
Misya dan pak Gibran digiring keluar oleh beberapa guru, saat pintu ruang kepala sekolah dibuka para siwa-siswi sudah berkumpul diluar, begitu keduanya keluar mereka langsung disorakin oleh semua murid.
'' Wwuuuu,, dasar ja*la*ng, berani sekali bermain dengan pak kepsek, apa udah kekurangan uang ya kamu sampai orang yang pantas dianggap sebagai bapak kamu diembat juga? dasar cewek murahan.'' sorak beberapa murid
'' Misya kamu masih belum puas? Nih aku ada kenalan om-om mau gk??'' ucap salah satu siswi lainnya, semua mencibir Misya disepanjang perjalanan menuju luar sekolah, sedangkan Misya hanya bisa menundukan pandangannya, malu dan takut itulah yang ia rasakan saat ini.
Misya menatap sahabatnya yang selama ini selalu bersamanya, namun gadis itupun seolah jijik melihatnya.'' Gue gk nyangka jika selama ini gue berteman dengan seorang ja*la*ng kelas kakap, tau gini udah dari dulu gue ngejauh.'' ucapnya sengaja menyindir Misya, sakit hati kembali Misya rasakan, kini ia harus mendapatkan ganjaran apa yang selama ini ia lakukan, belum lagi ia harus menghadapi ibunya, pasti pihak sekolah sudah menghubungi ibunya.
Terlihat Putri duduk dibangku taman sekolah bersama Windy.'' Gue benar-benar gk nyangka Misya melakukan hal seperti itu.'' ucap Windy
'' Gue juga, awalnya loe tau? waktu itu tak sengaja gue melihat Misya masuk keruangan kepsek, tadinya gue gk perduli, karna menurut gue itu hal biasa, tapi saat gue lewat diruangan tersebut, gk sengaja gue dengar mereka ngomongi masalah ranjang, gue langsung penasaran dong, kebetulan saat itu pintunya juga gk ketutup rapat jadi gue mudah buat ngintip, mata gue semangkit melotot saat melihat Misya mencium bibir pak kepsek yang botak itu tau gk, gue syok sekaligus jijik melihatnya, dari situ gue memutuskan untuk memantau mereka, sampai akhirnya gue bisa nemui bukti tersebut.'' jelas Putri
'' Lalu Rangga gimana?
'' Gimana apanya?'' tanya Putri sambil mengerutkan alianya
'' Ya kan selama ini dia gk percaya kalau si Misya itu orangnya jahat, terus setelah tau kenyataannya apa reaksinya?'' ucap Windy penasaran, namun Putri hanya mengangkat bahu tanda ia juga tak tau.
...--------------...
Sore harinya terlihat Putri sedang bermalas-malasan dikamarnya, '' Rasanya bosen banget,'' gumamnya.
Tok-tok-tok
Terdengar suara pintu kamar diketuk oleh seseorang, dengan malas Putri pun bangkit dari tidurnya.
'' Iya bik ada apa?'' tanya Putri setelah membuak pintu kamarnya dan mendapati Art didepan pintu.
'' Ada yang cari non Putri dibawah.'' jawab nya.
'' Siapa bik?
'' Itu non, den Alex.
__ADS_1
'' Alex? Mau apa lagi dia datang kesini?yasudah bik suruh tunggu aja, sebentar lagi aku turun.'' jawab Putri yang diangguki oleh Art tersebut.
Setelah menutup pintu kamarnya Putri langsung melangkah menuruni anak tangga untuk menemui Alex.
Tak
Tak
Tak
Terdengar suara sandal Putri berbunyi nyaring saat menuruni anak tangga membuat Alex langsung mengalihkan pandangannya.
'' Ada apa loe cari gue?'' tanya Putri langsung, saat ini gadis tersebut sudah duduk disofa yang sama dengan Alex namun dengan jarak yang lumayan jauh.
'' Hanya ingin mampir, bolehkan?
'' Gue gk yakin kedatangan loe kesini hanya sekedar ingin mampir doang, loe pasti ada maksud terselubung kan?'' Putri menatap sinis dan menyelidik kearah Alex
Mendengar ucapan Putri membuat pemuda berlesung pipi itu langsung tergelak membuat Putri menatapnya aneh.
