
Niken duduk dipinggir tempat tidur, mencoba berbicara pada Viona.
'' Tante tenang lah, jangan takut ini saya Niken apa tante ingat dengan saya?'' tanya Niken berusaha mengajak Viona bicara.
'' Tidaakk!! jangaaan,, pergiii kalian !!!'' Viona kembali berteriak dan mengusir keduanya.
'' Tenang tante, ini saya, apa tante tidak ingat? Niken kembali berbicara.
Namun bukannya tenang Viona malah mencoba menyerang Niken,dengan cara menyakar gadis itu dengan kedua kuku panjangnya.
'' Aakkhh,'' teriak Niken pelan saat Viona tiba-tiba mencakar tangannya.
'' Niken, sayang kamu tidak apa-apa?'' ucap Rayen panik karna melihat Viona menyerang istrinya. Rayen melihat luka yang sedikit mengeluarkan darah akibat cakaran kuku Viona
'' Astaga wanita ini, sepertinya kita memang harus memasukannya kerumah sakit jiwa.'' ucap Rayen sedikit kesal karna istrinya tiba-tiba saja disakiti oleh Viona.
'' Ayo sayang, sebaiknya kita keluar saja, kita cari suster untuk mengobati luka mu.'' uncap Rayen sambil membawa istrinya keluar dari ruangan Viona. Sedangkan Viona menatap kepergian keduanya hingga hilang dibalik tembok.
'' Mas sudahlah ini gk apa-apa kok, nanti dirumah dikasih obat sudah sembuh.'' ucap Niken berusaha meyakinkan suaminya.
'' Gk sayang, mas gk mau jika bekas cakaran Viona itu nantinya membekas, udah kamu diam, sekarang kita cari suster sekarang.'' ucap Rayen tak mau dibantah.
Kini sepasang suami istri itu sudah dalam perjalanan menuju apartemen, setelah sebelumnya mereka menemui dokter yang menangani Viona, Rayen menyerahkan semua nya pada dokter tersebut untuk penanganan Viona.
'' Mas kok melamun?'' tanya Niken, saat ini mereka baru tiba diparkiran apartemen.
'' Maaf kan mas, karna gk bisa menjagamu dengan baik, mas benar-benar gk nyangka jika Viona akan menyerangmu.'' sesal Rayen
__ADS_1
'' Mas kok jadi melow gini sih? udah dong, lagian aku gpp kok, tante Viona itu kan lagi sakit, mungkin dia masih takut sama orang lain, dan masih mengira semua orang itu jahat, ini juga lukanya besok udah sembuh, jadi jangan merasa bersalah gini dong mas, sebaiknya kita masuk, rasanya lelah sekali, aku ingin merebahkan tubuhku diatas kasur.''
'' Ya sudah yuk.'' ajak Rayen yang langsung membuka pintu mobilnya.
Setelah sampai didalam apartemen Niken langsung masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri, rasanya tubuhnya sangat lengket, sepuluh menit kemudian Niken keluar dengan menggunakan gaun tipis yang memperlihatkan bahu mulusnya bahkan dada nya tak dapat tertutup secara sempurna.
'' Rasanya capek banget,'' gumamnya yang langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, mungkin karna sangkin lelahnya membuat Niken langsung terlelap.
Terlihat Rayen baru saja masuk kedalam kamar, ia tersenyum saat melihat istrinya sudah terlelap diatas tempat tidur, setelah menutup pintu kamar, Rayen langsung melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Beberapa saat kemudian Rayen keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai celana boxer tanpa atasan. Rayen langsung naik keatas tempat tidur, menyusul istrinya kealam mimpi.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, Niken mengeliat dari tidurnya, ia merasakan sesak didibagian perutnya, karna merasakan seperti ada yang menindihnya, dan benar saja saat gadis yang sudah menjelma sebagai seorang wanita seutuhnya itu melihat ada sebuah tangan besar yang sedang memeluk tubuhnya, kemudian Niken tersenyum, karna tau siapa pemilik tangan kekar tersebut adalah tangan suaminya.
Niken melirik jam yang ada diatas nakas.
'' Sudah jam tujuh aku harus membuat makan malam.'' gumamnya. perlahan Niken menyingkirkan tangan suaminya dari atas perutnya, namun saat ingin bangkit tangan Rayen malahan kembali memeluknya semangkin erat.
