CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Galau


__ADS_3

Putri baru saja sampai di cafe tempatnya janjian dengan Rangga. Putri masuk kedalam cafe tersebut, matanya menyapu seluruh ruangan cafe, mencari sosok Rangga disana.


''Putri disini.'' ucap Rangga sambil melambaikan tangannya tak jauh dari tempat Putri berdiri. Melihat sang kekasih Putri tersenyum kemudian langsung melangkah mendekati sang kekasih.


'' Udah lama Ga?'' tanya Putri sambil mendudukan bo*kongnya ditas kursi cafe tersebut.


''Lumayan, oya gimana keadaan Windy apa dia baik-baik saja?'' tanya Rangga yang memang juga tau jika Windy sedang sakit.


''Gk ada yang serius kok, hanya saja sekarang dia sedang mengandung, dan mungkin mulai besok dia sudah gk datang kesekolah lagi, maksudku kak Leo suaminya menyuruh nya untuk homeschooling.'' jelas Putri.


''Oh gitu ya? tapi keputusan yang diambil suaminya sudah tepat untuk menyuruhnya homeschooling, dia kan sedang hamil, akan sangat berbahaya jika diluar tanpa pengawasan.'' jelas Rangga.


''Kamu ini Ga, emangnya tahanan pakai diawasin segala? tapi aku salut sama pemikiran kamu deh, walaupun kamu itu masih sekolah, tapi kamu sudah memiliki pikiran yang dewasa, berbeda dengan anak jaman sekarang yang pada umumnya hanya mementingkan kesenangan semata, duuhh... jadi makin sayang deh akunya sama kamu.'' ucap Putri yang semangkin bucin.


Sedangkan Rangga hanya tersenyum saat mendapat pujian dari kekasihnya tersebut.


''Setelah ini kita mau kemana Ga?'' tanya Putri sambil menyeruput jus jeruk miliknya.


'' Gimana kalau nonton?'' tanya Rangga.


Putri tampak berpikir, namun kemudian ia menggeleng cepat.


''Gk mau Ga, nanti kita gk bisa berbagi rasa gimana coba? aku kan maunya setiap kali kita ketemu selalu ingin bermanja-manja sama kamu.'' ucap Putri manja


''Yaudah kita kepantai saja kalau gitu, gimana? mau gk?'' tawar Rangga.


''Sepertinya bukan ide yang buruk, yasudah yuk!" ajak Putri langsung yang diangguki oleh Rangga.


*


*

__ADS_1


*


Saat ini Rayen sedang berada didalam ruangannya, sejak awal datang ia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi, bahkan tak jarang beberapa karyawan kena tegur olehnya.


''Pak Rayen kenapa sih Ci? kok hari ini kerjaannya marah-marah mulu, padahal gue gk ngelakuin kesalahan loh, masa kena semprot juga kayak yang lain.'' protes salah satu karyawan pada Suci sekertaris Rayen.


''Gue juga gk tau, mungkin dia sedang ada masalah pribadi makanya marah-marah gitu.'' ucapnya asal


''Lah kalau punya masalah pribadi jangan dibawa kekantor dong, kan jadi kita yang kena imbasnya.'' jawab karyawan tersebut.


''Jika kalian tidak mau kena imbasnya lebih baik sekarang kalian tidak usah lagi bekerja dikantor ini.'' ucap suara bariton dengan nada tegas dan terkesan dingin.


''P-pak Rayen.'' ucap keduanya terkejut.


Apa kalian saya pekerjakan diperusahaan ini untuk bergosip? iya?? kalian sudah merasa bosan bekerja sama saya? dan kau Suci, apa kau juga sudah tidak ingin brkerja disini lagi?? kalau iya silahkan keluar dari sini sekarang! karna saya tidak butuh karyawan tidak berguna seperti kalian.'' ucap Rayen


''Maafkan kami pak, naaf kan saya, tolong jangan pecat saya, saya janji tidak akan mengulanginya.'' ucap sekertaris tersebut.


Keduanya terus memohon, agar bosnya itu mau merubah pikirannya, agar tidak memecat mereka berdua, karna hanya mereka lah tulang punggung untuk membantu orangtua mereka.


'' Baiklah kali ini saya akan memaafkan kalian, tapi jika lain kali saya melihat kalian bergosip dikantor ini, maka saya tidak akan segan-segan untuk memecat kalian, kalian mengerti??


