
Tadinya otor mau buat sedetail mungkin ungkapan hati Rangga, tapi ternyata naskah yang otor ajukan ditolakš jadi terpaksa harus revisi ulang,,otor juga bingung, biasanya gk penah ada masalah sebelumnya,,mungkin karna otornya kurang lebih halus kali ya bahasanya, jadi maaf ya buat readers jika ungkapan hati ranggga tiada kelanjutannya soalnya otornya takut ditolak lagiš¢
Rangga menatap Putri yang tertidur pulas disampingnya, mungkin karna kelelahan akibat perbuatan yang Rangga lalukan padanya.
''Kamu sangat liar sayang, aku gk nyangka bisa punya pacar seliar kamu, dari kamu pula aku dapat belajar hal-hal yang berbau ranjang seperti ini, sepertinya mulai sekarang aku akan lebih sering mendapatkan kejutan dari kamu, aku harap aku masih bisa mengontrol diriku saat berhadapan dengan sifat liarmu itu.'' monolognya sambil terkekeh pelan, Rangga mengingat kembali apa yang baru saja ia dan kekasihnya lakukan setengah jam yang lalu, sungguh Rangga tak pernah menyangka bahwa dirinya akan melakukan hal segila ini, namun ia juga tak pernah menyesalinya, karna jujur saja Rangga juga sangat menikmati semua ini, menikmati keindahan gunung kembar dan kue apem milik kekasihnya, tiba-tiba Rangga membelai miliknya yang terasa mulai menegang kembali karna teringat apa yang barusan ia dan Putri lakukan tadi, namun sebisa mungkin Rangga menahan has\*ratnya itu, Rangga memilih membaringkan tubuhnya disamping tubuh Putri yang saat ini masih tertidur pulas dengan membelakanginya,saat ini Putri tidur hanya menggunakan baju tidur berbahan satin dengan belahan da\*da yang rendah hingga Rangga dapat melihat sedikit buah da\*da nya yang menyembul keluar, dengan susah payah Rangga menelah ludahnya, memang godaan yang ada didepan matanya ini sangat susah dilawan, apa lagi bagian bawah nya yang tersingkap hingga diatas paha, semangkin membuat Rangga ketar-ketir, ia sama sekali tak bisa tenang dengan semua ini, akhirnya mau tak mau ia pun keluar dari kamar tersebut, dari pada tersiksa mending ia keluar saja pikirnya, sebenarnya Rangga bisa saja melakukan sesuatu pada kekasihnya itu, namun ia tak ingin dikatakan sebagai laki-laki yang mesum, walaupun sebenarnya Putri tidak akan marah jika ia tetap melakukan nya.
''Sebaiknya aku keluar saja, jika nanti Putri terbangun dan marah jika aku tidak ada dikamar bisa dijelasin nanti, yang penting sekarang aku harus mencari udara yang bisa membuatku bernafas.'' monolog Rangga, yang merasa sesak bernafas jika terus berada didalam kamar hanya berdua bersama Putri.
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
Ditempat lain didalam sebuah villa sepasang kekasih sedang berada didalam kamar yang sama, setelah terjadi sedikit drama,,Rayen memilih ikut masuk kedalam kamar yang ditempati Niken, awalnya gadis itu menolak dengan alasan tidak ingin diganggu, namun bukan Rayen namanya jika tak mempunyai cara agar bisa sekamar dengan kekasihnya itu.
''Udah dong sayang wajahnya jangan ditekuk terus, nanti mas cium loh.'' goda Rayen.
''Mas??'' beo Niken
''Iya, itukan panggilan kamu sama om,kita kan sudah sepakat akan hal itu, dengar ya sayang, om mau kalau kita cuma berdua kamu panggil om dengan sebutan mas, namun jika diluar kamu boleh manggil om.'' jelas Rayen.
Rayen melihat Niken masih mendiaminya, sebenarnya lelaki itu sangat gemas dengan tingkah gadis kecilnya ini, ingin sekali rasanya Rayen melahap gadisnya sekarang, karna jujur saja sebenarnya ia sudah menahan nya sejak tadi, dari awal ia melihat penampilan kekasihnya itu, dalam dirinya sudah ada yang bergejolak ketika melihat penampilan sang kekasih.
