
Disalah satu rumah sakit, tepatnya diruangan VIP terlihat seorang laki-laki terbaring di ranjang rumah sakit dengan kepala dan tangan penuh dengan perban, terlihat saat ini ia sedang menatap seseorang dengan pandangan sedikit kesal.
'' Sayang kenapa kamu memasang wajah seperti itu pada mama kamu?'' wanita paruh baya itu melangkah mendekati bangsal dimana putranya sedang berbaring.
'' Apa harus seperti ini dulu keadaan kami baru mama dan papa akan pulang? bagai mana jika saat itu kami tiada mungkin kalian tidak akan bisa melihat kami lagi, apa kalian tidak pernah berbikir seperti itu?'' terlihat mata pemuda itu penuh dengan kekecewaan.
'' Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu?mama dan papa minta maaf, kami menyesal karna sudah mengabaikan kalian berdua, mama sangat menyesal nak.'' ucap wanita paruh baya tersebut, matanya berkaca-kaca memandang kearah putranya.
Pemuda tampan itu menatap wajah ibunya, ada rasa sesal dihatinya karna mengatakan perkataan yang membuat ibu yang melahirkannya itu sampai mengeluarkan air mata karna ulahnya, dan laki-laki tersebut adalah Regan, pria tampan itu sudah sadarkan diri sejak beberapa jam yang lalu ia juga sudah mendengar berita tentang kematian Leo dan juga sudah tau dari orangtuanya jika mobil yang bertabrakan dengan mobil miliknya adalah mobil rekan bisnisnya Rayen.
Ceklek, terdengar pintu ruangan tersebut dibuka oleh seorang suster, sambil mendorong kursi roda seorang gadis yang ternyata adalah Putri, membuat dua orang yang ada didalam ruangan tersebut langsung mengalihkan pandangannya pada pintu masuk, setelah mengantarkan Putri suster tersebut langsung keluar dari ruangan tersebut atas permintaan Putri.
'' Mah, bang Regan, bagai mana keadaan abang?'' tanya gadis cantik itu,dengan kepala yang masih diperban, saat ini Putri sedang duduk diatas kursi roda, keadaan Putri tidak separah Rayen dan abangnya Regan, namun di beberapa bagian tubuhnya juga ada beberapa memar akibat beberapa benturan, untung saja tidak sampai membuat kakinya patah, namun ia juga tidak bisa menginjakkan kakinya untuk sementara waktu karna memang kakinya belum sanggup untuk menopak berat tubuhnya
'' Seperti yang kamu lihat, tangan abang sama sekali belum bisa digerakan, kepala abang juga masih terasa sakit, sebenarnya abang sangat bosan terus seperti ini tapi mau bagai mana lagi, mama kamu ini tidak mengijinkan abang untuk pulang, padahal abang sudah sangat tidak betah dirumah sakit ini.'' ucapnya, mendengar jawaban abangnya Putri yakin jika keadaan abangnya itu sudah baik-baik saja, karna sangat terlihat jelas dari nada bicaranya yang lancar seperti biasa.
Putri melirik mamanya yang saat itu terlihat sedikit murung, jujur saja sebenarnya ia juga sama kesalnya dengan Regan, kenapa harus menunggu sampai mereka celaka dulu baru kedua orangtuanya datang kenapa tidak saat dirinya ulangtahun atau saat ia dan abangnya Regan sedang merindukan sosok mereka, namun disisi lain Putri juga sangat senang melihat kedua orangtuanya telah kembali setelah sekian lama, walau ia dan abangnya sebelumnya harus melawan maut terlebih dahulu.
'' Mah, mama kenapa?'' Putri mendorong kursi rodanya menuju mamanya, melihat itu Ambar langsung menghampiri putrinya tersebut.
__ADS_1
'' Mama gpp sayang mama hanya sedih melihat keadaan kedua anak mama, maafin mama ya Putri? karna selama ini mama tidak pernah ada waktu untuk kalian berdua selama ini mama dan papa selalu mementingkan pekerjaan kami, tapi mulai sekarang mama dan papa janji akan lebih sering menghabiskan waktu bersama kalian.'' ucap Ambar, mendengar itu Putri tersenyum senang.
