
Saat ini Regan sudah kembali keruangannya, semenjak pertemuannya beberapa saat yang lalu dengan Sesil membuat pikirannya sedikit terganggu, bukan karna ia masih menyukai wanita tersebut, tapi karna ia takut kepulangan Sesil ke indonesia akan mengusik hubungannya dan Windy, Sesil adalah wanita dari masa lalu Regan, perempuan pertama yang mengisi hatinya tiga tahun yang lalu, namun hubungan mereka kandas karna Sesil ketahuan berselingkuh dengan teman satu kuliahnya saat itu, awalnya Regan memaafkan perselingkuhan Sesil tersebut karna saat itu ia mengaku khilaf, dan saat itu Regan juga masih sangat mencintainya hingga ia mau memaafkan perbuatan wanita itu, namun lagi-lagi Sesil mengulangi perbuatannya dan kembali berselingkuh dengan orang yang sama, Regan yang mengetahui kembali geram, saat itu juga ia langsung memutuskan Sesil, namun bukan Sesil namanya jika tidak bisa mendapatkan hati Regan kembali, setelah diputuskan oleh Regan, Sesil terus berusaha mendapat kata maaf dari laki-laki itu, setiap hari ia datang menemui Regan dikantornya memasang wajah penyesalan setiap kali mereka bertemu, namun Regan yang sudah terlanjur sakit hati dan juga kecewa masih tak mau menghiraukan wanita yang masih memiliki hatinya itu, singkat nya saat itu Sesil berkata jika dirinya memutuskan ingin kembali kuliah diluar negri dan sebelum pergi Sesil ingin dirinya dan Regan memperbaiki hubungan mereka, Regan yang saat itu memang merasa masih memiliki perasaan pada Sesil, dan juga karna melihat usaha gadis itu yang pantang menyerah untuk mendapatkan kembali cintanya, membuat Regan akhirnya ingin mencoba kembali memaafkan, mungkin saat itu Sesil memang benar-benar sudah berubah, saat Regan datang keapartemen Sesil tak sengaja ia melihat pria yang sama, teman satu kuliahnya sedang menuju apartemen gadisnya itu, tiba-tiba saja perasaannya tidak enak, sebenarnya ia susah bisa menebak nya, namun Regan takut menghadapi kenyataan, tapi ia tak mau menduga-duga, ia harus membuktikannya langsung, karna merasa sangat penasaran Regan pun langsung mengikutinya sampai keatas, sesampainya didepan apartemen Sesil, alangkah terkejutnya saat ia melihat wanita yang dicintainya sedang memeluk erat laki-laki itu, mereka juga berciuman disana, didepan mata Regan, melihat itu rahangnya mengeras, tangan nya terkepal kuat, ingin sekali ia menghajar lelaki tersebut namun ia urungkan, Regan memilih pergi dari apartemen tersebut karna hatinya benar-benar hancur saat itu, seminggu berlalu sesudah kejadian itu Regan tak pernah bertemu dengan Sesil, bukan karna Sesil tak datang kekantor untuk menemuinya, tapi karna Regan yang tak ingin bertemu dengannya, hingga terakhir Regan mendengar kabar dari teman Sesil, jika wanita itu telah memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya diluar negri tanpa pamit padanya terlebih dahulu, sejak saat itu Regan tak pernah lagi berhubungan dengannya atau pun menjalin hubungan dengan wanita lain, bahkan setelah putus dari Sesil membuat pribadi Regan lebih tertutup, ia juga menjadi sosok lelaki yang dingin pada wanita hingga akhirnya ia bertemu dengan Niken, namun sayangnya saat itu Niken sudah memikiki pendamping, dan terakhir ia melabuhkan cintanya pada seorang janda muda sahabat dari adiknya sendiri, walau usia mereka terpaut jauh, namun Windy sosok gadis yang dewasa dan juga pengertian itulah salah satu sifat gadis tersebut yang membuatnya menaruh hati padanya hingga bisa melupakan masa lalunya. Dan setelah tiga tahun berlalu kini Sesil kembali lagi membuat Regan bertanya-tanya apa tujuan wanita itu kembali.
***
Saat ini Windy baru saja sampai dikediaman orangtuanya yang selama ini menjadi tempat tinggalnya. Windy mengerutkan dahi saat mendengar suara gelak tawa dari dalam rumah, ia berpikir siapa yang tertawa dengan kerasnya sampai suaranya kedengaran sampai diluar, merasa penasaran Windy pun bergegas masuk kedalam rumah tersebut, tiba-tiba saja tubuhnya mematung saat Windy melihat seseorang yang saat ini sedang duduk dihadapan bersama Yuna ibunya.
