
Rayen masih terus mencoba membujuk istrinya itu, namun sepertinya Niken masih tak mau menghiraukannya, karna lelah akhirnya Rayen menyerah dan memilih untuk berbaring disamping Niken, tentu saja sambil memeluk sang istri, walaupun masih kesal dengan suaminya namun Niken membiarkan saja tangan suaminya itu melingkar dipinggangnya. Karna lelah akhirnya tak lama keduanya pun tertidur. Jam satu dini hari Rayen terbangun dari tidurnya karna merasa haus, ia melihat air disamping nakas tempat tidur, ia pun langsung duduk untuk dan langsung meminumnya, saat hendak kembali berbaring ia sempat menoleh kepada istrinya, mata yang tadinya masih sangat mengantuk tiba-tiba terlihat segar dan nyaris keluar kala matanya tak sengaja melihat pemandangan yang ada didepannya saat ini, Rayen meneguk saliva nya berkali-kali saat melihat tubuh istrinya, tiba-tiba saja tenggorokannya sudah terasa kering kembali, padahal belum ada lima menit ia minum, bagai mana tidak.
Saat ini Niken tidur tanpa menggunakan selimutnya, gaun tidur bagian bawahnya tersingkap hingga dibagian pangkal paha atasnya, hingga Rayen dapat melihat gundukan kerang merah milik sang istri yang hanya ditutupi dengan kain tipis berbentuk segitiga yang tak mampu menutupi bagian belakang boko*ngnya karna memang model celana da*lam milik Niken hanya mampu menutupi bagian gundukan depannya saja, sedangkan bagian belakangnya hanya tali saja yang saling terhubung, pandangan Rayen beralih pada bagian atas tubuh sang istri, lagi-lagi tenggorokannya semangkin terasa kering saat ia melihat pemandangan yang semangkin membuat bira*hinya memuncak, bagai mana tidak, saat ini salah satu buah dada Niken keluar dari gaun malam miliknya, hingga Rayen dapat melihat pu*ti*ng yang berwarna merah muda milik Niken membuat Rayen merasa panas dingin, jujur saja darahnya terasa berdesir, hasrat dalam dirinya tiba-tiba bangkit saat melihat kemolekan tubuh sang istri, ingin sekali rasanya ia melahap dan menikmati tubuh sang istri, tapi ia sedikit ragu, karna saat ini istrinya itu masih ngambek padanya, namun rasa gairah yang sudah membuncah tak sanggup untuk ia tahan, persetan dengan kemarahan sang istri, itu bisa ia hadapin nanti, yang penting sekarang bagi Rayen adalah menikmati keindahan yang ada didepan matanya, dan ia akan menikmatinya sampai puas begitulah kira-kira isi bisikan setan dalam hatinya. Rayen mendekati tubuh Niken, matanya terus menatap tubuh istrinya itu penuh minat.
'' Sayang mas udah gk tahan, mas harap kamu gk marah sama mas, karna sudah melakukannya, tapi mas janji mas juga akan membuat kamu merasa puas bahkan sangat puas hingga menjerit dengan nikmat.'' gumam Rayen, setelah itu ia langsung menundukan tubuhnya hingga wajahnya tepat diatas daging kenyal milik sang istri, tanpa babibu ia langsung melahap susu gantung tersebut dengan lembut, sedangkan tangan satunya tak tinggal diam, ikut bermain di gunung yang sebelahnya mengeluarkan nya dari kain tersebut dan memilin nya dengan lembut.
'' Aahhh,'' dalam tidurnya Niken melenguh, ia merasa bermimpi sedang bercinta dengan suaminya.
Apakah ini hanya mimpi? Tapi kenapa rasanya sangat nyata.
Perlahan matanya terbuka, karna merasa itu bukanlah mimpi matanya membulat saat ia melihat suaminya sedang menikmati kedua aset miliknya.
'' Mas Rayen,'' panggilnya pelan, membuat laki-laki itu langsung menatap kearahnya dengan pandangan yang sayu.
'' Biarin mas melakukannya sayang, mas gk bisa menahan nya lagi.'' setelah mengatakan itu Rayen kembali melakukan aksinya.
...ΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya Niken terbangun dengan tubuh yang terasa remuk, rasanya badannya sakit semua akibat percintaan yang tadi malam mereka lakukan, Rayen benar-benar memenuhi janjinya, yaitu membuat istrinya merasakan nikmat berkali-kali, hingga menjerit saat lagi-lagi puncaknya datang. Niken menatap kearah samping tempat tidurnya terlihat Rayen masih tidur dengan sangat nyenyak.