'' Ih, kok jahat sekali kamu bilangin aku gila? aku merasa lucu aja, masa orang bertamu dibilang ada maksud, gk baik loh.'' sambung Alex lagi.
'' Loe kok sok manis banget sih? gue jadi ngeri deket loe, perasaan waktu pertama ketemu sama loe, loe itu orangnya ganas deh.
'' Ganas? maksud kamu apa nya yang ganas, atau kamu mau aku ganasi ya?'' goda Alex
Nih cowok kesambet jin apaan sih, kenapa tiba-tiba sikapnya berubah manis banget sama aku
Batin Putri sedikit waspada.
'' Putri sebelumnya aku minta maaf sama kamu karna kesan pertama kita ketemu membuatmu berpikiran buruk tentang aku, tapi jujur dari awal aku lihat kamu aku sudah tertarik sama kamu,aku suka kamu Putri, waktu itu pas kebetulan aku berkunjung kekantor om Johan sama papa, tak sengaja aku lihat poto kamu diatas meja kerja om Johan, ternyata kamu anak dari sahabat papa aku, aku benar-benar gk nyangka mungkin ini adalah jalan agar aku bisa dekat dengan kamu melalui papa kamu, dan ku rasa kita berjodoh.'' ucap Alex dengan PD nya.
'' Loe itu jadi cowok ternyata kepedean banget ya?
__ADS_1
'' Harus dong, apa lagi kalau suka sama cewek kita harus PD untuk mengungkapkannya, gk perduli nantinya bakal ditolak atau diterima yang jelas harus ungkapkan terlebih dahulu, jangan sampai diserobot orang duluan.'' jawab Alex, Putri yqng mendengar masih terpelongo, ia tak menyangka akan mendengar ungkapan perasaan secara tiba-tiba dari seorang pria.
'' Hei kenapa bengong? ucapan gue tadi gk salahkan?
'' Ya gk salah sih, tapi loe terlalu jujur, tapi gue suka orang yang terus terang.'' sambung Putri
'' Jadi itu berarti kita bisa berteman kan sekarang?'' tanya Alex, namun ia melihat masih ada keraguan dimata gadis itu.
'' aku gk akan minta lebih dari sekedar pertemanan dari kamu, hanya saja aku ingin kamu tau tentang perasaanku itu saja.'' sambung nya
'' Ok baiklah, gk ada salahnya juga hanya berteman saja kan?
'' Iya, tapi kalau kamu mau jadi pacar aku juga gpp.'' goda Alex, membuat gadis cantik itu mendengus kesal.
'' Bercanda kok, jangan ngambek dong, nanti cantiknya hilang loh.''
''Gombal.'' ucap Putri yang disambut gelak tawa oleh Alex.
Tanpa mereka sadari ada Rangga yang sejak tadi mendengar ucapan keduanya, sejak kejadian disekolah tadi siang, Rangga sama sekali belum bicara dengan Putri, hingga sore menjelang pikirannya masih tertuju pada gadisnya itu, karna merasa gelisah akhirnya ia memutuskan untuk pergi kerumah Putri, bermaksud ingin bicara dengannya, rasanya ia tak tahan terlalu lama Putri mendiaminya. Namun saat sampai didepan rumah ia melihat ada motor yang tak asing terpakir dihalaman rumah kekasihnya, merasa penasaran Rangga langsung melangkah menuju pintu utama rumah tersebut, kebetulan pintu itu terbuka dengan lebar, hingga Rangga bisa masuk kedalamnya, sesampainya diruang tamu Rangga disugukan dengan pemandangan yang membuat hatinya sedikit nyeri, apa lagi saat melihat orang yang dicintainya tertawa bersama laki-laki lain selain dirinya.
Tiba-tiba Putri merasa jantungnya berdebar, ia merasa mencium aroma tubuh Rangga disekitarnya.
Aku kenapa sih,apa karna terlalu merindukan Rangga hingga dirumah juga merasakan kehadiran nya.
Batin Putri yang belum melihat keberadaan kekasihnya itu dirumahnya.
'' Ada apa Put, apa ada masalah?'' Alex melihat wajah Putri tiba-tiba murung
'' Gpp, gue hanya kangen seseorang.'' jawab gadis tersebut dengan jujur.
'' Apa itu orang spesial?
'' Loe kok kepo banget sih, mau orang spesial atau gk, bukan urusan loe.'' jawab Putri ketus
__ADS_1
Next