'' Makasih ya mah?'' ucapnya sambil memeluk Ambar, Regan yang melihat adiknya tersenyum bahagia, juga ikut tersenyum, Regan tau jika selama ini adiknya itu selalu kesepian, dan sangat merindukan kedua orangtuanya, bahkan pernah waktu itu Regan melihat adiknya itu menangis sambil memeluk poto kedua orangtua mereka, namun saat ditanya ia tak penah mengakuinya, padahal Regan tau jelas-jelas gadis kecilnya tersebut sedang memeluk bingkai poto keluarga mereka.
'' Oya mah dimana papa?'' Putri bertanya setelah melerai pelukan mereka.
'' Maaf sayang, saat ini papa sedang mengurus suatu kerjaan yang memang tak bisa ditinggalkan, tapi papa janji setelah selesai papa akan kembali secepatnya.'' jelas Ambar, Putri mengangguk paham, walaupun sebenarnya ia masih sangat merindukan Johan papanya namun Putri akan mengerti.
Ditempat lain, terlihat seorang gadis cantik sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, dan gadis itu adalah Windy, setelah pulang sekolah dan mengganti pakaiannya ia bermaksud mengunjungi kedua sahabatnya yang sedang berada dirumah sakit, karna saat tadi malam ia kesana, Windy sama sekali belum bertemu dengan sahabat-sahabatnya itu, ia juga bermaksud ingin melihat keadaan Regan, karna jujur saja setelah mengetahui itu semua Windy juga menjadi khawatir, sebenarnya malam itu ingin sekali ia melihat keadaan Putri dan Regan, namun memang waktunya tak memungkin kan, jadi terpaksa ia menundanya sampai besok. Setelah mengendarai mobil selama dua puluh menit akhirnya ia pun sampai diparkiran rumah sakit tersebut.
'' Sepertinya ini deh ruangan Niken.'' gumamnya setelah sampai didepan sebuah ruangan.
''Masuk !!''
Setelah terdengar jawaban dari dalam Windy langsung memutar knop pintu tersebut.
'' Windy,'' terlihat seorang gadis seumuran dengannya tersenyum kearahnya dan dia adalah Niken, saat ini Niken sedang berada diruangan dimana suaminya sedang dirawat.
'' Niken bagai mana keadaan kalian?'' Windy mendekat ia melihat mata sahabatnya sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
'' Win, mas Rayen Win, hiks-hiks...'' terdendar suara tangisan dari bibir Niken, Windy yang melihat itu langsung memeluknya untuk membeikannya ketenangan pada sahabatnya tersebut, Windy mengusap punggung Niken yang masih terasa bergetar karna menangis.
'' Loe yang sabar ya Ken?'' ucapnya setelah melerai pelukan mereka. Terlihat Niken menghapus air matanya dengan kedua tangannya.
'' Iya makasih Win, oya apa kamu sudah tau kalau kak Leo--,'' Niken sengaja menggantung ucapannya,
'' Iya gue tau, bahkan tadi malam gue juga berada dirumah sakit ini, dan gue juga tau jika Putri dan bang Regan juga dirawat dirumah sakit yang sama.'' jelas Windy
'' Iya, aku juga belum sempat melihat keadaan mereka, padahal ruangan mereka berada diruangan sebelah sana, sebenarnya aku ingin melihat keadaan Putri dan juga bang Regan, tapi rasanya aku gk tega buat ninggalin mas Rayen sendirian disini.'' ucap nya dengan wajah sendu
'' Yasudah gpp jangan dipikirin, ingat diperut loe ada janin, jadi jangan sampai loe kecapean dan juga stres ok, lagi pula gue yakin Putri juga maklum, sebaiknya kamu fokus aja dulu sama om Rayen ok, terus gimana perkembangan suami loe sekarang, apa setelah kecelakaan ia sudah sadarkan diri?'' ucap Windy
'' Belum, aku juga gk tau kenapa, tapi dokter bilang mungkin pengaruh dari efek biusnya, tapi terap saja aku khawatir.'' ucap Niken
'' Sabar ya, gue yakin om Rayen orang yang kuat, pasti sebentar lagi dia juga akan sadar.''
'' Iya Win, aku berharap juga seperti itu, jujur saja aku sangat syok saat mendengar berita tentang kecelakaan itu.''
Next
__ADS_1