CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Berikan Aku Kenikmatan Om!


__ADS_3

Kini keduanya sudah berada didalam kamar, Niken mengambil ponselnya untuk melihat apakah ada chat dari sahabat-sahabatnya, namun sayang sekali sepertinya jaringan ditempat ini sedang buruk.Niken segera meletakan kembali ponselnya diatas nakas.


''Sayang, aku suka kamu memanggilku dengan sebutan mas.'' ucap Rayen yang kini sudah duduk disamping Niken.


''Aku hanya mau nunjukin sama tante itu kalau aku adalah kekasih om, lagian kenapa tadi om gk bilang terus terang? kenapa hanya bilang aku orang yang berati tanpa ada embel-embel kekasih.'' ucapnya protes.


''Tapi kan itu benar,kamu berati buat om, lagi pula tidak semua orang harus tau tentang hubungan kita.'' jelas Rayen


Niken hanya mendengus


''Tetap saja, om emangnya gk lihat tadi cara dia mandang om Rayen? sangat jelas terlihat kalau dia itu menaruh hati sama om.'' ucap Niken kesal


''Ya tapikan hatinya om udah om kasih semua sama kamu, dan yang paling terpenting adalah, dihati om hanya ada kamu dan tidak akan ada yang lainnya.'' ucap Rayen sambil menyentuh wajah Niken dengan satu tangannya, ia menyusuri setiap inci wajag Niken dari mulai mata hidung, dan terakhir dibibir yang kini sudah membuatnya candu.


Dalam hati Niken menyeringai nakal, melihat jari telunjuk omnya tersebut masih berdiam dibibirnya, ia langsung membuka sedikit mulutnya menjilat jari tersebut,membuat darah Rayen seketika berdesir hebat mendapat perlakuan tak terduga dari gadis kecilnya,sungguh ia tak menyangka Niken bisa seagresif ini.


''Sayang,'' ucap Rayen,membuat Niken menghentikan aksinya, Niken tersenyum sedetik kemudian ia langsung menyambar bibir kekasihnya itu, menyedotnya dengan kuat, membasahi bibir Rayen dengan salivanya membuat tubuh Rayen seperti tesengat alirah listrik dengan tegangan tinggi.Niken yang melihat om nya sudah mulai terbuai hendak melepaskan ciuman mereka, karna sejak awal ia hanya ingin mengerjain kekasihnya itu karna rasa dongkol yang mendera hatinya melihat Rayen bersama dengan Anna tadi, namun saat Niken hendak menarik wajahnya Rayen malah menekan tengkuknya agar ciuman mereka lebih dalam lagi, membuat Niken membelalakan matanya.Rayen begitu lihai bermain disana hingga membuat Niken terhanyut dan pasrah mengikuti permaianan omnya itu.


Rayen mulai menggerayangai bagian depan tubuh Niken, meremas gunung kembar itu, walaupun tangannya masih di luar namun mampu membuat Niken mengeluarkan lenguhan dari bibirnya.Rayen melepaskan pagutan mereka saat merasa keduanya sudah kehabisan nafas,Niken meraup udara dengan rakus, untuk mengisi oksigen dalam tubuhnya.


''Om,'' ucap Niken sambil menatap mata Rayen dalam, pandangan gadis remaja itu kini mulai berubah sedikit sayu.Rasanya Niken ingin sekali merasakan sesuatu yang lebih dari hanya sekedar berciuman, merasakan sesuatu yang membuat dirinya melambung tinggi,


Rayen menelan ludahnya kasar, ia tau saat ini keponakannya tersebut sedang dalam gairah yang mulai meninggi.Niken yang melihat Rayen hanya diam, berpikir mungkin omnya tersebut takut untuk memulai nya, maka dari itu Niken berinisiatif akan memulai permainan tersebut.

__ADS_1


Gadis belia itu kembali menyambar bibir Rayen, melu*matnya dengan rakus,membuat Rayen juga kembali bersemangat untuk membalas setiap serangan yang diberikan Niken padanya.


Rayen kembali meremas buah dada milik gadis kecilnya, yang termasuk besar itu,perlahan tangan nakalnya mulai merayap dibalik kaos putih milik Niken hingga tangannya mencapai gunung yang ia tuju,Niken terpekik saat tangan om nya tersebut memegang bulatan kecil yang berada ditengah gunung kembar miliknya itu.


