CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Menemui Rayen Dikantor


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 2 siang, Saat ini Niken dan kedua sahabatnya sudah berada diparkiran, rencananya Niken dan Windy akan mengunjungi kantor dimana Rayen dan Leo bekerja, awalnya Windy menolak dengan alasan takut mengganggu mereka kerja, namun Niken tetap memaksa,untuk minta ditemani, dengan pasrah Windy pun akhirnya mengiyakan ajakan sahabatnya itu karna memang ia juga merasa rindu dengan Leo.Sedangkan Putri memilih langsung pulang kerumah


Saat ini keduanya sudah dalam perjalanan menuju kantor.


''Kamu yakin kita gk perlu hubungi mereka dulu kalau kita mau datang kekantor?'' ucap windy memastikan


''Gk usah lah, kan kita mau buat surprise untuk mereka.'' jelas Niken, Windy mengangguk paham.


''Oya, apa loe sekalian mau jenguk bokap loe dikantor?'' sambung Windy lagi.


''Iya, nanti gue mau keruangan papa juga, supaya papa gk terlalu curiga.'' ucap nya tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


''Ih, dasar loe.'' Windy menggeleng pelan.


Setelah mengendarai hampir 20 menit, akhirnya keduanya sampai didepan gedung yang menjulang tinggi, tempat dimana Leo dan Rayen mencari pundi-pundi untuk masa depan mereka.


Setelah memarkirkan mobil mereka langsung masuk kedalam gedung tersebut.Namun sebelum naik keatas Niken dan Windy menuju resepsionis untuk bertanya apakah yang mereka cari ada atau tidak didalam.


''Siang mba Ayu, papa ada tidak diruangannya ?'' tanya Niken, sengaja buat alasan agar tidak terlalu ketara,kalau dirinya sedang mencari Rayen, padahal tidak akan masalah, toh Rayen juga adalah paman nya juga.


Sedangkan Windy yang sudah mengerti hanya diam.


Resepsionis yang memang mengenal bahwa Niken adalah anak pemilik perusahaan tersebut langsung menjawab ramah pada Niken.


''Siang juga mba Niken, tapi maaf pak bos sedang berada diluar sekarang.'' jawab nya sopan.


''Oh gitu ya, kalau om Rayen ada gk?'' tanya Niken lagi


''Oh kalau pak bos Rayen ada mba diruangannya.'' jawabnya lagi.


''Oh yasudah kalau gitu saya dan teman saya nunggu diatas saja ya? ayo Windy!" ucapnya yang langsung menarik tangan sahabatnya itu menuju lantai atas.


''Oh astaga, aku lupa bilang padanya kalau saat ini pak Rayen sedang kedatangan tamu.'' rutuk Ayu.


''Memang dia siapa Yu, kok kamu sopan banget padanya?'' ucap teman yang ada disebelahnya.


''Dia itu putri dari pemilik perusahaan ini namanya mba Niken.'' jelasnya


''Oh, cantik sekali ya wangi lagi.'' ucap nya karna memang wangi parfum yang digunakan Niken masih tertinggal diruangan tersebut.


Saat ini kedua gadis cantik itu sudah berada didalam lift.

__ADS_1


''Beneran nih kita gpp naik?'' Windy bertanya sekali lagi


''Kamu kenapa sih? kok sepertinya takut banget, udah santai aja, kalau mereka sibuk kita tinggal nunggu diruangan papa.'' ucap Niken.


Tak lama pintu lift terbuka, bertepatan itu ia melihat seorang pemuda yang saat itu juga sedang melihat kearahnya.


''Dia kan Niken, dia sangat cantik, rasanya sudah lama aku tidak melihatnya, tapi kenapa dia memakai seragam anak SMA, apa dia masih sekolah.


Batin pemuda tersebut.Yang memang tidak mengetahui jika Niken masih sekolah, karna memang tubuhnya terlihat lebih dewasa dari umurnya.


''Hai kamu kak Imam kan?'' tanya Niken, yang kini sudah berdiri dihadapan laki-laki itu.


''I-iya mba,'' jawabnya gugup


''Kamu jangan panggil aku mba dong kak, emang kamu gk lihat kalau aku masih sekolah.'' ucap Niken sedikit manja membuat sosok Imam sangat gemas melihat tingkah manja gadis didepannya ini.