''Iya pak kami mengerti, dan kami betjanji tidak akan mengulanginya lagi.'' jawab keduanya dengan cepat.


''Sekarang kembali ketempat kalian bekerja, saya tidak suka melihat karyawan berkeliaran disaat jam kerja.'' ucap Rayen, setelah mengatakan itu ia langsung masuk kedalam ruangannya.


Rayen menjatuhkan bobot tubuhnya diatas sofa dengan kasar, ia memijat pangkal hidungnya yang terasa pusing.


''Aku benar-benar gk bisa berkonsentrasi kalau terus begini, sebaiknya aku pualng saja, biar Leo nanti yang haadle semuanya.'' gumam Rayen sambil menyambar jas dan juga tas kerja miliknya.


Kini Rayen sudah berada didalam mobilnya, pikirannya sangat kacau saat ini, dalam kepalanya hanya ada bayangan istrinya Niken.

__ADS_1


''Mas gk bisa kamu diemin seperti ini sayang, mas kangen sama kamu.'' gumamnya sambil terus melajukan mobilnya dengan kencang.


Sedangkan saat ini Niken sedang merendam tubuhnya dengan busa didalam bathup.


''Rasanya sangat menenangkan, sejenak pikiranku terasa rilex,'' gumamnya, Niken menutup mata sambil mendengarkan musik yang sengaja ia pasang disana.


Tepat jam lima sore Rayen pulang kerumah, matanya menyapu seisi ruangan yang terlihat sepi. Langkahnya langsung tertuju kearah lantai dua, dimana kamar nya dan Niken berada.


Ceklek, kreeeekk


Terdengar suara pintu dibuka, bersamaan itu Rayen langsung masuk kedalam kamar miliknya dan Niken.


''Kemana dia, kenapa tidak ada dimana-mana?'' gumam nya, lalu Rayen melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Tok-tok-tok


''Sayang apa kamu ada didalam?'' karna tak mendengar jawaban Rayen pun langsung membuka pintu kamar mandi tersebut,


''Tidak ada, kemana dia?'' Rayen mulai gelisah karna tak menemukan istrinya didalam kamar mereka, setelah menaruh tas dan juga jas miliknya didalam kamar, Rayen kemudian melangkah keluar, berharap jika dirinya akan menemukan sang istri.


Rayen menutup pintu kamarnya, saat hendak melangkahkan kakinya samar-samar Rayen mendengar suara dari dalam kamar milik istrinya yang ia tempati sebelum menikah.


''Apa dia sedang berada dikamar itu?'' merasa penasaran Rayen pun langsung melangkah menuju kamar tersebut yang hanya berjarak tiga meter dari tempatnya berdiri.


Rayen menempelkan indra pendengarannya didepan pintu tersebut, perlahan ia memutar knop pintu tersebut, seketiga perasaannya merasa lega saat melihat sang istri yang sedang berbaring diatas tempat tidur, sepertinya gadis itu benar-benar tertidur setelah menonton sesuatu dari laptop miliknya, terbukti layar laptop tersebut masih menyala, sepertinya tadi istrinya itu sedang menonton film drakor kesukaannya.


Saat ini Niken hanya memakai gaun tidur tipis berbahan satin, bahkan Rayen dapat melihat bagian dalam milik istrinya itu, walaupun saat ini posisi Niken sedang telungkup, namun Rayen dapat melihat kain berbentuk segitiga yang tercetak dibalik gaun tidur tipis tersebut.


Rayen duduk ditepi tempat tidur, ia terus memperhatikan istrinya itu, terlihat Niken menggerakan tubuhnya dan tak lama ia merubah posisinya menjadi telentang. Kini suaminya itu dapat melihat semua yang tercetak didalam gaun tipis tersebut.


''Niken sayang, maafin mas karna selalu membuatmu sedih, jujur mas tidak pernah berniat untuk melukai hatimu sayang, maafin mas ya? mas benar-banar menyesal, mas sangat tersiksa jika kamu mendiamin mas seperti ini, apa lagi jika kamu menghindar seperti tadi, mas gk bisa sayang.'' ucapnya lirih.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Rayen ternyata Niken sudah bangun dari tidurnya, sebenarnya sejak Rayen membuka pintu tadi Niken sudah terbangun, ia tau jika yang membuka pintu adalah suaminya karna begitu Rayen masuk, wangi parfum nya langsung menyeruak diindra penciuman Niken.


Next


__ADS_2