''Mmhhfff,'' lenguh Niken disela-sela ciuman panas mereka.


Rayen melepas ciuman mereka, namun matanya terus menatap wajah Niken yang sudah memerah itu.


''Sayang, apa om boleh menikmatinya?'' tanya Rayen yang sudah diselimuti oleh gairah.


''Iya om, aku juga ingin merasakannya, berikan aku kenikmatan om!.'' pintanya memelas.


Rayen yang mendapat lampu hijau langsung tersenyum senang, kemudian ia pun melepas kain yang menempel ditubuh Niken satu persatu begitu juga bagian bawah gadisnya itu.


''Om akan membuatmu merasakan kenikmatan sayang,yang pasti akan membuatmu ketagihan.Rayen memulai kembali aksinya mencium bibir Niken lalu mulai turun keleher jenjangnya, tangannya meraba punggung bagian melakan gadis itu dan membuka pengait b*ra milik gadisnya itu.Kini terpampanglah dua gunung kembar dengan ukuran yang lumayan besar menggantung dengan puti*ng berwarna merah muda.Rayen menelan ludahnya kasar melihat tanpa berkedip, membuat Niken merasa malu dan menyilangkan tangannya untuk menutupi dada nya.


''Sayang kok ditutup, biar kan mas memandang nya ini sangat indah.'' ucap Rayen sambil mencoba menurunkan tangan Niken


''Tapi aku malu mas,'' ucapnya lirih


''Kenapa malu hm? ini sangat indah sayang, mas boleh mencicipinya ya?'' pertanyaan Rayen membuat Niken merasa bingung.


''Caranya gimana om?''

__ADS_1


Rayen hanya tersenyum tanpa ingin menjawab pertanyaan Niken, kemudian tangannya langsung meremas gundukan itu memilin bulatan kecil yang ada ditengahnya.


Niken berdesis merasakan sensasi aneh yang menjalar ditubuhnya, namun tiba-tiba ia memekik kaget saat Rayen membenamkan wajahnya didua gunundukan miliknya, mendusel-duselkan wajahnya ditengah-tengah.


''Aahh,,oomm,'' desahnya merasakan sesuatu gejolak dalam dirinya


Rayen menghisap daging itu dengan lembut memberi tanda kepemilikan disana, dan terakhir mengulum puti*ng dan menjilatinya,membuat tubuh Niken gelonjotan merasakan sensasi yang luar biasa itu, Niken merasa ada yang mengalir dibagian bawahnya.


Rayen menghisap puti*ng tersebut dengan rakus, seperti seorang bayi yang sedang kehausan, ia semangkin bersemangat saat mendengar ******* yang keluar dari mulut Niken.


''Oouhhg sssttt,aaahhh,'' desah Niken sambil terpejam menikmati setiap sentuhan om nya sekaligus kekasihnya itu, apa lagi saat tangan Rayen mulai bera*ba bagian bawah miliknya membuat Niken semangkin gelonjotan.


''Ternyata sudah sangat basah sayang, om boleh lihat ya?'' pinta nya memohon.


Niken yang sudah dikuasai oleh nafsu mengiyakan saja permintaan Rayen tanpa protes, perlahan ia mulai menarik kain tipis tersebut hingga terlepas kini tubuh Niken sudah polos tanpa sehelai benangpun.


Rayen menatap tak berkedip pada anak gunung milik Niken, sangat indah pikirnya, tembem, dengan kemalu*an yang hanya ditumbuhi oleh bulu-bulu tipis, membuat Rayen semangkit bergairah, ia sedikit melebarkan kan kaki Niken hingga ia bisa melihat belahan daging yang berwarna merah tersebut, lalu mendekatkan wajahnya dengan inti milik Niken.


''Mas mau ngapain?'' ucap Niken yang sedikit terkejut dengan wajah Rayen yang terlalu dekat dengan intinya.


''Mas akan membuatmu melayang,mas yakin setelah ini kamu pasti ketagihan sayang.'' ucap Rayen dan langsung menempelkan hidungnya dikemalu*an Niken mengendus aroma khas yang menyeruak disana yang semangkin membuat Rayen menggila.


Next

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya guys 🤗😘


__ADS_2