''Iya baiklah Niken, kalau boleh tau kamu ingin berremu siapa?'' tanya Imam


''Sama papa, tapi mba Ayu bilang tadi papa sedang tidak berada diruangannya makanya kami memutuskan untuk menunggunya saja diruangannya.'' jelas Niken.


''Oh gitu,'' ucapnya yang masih menatap kearah Niken.


Sedangkan Windy sejak tadi memperhatikan gerak-gerik pemuda yang ada didepan mereka saat ini, ia menangkap suatu gelagat aneh pada pemuda tersebut,


Ucapnya membatin


''Kak Imam, mau kemana?'' pertanyaan Niken seketika menyadarkan lamunan pemuda berwajah manis tersebut.


''Oh iya, tadi saya mau kebawah untuk mengantar ini,'' jelasnya sambil memperlihatkan map yang ada ditangannya.


''Kalau gitu saya diluan ya Niken.'' ucapnya tersenyum setelah itu langsung masuk kedalam lift.


''Dia manis ya orangnya?'' ucap Windy tiba-tiba membuat Niken menatap kearahnya.


''Kamu menyukainya?'' Niken menyipitkan matanya.


''Tapi sepertinya dia lebih menyukai loe ketimbang gue.'' jawab Windy membuat Niken mengerutkan dahinya.


''Maksud kamu, dia suka sama aku, gitu?'' ucap Niken memastikan


''Yap, benar sekali, gue bisa lihat cara dia natap loe itu penuh dengan kekaguman matanya juga memancarkan cinta disana.''jelas Windy, sedangkan Niken yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum simpul.

__ADS_1


''Ada-ada saja.'' gumamnya pelan.


''Ini ruangannya om Rayen Ken?'' tanya Windy


''Iya, tapi sebentar ya aku mau ketoilet dulu.'' ucap Niken sambil berlalu begitu saja meninggalkan Windy didepan pintu ruangan tersebut.


''Sebaiknya aku duduk dululah sambil menunggu Niken kembali.'' gumamnya sambil melangkah menuju kursi tunggu yang ada disebelah ruangan tersebut.


''Cklek,'' tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, membuat Windy otomatis mengalihkan pandangannya pada asal suara tersebut.


''Kak Leo,'' gumam Windy pelan, karna memang orang yang baru keluar tersebut adalah Leo.


''Kak,'' panggil Windy lagi, membuat pemuda tersebut langsung menatap kearahnya dengan sedikit kaget.


''Loh sayang, kok kamu bisa ada disini? kamu sama siapa datang kesini?'' tanya Leo sambil mendudukan bokongnya tepat disamping kekasihnya.


''Aku kesini sama Niken, tadinya aku gk mau ikut karna takut ganggu kamu, tapi Niken memintaku untuk tetap menemaninya jadi yasudah aku ikut aja, tapi sekarang dia lagi ada ditoilet makanya aku nunggu disini.'' jelasnya, sambil menundukan pandangannya karna sejak tadi Leo selalu menatap kearahnya membuat perasaannya tak karuan.


''Sayang itu kamu masih sakit gk?'' ucap Leo pelan.Windy yang mengerti kemana arah ucapan Leo langsung menjawab.


''Udah gk sakit kok kak, hanya saja terasa agak aneh sih.'' jawab Windy seadanya, karna memang ia mersa sedikit tidak nyaman diarea inti miliknya.


Namun saat Leo hendak bertanya lagi tiba-tiba Niken datang membuat nya tak jadi bertanya.


''Kak Leo, om Rayen ada didalam gk?'' tanya Niken langsung


''Ada, tapi sedang ada tamu.'' jawab Leo


''Tamu? perempuan atau laki-laki?'' tanya Niken menyelidik


''Perempuan sih, mungkin sebentar lagi mereka akan selesai.'' jelas Leo dengan sedikit gugup.


''Kakak kenapa kelihatan gugup begitu? apa ada sesuatu yang kak Leo coba tutupi dari aku?'' Niken menatap dengan intimidasi.


''Memang nya apa yang aku sembunyikan?gk ada kok, oya gimana sambil menunggu Rayen selesai kita minum dulu dikantin kantor, rasanya tenggorokan ku sudah sangat kering.'' ucap Leo


''Boleh yuk Ken.'' ajak Windy


''Gk lah kalian aja, aku lagi males bolak-balik.


''Tapi disini kamu gk ada teman Niken, sebaiknya kamu ikut dengan kami.'' Leo kembali membujuk Niken agar mau ikut bersama mereka.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2