'' Tapi ini sudah waktunya aku masak makan malam buat kita mas, emangnya mas Rayen gk laper apa?'' tanya Niken sambil menatap suaminya yang masih memejamkan mata.
Perlahan Rayen membuka mata, panadangan nya bertemu dengan Niken.
'' Mas, lepas dong tangannya aku mau masak makan malam.'' pinta Niken merengek
'' Tapi malam ini mas mau makan kerang merah kamu dulu sayang,'' ucap Rayen dengan tatapan mesum, kini tangan Rayen sudah beraba bagian sensitifnya membuat Niken memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut suaminya dibagian inti miliknya.
'' Maas, aahh..'' Niken mendesah merasakan geli dengan sentuhan jari suaminya dibawah sana.
__ADS_1
Rayen mengeluarkan satu buah dada Niken yang terpampang nyata dihadapan nya, lalu menghisapnya dengan sedikit kasar. Sedangkan tangannya masih liar bermain dibawah sana.
Sedangkan ditempat lain, tepatnya didalam sebuah kamar ada seorang wanita muda sedang menikmati gerakan tangannya dibagian inti kenikmatannya dibawah sana, gadis muda itu terus mengerang, saat tangannya dengan lihai memainkan kekenyalan lembut ditengah-tengah lipatan daging tembem miliknya, bahkan gerakannya semangkin cepat ia lakukan agar mendapat kenikmatan yang ia inginkan.
'' Aaaahhhhh,,'' wanita muda itu mendesah panjang saat mendapatkan puncak kenikmatan miliknya.
'' Lama-lama aku bisa gila jika bermain sendiri terus, sudah lama sekali rasanya aku tidak mendapat kan kenikmatan yang sesungguhnya, setelah perceraian itu, tapi aku juga tidak ingin melakulannya dengan siapa pun.'' gumamnya pelan.
Tak lama wanita muda tersebut bangkit dari tempat tidur untuk membersiahkan tubuhnya. Ia berjalan dengan langkah gontai, setelah lima belas menit terlihat pintu kamar mandi terbuka,kini wanita muda itu terlihat lebih segar dari sebelumnya, dengan hanya memakai piyama tidur wanita itu keluar dari dalam kamarnya karna merasa lapar.
'' Mah,'' sapa nya pada ibunya yang saat itu sudah berada dimeja makan.
'' Sayang, sini makan nak.''
'' Papa mana mah?''
'' Oh masih dikamar, sebentar lagi keluar kok, oya gimana sekolah kamu nak?'' tanya sang ibu
'' Baik mah seperti sebelumnya, walaupun ada juga beberapa teman yang bertanya kenapa aku sempat mengambil homescholing kemarin, tapi aku berusaha meyakinkan mereka agar teman-temanku itu mengerti ya tentunya dengan berbagai alasan seperti yang mama bilang kemarin.'' jelasnya.
'' Baguslah sayang, mama senang dengarnya, mama pikir kamu kesulitan disekolah,
'' Enggak kok mah, lagi pula kan ada sahabat-sahabat aku yang selalu mendukung dan memberika suport.'' tambahnya, dan wanita muda itu adalah Windy.
Windy yang pernah merasakan hidup berumah tangga dan juga merasakan kenikmatan bersenggama dengan pasangan, semenjak beberapa bulan lalu, sering melakukan yang namanya mas*tur*ba*sii. karna jujur saja Windy selalu merasakan gatal dibagian intinya miliknya jika tidak melakukannya, awalnya gadis itu merasa malu melakukannya dan tak ingin melakukan hal yang menurutnya gila itu, namun saat ia mencoba melakukannya sekali akhirnya membuat gadis tersebut terus melakukannya, bahkan dalam seminggu ia bisa melakukan empat sampai lima kali.
CATATAN..
__ADS_1
Namun tak semua wanita melakukan hal seperti ini ya guys, hanya mungkin wanita yang sebagian memiliki nafsu yang tinggi saja, atau pun karna sudah pernah merasakan nikmatnya bercinta, namun bagi wanita sigle seperti Windy, dari pada dirinya harus melakukan dengan sembarang laki-laki, lebih baik ia melalukannya sendiri. walaupun mungkin sebagian orang menyebut itu tabu, tapi tak jarang ada sebagian orang yang melakukan demi kepuasannya sendiri
Next