yang masih dalam kebingungannya.


'' Ayo sayang kita kekamarku aja.'' ajak nya sambil menggandeng tangan Rangga.


'' Bang saya keatas dulu ya?.'' pamit Rangga pada Regan, yang dijawab hanya dengan anggukan kepala.


'' Awas ya kalian jangan macam-macam didalam!" ucap Regan yang kembali mengingatkan untuk kesekian kalinya.


'' Iya bang.'' sahut Rangga, sedangkan Putri yang memang sudah merasa bette sama sekali tak menjawab ucapan abangnya.


Setelah masuk didalam kamar, Putri langsung mengunci pintu kamarnya tersebut, membuat Rangga langsung memprotes nya.


'' Niken kenapa dikunci? gimana kalau nanti bang Regan datang?'' ucap Rangga, sedikit cemas kalau sampai Regan dantang dan tau jika pintunya ditutup.apa lagi dikunci pasti abang dari pacarnya itu akan marah, sebab jika setiap Rangga datang kerumah Putri dan saat Regan berada dirumah, pasti laki-laki tersebut tak pernah mengijinkan Putri membawa teman laki-lakinya masuk kedalam kamar, jika pun Putri memaksa dengan alasan tidak akan macam-macam pasti Regan selalu menyuruhnya untuk membuka lebar pintu kamarnya.


'' Udah kamu tenang aja, bang Regan gk akan marah kok.'' jawab Putri agar Rangga tidak terlalu kepikiran.


'' Ayo kemarilah!" ajaknya sambil menarik tangan kekasihnya menuju tempat tidurnya.


Tiba-tiba saja Putri langsung memeluk Rangga.


'' Tentu saja kangen.'' jawabnya sambil membalas pelukan Putri.


'' Rangga, aku sangat mencintai kamu, aku gk mau sampai kehilangan kamu Ga.'' ucapnya sambil memeluk Rangga semangkin erat.


'' Aku juga, aku sayang banget sama kamu Putri, hidupku lebih berwarna semenjak ada kamu ya walaupun kamu itu sedikit bar-bar sih.'' ucap Rangga terkekeh diakhir kalimatnya.


'' Iih, kamu dasar!" rengek nya manja sambil memukul pelan lengan sang kekasih.


Tiba-tiba saja Putri melerai pelukannya, kini mata keduanya saling tatap.


'' Rangga aku mau kamu janji satuhal sama aku?''


'' Janji apa?''


'' Berjanjilah jangan pernah meninggalkanku, karna jujur saja ga, aku gk bisa tanpa kamu karna aku sangat mencintai kamu sayang, kamu maukan berjanji sama aku?'' Putri membelai wajah tampan Rangga, terlihat tangan pemuda itu langsung meraih tangan Putri dan mengecupnya dengan sayang.


'' Aku janji, tidak akan pernah meninggalkanmu, kecuali takdir memang yang menghendaki kita untuk berpisah.'' ucap Rangga.

__ADS_1


'' Suutt,'' Putri menaruh telunjuknya diatas bibir Rangga agar pemuda itu berhenti bicara.


'' Ku mohon jangan berkata seperti itu Rangga, aku gk sanggup mendengarnya, kamu tau? aku akn melakukan apa pun asal kamu tetap berada disisiku apa pun itu sayang.'' ucapnya meyakinkan.


Rangga menurunkan tangan Putri dari bibirnya lalu menggenggamnya.


'' Terimakasih atas cinta yang begitu besar untukku, aku sangat menghargai perasaanmu, dan aku gk akan menyia-nyiakan cinta yang telah kau beri untuku ini.'' ucap Rangga tentu membuat Putri tersenyum bahagia.


'' Terimakasih sayang.'' ucap Niken sambil mengecup singkat bibir sang kekasih, namun saat Putri hendak melepaskan pagutannya Rangga malah menahan tengkuknya agar memperdalam ciuman mereka, dan tentu dengan senang hati gadis itu langsung membalas setiap sesapan yang diberiksn Rangga padanya, dan saling bertukar saliva.


'' Aah Ga, '' desahnya saat Rangga mere*mas bukit kembarnya dengan lembut.


'' Aku pengen nyu*su sayang boleh?''


'' Tentu sayang, semua yang ada ditubuhku ini milik kamu, dan kamu kapan saja bisa menikmatinya.'' jawabnya sensual


Kini Putri sudah membuka kancing depan dres yang ia kenakan, namun saat Rangga ingin mengeluarkan isi nya tiba-tiba saja pintu digedor dari luar membuat Rangga menggeram, dua orang remaja berbeda kelamin tersebut langsung mendengus kala kenikmatan mereka merasa diganggu.


Tok-tok-tok


'' Iya sebentar.'' jawab Putri sambil mengancing kembali bajunya kemudian langsung melangkah menuju pintu kamar, sedangkan Rangga memilih untuk duduk di sofa yang berada dikamar tersebut.


'' Ada apa bik?'' tanya Niken yang ternyata Art yang mengetuk pintu kamarnya.


'' Oh saya hanya ingin menyampaikan pesan den Regan non, tadi den Regan berpesan agar--,,'' tiba-tiba saja Atr tersebut ragu untuk menyampaikan pesan dari Regan tersebut.


'' Agar apa bik? kalau ngomong jangan setengah-setengah dong.'' protes nya


Art yang awalnya ragu mengatakannya akhirnya berucap juga, karna desakan Putri


'' Sebenarnya tadi den Regan berpesan sama saya agar non Putri jangan terlalu lama dikamar bersama teman lelakinya,'' ucap nya sambil menunduk tak berani menatap wajah sang majikan.


'' Hah? bang Regan bilang begitu bik?? apa-apaan sih bang Regan, memangnya aku ngapain dikamar? kami hanya menonton drama saja kok.'' elaknya tak terima.


'' Maaf non, tapi saya hanya menyampaikan pesan den Regan saja sebelum ia pergi keluar tadi.'' jelas asisten rumah tangga nya tersebut.


'' Jadi bang Regan pergi???


Next

__ADS_1


__ADS_2