Niken melirik pada Rayen yang mulai merapatkan tubuhnya pada dirinya, namun Niken sama sekali tak memperdulikannya, ia malah terlihat sibuk bermain dengan ponsel miliknya.
__ADS_1
''Kamu liatin apa sih coba mas lihat.'' Rayen langsung merampas ponsel Niken begitu saja,membuat gadis itu menatapnya kesal.
''Om kok direbut sih.'' ucapnya kesal
''Bukan om sayang, tapi panggil aku mas! kamu pahamkan?'' ucap Rayen dengan tatapan intimidasi
''Iya, tapi siniin dulu ponselku!" Niken terus merengek pada Rayen.
''Memangnya kamu lihat apa sih?'' Rayen yang penasaran melihat sosmed milik Niken, dahinya berkerut saat melihat followers di IG milik kekasihnya yang kebanyakan kaum adam.
Niken penasaran melihat Rayen dengan serius menatap kelayar ponsel miliknya.
''Ternyata pengagum kamu bayak juga ya?'' ucap Rayen datar, ia meletakan ponsel tersebut diatas nakas tempat tidur.
''Ya itu kan hanya pengikut di sosmed,kan gk masalah,'' jawab Niken santai.
Mendengar jawaban Niken yang terlihat santai membuat Rayen sedikit geram,jujur saja ia merasa tak suka dengan itu semua.Niken melirik pada Rayen, ada kekesalan yang terlihat diwajah tampannya itu,Niken bisa menyimpulkan jika kekasih hatinya itu sedang dalam mode cemburu.
''Mas,'' panggil Niken yang melihat kekasihnya itu tiba-tiba diam.
__ADS_1
''*Ck, kok jadi dia sih yang ngambek, bukannya tadi aku ya*.
Ucapnya membatin
Rayen bangkit dari duduknya dan hendak melangkah keluar, namun sebelum ia benar-benar keluar, tiba-tiba suara Niken menghentikan langkahnya.
''Mas cemburu?? pertanyaan ambigu.
Rayen menoleh, dan menatap dalam pada Niken, membuat gadis itu menelan ludahnya kasar.
''Iya mas memang cemburu, mas tidak suka kalau kamu banyak dikagumi oleh pria lain, mas juga gk suka melihat mata pria diluaran sana yang menatap penuh damba sama kamu, karna kamu hanya milik mas, dan hanya mas yang boleh menatap kamu seperti itu.'' jelas Rayen, tiba-tiba saja Rayen bersikap posesif dengan nya.
Niken tidak menyangka jika sekarang Rayen bersikap begitu padanya, apakah itu artinya bahwa dirinya sudah benar-benar sangat berarti bagi Rayen, memang awalnya ada perasaan ragu, pada cinta om nya tersebut, karna saat itu selain Rayen baru putus dengan Viona, ungkapan cinta nya juga terlalu sangat terburu-buru menurutnya, ya walaupun Rayen sudah menjelaskan tapi tetap saja saat itu pikiran Niken mungkin dirinya hanya dijadikan pelarian saja oleh om nya itu, namun ternyata pikiran nya salah.
Niken melangkah mendekati Rayen, mengikis jarak diantara keduanya, Niken menatap wajah Rayen sambil tersenyum.
''Aku senang kalau mas cemburu, itu artinya mas memang benar-benar sudah mencintai aku.
''Memang kamu pikir selama ini mas hanya mempermainkan mu saja? gitu? tuduh Rayen merasa tak suka dengan ucapan kekasihnya itu.
''Bu-bukan-bukan begitu maksudnya, pokoknya intinya sekarang aku merasa bahagia,'' perkataan yang dilontarkan Niken malah membuat Rayen merasa bingung sendiri, tapi ia tak ingin mempermasalahkan nya lagi, rasanya lelah jika harus terus-terusan berselisih paham.
__ADS_1
NEXT