'' Kak Sesil.'' ucapnya pelan, lebih terdengar seperti orang bergumam. Sesil yang saat itu sedang berbicara dengan ibunya mengalihkan pandangannya saat melihat Windy, adik tersayangnya yang sedang menatap kearah mereka. Sesil tersenyum lalu bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati Windy yang mematung tak percaya akan apa yang ia lihat.
'' Hai adik kecilku sayang.'' ucap nya sambil memeluk erat tubuh sang adik.
'' Kak Sesil benarkah ini kak Sesil?'' ucapnya, seakan tak percaya.
__ADS_1
Sesil melerai pelukan mereka, lalu menyentil hidung mancung sang adik.'' Tentu saja ini kakak, memangnya siapa lagi.'' jawabnya sambil tersenyum.
'' Kak Sesil aku kangen kak, kenapa baru pulang sekarang?.'' Windy menangis karna merasa bahagia atas kepulangan sang kakak. Walau Windy dan Sesil jarang bertemu tapi mereka sering berkomunikasi melalui ponsel atau alat komunikasi lainnya.
'' Kak Sesil akan tinggal bersama kami kan?'' sambung gadis itu sambil terus menempel ditubuh sang kakak, walau mereka sangat jarang bertemu namun sangat dekat, dan Windy sangat menyayangi Sesil begitupun sebaliknya.
'' Rencananya sih gitu, tapi maaf ya dek kakak gk bisa tinggal dirumah, soalnya ada kegiatan kakak yang mengharuskan untuk pulang larut malam, dan gk mungkin kan kakak merepotkan mama dan papa ataupun kamu untuk membukakan pintu jika kakak pulang larut malam? jadi kakak lebih memilih untuk tinggal diapartemen saja.'' jelas nya.
'' Mama juga sudah bilang seperti itu sama kakakmu, tapi tetap saja dia gk mau, yasydahlah mau bagai mana lagi.'' pasrah sang mama.
Windy menatap Sesil yang saat itu juga menatapnya.'' Sudah jangan dipikirin, kakak gpp kok kalau harus tinggal diluar, lagi pula kan kakak udah biasa.'' jelasnya yang mengerti arti tatapan adiknya.
__ADS_1
'' Yasudah kalian ngobrol saja dulu mama mau kedapur dulu lihat kue mama udah matang apa belum.'' setelah mengatakan itu Yuna langsung meninggalkan kedua putrinya.
'' Bagai mana kabar tante Rahma dan suaminya kak?''
'' Mereka sehat, oya kamu sendiri gimana sekolahnya?'' tanya balik dang kakak
'' Alhamdulillah baik-baik saja.''
'' Kalau kekasih udah ada? maksud kakak pengganti Leo?'' tanya Sesil, ia memang sudah tau kisah percintaan sang adik bersama Leo, sampai akhirnya mereka menikah, namun saat itu sang kakak tidak bisa pulang karna memang ada urusan yang tak bisa ditinggalkan, saat Leo berselingkuh dan berakhir dengan perceraian keduanya Sesil juga tau, dan terakhir kabar Leo meninggal karna kecelakaan, ia juga mengetahuinya sebab Windy yang memberitahunya, sebenarnya bukan Windy, karna ia tak akan mengumbar kehidupan pribadinya, tetapi yang bercerita saat itu adalah Yuna ibu mereka, karna setiap saat Sesil ingin bicara dengan Windy kala itu, Windy selalu menolaknya dengan alasan sibuk dengan sekolah, padahal Windy hanya tak ingin kakaknya itu tau masalahnya, walau bagai manapun ia menyembunyikannya Sesil tetap tau, ia merasa ada yang tidak beres maka dari itu ia bertanya pada sang mama, awalnya Yuna tidak ingin menceritakannya pada Sesil atas permintaan Windy, namun karna Sesil terus mendesak akhirnya Yuna pun memberitahukan semua kisah pilu sang adik padanya, saat mendengarnya tentu saja Sesil juga merasa sedih dan marah atas perlakuan Leo karna sudah menyakiti hati adiknya, namun apalah daya saat itu ia tak bisa pulang karna memang jadwal kuliah yang sangat padat, Sesil dan keluarganya juga memutuskan untuk tidak lagi mengungkit kehidupan masa lalu Windy yang menyedihkan.
'' Kok diam? jawab kakak dong? Oh kakak tau pasti kamu sudah punya punya pengganti nya kan sekarang? siapa sih laki-laki. beruntung itu sayang? Kakak jadi penasaran.
__ADS_1
Next