__ADS_1
'' Oh, rasanya tulangku patah semua.'' gumamnya pelan, Niken turun dari tempat tidur dan langsung melangkah menuju kamar mandi. Sebenarnya Niken masih kesel, namun tetap saja, terlepas dari masalah mereka saat ini Niken juga sangat menikmati percintaan mereka tadi malam.
Niken menatap dirinya dicermin, ia dapat melihat begitu banyak tanda cinta yang ditinggalkan oleh suaminya disana.
'' Ck, banyak banget mas Rayen bikinnya, bagai mana jika kelihatan sama teman-teman? Jadi malas banget rasanya hari ini aku sekolah, badanku juga rasanya remuk semua.'' gumam nya, saat ia hendak menuju shower untuk membersihkan diri tak sengaja tangannya menyenggol sesuatu hingga membuat benda itu terjatuh kelantai.
'' Itu kan tast pack yang kemarin di beli sama Windy,'' gumamnya kemudian ia segera memungut benda tersebut.
'' Tes gk ya? kok aku jadi ragu gini ya? sebaiknya tes aja lah.'' Niken segera melankah menuju closet dan segera mengeluarkan air seninya, tak lupa ia menampungnya sedikit untuk dites, sebelumnya Windy memang sudah mengajari Niken bagai mana menggunakan benda tersebut.
Setelah selesai Niken segera memasukan benda tersebut kedalam mangkuk kecil yang sudah berisi urin miliknya, setelah beberapa saat, Niken mengangkatnya dan membuang air tersebut, ia harus menunggu beberapa saat untuk melihat hasil nya.
'' Aduuh, kenapa perutku tiba-tiba sakit banget, tapi ini belum kelihatan hasilnya, sebaiknya aku letakan saja dulu disini,'' monolognya sambil meletakan test pack tersebut di dalam wadah kemudian meletakannya disudut kamar mandi. Niken yang sudah tak bisa menahan hajatnya segera melangkah dengan cepat menuju closet.
'' Niken sayang kamu didalam?''
'' Iya mas bentar aku lagi pup,'' jawab Niken sedikit berteriak agar suaminya itu mendengar suaranya.
'' Cepetan dong sayang mas juga sakit perut ini.''
__ADS_1
'' Iya-iya sabar dong mas, aku kan belum selesai.'' jawabnya sedikit kesal
Tak lama Niken yang sudah selesai langsung membuka pintu kamar mandi.
Ceklek, ''masuklah, aku mau mandi dulu.'' setelah mengatakan itu Niken kembali melangkah menuju shower untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Rayen melangkah menuju closet.
Niken menyalakan air shower kemudian langsung berdiri dibawah guyuran air tersebut, dengan tubuh polos nya, saat Niken tengah asik menggosok tubuhnya dengan spon tiba-tiba ada tangan yang melingkar dipinggangnya, dan siapa lagi kalau bukan suaminya Rayen.
'' Mas, lepas dulu aku lagi gosok ini.'' protesnya saat tangan suaminya masih berada disana.
'' Biar mas bantu kamu ya?
Niken tak lagi menjawab, ia langsung menyerahkan spon tersebut beserta sabun cairnya pada Rayen. Kini suaminya itu mulai menggosok tubuh Niken dengan lembut setelah sebelumnya ia menuangkan sabun keatas spon, Niken menikmati setiap gosokan Rayen ditubuhnya, setiap lekuk tubuhnya tak luput dari spon tersebut. Rayen meletakan sponnya dan memilih untuk menggosok dengan menggunakan tangannya.
'' Mas,'' panggilnya saat merasakan Rayen mulai memijat kedua daging kenyal dibagian atasnya.
'' Nikmati saja sayang, mas akan memanjakannya sebentar.'' ucap Rayen sambil terus memijat lembut kedua pa*yu*da*ra sang istri.
Puas memijit disana, tangan Rayen mulai turun kebagian perut Rayen kembali menuangkan sabun cair diatas telapak tangannya lalu menggosoknya sebentar hingga berbusa.
__ADS_1
'' Aakkhhh,'' Niken terpekik kaget saat tangan suaminya mengusap area intimnya , setelah selesai Rayen membawa Niken kembali kebawah guyuran shower untuk membilas tubuh sang istri.
Next